NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Janda Kaya

Terpaksa Menikahi Janda Kaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Militer / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Pratiwi Devyara

Ferdi Nichol Aditya Atmaja, seorang pria tampan berusia 27 tahun. Sangat suka meledek temanya Nova, yang kecanduan membaca novel online.

Bagi Ferdi cerita novel online yang dibaca oleh Nova sangatlah basi. Berbicara seputar perempuan miskin yang dinikahi oleh CEO dengan jalur di lecehkan terlebih dahulu.

Ferdi menilai itu semua adalah sebagai bentuk merendahkan kaum wanita. Ia mengkritik hampir semua novel online yang Nova baca. SAMPAI KEMUDIAN HIDUP FERDI BERUBAH SEPERTI CERITA NOVEL ONLINE.

Ya, ia diminta oleh ayahnya untuk menyelamatkan perusahan keluarga mereka. Dengan menikahi seorang janda kaya beranak tiga. Tentu saja Ferdi menolak, namun keadaan semakin hari semakin menghimpit.

Hingga akhirnya memaksa Ferdi untuk menempuh jalan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Bertemu

"Eh, biasa aja dong lo."

"Lo yang biasa aja, ngapain lo nyolot?"

Beberapa orang siswa sekolah tampak berdebat dengan siswa sekolah lain, di sebuah jalan.

"Elo yang nantangin gue duluan kan di sosmed."

"Elo yang nyolot."

"Ah diem lo banyak bacot."

"Buuuk."

Salah seorang siswa memukul siswa dari sekolah lainnya tersebut.

"Heh apa-apaan nih?"

Ferdi yang kebetulan dari mampir ke sebuah toko roti pagi itu menjadi terusik. Ia mendekat ke arah para siswa yang tengah berkelahi tersebut.

"Kecil-kecil udah pada nyolot. Mau jadi apa kalian nanti, hah?"

Mereka semua diam dan menatap saling dendam satu sama lain. Tak lama mereka saling membubarkan diri, namun ada satu remaja yang masih menoleh dan menatap Ferdi.

"Bang Ar, buruan!"

Remaja yang lainnya memanggil, maka ia pun berbalik arah dan menjauh meninggalkan Ferdi.

"Kecil-kecil udah sok jago." gerutu Ferdi.

"Pengen banget gue bejek palanya satu-satu." lanjutnya lagi.

Tak lama ia pun melangkah ke arah mobil.

"Dert."

"Dert."

"Dert."

Nova menelpon, maka Ferdi pun mengangkatnya.

"Fer, lo udah beli rotinya?" tanya Gadis itu.

"Udah, Va. Ini gue mau jalan ke kantor." jawab Ferdi.

"Makasih ya, Fer. Pengen banget gue dari kemaren. Lagian pak Nath random banget ngadain rapat dadakan pagi ini, jadi masuk pagi buta deh kita."

Ferdi tertawa.

"Iya, gue juga masih ngantuk anjir." tukasnya kemudian.

"Sama." balas Nova

"Ya udah deh, gue jalan dulu ya." ucap Ferdi lagi.

"Ya udah, hati-hati di jalan."

"Sip."

Nova menyudahi telpon tersebut dan Ferdi kini mulai menghidupkan mesin mobil."

***

"Dia memukul saya di bagian ini, pak. Ini bekasnya masih dan saya juga sudah visum kemarin."

Clara akhirnya memutuskan untuk melapor ke pihak yang berwajib, atas apa yang telah dirinya terima dari Nando. Ia sudah tak peduli mengenai status Nando yang merupakan ayah dari anak-anaknya.

Sebab apa yang di lakukan pria itu sudah kelewat batas. Menjual aset perusahaan tanpa persetujuan, kemudian melakukan pemukulan terhadap dirinya di depan banyak orang.

"Ini terjadi kapan, bu?" tanya pihak penyidik pada Clara.

Wanita itu pun menjawab tanggal, tempat dan juga jam kejadian. Maka polisi mengetik segala keterangan yang ada, kemudian bertanya pada Clara lebih banyak lagi.

