Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak sesuai
Siapa juga yang berharap.Kau sendiri yang narsis.
Ara terseyum manis di hadapan Dirga.Dia memutarkan pandanganya ke penjuru taman yang indah diwarnai lampu malam yang indah ini.
" Ini.Aku memintamu untuk mengelola dengan baik taman ini.Jika bisa, kaulah yang menjadi manejer yang mengelolah taman ini!"
" Aku?"Ara menunjuk dirinya merasa tidak percaya.
" Haam."Dirga menyerahkan map biru dari
meja yang ada dibawahnya.
" Ambil ini!Kau bisa mengelola ini semaumu.Karena kau sudah melayaniku.Dan ini sebagai hadiahnya!"
" Kau suka?"Dirga mengambil gelas putih di meja.
" Suka."Ara terseyum saat Dirga menyodorkan gelas bening dan menuangkan sirup.
Apanya suka.Mana mungkin aku suka semua yang diberikan oleh lelaki sepertimu Tuan.Ara didalam hati.
" Kita hanya sebagai teman tidak lebih dari itu!"Dirga duduk di sofa yang tersedia.
Memang harus begitu.Siapa juga yang menerimamu sebagai suami yang aku cintai.
Ara duduk di samping Dirga.Karena diperintah.
" Kalau.Boleh tahu?Kenapa Mas menyuruh saya mengelola taman ini?"Ara mengedarkan pandanganya.
" Tadi saya sudah bilang."Dirga bangun dari sofa.
Kapan di bilang.Sungguh lelaki aneh.Ara bergumam dalam hati.
" Jika kau sangat suka tempat ini.Kau bisa tinggal disini jika ada waktu."Dirga kembali duduk setelah mengambil leptop di meja.
Tinggal?Jika tinggal disini aku akan digigit nyamuk.Ditambah lagi aku akan ditemani nenek sihir.
" Ini.Disini sebelumnya ada penginapan.Nanti kita tinggal disini sementara.Setelah 2 hari kita pulang!"Dirga menunjuk pada peta yang berarah ke taman ini.
" Oh iya Mas.Kirain gak ada penginapan!"Ara terseyum sendiri.
" Siapkan sekarang!"
Siapkan apa?Lebih baik aku tanya dengan
pak Landra saja.Atau asisten menyebalkan itu.
Ara segera bungkuk dan mencari penginapan di peta yang masih tergiang di kepalanya.
" Disini!"Ara mengarah ke atas rumah yang tinggi dengan desain mewah.
" Selamat malam Nona!"pak Landra muncul di depan Ara.
" Selamat malam pak Landra."
" Saya mau tanya.Saya siapkan apa untuk Tuan malam ini?"
" Anda cukup siapkan beberapa pakaian tidur Tuan Dirga dan temanni dia mandi.Saya permisi!"pak Landra pergi.
*Tadi dia bi*lang apa?Aku menemani dia mandi.Gila kali ya.Hari ini sangat menyebalkan.
" Nona Ara.Silakan masuk!"pelayan menawarkan Ara masuk dan menyapanya dengan baik.
" Terima kasih Mbak pelayan."Ara masuk kedalam kamar.
Wah.Bagus sekali,sangat sejuk.Ara membuka dan menutup ventilasi.
_ _ _
" Nona Selena.Anda jangan berani-berani masuk!"asisten Rayyan menghalangi tubuhnya agar Selena tidak macam-macam.
" Dirga!!!!!"Selena melambaikan kedua tanganya.Agar Dirga menyadari keberadaanya.
" Diam!"Rayyan melampiaskan tubuhnya
kedepan karena Selena mengamuk.
" Hei.Siapa kau bisa seenaknya menghalangiku!"Selena semakin marah.
" Sudah saya bilang jangan menganggu Tuan Dirga."
" Siapa yang menganggu Dirga.Aku adalah
pacarnya."Selena berusaha melawan.
" Haha.Jangan mimpi!"
Rayyan menyeringai tajam.Lalu seseorang pengawal berbadan kekar datang membantu Rayyan.Dan agar Selena untuk tidak masuk ke perkarangan wilayah terlarang untuk Selena.Semua pengawal berbaju jas hitam menarik lengan Selena.
" Lepaskan aku!"
" Awas kau,asisten sialan."Ancam Selena.
" Tidak diragukan lagi.Dulu Nona Selena sangat baik sifatnya.Ternyata ini orang yang berwajah dua.Kenyataan akan terungkap dari sifat aslinya."
Setelah Rayyan bergumam dan merasa was was.Kini Rayyan masuk kedalam taman.Yang berada Tuanya disana.
" Maaf Tuan.Menganggu waktu anda."Rayyan membungkuk.
