NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 13

"Aku tau kau sangat mencintai nya,"

"Sulit, sangat sulit aku hampir menyerah karena Arumi selalu meminta ku untuk menceraikannya,"

"Tunggu sampai anak kalian lahir,"

"Dia sangat membenci anak itu bagaimana mungkin?"

"Aku titip Arumi padamu,"

"Natan sekali lagi aku minta maaf mungkin saat anak itu lahir aku akan menebus dosaku dengan menyerahkan diri ke polisi. Lagi pula Arumi memang tidak pernah menginginkan ku dalam hidupnya. Aku tidak mau jika anak ku menganggap kalau ayah nya adalah pembunuh dan bukan orang yang bertanggung jawab,"

Natan tidak menjawab ia menepuk punggung Kenan lalu tersenyum kemudian berlalu begitu saja hingga bayangan itu hilang dari pandangan nya.

"Kakak, bangun! Apa kau bermimpi?" tanya Riana karena melihat sang kakak seperti memanggil nama seseorang, tetapi masih dalam keadaan tertidur.

Kenan membuka kedua matanya, napas nya tersengal, dadanya naik turun seolah baru saja berlari jauh ia mengusap wajahnya yang berkeringat dan tersadar jika semalam ia tertidur di dalam kamar Arumi.

"Ternyata cuma mimpi," gumam Kenan.

"Kau tadi bermimpi siapa? kakak menyebut nama seseorang siapa ya aku lupa," Riana berusaha mengingat nama itu tapi tidak bisa.

"Natan," cetus Kenan.

"Ah, iya. Siapa dia kak?" tanya Riana penasaran.

Namun, Kenan tidak menjawab ia malah memperhatikan sang adik yang sudah berpakaian rapih.

"Apa kau mau ke kantor dan... Di mana dia kakak ipar mu?" sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Arumi juga ia penasaran dengan sang adik yang sangat cantik hari ini. Dalam benaknya apakah Riana akan berkencan?

Riana menyadari jika sang kakak curiga dengan penampilan nya hari ini,"Aku hanya ingin ke kantor sebentar dan aku izin ingin jalan jalan dengan ..."

Tok

Tok

"Nona, Riana ada Tuan Jimmy yang sudah menunggu di bawah," ujar Nina mengetuk pintu yang sedari tadi sudah terbuka.

Riana mengangguk kan kepalanya dan berterimakasih pada Nina,"Dengan Jimmy?" sambung Kenan.

"Iya, kak. Aku bosan di rumah," jawab Riana.

Kenan pun akhirnya turun menemui Jimmy dan ingin menanyakan sesuatu karena pria itu akhir-akhir ini mengajak adiknya pergi.

"Hei bos kau baru bangun?" sapa Jimmy.

"Mau ke mana pagi-pagi mengajak adik ku pergi? Akhir-akhir ini kau sering sekali mengajak Riana pergi?" cecar Kenan.

Jimmy seperti maling yang sedang di interogasi membuat dirinya sedikit takut,"Tenang ya ... Riana yang menghubungi ku duluan ia merasa bosan di rumah dan meminta ku untuk menemaninya dan satu lagi kami berdua tidak ada hubungan kau tenang saja bos," terang Jimmy berusaha menjelaskan karena tidak kuat dengan tatapan tajam Kenan padanya.

"Dia benar kak, Kakak jangan marah," lanjut Riana.

"Memangnya kau tidak punya teman perempuan sampai harus minta di temani dia?" kesal Kenan.

"Kakak tau kan aku pilih pilih kalau bergaul dan tidak suka juga punya banyak teman takut ketemu sama yang toxic," ujar Riana.

Benar juga yang di katakan Riana, apalagi jika sampai adiknya dimanfaatkan seseorang sebagai kakak pastinya Kenan tidak akan terima karena dia tau betul jika Riana sudah merasa nyaman berteman ia akan sangat baik pada seseorang walaupun baru dikenalnya.

"Baiklah, jaga adik ku jangan sampai lecet," tegas Kenan.

Jimmy memutar bola matanya malas dan berkata,"Mobil kali ah lecet,"

"Oh ya kak tadi kakak ipar pergi tapi aku dan Nina tidak tau perginya kemana. Kakak tau kan jangan kan izin padaku bicara saja seperlunya denganku," terang Riana.

"Hmm, baiklah nanti aku cari tau keberadaannya," ucap Kenan.

Akhirnya Riana dan Jimmy pamit pergi kemudian Kenan mengecek ponselnya banyak sekali panggilan yang mana berasal dari bodyguard nya.

Kenan membaca satu pesan yang mana isinya membuat ia kesal,"Ikuti dia jangan sampai kehilangan jejaknya," balas Kenan pada pesan dari bodyguard nya.

***

Arumi sedang berada di rumah sakit, ia pergi hanya sendirian saja karena merasa sakit yang terus-menerus di perutnya. Padahal Kenan sudah mengajaknya jika esok pagi ia akan mengantarnya ke dokter kandungan.

