Faizal,,, ada lah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit yang terkenal di kota itu. Di balik sukses nya dia, tanpa di sadari oleh siapa pun, kehidupan keluarga yang ia miliki sangat lah kelam dan suram.
Ia pun tidak ingin membawa cerita hidup nya yang kejam itu pada siapa pun, sampai suatu hari semua nya berubah.
Apa kah berubah makin parah atau makin membaik, ikuti lanjutan cerita nya jika ingin tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28
Faizal merasa sangat malu, karna lupa jika mama nya Mela ada di sana saat ia ingin membawa Mela naik kekamar nya.
Dia jadi serba salah, wajah nya pun ikut memerah. Begitu juga dengan Mela, karan dia tidak pernah ketahuan mama sedang bersama cowok, kecuali itu teman nya Doni.
"Kalian gak papa kan." kata mama menghilang kan rasa cangung yang ada.
"Dan kamu Faizal, sampai kapan mau gendong Mela terus di depan pintu kamar. Gak merasa Mela itu berat apa". Kata mama.
"Eh, iya ma. Ini juga mau masuk sekarang." kata Faizal.
"Turun kan aja kak, aku bisa masuk sendiri kok". Kata Mela.
"Gak papa, ini kan tinggal masuk aja lagi." kata Faizal.
"Turun kan aja gak". Kata Mela.
Mau tidak mau, akhir nya Faizal pun menurun kan Mela dari gendongan nya. Dan membantu memapah menuju ketempat tidur nya.
"Kamu makan belum nak". Tanya mama pada Mela.
"Belum mah, aku gak lapar juga sekarang. Jadi, nanti aja lah". Kata Mela.
"Gak bisa gitu dong Mel, kamu harus makan. Nanti bisa sakit....." kata Faizal.
Kemudian mama melanjut kan apa yang Faizal kata kan.
"Aku kan dokter... Ya kan Faizal." kata mama sambil tersenyum.
"Gak kok mah... Kalau gitu. Faizal mau turun dulu ya." kata nya sambil melangkah pergi dari kamar Mela.
Mama hanya tersenyum melihat tingkah anak tiri dan anak nya ini. Kedua nya sangat lucu untuk di kata kan kakak dan adik. Karna mama melihat ada yang spesial dari hubungan kakak adik antara anak nya dan anak tiri nya ini.
Setelah Faizal turun kebawah, mama masih menemani Mela di kamar nya.
"Mela kok bisa jatuh sih nak, kan biasa nya yang antar bunga itu kan Fitri nak". Kata mama.
"Iya mah.... Tapi karna Mela lagi suntuk, jadi Mela yang nawarin untuk antar kan bunga pada pelangan dan menyerah kan pekerjaan toko pada Fitri. Eh, tapi malah jatoh saat melewati jalan". Kata Mela.
"Beneran kamu jatuh sendiri kan nak, gak ada yang nyakitin kamu kan." kata mama.
"Tidak kok mah, siapa juga yang mau nyakitin Mela. Orang Mela kn udah sebesar ini, mana berani orang nyakutin Mela mah". Kata Mela.
Dari dulu, mama nya akan sangat teliti dengan anak nya ini. Karna, kata mama Mela adalah aset satu satu nya yang ia miliki. Siapa pun yang mencoba menganggu anak nya, pasti akan kena akibat nya.
"Ya sudah, mama yakin Mela gak akan bohong sama mama. Kalau gitu mama bikin kamu makanan dulu ya, agar kamu gak sakit. Nanti dokter Faizal yang tinggal di rumah kita ini akan bikin modus lagi". Kata mama sambil tertawa.
"Mama... " kata Mela sambil cemberut. Karan secara tudak langsung mama nya juga nyindir diri nya.
Mama pun turun dari kamar Mela menuju dapur, ia ingin masak untuk anak nya. Tapi di sana sudah ada Faizal yang sedang masak bubur ayam.
"Kamu masak Zal, kan bisa minta bikin sama mama jika kamu lapar. Gak perlu masak sendiri". Kata mama yang bikin Faizal jadi kaget dan salah tingkah.
"Eh,,, ini... Ng.. Ngak papa kok mah. Lagi belajar masak aja ini". Kata nya gelagapan.
"Mana ada dokter belajar masak bubur instan Faizal. Yang benar saja kamu". Kata mama. Mama tersenyum melihat tingkah Faizal yang garuk kepala gak gatal.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
sesekali bolehlah di tegasin biar gak ngelunjak
👍👍👍👍👍👍👍
👍👍👍👍
tp sayang akhir cerita kurang mantap
lebih semanhat
lebih bagus lagi
🙏🙏🙏🌹
sabar Faisal smg papamu cpt sadar
🙏🙏🙏
mksih byk