sekuel dari kembalinya sang ratu mafia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon owe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*bermain-main.
Mobil mewah Athena keluar dari kawasan Gold Mansion menuju universitas, sudah beberapa hari Athena tak menampakan wajahnya di universitas, ia tak mau ketinggalan dengan apa yang telah dipelajari.
senyum di bibirnya tiba-tiba mematikan kala melihat sebuah mobil mengikuti mobil mewah miliknya, Athena tau jika mobil itu telah menunggunya di depan gerbang utama Gold Mansion, tapi Athena tak perduli ia seakan acuh dan tak mengetahui apa-apa.
Satu nama yang terlintas di otak cantiknya kini yaitu Karen ! Ya Karen wanita itu tiba-tiba pergi dari Gold Mansion pagi-pagi buta bahkan jam sarapan pun belum dimulai.
Athena berfikir jika mereka adalah orang-orang suruhan milik keren, Athena hanya menggelengkan kepalanya pelan, hingga mobil mewah itu telah memasuki kawasan universitas megah di kota itu.
Athena melirik sekilas mobil yang berhenti di seberang sana, senyum nya menyungging dan manik hitamnya menyorot tajam.
menunggu lah sampai puas bung. Batin Athena.
Markas utama.
ruangan bercat Gold itu seakan menjadi saksi bisu disana, pembicaraan apapun seakan dinding itu yang menjadi saksi dari jaman dulu. Valera duduk dengan gaya angkuh dan wajah tegasnya, parasnya tak pernah berubah bahkan Valera terlihat semakin menggoda di usianya yang saat ini apalagi kini ia menjadi ibu dari dua anak.
" apakah Dave belum tiba ? " tanya Valera menatap Thomas dan Thomas menggeleng pelan. " Lalu apakah ada berita yang menganggu mu ? misalkan berita lainnya yang bersangkutan dengan king " tanya Valera.
" tidak ada yang mencurigakan Lady, jika menurut prediksi ku, semuanya aman terkendali tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dan hal lainnya. " ucap Thomas dengan tenang dan Valera diam menyimak.
" Lokanne ? " gumam Valera.
" apa lady masih mengingat tentang perkataan terakhirnya yang akan membalas dendam pada kita semua setelah kematian Utera ? " ucap Thomas dan Valera mengangguk samar sembari mengenang masa lalu itu.
" jujur Thomas kita harus waspada, walaupun sudah bertahun-tahun dan Lokanne tak menampakkan tanda-tanda nya tapi aku sangat khawatir terlebih kini aku memikirkan anak-anak ku dan lainnya. " ucap Valera dan Thomas mengangguk paham ia pun berfikir demikian.
waktu terus berjalan dan terasa sangat cepat, Valera baru selesai melihat berkas-berkas usaha legal dan ilegalnya, setiap tahun pemasukkan king semakin bertambah besar dan melonjak hebat. Valera senang dan bangga atas pencapaiannya selama ini ditambah Valera pun dikelilingi oleh orang-orang yang hebat dan cekatan.
disisi lain Athena hendak menuju sebuah toko buku tapi niatnya terhenti saat tiba-tiba seseorang membekap mulutnya, Athena berontak dan melawan tapi tenaganya kalah kuat akhirnya Athena menendang benda pusaka musuh perlawanan terakhirnya.
BUGHHHHHH
AGHHH
" ohhh itu pasti sakit ? ," kekeh Athena hingga beberapa orang datang dan mulai menyerang Athena tanpa basa-basi.
Athena menghindar dan mengelak setiap serangan yang dilayangkan kepada dirinya, gerakannya lincah dan tubuhnya yang ramping seakan sedang menari dengan anggun, rambut Athena yang diikat sungguh membius para penyerang itu.
BUGHHHHHH
satu lelaki tersungkur karena tendangan seseorang, Athena membelalakkan matanya saat melihat lelaki berumur yang tubuhnya masih saja tegap.
paman Asnee. Batin Athena.
BUGHHHHHH.
" nona " pekik Asnee saat melihat nona mudanya terkena pukulan hingga Athena meringis akan tetapi itu tak lama, Athena berbalik dan menyerangnya lebih beringas hingga para penyerang mulai kewalahan mereka tak menyangka jika target tuannya sangat pandai seni bela diri.
BUGHHHHHH.
" AGHHH " saat Athena menendang aset berharga lelaki berwajah garang dan berpakaian layaknya seorang berandalan, Asnee yang melihat tendangan itu hanya ngilu dan membayangkan sendiri bagaimana jika hal itu ia rasakan.
" rasakan !! " desis Athena menatap tajam keempat lelaki yang jatuh tersungkur, Asnee hanya bisa diam saat melihat sorot mata nona mudanya memercikkan api amarah yang siap tumpah ruah, dan benar saja Athena menekan benda pusaka salah satu dari mereka hingga merintih dan mengerang tertahan. " katakan siapa yang menyuruhmu ! " tegas Athena dan lelaki itu menggeleng dengan memejamkan matanya kuat-kuat karena merasakan sakit pada bagian pusat tubuhnya.
