NovelToon NovelToon
MY BABY

MY BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:252k
Nilai: 5
Nama Author: karmela

Kisah tentang bagaimana Lia dan Ali membesarkan si kembar. Juga Lia yang harus menghadapi masalah dari Franda yang mulai berulah.




"Kak ali mau apa? mau kita pisah? ya udah. Lia juga gak butuh cowok kayak kak ali, gak bisa milih antara istri sama anaknya? lebih milih wanita lain?" Lia kesal.




"Apaan sih Lia, siapa yang mau minta pisah. Aku bukannya ngebelain Franda."



"Terus apa, Franda itu jahat kak, dia pura-pura, mau celakain Si kembar dan mau misahin kita."


"buat apa Lia, dia itu gak tau apa-apa."



"Buat dapetin kakak. Dia pernah cinta kan sama kakak." kata Lia.



Ali terdiam. Franda didepan Ali sangat polos, tapi dibelakang Ali ingin melakukan apapun untuk memisahkan Lia dan Ali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Belum, duluan kebawah dek. Gue ganti baju dulu." kata lio berteriak dari dalam kamarnya.

 

 

"Iya."

 

 

Lia pun mengambil tasnya dan jalan duluan. Lia ke lantai bawah, Ketika dia akan keluar, lia melihat sebuah cincin kecil, lia mengambilnya dan melihatnya, ada ukiran ali-lia.

 

 

"itu cincinnya, dari kak ali."

 

 

mamanya tiba-tiba datang, membawakan susu hamil dan roti wafer cemilan kesukaan lia.

 

 

"Ouhh. udah bisa diambil."

 

 

kata lia dengan entengnya. Lia menaruhnya kembali. Lia meminum susu hamilnya dan mengambil wafer dari mamanya, memakannya. Tak memperdulikan cincin itu.

 

 

"Diambil sampai jam dua malem loh, lia." kata ara lagi.

 

 

"Emm.." lia hanya berdehem. Itu belum seberapa.

 

 

"Gak kasian sama kak ali, malem-malem sampai nyemplung ke kolam demi cincinnya."

 

 

"Lia gak minta di lamar. Lia kan bilang mau hidup tanpa kak nathan."

 

 

Lio datang, sudah rapi dengan tas kampusnya. Lio dan lia langsung pamit pada mamanya.

 

 

"Bawa mobilnya hati-hati, yo. Jangan ngebut-ngebut kamu bawa adek kamu yang lagi hamil." ara mengantar sampai keluar.

 

 

lio mengangguk. Lio dan lia mengendarai mobilnya ke luar rumah. Didepan ada mbak ningning yang menghadang mereka.

 

 

"Mbak cantik, seksi, ngapain didepan, nanti ketabrak lio loh." kata lio menyapa ningning.

 

 

"non, tuan nathan sakit non. Demam, gak mau dibawa ke rumah sakit, katanya takut." ningning menghampiri lia dan melaporkan keadaan nathan setelah tadi malam.

 

 

"Telpon dokternya aja mbak ke rumah buat periksa." kata lia, menurunkan kaca mobil dan langsung menutupnya kembali.

 

 

Lio hanya melirik lia, tumben gak perduli sama nathan. Biasanya lia yang paling tak bisa mengacuhkan nathan.

 

 

"Kak, tadi malem gimana sih?" tanya lia penasaran.

 

 

Lio menjekaskan sepanjang jalan. Nathan turun ke kolam mernang, dengan udara dingin ditambah air kolam yang dingin, sampai jam dua malam baru ketemu. Semua membantu menyenteri karena keadaan dalam kolam yang mulai gelap dan nathan mulai kesusahan.

 

 

"Oh.. Lia duluan kak. Lia ada kelas."

 

 

Setelah ngobrol sepanjang jalan, mobil mereka sudah sampai di kampus. Lia langsung turun dan memisahkan diri dari lio.

 

 

"Hai, li." sapa seorang gadis pada lia, dia teman lia di kampus.

 

 

"Hai jes." sapa balik lia, bergandengan dengan jesica, temannya yang bule, dengan rambut semir putih abu-abunya.

