Dilarang Bom like...
Kisah ini menceritakan tentang seorang pangeran yang harus mengasingkan diri karena tidak ingin mewarisi tahta sang Ayah di usianya yang masih sangat muda.
Pangeran Areez harus selalu berpindah tempat tinggal, dirinya tidak pernah menetap di satu tempat untuk menghindari kejaran para bodyguard ayahnya yang selalu mencari dirinya untuk kembali ke istana.
Hingga akhirnya di tempat persinggahan nya yang terakhir dirinya bertemu dengan seorang wanita sederhana dan jatuh cinta kepada wanita tersebut.
Karena dirinya sudah terlanjur jatuh cinta pada wanita yang bernama Evina, dirinya tidak bisa pindah dari tempat itu.
Sampai akhirnya para bodyguard sang raja menemukan tempat persembunyiannya, dan akhirnya membawa pangeran Areez kembali ke istana.
lalu bagaimanakah kelanjutan dari kisah cinta sang Pangeran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Sang Raja
Sepeninggal pangeran Brendan yang merupakan putra keduanya, Baginda Raja tampak benar benar melemparkan cangkir teh yang berada di tangan nya ke sebuah tembok yang berada agak jauh dari tempat nya duduk, sehingga cangkir tersebut pecah dan menimbulkan bunyi yang sangat nyaring.
Prang....
Terdengar suara nyaring dari cangkir yang di lempar Baginda Raja, bentuknya yang semula utuh kini telah berubah menjadi kerikil kecil yang berhamburan jatuh ke atas lantai marmer putih dan mengkilap itu.
Raja pun tampak batuk dan kembali mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya. Namun sesegera mungkin sang Raja mengusapnya dengan satu lembar tisu sebelum ada orang yang melihatnya.
Suara nyaring yang berasal dari kamar Baginda Raja dapat di dengar oleh Pangeran Brendan yang sedang berjalan menjauh dari kamar itu, bibirnya hanya tersenyum sinis mendengar suara tersebut, dia tahu betul jika suara itu berasal dari cangkir teh yang tadi sempat akan di lemparkan kepadanya oleh sang ayah.
Dia meneruskan langkahnya setelah menoleh terlebih dahulu ke arah kamar Baginda Raja, dengan senyum sinis yang mengembang di satu sisi bibirnya.
Pangeran Brendan sama sekali tidak merasa bersalah telah membuat Baginda Raja marah, hatinya telah di buta kan oleh kemarahan kepada sang ayah yang telah memperlakukan dirinya dengan tidak adil.
Setelah kembali ke dalam kamar nya, pangeran Brendan tampak berjalan mondar mandir di depan tempat tidur nya, dirinya sedang memikirkan bagaimana caranya agar kakaknya yaitu pangeran Arezz, menolak tahta yang di berikan oleh sang ayah.
Dia menghentikan langkahnya lalu berdiri sejenak, seperti nya satu satu nya cara agar sang kakak benar benar menolak Tahta yang diberikan oleh ayahandanya, adalah dengan mengambil hati wanita yang dicintai oleh kakaknya tersebut yaitu Evina.
Bagaimanpun caranya dia akan berusaha mengambil hati wanita tersebut agar bisa di tukar dengan apa yang dia inginkan.
Setelah mantap dengan rencananya tersebut, pangeran Brendan tampak berbaring di atas tempat tidur megahnya, membayangkan wanita cantik yang bernama Evina berada di pelukannya.
Wajah wanita itu kini benar benar sudah memenuhi seisi otaknya, membuat bibir pangeran Brendan tersenyum tipis tatkala membayangkan tubuh indah dengan wajah yang sangat cantik itu melayani diri nya di atas ranjang.
Saat ini tekadnya sudah benar benar bulat, pangeran Brendan akan menggunakan cara apapun agar bisa mendapatkan Evina meski harus menggunakan kekerasan.
Setelah itu sang pangeran benar benar tertidur dengan membayangkan wajah wanita cantik yang bernama Evina itu sedang menemani dirinya saat ini.
***
Ke esokan harinya.
Pangeran Arezz tampak sudah berpakaian rapi, dirinya sedang melihat dan merapikan pakaian nya dari pantulan cermin yang terletak di depan tubuhnya.
Rambutnya tampak sedikit basah dan tertata sangat rapi, bersama jas berwarna coklat yang di hiasi sapu tangan merah di bahu kanannya, kini penampilannya sudah benar benar sangat sempurna.
Ia pun mengambil satu botol parfum lalu di semprot kan nya ke udara agar cipratan dari parfum tersebut mengenai tubuhnya, ter cium aroma sangat wangi memenuhi seisi ruangan dan juga dari tubuh gagahnya.
Hari ini pangeran Arezz akan menghadiri pertemuan penting bersama Perdana Mentri menggantikan sang ayah.
Tok tok tok
Seorang pelayan masuk ke dalam kamar pangeran Arezz, dia adalah Evina, dirinya sengaja mengunjungi kamar sang pangeran dengan membawa teh hangat yang di simpan dia atas nampan besar di tangannya.
Sebenarnya teh hangat yang di bawanya, hanyalah sebuah alasan baginya agar bisa menemui pangeran di kamarnya, karena dirinya sudah beberapa hari ini tidak dapat bertemu dengan sang kekasih yang terlihat sibuk dengan urusan negara.
