Berawal dari kisah seorang gadis bernama Khanza alesha yg berperan sebagai Kakak perempuan dari anak lelaki bernama Zizi Bilqis.
perjuangan sang kakak untuk memberikan kehidupan bagi sang adik dengan kegigihannya.
ikuti saja kisah mereka selanjutnya, dengan terus dukung karya author AiiWa selalu 🙏❤️
tentunya, like, komen, jadikan novel favorit kamu😁 stay tuned 👈
❤️ saranghae ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pisau Dan Petir
~ Masih seputar 3 tahun lalu ~
Brak
Devan membuka kasar pintu UKS seketika, alangkah terkejutnya Alsha melihat Devan ada di depan pintu yang di belakangnya tampak juga Amelia si biang rusuh, Alsha menekan keningnya karena melihat kedua temannya itu mengejarnya sampai ruang UKS.
"Ada apa? apa kalian ingin mengobatinya juga?" ketus Nathan dengan berdiri sambil memegang sebuah kotak p3k di tangannya.
Devan berjalan cepat memasuki ruangan itu.
Bats
Kotak itu di rampas oleh Devan dari tangan Nathan secara kasar.
"Biar aku saja yang mengobati lukanya, kau tidak perlu menjadi seorang pahlawan!" celetuk Devan demikian berdiri di depan Nathan.
Dengan pertikaian itu Amelia begitu asyik sendiri terlihat seperti menonton sebuah K-drama Asia, bahkan ia sambil menyomoti batagor yang ada di tangannya lalu ia melotot pada saat Nathan sempat menoleh padanya.
"Hei kau yang ada di pintu itu! cepat kemari," tunjuk Nathan pula dengan tegas.
"Ka -kau panggil aku?" sahut Amelia dengan antusias dia juga langsung berlari sambil menjilati jarinya yang terkena batagor.
Bats
Kotak p3k itu di rampas kembali oleh Nathan dari tangan Devan.
Di saat Amelia berdiri di tengah mereka Nathan langsung memberikan kotak itu di hadapan Amelia tanpa berkata apapun, dan ia pun meraih kotak itu pula.
"Kau saja yang mengobatinya, karena kau seorang wanita kami tidak mukhrim memegang tangannya," cetus Nathan pula sambil melirik Devan dengan tajam.
Zlep
BLEDARR
Petir dan pisau langsung bertubi masuk ke dalam jantung Devan saat itu hingga kepalan tangannya membuat dirinya geram seolah ingin menghajar Nathan karena menatap sinis dirinya.
Tanpa berkata banyak lagi Nathan bergerak untuk pergi dari ruangan UKS dengan senyum yang mengejek ke arah Devan, bagaimana hati Devan tidak kacau saat melihat tatapan Nathan ketika itu, seolah Nathan lebih mengetahui semuanya daripada Devan yang se-agama dengan Alsha.
"Eh tunggu dulu, bukannya kalian..."
Keduanya malah berbarengan pergi meninggalkan Amelia yang masih belum selesai berbicara.
Devan mengejar Nathan dari belakang entah mau membicarakan soal apa, Karen hati seorang lelaki tidak akan pernah kita tahu apa dan bagaimana sikap yang harus kita pahami dari isyarat yang mereka katakan, sifat lelaki itu susah untuk di tebak dengan akal pikiran kita karena mereka lebih banyak memakai logika di banding perasaan. Bisa kasih pendapat pada author jika kurang lengkap.
Kita lanjutkan kembali kisah kasih di sekolah.
.
.
Amelia meletakkan kotak itu di atas kasur yang di duduki oleh Alsha. "Alsha apa kau tidak menyadari sikap aneh dari mereka berdua?" tanya Amelia sejenak membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah kapas yang sudah ia beri betadine.
"Ssshh," rasa perih yang sangat membuat Alsha kesakitan ia mulai menggigiti bibirnya untuk menahan perih itu.
"Tahan sedikit aku akan pelan-pelan kok, eghh jawab dulu pertanyaan ku yang tadi," riuh Amelia seketika tidak sadar ia menekan kapas itu di tangan Alsha.
"Aaaa...." Jeritan Alsha pecah.
"Ssstt," bungkam Amelia langsung.
"Jangan berisik dong Al, kenapa sih? sakit banget ya, maaf deh! aku tidak sengaja menekan kapasnya, lagian kamu lama banget jawab pertanyaan ku," keluh Amelia tampak alis yang bertautan sambil melepas bungkamannya dari mulut Alsha.
"Aku tidak mengerti mereka kenapa? emangnya apa yg membuat kau bertanya begini?" tanya Alsha sambil geliat merasakan perih di tangannya.
"Apa kau tidak pernah melihat tv? atau jangan bilang kau tidak pernah melihat Drakor? oh no... Alsha? kau benar-benar kutu buku!" celoteh Amelia membuat pekak telinga Alsha.
Sesaat Amelia memberikan salap untuk meringankan perih karena luka bakar akibat kuah panas yang mengenai tangan Alsha.
"Bagaimana kau mau pintar Mel kerjaan mu hanya nonton dan bercerita," protes Alsha pula membuat Amelia merasa terkekeh.
"Pfft, hahahaha apa kau bilang? pintar? Alsha aku kapan pintarnya? sudah dari masuk ke sini kau yang selalu membantuku, jadi kau lah guruku! oh guruku, jadikan aku muridmu," kekehan Amelia pecah saat itu membuat dirinya benar-benar konyol sekali.
Bahkan Amelia bermohon di bawah kaki Alsha.
"Oh guruku terima lah aku, aku berjanji akan menjadi murid setiamu!"
Alsha hanya bergeleng kepala melihat tingkah luar binasa Amelia itu tanpa ragu lagi Amelia melakukan itu membuat Alsha tarik nafas kasar lalu ia meninggalkan Amelia begitu saja tanpa berkata apapun lagi.
"Loh! guru! aku kok di tinggal? oh guru... Jangan pergi," teriakan Amelia sambil mengejar Alsha yang sudah keluar begitu saja.
Astaga Amelia kenapa kamu bisa sekonyol ini? hahahha🤣🤣🤣
Sakit perut othor menulis ini😆
Semoga kalian terhibur dengan tingkah Amelia Si wanita konyol 😄
...........
Yukk tetap ikuti kisah mereka tentunya hanya di 'Aku, Khanza' jangan sampai ketinggalan cerita seru lainnya.
^^^To be continued^^^
^^^🍂 aiiWa 🍂^^^
hus² sana bubuk aja lu..🚶♀️