Kisah ini tentang seorang gadis polos bernama Aluna George yang terjebak dalam pernikahan bersama seorang mafia berdarah dingin. Alexandre Graham seorang pria tampan yang tidak pernaheduli soal cinta, baginya wanita mainan.
Harta, tahta dan kekuasaan membuatnya mampu memilih wanita manapun yang ia inginkan. namun semuanya berubah saat ia bertemu dengan gadis manis dari acara lelang.
Hubungan yang awalnya baik, akhirnya rusak karena sebuah kesalahan. kesalahan yang membuat keduanya harus terikat, kesalahan apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhy7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisi Gelap Alex
Melihat ekspresi ketakutan Aluna pria itu malah tertawa, ia benar-benar sangat senang menjaili Aluna.
"Alex!" kesal wanita itu, membuat Alex malah semakin tertawa.
Wanita itu mengambil bantal, lalu melemparnya ke arah Alex. Tapi pria itu rupanya berhasil menangkapnya, hingga Aluna ia bertambah kesal.
"Rupanya kau harus belajar cara membidik yang baik dan benar," ucap Alex membuat Aluna menatapnya tajam, wanita itu masih teramat kesal.
"Sayangnya aku bukan mafia, jadi tidak perlu belajar tentang hal itu," jawab Aluna membuat Alex menatapnya serius.
"Lalu bagaimana jika nyatanya kamu adalah istri seorang mafia," kata Alex membuat aluna terdiam, dia melihat wajah Alex dengan serius.
"Memangnya kamu itu mafia?" tanya Aluna membuat Alex mendekat ke arahnya.
"Iya!" jawab Alex, hanya satu kata tapi berhasil membuat Aluna tertawa sampai memegang perutnya.
"Baiklah tuan mafia, tolong lepaskan aku karena aku tidak mau anakku memilih ayah orang jahat," kata Aluna sambil terus tertawa membuat Alex terdiam.
Aluna yang menyadari Alex terdiam perlahan-lahan tawa Aluna mereda, apa pria itu sedang berbicara serius. Jadi benar Alex adalah seorang mafia?
"Apa kau serius?" tanya Aluna namun tidak mendapat jawaban apapun dari pria itu.
"Kenna kau," ucap Alex sambil memeluk pinggang milik Aluna, membuat wanita itu tidak bisa lari.
pria itu menggelitiki Aluna, membuat wanita yang berstatus istrinya itu tertawa karena geli.
"Enak saja kau, kamu pikir bisa pergi dariku!" kata pria itu sambil terus menggelitiki akan.
"Ampun tuan Alex, aku tidak akan pernah pergi darimu apapun yang terjadi," ucap Aluna sambil terus tertawa.
"Berjanjilah lebih dulu," Alex melepas pelukannya di pinggang Aluna lalu menunjukkan jari kelingkingnya.
"Janji," ucap gadis itu sambil menautkan jari kelingkingnya.
....
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Aluna yang lelah karena terus tertawa tadi akhirnya tertidur. Alex yang sebenarnya sudah lelah itu tidak bisa tidur, di tanganya ada sebuah se**ata api.
Rasa takut membuat matanya tidak bisa terpejam, pria itu takut jika Reno berhasil sampai di komplotannya maka itu akan menjadi ancaman besar bagi keluarga Alex.
Pria itu menatap wajah wanita yang sedang tidur di atas ranjang dengan sangat lelap, jantungnya berdebar saat menatap wajah itu.
Entah itu cinta atau apa Alex tidak peduli, satu hal yang ia tau adalah pria itu harus melindungi wanita ini beserta anak di dalam kandungannya.
Sebuk menatap wajah cantik milik istrinya, ponselnya tiba-tiba berdering. Dari nama yang tertera di sana itu adalah Leo, salah satu sahabatnya yang juga turut aktif di dalam geng mafia miliknya.
"Ada apa?" tanya Alex saat sambungan telepon terhubung.
"Baiklah aku ke sana sekarang," ucapnya kemudian saat pria yang ada di sana telah selesai berbicara.
Setelah menutup telvon Alex memasukkan senj**a yang tadi ia pegang ke dalam laci, setelah itu berjalan ke arah ranjang.
"Aku pergi dulu, tenang saja aku akan menepati janjiku untuk tidak bermain wanita," ucap Alex lalu mengecup kening milik wanita yang menjadi istrinya itu.
....
Alex berjalan masuk ke dalam sebuah rumah yang sepertinya sedang ada pesta di sana, suara musik yang keras serta para wanita dan pria berlalu-lalang di dalam sana.
Pria itu mengedarkan pandangannya dan menemukan sahabatnya yang sedang di kerubungi oleh wanita dengan pakaian mini, tanpa banyak bicara ia segera menghampirinya.