" Heem.Ada apa?"Dengan kata-kata menganggu Dirga sudah begitu mengerti asistenya.Sehingga tanpa basa-basi.
" Tadi,ada Nona Selena masuk ke perkarangan taman sebelum masuk ke penginapan."Rayyan tanpa basa-basi.
Selena lagi.Apa yang gadis itu mau?Dia tidak
pernah menyerah.Dirga masih fokus tanpa memandang kearah Rayyan berdiri disampingnya.
" Bagaimana jika kita ikuti saja mainan yang mereka buat?"Dirga meminta pendapat Rayyan.
" Sepertinya bagus Tuan.Tapi jika tanpa pengawasan dan keamanan, saya khawatir.Nona bisa dilukai."
" Kalau begitu mulai sekarang siapkan lebih banyak penjaga.Karena bisa saja Selena dan
Ardelio itu menculik Ara."
Dirga bersandar di sofa dengan tangan terlentang lebar di gangang sofanya.Seorang
pelayan datang menghampiri mereka.
" Silakan dinikmati Tuan!"pelayan itu menaruh cangkir berisi kopi di meja.
" Saya permisi Tuan."Dia membungkuk dengan Dirga dan Rayyan.
" Lalu bagaimana dengan perusahan?"Rayyan mengambilkan satu cangkir kopi di atas meja dan memberikan pada Dirga.
" Sama seperti dahulu."Rayyan melipat kedua tanganya berdiri seperti semula.
" Tentang kerja sama dengan Wancana
Grup aku tidak menargetkan lagi.Biarlah Ardelio itu merasa kesal."Dirga menipiskan seyumanya.
" Baik Tuan."
Baru kali ini.Tuan terseyum,apa sebentar lagi aku tidak bekerja sebagai asisten, Tuan Dirga?Rayyan mulai cemas.Wajahnya juga mulai panik.
" Sekarang aku mau ke kamar."Dirga bangkit dari tempat dia duduk.
" Baik Tuan."Rayyan melepaskan rompi di
badan Dirga.
" Tentang menjadi pabrik figur.Apakah Tuan tidak lagi bekerja di agensi Via?"Rayyan agak sedikit ragu-ragu.
" Tentang itu ya?Aku akan memikirkan cara untuk menghasut dulu tujuan agensi Via mengharapkanku."Dirga mulai naik tangga menuju penginapan.
- - -
" Dasar asisten sialan itu."Selena memukul setir kemudi di depanya.
" Jika bukan karena Dirga.Mengapa juga aku harus terusir memalukan seperti ini."Selena tidak berhenti bergumam.
Bunyi ponsel menandakan ada seseorang yang menelepon Selena.Dia mengambil ponselnya dan mengeser tombol hijau.
" Hallo."
" Bagaimana kau sudah mengatasinya?"Ardelio yang ada diseberang sana duduk dikursi kerjanya.
" Apa yang diatasi.Semuanya tidak berjalan sesuai rencana."
" Haha.Cuma masalah sedikit saja kau kalah.Bagaimana kedepanya."Ardelio meremehkan Selena.
" Jangan meremehkanku.Aku pasti akan menghancurkan rumah tangga mereka dengan perlahan-lahan."Selena mengakhir teleponya.
" Kau cantik,sangat feminim.Namun bagiku kau lugu.Kau mau saja dijadikan peralat oleh Dirga."
Ardelio mengambil bingkai foto Ara diatas meja kerjanya.Foto itu sudah lama dia simpan sejak lama.
" Aku akan merebut wanitaku kembali."Ardelio meremas foto disamping meja.Foto tersebut adalah foto Dirga.
" Bahkan kalian tidak cocok."
- - -
" Selesai sudah."Ara mengusapkan tanganya di handuk putih dekat wastafel.
" Apanya yang selesai?"Dirga mengejutkan Ara dari belakang.
Bikin kaget saja yang satu ini.Ara membalikan badanya.
Gadis ini sama sekali tidak terkejut,setenang ini dia menghadapiku.Kau pikir aku bahagia mengerjaimu tapi kau sesantai ini.Dirga mengeserkan bola matanya kearah tangan Ara yang memar.
" Ada apa dengan tanganmu?"Dirga menarik tangan Ara.
" Bukan apa-apa."Ara berusaha menyembunyikanya.
" Jangan berbohong."Dirga menarik lengan Ara.
" Apa ini.Tanganmu yang sebagus ini rusak karena efek mencuci tangan kan?"
Bagaimana dia tahu, aku suka mencuci tangan.Dan memang setiap banyak masalah aku akan mencucinya hingga tergores luka.Ara menunduk.
" Katakan!"Raut wajah Dirga semakin kesal.
" Saya hanya suka mencuci tangan Mas.Tidak ada kaitanya juga dengan Mas."Ara menarik tanganya dari tangan Dirga.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