" AGHHH..sakit.. ini sungguh sakit.. lepaskan... tolong..lepaskan " rintjh lelaki itu mencoba berontak dengan sisa tenaganya akan tetapi Athena justru menambah tekanan nya lebih kuat dan lebih dalam dengan senjata revolver berwarna silver yang berada di dalam genggaman tangannya kini.
" katakan atau kau rasakan akibatnya " dingin Athena dengan menodongkan senjatanya tepat di benda pusaka itu, hingga mata semua orang terbelalak lebar melihat aksi berani Athena. Lelaki itu berwajah pucat dan keringat mulai menghiasi wajah hitamnya. Athena tersenyum sinis. " tidak mau ? Ya baiklah " ucap Athena seraya menarik pelatuknya secara perlahan.
" jangan! Baiklah akan ku katakan tapi setelah itu lepaskan kami. " ucap lelaki itu mengajak bernegoisasi dengan gadis bermanik hitam itu, Athena mengangguk polos akhirnya. " tuan Ryunnal dan nona Karen " akhirnya nama itu lolos dengan indah begitu saja, Athena tersenyum tipis saat mendengarkannya.
" dimana mereka ? " tanya Athena lagi.
" berada di sebuah rumah jalan xx No 12 " ucap lelaki itu tercekat karena injakan Athena tak kunjung lepas.
" terimakasih paman. Kau memilih pilihan yang tepat. Tapi aku tak sebaik itu " sinis Athena lagi hingga.
DORR !!
satu lelaki tewas dan menyisakan tiga orang lelaki yang tersisa, mereka meringsut ketakutan melihat Athena yang berubah layaknya gadis mengerikkan.
" Nona, jangan lakukan itu biarkan paman yang melakukannya " ucap Asnee memberi saran dan Athena melirik Asnee sekilas akhirnya ia mengangguk. " paman akan memborgol mereka bagaimana ? " ucap Asnee dan Athena hanya mengangguk saja.
Athena melenggang pergi dan meninggalkan tempat itu dengan mobil mewahnya, Asnee tau jika nona mudanya hendak menuju rumah si pelaku dan pada akhirnya Asnee pun menuju tempat tersebut dengan tiga penyerang yang menyerang nona mudanya.
Di dalam mobil Athena mengepalkan tangannya, nama-nama itu membuat ia muak dan marah sekaligus, mobil mewah itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi, sorot mata Athena berubah menjadi tatapan mengerikan, tidak ada lagi gadis imut nan manja yang terlihat seperti biasanya.
" Karen dan Ryunnal. Tunggu kedatangan ku. " sinis Athena, beberapa menit berlalu akhirnya Athena menemukan sebuah rumah berlantai tiga dengan cat berwarna cerah di luar nya, rumah itu tidak terlalu besar bahkan Athena sempat membandingkan rumah itu dengan rumah milik Malvin yang jauh lebih besar dari ini.
Athena membunyikan klakson hingga petugas keamanan membukanya dan melihat kearah Athena dengan tatapan curiga, Athena tersenyum manis.
" paman tolong buka pintunya. Aku adiknya dari calon suaminya kak Karen " ucap Athena memainkan dramanya dan memasang wajah manis dengan senyum cantiknya itu, penjaga itu sesaat memikirkan sesuatu sebelum akhirnya ia membukakan pintu untuk tamunya " terimakasih paman " ucap Athena tersenyum sopan dan penjaga itu mengangguk samar.
Athena meruntuki kebodohan lelaki itu, sangat mudah untuk di bodohi, Athena menyelipkan senjata dan belati di balik pinggangnya, untung saja Athena memakai pakaian kasual nya hari ini, jadi ia bisa bebas bergerak sesuka hati.
" permisi. " ucap Athena saat melihat wanita paruh baya berpakaian maid sedang menyiram tanaman yang indah disana, maid itu menunduk sopan kepada Athena " maaf menganggu, apa kak karen dan paman Ryunnal ada di dalam ? " tanya Athena lembut.
" mereka ada di dalam nona, mari saya antar. " ucap maid itu dan Athena mengangguk polos.
Athena memasuki rumah itu, ia bisa melihat jika tatanan nya tak begitu mewah dan megah, bahkan terlihat sangat minimalis. Athena jadi berpikir jika keinginan Karen untuk menikah dengan George adalah karena harta.
" silahkan duduk nona, saya akan panggilkan mereka berdua " ucap maid itu sopan dan Athena mengangguk kecil lalu duduk dengan elegan dan mengedarkan pemandangannya ke segala arah, terlihat ada sebuah kamera cctv di ruangan itu Athena tersenyum geli dan sengaja melambaikan tangannya dengan tengil.
Athena duduk dengan sabar karena menunggu kedatangan dua manusia sialan itu, hingga suara langkah kaki terdengar seirama dari anak tangga, Athena yang posisinya membelakangi hanya bisa menyunggingkan senyumannya.
" siapa anda nona ? " ucap suara bariton seorang lelaki, Athena membalikkan tubuhnya dan tersenyum manis hingga mata Ryunnal membulat penuh karena kehadiran Athena di rumahnya.
Deg.
" Hallo paman!! " desis Athena.
saya menunggu🤭🙏