"Hay, Alex!" ucap pria itu saat Alex sudah sampai di depan meja miliknya.
Para wanita yang melihat pria tampan itu segera berpindah dari lengan Leo ke lengan milik Alex, dan pria itu nyatanya hanya diam.
"Ada apa kau memanggilku kemari?" tanya pria itu membuat Leo malah menepuk sofa yang ada di sampingnya.
Alex sebenarnya sedikit tidak nyaman berada di sini, tapi jika ia menunjukkan penolakan pada para wanita itu ia takut ada yang curiga padanya.
Pria itu menghela nafas lalu berjalan ke arah sofa yang di teluk oleh leo, dengan gerakan cepat ia duduk membuat wanita-wanita tadi tanpa sengaja melepaskan tangannya.
"Minumlah dulu Alex, kau butuh pemanasan untuk mendengarkan ceritaku!" ucap Leo membuat Alex terpaksa meminum minuman yang di tawarkan oleh sahabatnya itu.
"Aku dengar Reno berhasil kabur dari penjara di markas," ucap Leo membuat Alex menatapnya dengan serius.
"Dan saat sepertinya ia sudah berhasil kembali ke markasnya," ucap Leo membuat Alex lagi-lagi meneguk minuman yang ada di meja.
"Lagi, aku sudah tau bahwa kau sudah menikah tadi siang," sambung Leo membuat Alex segera menatapnya tajam. Para wanita yang ada di sana terkejut, pasalnya pria bernama Alex terkenal dengan sebutan pria mempesona tanpa cinta.
"Kau terlalu banyak minum leo, bagaimana bisa aku menikah jika aku sedang sibuk di kantor," ucap Alex membuat leo kembali tertawa.
"Aku lupa jika sekarang kau ada CEO, Jadi kau sudah memutuskan untuk keluar dari dunia hitam?" tanya Leo membuat Alex menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan berhenti sampai berhasil menemukan semua orang yang membuat adikku menjadi seperti sekarang," jelas Alex membuat Leo mengangguk.
"Oh iya, dari yang aku dengar dari para penjaga. Reno berhasil kabur karena tawanan baru yang kau penjarakan," ucap Leo membuat Alex langsung menatapnya.
"Mereka bilang, wanita itu membuat perhatian mereka teralih hingga tidak tahu bahwa Reno ternyata berhasil melarikan diri." sambung Lagi membuat pria itu langsung berdiri dari sana.
Wajah Alex di penuhi amarah, dengan langkah cepat ia berjalan ke luar dari sana. Satu tempat tujuannya saat ini adalah markas, ia harus memberikan pelajaran berharga pada wanita tidak tau di untung itu.
Di dalam mobilnya Alex terus saja mengumpat, bisa-bisanya para penjaga di sana terkecoh oleh wanita ular.
Alex menyetir dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya tiba di tempat tujuannya. Dengan langkah lebar pria itu berjalan masuk ke dalam ruangan yang berisi orang-orang dengan tubuh raksasa itu.
"Di mana wanita itu?" teriak Alex saat sudah berada di depan para penjaga.
Pria-pria bertubuh besar itu langsung masuk ke dalam sebuah ruangan, menye*** paksa seorang wanita yang dalam keadaan terikat.
"Lepaskan aku!" teriak wanita itu saat sudah berada di hadapan Alex.
"Dasar wanita ular, rupanya kau tidak bisa di beri keringanan," ucap Alex membuat wanita itu menatapnya takut.
"Apa maksudmu, aku tidak bersalah Alex! sudah ku bilang aku juga di jebak," jelas wanita itu tapi bukannya kasihan Alex malah bertajuk tangan.
"Lalu apa kau juga akan mengatakan, membantu Reno berhasil kabur ada sebuah jebakan?" tanya Alex berhasil membuat wanita itu terdiam.
"Aku tidak menyiksamu dengan alasan kau sudah pernah membantu adikku dokter Dea, tapi rupanya kebaikanku tidak kau anggap." ucap Alex pada wanita yang rupanya adalah dokter Dea itu.
"Sepertinya kau lebih suka tidak mendapatkan belas kasihan apapun," sambung Alex, pria itu melirik para penjaga dengan tatapan tajam.
"Bawa wanita ini ke ruangan gelap dan jangan biarkan ia mendapatkan makanan atau minuman apapun selama seharian penuh," ucap Alex membuat para penjaga langsung menuruti keinginannya.
"Itu masih hukuman ringan, jika kau masih berulah atau terjadi sesuatu pada keluargaku maka kau harus membayarnya dengan menjadi makanan para peliharaan milikku," sambung Alex sebelum wanita itu benar-benar di bawa masuk ke dalam ruangan gelap tanpa cahaya apapun itu.
....
TBC