Sang pangeran tampak tersenyum senang mendapati wanita pujaan hatinya mengunjungi dirinya, ia pun berjalan menghampiri Evina dan hendak memeluknya.
''Tunggu...'' cegah Evina, lalu dirinya menyimpan terlebih dahulu nampan besar yang berada di tangannya di atas meja.
Kemudian Evina merentangkan kedua tangannya dan menyambut pelukan hangat dari laki laki yang di cintai nya tersebut.
''Aku merindukanmu...'' ujar pangeran, kepalanya tampak ia sandarkan di bahu kecil Evina sembari mengecup tipis leher wanita tersebut.
''Aku juga merindukanmu...! sepertinya akhir akhir ini kamu sangat sibuk, sehingga aku tidak dapat melihatmu sama sekali,'' ujar Evina mendekap erat tubuh sang kekasih.
''Iya... Aku memang sedang sibuk, banyak hal yang harus aku kerjakan menggantikan pekerjaan Baginda Raja.''
''Benarkah...?''
''Jika aku tak sempat mengunjungimu, maka aku akan sangat senang jika kamu yang datang mengunjungi ku seperti ini.''
''Baiklah, tapi aku merasa tidak enak jika terlalu sering datang kemari,'' jawab Evina, lalu ia melepaskan pelukan nya.
''Kenapa?''
''Aku merasa tak enak oleh pelayan lain, jika terlalu sering melihat ku datang kemari.''
''Sudahlah jangan terlalu menghiraukan mereka,'' jawab pangeran.
Kemudian Pangeran Arezz menempatkan satu tangan di pinggang kurus wanita yang di cintai nya itu, dengan tangan lain meraba dengan lembut pipi tirus sang kekasih, setelah itu ia pun melayangkan kecupan di bibir mungil Evina yang langsung di sambut dengan mesra olehnya.
Mereka berciuman dengan begitu mesranya, saling berputar dan menenggelamkan bibir masing masing dengan tangan Evina yang melingkar di punggung sang pangeran.
Saat sedang melakukan hal tersebut, tiba tiba saja Sakti masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu, dirinya sama sekali tidak tahu jika Evina yang merupakan kekasih dari junjungannya tersebut sedang berada di sana, dan sedang berciuman dengan sang pangeran.
Wajah Sakti mendadak merah menyaksikan hal tersebut, ia langsung menutup pintu dengan sangat hati hati, agar kedua orang yang sedang bercumbu tersebut tidak menyadari kehadirannya di sana.
Sakti pun terlihat berdiri di depan pintu menjaga pintu agar siapapun tidak dapat masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar.
''Apa sekarang kamu sedang terburu buru? pakaianmu sudah terlihat rapi dan juga wangi,'' ucap evina sesaat setelah melepaskan ciumannya.
''Iya...! aku ada pertemuan penting hari ini,'' jawab sang pangeran, lalu mengusap bibir Elvina yang terlihat sedikit basah.
''Maaf ya karena tak bisa menemani mu lebih lama, sebenarnya aku juga ingin, namun pertemuan ini sangat penting sehingga aku tak bisa begitu saja membatalkannya,'' ujar sang Pangeran dengan perasaan sedikit bersalah.
Evina mengangguk lalu tersenyum.
''Baiklah, seperti nya aku harus segera kembali ke tempat kerjaku, aku tak mau menahan mu terlalu lama,'' ucap Evina lalu dirinya merapikan pakaian yang di kenakan nya.
Setelah kembali saling berpelukan sebentar, Evina dan pangeran Arezz berjalan menuju pintu, seperti biasa sang pangeran selalu mengantar wanita pujaan hatinya tersebut sampai di depan pintu.
Saat membuka pintu mereka kedua tampak terkejut karena Sakti sudah berdiri di depan pintu, dengan posisi seperti yang sedang menjaga pintu tersebut.
''Sakti...'' ujar Evina sambil mengerutkan keningnya.
Sakti berbalik lalu tersenyum.
''Sejak kapan kamu berdiri di situ?'' tanya pangeran.
''Sejak tadi pangeran...! saya tidak ingin mengganggu kebersamaan kalian, itu sebabnya saya berdiri disini dan menjaga agar tidak ada siapapun yang masuk ke dalam kamar,'' jawab Sakti dengan sedikit tersenyum.
Pangeran Arezz serta Evina tampak saling melayangkan pandangan mata, kedua nya seolah memberi isyarat lewat tatapan mata tentang apakah sakti melihat mereka berdua sedang berciuman di dalam kamar?
*****
SEMANGAT berkarya thorr 🔥🔥🔥
semoga othor sehat selalu, bahagia setiap saat dan rezeki lancar, aamiin aamiin
Arezz dijemput Evina dan berbahagia di alam sana. Adam bersedih karena telah kehilangan ayahnya😭😭😭
hidup Adam ngenes banget😭
kasihan Evina ga salah apa². kasihan Adam yang sekecil itu harus ditinggal ibunya😭😭😭
nelongso banget sih hidupnya Evina dan Arezz,😭
kasian banget si Arezz sampe berubah gitu😭😭