NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 30

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

TRIIIIIING..

Terdengar bunyi notifikasi pesan di ponsel Reza saat ia baru saja memasuki area rumah duka di salah satu kawasan elit ibu kota.

[ Tuan muda Air dan Nona muda Hujan baru saja sampai di Hotel Y , kini keduanya sedang menuju kamar di lantai pribadi keluarga ]

Reza tersenyum simpul ketika membaca pesan yang dikirim oleh orang-orang kepercayaannya yang selalu cepat dan akurat memberikan info tentang anak-anaknya, Reza bukan tak percaya pada ketiga buah hatinya, cuma ia hanya ingin bertindak sigap jika terjadi sesuatu pada si kembar.

"Mas," panggil Melisa sambil sedikit menyenggol Suaminya.

"Apa, Ra"

"Kakak sama Hujan kemana? kok gak ada?" tanya KHUMAIRAHnya sembari mengedarkan pandangan.

"Si kakak lagi mampir ke kebon dulu, Ra" jawab Reza dengan senyum kecil di sudut bibirnya.

"Kebon apa, ngapain?" tanya Melisa bingung.

"Nanem cabe!!" kekeh pria tiga anak itu sambil berbisik, Melisa hanya bisa diam saat ia tak paham dengan apa yang di maksud suaminya.

Kahyangan yang berdiri di sisi mendiang ibunya terus menitikkan air mata, bibirnya mungkin dengan mudah berkata ikhlas tapi tidak dengan hatinya.

Jika ia bisa mengulang waktu mungkin ia ingin ibunya lah yang mengantar catering tempo hari.

"Maafin Yayang, Bu".

Entah berapa kali ia mengatakan itu, permohonan maaf karna belum bisa menjadi putri yang di banggakan.

"Sabar, sayang" bisik Bumi yang tak pernah meninggalkan Kahyangan sedetikpun selama musibah menimpa gadis cantiknya itu.

"Aku kuat, aku bisa, kan?" ucapnya dengan senyum di paksakan.

di

"Pasti, ada aku untuk kamu, aku akan terus dampingi kamu, sayang" balas Bumi yang langsung menarik tubuh langsing Kahyangan yang berbalut baju hitam.

Kahyangan pasrah dalam dekapan Bumi, ia biarkan pemuda tampan itu menciumi pucuk kepalanya yang juga tertutup kain hitam.

"Aku mencintaimu, bahkan kali ini bertambah berkali kali lipat mencintaimu" bisik Bumi yang pasti di dengar oleh Kahyangan.

"Aku ingin mengatakan itu juga, tapi sulit" balasnya yang merasa ini semakin menyakitkan.

.

.

Setelah proses tutup peti, tepat pukul tiga sore semua keluarga Kahyangan, kerabat dan beberapa tetangga berserta keluarga Bumi bergegas ke pemakaman umum komplek tempat Kahyangan tinggal, gadis itu bersikukuh ingin memakamkan sang ibu disana dengan alasan sudah membayar iuran kematian yang memang di adakan oleh pengurus tempat ia tinggal meski sebenarnya ia hanya tak ingin lebih merepotkan keluarga Rahardian.

Sampai di tempat pemakaman umum ternyata semua telah di siapkan, beberapa kursi sudah berjejer rapih dan tenda besar pun sudah dipasang agar para pelayat yang mengantar bisa dengan nyaman mengikuti proses penguburan sampai selesai tanpa terganggu oleh teriknya sinar matahari.

Perlahan kotak kayu jati kualitas nomer satu yang dipesan Reza itu akhirnya turun juga kedalam tanah.

Dengan di iringi doa dari para pendeta acara pemakaman berjalan lancar dan penuh haru.

Tangis Kahyangan pecah lagi saat tanah sudah mulai menutupi peti yang tersimpan jasad wanita yang melahirkannya itu.

"Bu......" lirih yang kini sudah berjongkok.

Kini Melisa lah yang mengambil alih memeluk Kahyangan, gadis itu benar-benar butuh pegangan dan Sandaran untuk tubuhnya yang lemas

Sampai acara selesai ia masih saja terisak lirih sambil memanggil manggil IBU..

.

.

.

"Baru sampe?" tanya Reza pada si sulung yang ikut juga di acara pemakaman.

"Iya, Pah" jawab Air dengan pelan, ia bersembunyi di belakang sang istri merasa takut.

"Ada apa jam segini baru nongol?" tanya Reza lagi.

"Ada si Komo lewat, Pah"

"Masa?" Seru Reza pura-pura terkejut.

"Iya, Gede banget" kata Air malu-malu, perasaannya mulai tak enak.

"Di lantai berapa tadi, Hem?" goda pria tiga anak itu pada putra pertamanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Lantai delapan belas, Pah! Hehe....

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Awas Lo kak di gentayangin 🤭🤭🤭

Bukan nungguin yang di kubur dia malah nanem duluan...

Eh si Komo jadi kambing 🙄🙄🙄..

Like komen nya yuk ramai kan ❤️

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
kalea rizuky
ne nanti ibunya samudera bukan sih
kalea rizuky
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!