Rania seorang gadis manja berusia 18 tahun yang manis dan memiliki wajah cantik dengan rambut hitam panjangnya. Dia baru saja kehilangan cinta pertamanya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu, dirinya berusaha untuk berubah menjadi lebih kuat dan mandiri.
Hardin seorang pria dingin berusia 24 tahun yang sulit dijamah wanita. Pemilik hotel bintang 5 dan juga supermarket besar. Kecintaannya terhadap kue membawanya bertemu si gadis manja yang manis dan menjadikannya kekasih.
Akibat kesalah pahaman, Hardin harus berusaha mendapatkan kembali hati gadis nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Milik ku !!
Rania bangun seperti biasa, jam 5 subuh. Karena dia harus melaksanakan kewajibannya yaitu shalat subuh dilanjut dengan mempersiapkan buku pelajaran yang harus dibawanya nanti.
Diambilnya hp dari atas nakas untuk melihat ada pesan masuk apa tidak sekalian untuk membangunkan Hardin juga. Maklumla ya lagi hangat hangatnya jadi bawaannya mau berhubungan terus. Gak papa lah ya kan kalau cuma hubungan dari hp asal jangan hubungan badan , haraaam belum sah.
tuut..tuut...tuut
Lama Rania menunggu tapi telpon nya tak kunjung diangkat oleh Hardin. Akhirnya dia memutuskan untuk shalat dulu baru nanti coba menghubungi lagi.
Rania masuk ke kamar mandi untuk bersuci kemudian ambil wudhu. Selesainya di kamar mandi dia pun mengambil sajadah dan mukenah lalu menyegerakan shalat.
Selesai shalat Rania berdoa untuk dirinya, untuk kesembuhan bundanya dan juga orang terdekatnya termasuk Hardin. Selesai berdoa Rania merapikan perlengkapan shalat dan kembali menghubungi Hardin.
tuuut...tuuut
"Haloo sayang" suaranya terdengar serak serak basah dan berat karena baru bangun tidur.
"Haloo mas. Bangun trus shalat subuh gih. Udah hampir jam 6 ni ntar kesiangan shalatnya.
"Hmm.."
"Maas..banguuun shalat dulu sayang." gawaat, aku keceplosan ujar Rania di dalam hati sambil melipat bibirnya ke dalam.
"Apa? Kamu bilang apa tadi, coba ulang" seketika suara Hardin terdengar segar dan semangat. Pasalnya selama mereka jadian ini kali pertama Rania memanggilnya sayang
"Ran bilang bangun trus shalat mas" jawab Ran setengah malu.
"Bukaan..bukan yang itu. Yang terakhir kamu bilang tadi lho sayang"
"Yang mana sih mas. Aku gak tau deh." ujar Rania
"Haish yaaang...masa gak tau sih. Kamu pura pura lupa ya"
"Aah udah ah..mas bangun ya trus shalat. Assalamualaikum sayang" Rania langsung mematikan telponnya. "Aaaak...kegatelan deh aku manggil manggil sayang. Haduuuh bikin malu ajalah ni mulot. Akh" kebiasaan Rania kalo lagi malu guling guling di tempat tidur.
Sedangkan Hardin diseberang sana senyum senyum sendir karena di goda Rania. Dia sangat senang Rania sepertinya mulai nyaman denga memanggilnya sayang walaupun kelepasan.
"Aku cinta sama kamu Ran. Kamu cuma milik aku, gak akan aku biarin orang lain mendekati kamu. Aku akan segera memilikimu utuh secepatnya."
Setelah itu Hardin pun bergegas ke kamar mandi untuk wudhu dan melaksanakan shalat. Selesai shalat dia mengecek email di hp nya dan mempelajari isi email isi tersebut. Selesai dengan hp dia pun mandi dan bersiap ke kantor.
"Morning mam." Hardin menyapa mamanya di dapur yang sedang menyiapkan sarapan dibantu dengan asisten rumah tangganya.
"Morning sayang." balas mama Hardin. "Tumben jam segini kamu udah rapi, biasanya masih pakai piyama". Mama Hardin melirik jam dinding di dapur yang masih menunjukkan pukul 7.30.
"Iya nih ma aku mau cepat ke kantor biar siang nanti bisa keluar makan siang." ucapnya sambil memperhatikan sang mama yang sedang menata makanan di atas meja.
