Sekuel dari 'Oh! My Bee'
Kebahagiaan Arse semakin lengkap dengan hadirnya kelima anak laki-lakinya dengan julukan Pandawa Lima karena nama mereka diambil dari kisah Mahabharata.
Dan jangan lupakan Bee, wanita yang sangat dicintai Arse dan ibu dari Pandawa.
Kehidupan harmonis mereka diganggu oleh datangnya seorang mafia yang ingin merebut Bee dari mereka.
Hingga Bee diculik dan dibawa ke California.
Dan disinilah petualangan Arse dan Pandawa yang harus merebut kembali istri dan mommy yang mereka cintai.
Kisah ini dibumbui dengan komedi, simak kisah kocak mereka melawan mafia yang paling ditakuti di California!
Happy Reading🥰
Series Pandawa
101-120 Young CEO
121-140 Touch Me, Baby
141-160 100th Girlfriend
161-180 My Girlfriend is Alien
181-200 Buncit, I Love You
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Percaya
✨✨✨
BRAK!
Franks membanting laptopnya dengan kemarahan yang meluap. Baru kali ini sistemnya bisa diretas dan parahnya musuhnya adalah anak kecil.
"Zack, kita harus memberi mereka pelajaran!" geramnya.
Zack yang belum tidur karena merakit sesuatu, menyunggingkan senyumannya.
"Jangan khawatir Franks, kita akan memberi mereka guncangan hebat sebelum kita kembali ke California!"
"Kau membuat sesuatu yang baru?"
"Of course!"
Keesokan paginya
Di mansion Arse begitu gempar karena Pandawa tidak ada di kamar mereka masing-masing. Mila dan pelayan lain yang biasa bertugas membangunkan tuan mudanya menjadi panik bukan main.
Bersamaan dengan itu, Bianca yang tubuhnya normal kembali saat pagi hari menjelang keluar dari kamar tamu dan melihat kehebohan para pelayan mansion.
"Ada apa, Mila?"
"Ngh, tuan muda Pandawa hilang, Nyonya."
"Apa?"
Bianca juga mulai panik, dimana anak-anaknya? Dia pun kembali ke kamarnya untuk membangunkan suaminya.
"Arse.. bangun!" Bianca menggoyangkan badan suaminya.
"Eugh!" Arse melenguh dengan mata terpejam.
"Arse, Pandawa hilang!" teriak Bianca.
"Gak mungkin mereka hilang, Bee! mereka masih butuh uangku!" ucap Arse dengan suara beratnya.
Bianca memukul suaminya itu dengan bantal agar segera bangun.
"Anak-anak itu," gerutu Arse.
Arse dengan langkah gontai menuju ruang kerjanya untuk memeriksa rekaman cctv dan terlihat disana tengah malam Pandawa di jemput oleh Mark.
Setelah itu, dia menghubungi Mark untuk menanyakan keberadaan kelima anaknya dan ternyata Pandawa saat ini tengah tertidur di kantornya.
"Bee, anak-anak ada di kantor, tenanglah jangan khawatir," ucap Arse menghampiri istrinya yang gelisah.
"Bagaimana bisa?"
"Kau tidak akan percaya sayang, mereka baru melumpuhkan hacker yang menyerang sistem kantor," ucap Arse memberi penjelasan.
"Anak-anak kita?" Bianca masih tidak percaya.
"Aku akan bersiap ke kantor, karena anak-anak kita berbuat kebaikan maka hari ini mereka boleh bolos sekolah!"
Dan Arse segera bersiap untuk pergi ke kantornya. Dia akan mempersiapkan rapat dan mengumpulkan para pengacaranya untuk membahas tuntutan jaksa dan juga mengumpulkan para pemegang saham yang masih tersisa.
"Aku buatkan sandwich untuk Pandawa, pastikan mereka sarapan dengan baik," ucap Bianca sambil menyerahkan tas kecil berisi beberapa makanan untuk anaknya.