Clara memberikan keterangan secara runut dan rinci. Serta konsisten dan tak berubah-ubah.

"Jadi bu Clara sudah melaporkan pak Nando?"

Salah seorang pemegang jabatan tinggi di kantornya bertanya pada Clara. Sebab beberapa detik lalu Clara baru saja selesai bercerita, mengenai keputusannya untuk melaporkan Nando.

Mumpung luka yang ia alami masih membekas dan masih bisa terlihat oleh pihak yang berwajib, pikir Clara.

"Iya pak, sudah kepalang tanggung. Saya nggak mau tinggal diam dengan semua yang dia lakukan ke perusahan maupun terhadap saya."

"Baik bu, saya juga sangat-sangat mendukung sekali soal itu." ucap si pemegang jabatan tinggi tersebut.

"Supaya pak Nando tau kalau semua itu ada aturannya." lanjutnya lagi.

"Iya pak." jawab Clara.

Tak lama, jam kantor pun akhirnya di mulai.

***

"Pak Frans, ada kiriman untuk bapak."

Seorang office boy memberikan sebuah bingkisan untuk Frans siang itu di kantor. Frans menerimanya, mungkin dari Nadia pikirnya. Sebab ia sering menerima kiriman dari kekasihnya itu, baik berupa makan siang atau tiba-tiba dibelikan barang.

"Terima kasih ya." ujar Frans kemudian.

"Sama-sama pak."

Office boy itu lalu pergi meninggalkan ruangan Frans, setelah meletakkan bingkisan di atas meja. Sementara Frans masih saja sibuk bekerja, dan sedikit abai pada bingkisan yang ia terima. Sampai kemudian ia membaca jika bingkisan tersebut bukan dari Nadia, melainkan dari orang lain.

"Clara?"

Frans benar-benar terkejut membaca tulisan di muka bingkisan. Pemuda itu kemudian meninggalkan pekerjaan dan membuka bingkisan tersebut. Isinya berupa makanan sehat dalam beberapa toples dan ada sebuah catatan di dalamnya.

"Saya Clara Shinta Danuwijaya, yang anda tolong tempo hari. Saya mohon maaf, karena telah membuat anda terlibat dengan urusan saya. Saya baru mendapatkan informasi dari orang kepercayaan saya, bahwa anda bekerja disini. Saya ingin menyampaikan permintaan maaf sekaligus terima kasih. Saya hanya ingin mengetahui keadaan anda dan ini kartu nama saya. Mohon untuk menghubungi saya segera."

Frans mendadak sumringah membaca semua itu. Tak lama ia pun menyimpan nomor handphone Clara dari lembar kartu nama yang ia dapatkan.

***

"Fer, cewek yang gue tolongin itu ngirim bingkisan dan kasih kartu namanya ke gue."

Frans antusias memberitahu Ferdi melalui pesan singkat di WhatsApp. Baik Ferdi maupun Frans memang terbiasa bercerita soal apa yang terjadi diantara mereka.

"Bagus dong."

"Eh tapi lo nggak macem-macem kan?. Inget Nadia." balas Ferdi.

Frans seketika berubah malas mukanya saat membaca kata "Nadia." Seperti hubungan mereka tiba-tiba hambar begitu saja.

"Iya." jawab Frans cari aman.

"Gue bukan pro banget sama Nadia ya. Tapi tau sendiri kan kalau sampe lo berdua udahan, yang bakal dirugikan itu siapa?. Papa yang akan kehilangan kerjasama dengan bapaknya Nadia." ujar Ferdi lagi.

Frans kini berpikir ke arah sana.

"Iya, tenang aja." jawabnya kemudian.

"Sekarang kita udah nggak bisa mementingkan ego pribadi. Semua demi papa dan keluarga kita." balas Ferdi.

"Iya, Juned. Gue tuh lagi seneng aja, makanya chat lo." Frans membela diri.

"Ya udah temuin dong, tapi jangan ajak ke hotel." seloroh Ferdi.