"Loh..bukannya kamu emang kalo makan siang bisa keluar ya, kan udah jamnya makan siang. Tumben banget. Lagian kamu kan bosnya sayang, jadi walaupun kerjaan belum kelar tetap bisa keluar untuk makan siang".
"Iya sih mam, tapi hari ni banyak berkas yang mesti aki cek. Dan aku takutnya gak terkejar sampai jam makan siang makanya mau datang lebih pagi".
"Yakin cuma itu alasannya, hemm?" mama Hardin menatap penuh selidik sambil tersenyum.
"Hehe..mama selalu tau kalau aku ada yang aku sembunyikan"
"Ya iyalah. Kamu kan anak mama, ya mama pasti taulah sayang. Bawa kerumah aja ya makan siangnya, biar mama masakin buat kalian. Sekalian kamu kenali ke mama, udah 1 bulan berhubungan tapi mama belum dikenali" sungut mama Hardin.
"Ya ampun ma. Mama bisa baca pikiran orang ya" dia melongo bingung karena mama nya tau kalau dia akan jumpa dengan Rania siang ini.
"Udah deh sayang, pokoknya nanti siang bawa dia makan siang disini. Awas aja kalau enggak, merajuk mama sama kamu".
"Iya mama ku tersayang. Nanti aku akan coba ajak dia ke sini ya"
"Ya udah yuk sarapan. Katanya mau cepat ke kantornya".
Mereka pun mulai sarapan. Pagi ini mama Hardin menyiapkan nasi goreng seafood kesukaan Hardin. Selesai makan Hardin pun pamit dan bergegas ke kantor biar bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam menjemput Rania.
《《《《》》》》
Rania bergegas turun ke bawah untuk sarapan. Karena tadi kelamaan guling gulingnya dia sampe lupa mau mandi dan ke sekolah. Alhasil sekarang dia hampir telat.
"Buun...Rania gak sarapan ya, udah mau telat ni. Sarapannya di sekolah aja entar" ucapnya sambil memakai sepatu.
"Loh...bunda bekalin aja ya nak. Bunda takut kamu gak sempat sarapan nanti." Bu Maya pun mulai menyiapkan bekal untuk anaknya. Setelah beres dia masukkan bekal ke dalam tas Rania agar tidak ketinggalan.
"Makasih ya bun, Rania berangkat dulu. Assalamualaikum." dia pun berlari setelah menyalami tangan bu Maya.
"Waalaikumsalam. Hati hati nak" teriak bu Maya karena Rania sudah lumayan jauh.
Rania menunggu bus di halte dengan gelisah. Diliriknya jam yang ternyata tinggal 20 menit lagi sebelum jam masuk sekolah. "Aduuh kalau gak dapat bus juga bisa telat aku ni". Dia mondar mandir di halte kayak orang linglung sambil garuki kepalanya.
tin..tin
Sebuah mobil merek bujero warna hitam kilat berhenti didepan halte. Rania tidak begitu memperdulikan mobil itu. Begitu kaca mobil dibuka, nampaklah seorang pria muda yang tampan dengan kacamata yang nangkring manis di hidungnya yang mancung.
"Rania" panggilnya dari dalam mobil.
Rania melongo melihat kedalam mobil. Dia tersenyum girang begitu tau siapa yang memanggilnya dari dalam mobil. Bukan karena yang manggil tampan ya, tapi karena dia sudah sangat dekat dengan pria tampan yang memanggilnya itu.
"Kaakaak" serunya sambil mendekati mobil itu.
"Kamu ngapain disini, gak sekolah?" tanya pria itu.
"Sekolah kak. Justru aku disini lagi nunggu bus biasa yang ke arah sekolah tapi gak datang datang dari tadi. Mana bentar lagi aku telat." sungutnya pada pria itu
"Yaudah masuk sini biar kakak antar kamu sampai sekolah".
"Beneran ni kak. Kakak gak telat ke kantornya nanti karena ngantar Ran?"
"Kamu lupa ya kakak bosnya. Udah sini cepetan masuk ntar beneran telat lho".
"Eh iya iya kak" Rania pun segera masuk kedalam mobil dan duduk di depan si samping pria tampan itu.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam. Dadanya bergemuruh melihat Rania masuk ke dalam mobil yang dikenalnya itu. Dia mencengkeram kuat setir mobil sambil matanya terus menatap ke arah mobil yang di naiki Rania.
Terima kasih sudah mampir di novel aku. Jangan lupa like dan komennya yaa. Mohon dukungannya kakak kakak.