Arse langsung mencium kening istrinya dan mengecup bibirnya sejenak.
"Aku akan pergi ke galeri hari ini suamiku, mungkin akan pulang terlambat," dusta Bianca.
"Baiklah, aku akan menitipkan Pandawa ke mansion daddy karena malam ini aku menghadiri pesta," jelas Arse.
Bianca menganggukkan kepalanya kemudian mengalungkan tangannya ke leher suaminya sebelum suaminya itu pergi, ada perasaan bersalah luar biasa telah berbohong karena dia yang akan menemui Zack. Tapi, dia harus mendapat penawar racun itu segera biarkan suaminya itu fokus pada masalahnya dulu.
"Arse, I love you."
✨✨✨
Sementara di gedung Atmadja Group
Naku masih berkutat pada komputer-komputer yang ada di depannya. Walaupun hacker sudah dilumpuhkan tapi masalah yang sudah ada harus segera diatasi.
"Tuan Muda, sebaiknya istirahat. Keempat saudara Tuan sudah tertidur dari beberapa jam yang lalu," ucap James yang khawatir karena Naku belum istirahat semenjak berhasil melumpuhkan hacker.
"Aku akan bekerja keras, James. Supaya daddy mau membiayai penelitianku lagi, aku harus tunjukkan kemampuanku," jelas Naku.
Jari-jari Naku berlayar di layar digitalnya dan mulai mengulik sistem Accounting Atmadja Group. Menyalin data yang diperlukan, lalu mengirimnya ke salah satu General Manager bank untuk di analisa.
Naku mengirimkan dua data master file, dia menemukan dua laporan yang sama. Hanya saja untuk satu file yang dia temukan, dia harus melakukan pemulihan mengembalikan data tersebut.
Dari hasil laporan awal adalah dua laporan pajak itu adalah satu versi sebenarnya sedangkan yang satunya lagi adalah versi rekayasa.
Ditemukan pada versi rekayasa bahwa Atmadja Group melakukan penghindaran pajak melalui transaksi lintas batas agar mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah.
Atas dasar inilah, Atmadja Group dituntut dengan tuntutan penggelapan pajak karena data yang dilaporkan ke Direktori Pajak adalah data laporan yang telah di rekayasa dan merugikan negara dalam jumlah banyak.
Setelah mengumpulkan semua bukti dan menggabungkan bukti yang telah Tira arsipkan sebelumnya Naku mengirimkan file itu pada Daddy-nya.
Arse yang sudah sampai di kantor sudah ditunggu oleh ketua Departemen IT dan beberapa pengacaranya.
Arse mengecek ke sistem mereka dan sudah menemukan sistem sudah berjalan baik dan normal lagi. Bahkan diperkuat dengan Firewall baru.
"Cepat periksa laporan ini!" titah Arse menyerahkan file yang dikirim Naku padanya.
"Baik Bos. Kami akan mengajukan Team Forensik IT dari Direktori Perpajakan agar memeriksa sistem kita," ucap salah satu pengacara Atmadja Group.
Arse tampak lega, masalah perpajakan sudah selesai sekarang dia harus mengadakan rapat pemegang saham sebentar lagi.
Sebelum itu, dia ingin menemui Naku yang sudah berjasa besar untuk perusahaannya. Dia tidak menyangka anaknya itu bisa melakukan ini semua mengalahkan jajaran IT yang ada di kantornya. Sepertinya dia memang harus mengembangkan bakat Naku.
"Alohaa Dad, welcome to my world!" sapa Naku saat melihat Daddy-nya mendekat.
Tapi Arse tidak menjawab malah mengangkat Naku dipundaknya seperti karung beras dan membawanya berjalan keluar gedung kantornya.
"Dad, what are you doing?" protes Naku.
"Kita akan ke rumah sakit!"
"Why?"
"Kita harus test DNA, sebenarnya kau itu anakku atau bukan!"
"Dad.... "
✨✨✨
ngakak w
aku keren
aku keren
aku keren
😂😂😂