Akan tetapi, Arumi yang tadinya mau dibuat kesal oleh Kenan yang semalam meminta jatah padanya ia tidak bisa menolak karena itu adalah kewajiban nya sebagai seorang istri tidak lebih menurutnya.

Walaupun dia sangat membenci Kenan tapi entah mengapa saat Kenan memintanya ia selalu terbawa suasana apa mungkin ia juga menginginkan nya dan apa mungkin hatinya sudah mulai terbuka untuk pria yang selalu ia benci selama ini?

Bruugh

"Maaf, aku tidak sengaja tadi aku sedikit melamun," ungkap Arumi yang menabrak seseorang.

"Arumi," panggil seseorang lalu Arumi mendongak kan kepalanya menatap wanita yang sudah lama tidak ia temui.

"Anita? Kau di sini?" tanya Arumi sangat senang.

Mereka berpelukan Anita melihat perut buncit Arumi dan ia juga merasa bahagia karena sahabat nya itu akan segera punya anak.

Akan tetapi, senyum di bibir indah Arumi luntur seketika saat Anita menanyakan dan mengira jika anak yang di kandungnya adalah anak Natan.

Anita yang melihat ekspresi wajah Arumi berubah merasa tidak enak,"Ada apa, Rumi apa aku salah bicara?" tanya Anita sembari membawa Arumi ke sebuah kantin di dekat rumah sakit tersebut.

Namun, Arumi menolak dan malah mengajak Anita ke sebuah restoran yang biasa ia datangi bersama Natan dan makan makanan kesukaannya sosis bakar.

Tibalah mereka di sebuah restoran tidak jauh dari rumah sakit. Anita sudah paham tempat itu merupakan tempat makanan favorit Arumi dan Natan ia juga sempat makan di tempat itu bersama mereka Anita tau hubungan Natan dan Arumi hingga mereka menikah dan juga Arumi bisa bekerja di restoran milik Kenan berkat Anita.

Mereka duduk dan menyantap makanan yang sudah di siapkan sambil bercerita hingga Anita tersedak makannya karena Arumi menceritakan tentang Kenan yang mana mantan bos nya dulu.

"Apa?! Kau menikah dengan Tuan Kenan?" pekik Anita membuat semua orang di restoran itu memperhatikan nya apalagi ia menyebut nama putra tunggal keluarga Dirgantara.

"Jangan berteriak aku tidak tuli," kesal Arumi.

"Maaf, lalu anak yang di kandung mu sekarang anaknya pak Kenan?" Arumi mengangguk kan kepalanya pelan.

"Apa kau yakin? Maksudku kau kan menikah dengan Natan pastinya sudah berhubungan dong," ujar Anita.

"Seratus persen yakin karena saat aku menikah aku baru saja datang bulan kami baru seminggu menikah dan Mas Natan belum menyentuh ku tapi takdir memisahkan kami,hiks," akhirnya Arumi tidak dapat menahan air matanya dan menangis mengingat Natan dan bagaimana ia tiada.

Anita mendekat pada Arumi berniat menenangkan sahabatnya itu, tetapi tiba-tiba ada seseorang datang membuat mereka terkejut.

Byurrr

"Heyyy ... Apa yang kau lakukan!" pekik Anita sedangkan Arumi hanya diam mengusap wajahnya yang terkena air.

Seseorang itu menarik paksa lengan Arumi hingga ia tertatih mencoba untuk berdiri karena lengannya terus saja di tarik oleh seseorang itu.

Akhhh

Arumi kesakitan karena wajahnya di cengkram Anita berusaha melerai, tetapi tubuhnya terdorong dan ia terjatuh.

Semua orang di restoran itu melihat mereka berdua dan ada pula yang merekamnya lalu di sebarkan ke media sosial.

"Apa kau bilang tadi takdir? Cih, takdirmu harusnya lenyap bersama suami mu bukan malah menikah dengan calon suami ku!" marah Helen melepaskan cengkraman nya sedikit mendorong Arumi tanpa belas kasihan.

Dengan napas tersengal dan menahan sakit diperutnya Arumi berusaha bicara,"Ca, calon suami mu? Siapa?" tanya Arumi dengan sekuat tenaga bertahan sambil memegangi kursi.

"Jangan pura-pura tidak tau dan sok polos!" sentak Helen.

"Aku ... Aku benar-benar tidak tau, aku ..."

Akhhhh

"Dasar perusak hubungan orang," Helen mendorong tubuh Arumi tanpa belas kasihan apalagi memikirkan apa yang akan terjadi dengan kandungan Arumi.

"Arumi," teriak Anita yang mendekat ia panik karena melihat ada darah yang keluar membasahi kakinya.

"Sakit, Anita sakit sekali," lirih Arumi.

"Rasakan!" umpat Helen.

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!