 

 

"Ihh.. ibu hamil makin cantik." puji jesica. Jesica selalu ada untuk teman curhat Lia. Lia hanya tersenyum. Jesica mengusap perut lia, mereka langsung ke kelas.

 

 

***

 

 

"Lia, aku mau jadi ayah dari bayi kamu."

 

 

Jesica menemukan surat ditempat duduk lia. Dia membaca surat dan buket bunganya. Jesica tersenyum dan memberikannya pada lia.

 

 

"Ini, dari penggemar kamu." kata jesica pada lia.

 

 

Lia hanya mengambil kertasnya dan menaruhnya lagi. Sejak anak-anak tau lia hamil, dan tak tau ayahnya siapa. Anak-anak laki-laki di kampusnya, malah makin deketin lia, melamar mau jadi ayahnya bayi lia.

 

 

"Biarin jes." kata lia, duduk dengan jesica.

 

 

"Emang kamu belum ketemu sama papanya bayi kamu, ya." kata jesica.

 

 

"Udah."

 

 

Baru lia mau menjelaskan. Tapi dosen datang. Lia dan jesica langsung diam dan mendengarkan dosen mengajar. Lia jadi ingat, ayahnya yang lagi sakit.

 

 

***

 

 

"Mbak udah bilang sama lia, kalau aku sakit."

 

 

Mbak ningning kembali ke kamar, melihat nathan yang selimutan, menggigil kedinginan dibalik selimut. Nathan meminta mbak ningning memberitahu lia. Mbak ningning mengangguk.

 

 

"Sudah tuan, tapi kayaknya non lia masih marah. Acuh gitu dengan tuan sakit."

 

 

"Saya panggil dokter ya."

 

 

"Gak usah mbak, biarin aja. Lia aja gak perduli, biar mati sekalian, nathan juga kangen mama." kata nathan asal.

 

 

"Tuan, jangan gitu."

 

 

Nathan langsung mengusir Mbak ningining keluar. Nathan tak mau minum obat, nathan tak mau diperiksa. Nathan juga melarang siapapun datang, kecuali lia, termasuk ara dan alex yang datang menjenguk, ingin melihat dan memeriksa keadaan nathan, nathan malah mengunci pintu dari dalam.

 

 

"Pa, ngomong ke lia. Bujukin lia, apaan sampai ngomongnya biar mati gitu, gak ali gak lianya, sama-sama keras kepala, batu." kata ara membujuk alex. Ara sangat khawatir menunggu diluar.

 

 

"Lagi kuliah anaknya, mau digimanain?"

 

 

***

 

 

Lia selesai kuliah, dia ada di kantin dengan jesica dan Lio, juga teman lio yang menaruh suratnya di kursi lia.

 

 

"Ya, gimana? lamaran kakak diterima gak?" tanya Vresco. Nama sahabat Lio.

 

 

"Lo, lamar adek gue? ngelamar sebagai apa?"

 

 

Yang ditanya hanya diam, rasanya perutnya agak gak enak, tegang, tapi, hatinya juga gak enak, lia diam dan merasakannya. Apa ada hubungannya dengan nathan yang sakit, anaknya juga ngerasain yang sama.

 

 

"buat jadi ayah dari anaknya lia lah, apalagi. Masak supir pribadi lia." jawab vresco. Jesica ketawa.

 

 

"Gak usah repot-repot kak, papanya bayi lia udah datang kok ke singapur. Kakak gak perlu kasian sama lia." Kata lia akhirnya menjelaskannya.

 

 

Jesica dan lio makin ngakak. Sok mau pahlawan, gak jadi. Lia makin gak enak hati, ditambah telpon masuk dari papanya lewat telpon lio.

 

 

"Ya, papa mau ngomong." kata lio memberikan telponnya.

 

 

"Kenapa pa?" tanya lia pada papanya. .

 

 

"ya, ali gak mau minum obat, gak mau diperiksa, tadi mbak ningning bilang, ali lebih baik mati karena lia udah gak perduli, dia juga kangen mamanya."

 

 

Lia makin kepikiran. Lia memberikan telponnya kembali pada lio setelah dia selesai bicara dengan papanya.

 

 

"Kak lio, bisa anter lia pulang gak? kak lio masih ada kelas gak?" tanya lia pada lio dengan wajah panik.