"Wkwkwkwk."

"Wkwkwkwk."

Keduanya sama-sama tertawa, dan obrolan itu pun berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.

***

Sore itu Ferdi dan Frans pulang di waktu yang bersamaan. Mereka sama-sama tiba di rumah di jam yang sama pula.

Kedua pemuda itu tertegun, ketika melihat mobil Ferrari kesayangan Jeffri akhirnya dibawa oleh si pembeli. Jeffri akan menggunakan uang penjualannya untuk menutupi keperluan perusahaan.

Jeffri terlihat baik-baik saja bahkan tersenyum sambil berjabat tangan, dengan ayah dari pemuda yang sudah membawa mobil itu tadi.

"Terima kasih pak Jeffri." ujar ayah dari pemuda itu.

"Sama-sama." jawab Jeffri.

"Kalau begitu saya pamit dulu." ujar pria itu lagi.

"Baik, hati-hati di jalan."

Pria itu kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan halaman parkir kediaman Jeffri. Ferdi dan Frans saling bertatapan, sementara kini Jeffri hendak menuju ke dalam rumah.

Ferdi ingin menyusul sang ayah, namun Frans menahan laju adiknya itu. Frans menatap Ferdi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Seperti sebuah tanda bahwa hal tersebut belum saatnya. Ferdi harus memberikan ruang dulu bagi ayahnya untuk sendirian. Maka Ferdi pun akhirnya tak jadi menyusul Jeffri.

1
kalea rizuky
ayaah donk
jeon_niie
lahhh lama bangett lohhh aku nunggu² up eh udah tamat aj..

s2 gak kau thor...
s2 yaaaaa🙏🙏🤣🤣🤣🤣
jeon_niie
lahhh lama bangett lohhh aku nunggu² up eh udah tamat aj..

s2 gak kau thor...
s2 yaaaaa🙏🙏🤣🤣🤣🤣
Devyara (IG : oh_ya_ra): Hehehe, nanti kita buat cerita yang lain ya
total 1 replies
Wahyudhi Hidayat
sehat selalu thor 💪💪💪💪
😍😍😍😍😍😍
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih 😍😍😍
total 1 replies
Asniarty Asniarty
happy ending...thax thour. good job/Heart/
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya, udah lama banget cerita ini menggantung. hehehe
total 1 replies
Evitha Junaedy
akhirnya pada bhgia y.. mksh byk m author ni udh d tamatin🙏🙏
La Rue
masih seru²nya ni kak Dev,eh udah tamat rupanya 😥
Devyara (IG : oh_ya_ra): Nanti aku kasih bonus bab
total 1 replies
Annie Tandaua
Arvel dan Cindiy apa kabarnya? penasaran sama mereka berdua
Devyara (IG : oh_ya_ra): Sudah ada di episode terakhir, ditambahin
total 1 replies
yanahana
yah ko udah tamat ka Dev padahal aku masih menanti cerita ini 😪
Devyara (IG : oh_ya_ra): Nanti mungkin ditambah bab, atau dibuat sekuel ya
total 1 replies
Evitha Junaedy
jgn2 mama Arvel tuh
Evitha Junaedy
s jesika ni emg wajib d geprek pake cabe setan biar kapok tuh...
Evitha Junaedy
akhirnya terkuak jg ternyata Adrian gk berkhianat y... cieee arver cindi...
La Rue
Apakah itu ibu kandungnya Arvel ? 😱
yanahana
di tunggu up selanjutnya ka Dev
Evitha Junaedy
nah knp nath bisa ciuman duuuh kasian angeline dah...
Evitha Junaedy
semoga sll up jg authornya sehat sll
Evitha Junaedy
angeline cewek baik tuh... sumpah sesek bacanya ni
Evitha Junaedy
kgk kapok2 tuh s ninis jg s jes2 tuh
Evitha Junaedy
akhirnya author🙏🙏🙏🙏
Asniarty Asniarty
udah tamat ya Mbak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!