NovelToon NovelToon
Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

ig : tri.ani.5249

Hidup ini berjalan sering kali tak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, Allah lah yang paling tahu tentang kita dan akhir cerita kita. Aisyah Ratna, seorang agdis belia yang memimpikan bisa menikah dengan seorang pria yang sholeh yang akn membimbingnya, tapi sebuah takdir malah mempertemukan dengan pria arrogant yang jauh dari mengenal agama.
Hatinya begitu hancur saat seseorang yang bernama Kevin Alexander tiba-tiba hadir dalam hidupnya dan meminangnya. Apakah hidupnya akan bahagia setelah menjadi istri seorang Kevin Alexsander? Bisakah ia melupakan cintanya pada seorang pria anak ustad bernama Fahmi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesanggupan Aisyah

Mereka saling diam sesaat, Aisyah

melangkah kakinya kembali hingga mereka berdiri berjejer, walaupun sebenarnya

aisyah begitu gugup menghadapi pria arrogant itu tapi tidak boleh mundur.

“Bagaimana?" tanya Alex pada

Aisyah.

“Apa yang bisa saya dapat jika

saya menikah dengan tuan Alex?” tanya Aisyah di buat setegas mungkin walaupun

sebenarnya ia begitu gugup, ia tidak menyangka pernikahannya akan menjadi

sebuah perjanjian.

Dia ternyata pandai juga memanfaatkan keadaan? Menarik ….

Alex tersenyum semirnya, ia cukup kagum dengan wanita di hadapannya itu, walaupun terlihat sekali jika ia sedang takut tapi tidak terdengar getaran dalam setiap ucapannya.

“Apa yang kamu inginkan?” tanya

Alex mengerti maksud dari ucapan gadis di sampingnya itu.

Aisyah menghela nafasnya, mencoba menegarkan hatinya bahwa semua akan baik-baik saja.

“Kesembuhan Nino!"

"Maksudnya?"

"Bukan cuma operasi Nino tapi saya juga meminta anda menjamin hingga Nino benar-benar selesai dengan pengobatannya!”

Ya Allah …, maafkan hamba-Mu ini yang sangat tidak tahu diri, hamba kurang pasrah

dengan keadaan hamba …, hamba tahu itu …

Walaupun dalam hati ia tahu apa yang di lakukan sekarang adalah sebuah dosa besar karena melandasi sebuah pernikahan dengan berbagai syarat, ia tahu semuanya akan tidak baik.

Pintar juga dia ......

“Hanya itu?” tanya Alex lagi. Alex kembali menatap Aisyah mencoba menemukan keraguan di matanya, tapi gadis itu tetap menunduk, tak membiarkan mata mereka saling bertemu.

“Ada lagi!”

“katakan?”

“Anda tidak berhak menuntut saya

melakukan tugas saya sebagai seorang istri sebelum anda benar-benar menerima

saya sebagai istri anda!”

“Mudah saja, lagi pula kamu bukan

termasuk tipe saya!”

“Apakah ucapan anda bisa saya

percaya?”

“Surat perjanjiannya akan saya

kirimkan nanti sore ke rumah kamu dan lusa kita bisa melakukan akad nikah baru

adik kamu akan di operasi!”

"Saya tunggu!"

"Kalau sudah tidak ada yang di bicarakan, saya pergi!" Alex memakai kembali kaca matanya dan berlalu begitu saja meninggalkan Aisyah.

Setelah pria arrogant itu tidak terlihat lagi, tubuh Aisyah seperti kehilangan kekuatannya, kakinya mendadak lemas, ia menjatuhkan tubuhnya begitu saja di atas rumput. Air matanya mengalir begitu saja tanpa terbendung hingga punggungnya bergetar.

"Ya Allah kuatkan hati hamba-Mu ini, ya Allah ....!"

Aisyah menghabiskan air matanya di taman itu, menumpahkan semuanya di sana dan akan kembali ke rumah dengan keadaan yang lebih baik.

Cukup lama Aisyah menangis, setengah jam sudah cukup untuknya meluapkan kekesalan pada dirinya sendiri.

Ia segera menghapus air matanya dan mencari kamar mandi, mencuci wajahnya di sana agar terlihat lebih segar dan tak ada bekas air mata, ia tidak mau sampai ibunya tahu jika dia sedang menangis.

****

Setelah melakukan pertemuan itu,

Alex segera memberitahukan neneknya bahwa Aisyah setuju menikah dengannya,

nenek widya begitu senang hingga ia tidak sabar untuk memberitahukan pada Kyai

Hamid.