 

 

Lia kesal, baru dicuekin gitu aja, cuma karena ada bayi nathan diperut lia, dicuekin udah langsung nyerah, pakai bilang mau nyusul mamanya lagi, kan lia takut, kesel, sedih.

 

 

"Kakak anterin aja." kata lio.

 

 

"Duluan ya kak resco, Ica." pamit lia pada dua teman kampusnya itu.

 

 

"Hati-hati ya, kabarin kalau ada apa-apa." kata jesica pada lia. Jesica sendiri masih single, masih susah cari cowok yang dia percaya karena beberapa trauma tersendiri. Ica yang cantik, sering diselingkuhi cowok. Jadi susah percaya sekarang.

 

 

***

 

 

Lio mengantar lia kembali ke rumah. Lio terkejut lia minta mobil lio parkir didepan rumah nathan. Lia langsung masuk ditemani lio.

 

 

"Ya, hati-hati jangan lari."

 

 

kata lio berteriak melarang lia yang memang lari karena panik menuju kamar nathan. Lia langsung memelankan langkahnya. Lio menarik lia untuk berjalan disampingnya, takut kelepasan lari, naik tangga lagi.

 

 

"Pa, kak ali gimana?" tanya lia pada papanya didepan kamar ali.

 

 

Alex menggeleng, ara juga menunduk, mbak ningning ikutan diam dan menunduk.

 

 

"Maksud papa geleng apaan?" tanya lia makin panik.

 

 

"Tadi tuan nathan, panas banget mbak, gak mau diperiksa, gak mau diminum obat. Sekarang..."

 

 

Lia panik, dia masuk begitu saja. Dia melihat nathan yang diam ditempat tidur, dengan mata tertutup, wajah pucat dan dingin. Nathan tak bergeming.

 

 

"Kak, kak ali?" lia mencoba membangunkan nathan, tapi nathan tak bangun. Lia coba cek dada ali, pernafasannya, udah gak ada nafas.

 

 

"Kak, kak ali, gak lucu. Jangan main-main, masak cuma lia suruh ambil cincin di kolam mernang, tadi malam, sakit, demam, kakak ninggalin lia sama bayi kakak. Kak ali, bangun. Bercanda kakak gak lucu." lia terus menggoyangkan tubuh nathan, tapi tak ada respon.

 

 

"Kak nathan, gak lucu. Bangun kak." lia mulai menangis.

 

 

"Pa, telpon dokter." kata lia meminta pada alex.

 

 

***

 

 

spoiler 30

 

 

"Lia, aku masih bersedia jadi papa dari bayi yang kamu kandung." Resco, menemui lia dan menghibur lia yang masih sedih.

1
arfan
up
gus priana
lanjut thooor
Ssaeda Aditia
buat ali menyesal seumur hidupnya... kasih tau orn tua lia lio gmna kcewanya mlihat anak kandung sndri dinodai sama anak yg dlu dia syang
Ssaeda Aditia
klo bisa jngn sma ali...cri yg lain aj pengganti ali biarpun nnti punya ank dri ali
Ssaeda Aditia
ali itu siapanya alex.. tdi bilng alex pas melihat 3 orng yg disayang hnya kurng 1 ali alex teringt ali.. apa ali anak alex atw gmna ...
yayas06
thorr, cerita ini kok gak dilanjut lg?
Arwondo Arni
semoga si kembar baik2 saja dan kebusukan Franda kebongkar jgn sampai rmh tangga Lia dan Ali berpisah
Mike
lha sampai sekarang belum ada lanjutannya
Siti Hairiah
lanjut pnsaran dengan s kembar
Yasmin Jamilah
ga ngerti aku alurny
miella
gue yg dengernya aj saqt hati ya...jgn di temuin dlulah sampe anaknya udh besar
Siti Aisyah
masih ada kelanjutan nya kan thor .
Tina Chu
like
My Heart
like
My Heart
like
Mike
lho kok update terbaru lama yach😭😭
Jihan Gur Vinna
lanjut
Merry Mardiana
lanjuttt
hahahaha wow
lanjut thor semoga kembar baik baik saja ya thorr🥰😭
yayas06
next dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!