“Telpon dari siapa bi?" tanya

Nyai Sarah ketika Kyai Hamid selesai menerima telponnya.

“Dari ibu Widya!” jawab Kya Hamid dengan begitu tidak bersemangat, ada yang sedang Kyai Hamid pikirkan.

“Ada apa Bi, kenapa wajah Abi jadi

murung seperti itu?” tanya Nyai Sarah, ia pun ikut duduk di samping Kyai Hamid menunggu jawaban darinya.

“Tidak pa pa Umi, hanya saja Abi kok

ngerasa kurang srek dengan cucu ibu Widya, bukan maksud abi menghakimi sesama makluk Allah, tapi jika untuk Aisyah ....!”

“Maksudnya abi apa, umi kok jadi bingung?”

“Kata bu Widya, Aisyah sudah

menerima khitbah dari cucunya dan tiga hari lagi mereka akan melangsungkan

pernikahan!”

“Umi juga begitu, bi. Tapi mau

bagaimana lagi kalau mereka sudah jodoh! Umi sebenarnya lebih suka kalau Aisyah

jadi mantu kita, tapi Fahmi …!”

“Abi juga begitu, umi! Tapi putra

kita itu entah kapan dia siap untuk menikah! Mungkin memang Aisyah tidak di

takdirkan oleh Allah untuk jadi menantu kita, semoga nanti Allah mengirimkan

yang lebih baik dari Aisyah untuk putra kita!”

“Amin!”

***

Kedatangan kembali Aisyah

langsung di sambut oleh bu Santi, bu Santi benar-benar tidak sabar menunggu

berita dari putri sulungnya itu.

“bagaimana, Sya?” tanya bu Santi

sebelum Aisyah sempat mengucapkan salam.

“Assalamualaikum bu?”

“Waalaikum salam!”

Aisyah pun mengajak ibunya untuk

masuk ke dalam rumah, ia tidak mau pembicaraan mereka sampai di dengar oleh

para tetangga. Aisyah segera duduk di kursi rumahnya di susul oleh ibunya, bu

Santi segera menggenggam tangannya, mencoba mencari tahu jawabannya.

“Alhamdulillah ibu!”

“maksudnya?”

“Tuan Alex menyetujui persyaratan

dari Ais!”

“Jadi?”

“Kita akan menikah tiga hari lagi!”

“Alhamdulillah ….!” Bu santi

begitu lega, “Lalu bagiamana dengan operasinya?”

“Tuan Alex berjanji akan

melaksanakan opersi tepat saat kita melaksanakan akad nikah!”

“Jadi maksudnya ibu tidak bisa

melihatmu menikah?”

“yang terpenting kesembuhan Nino,

bu! Tidak pa pa jika ibu tidak bisa menemani Ais, yang penting Nino, ada ibu di

sisinya di saat ia harus berjuang!”

Perjuangan Aisyah tidak akan lebih besar di bandingkan dengan perjuangan Nino ...., semoga ini yang terbaik untuk semuanya ....

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Happy Reading 🥰🥰😘❤️

1
Novika Riyanti
Lumayan
Novika Riyanti
Kecewa
Marhaban ya Nur17
udh cerita panjang kali lebar, konflik g ada keluar"nya eh malah ini pake amnesia 😁 cerita basi thor
Marhaban ya Nur17
klo amnesia gw tinggalin neh lapak wkkwwkkw
Marhaban ya Nur17
kecelakaan , koma, amnesia uh males
Marhaban ya Nur17
musibah nya g kelar" thor 😁
Tri ani: sabar kak, semua akan indah pada waktunya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
anaknya raka apa anaknya,,,
Tri ani: eng ing eng ..., tunggu kejelasannya
total 1 replies
Marhaban ya Nur17
pendarahan apa ???
Marhaban ya Nur17
hamil kah tp nanti anaknya siapa ???
Marhaban ya Nur17
asna g hamil tuh thor ???
Marhaban ya Nur17
emang faling miris klo korban pelecehan itu ini yg tertinggal tuh pasti traumanya
Marhaban ya Nur17
salah target apa y asna 🤔
Marhaban ya Nur17
jujur as kau ini jan diem" bae napa
Marhaban ya Nur17
Gus fahmi kah orangnya bang alex
Marhaban ya Nur17
sabar bang wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ujian mau naik kelas wkwwkk
Marhaban ya Nur17
sah
Marhaban ya Nur17
makanya gw faling benci klo kasusu pelecehan
Marhaban ya Nur17
calon adik ipar wkwkw
Marhaban ya Nur17
tuh kan bener raka ama asna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!