NovelToon NovelToon
RINDU DIATAS KHIANAT

RINDU DIATAS KHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Tiga tahun menjalani pernikahan, Rindu dan suaminya masih menanti kehadiran buah hati. Di tengah cinta yang mereka bangun, harapan itu perlahan berubah menjadi beban ketika sang mertua terus menyalahkan Rindu dan mendesaknya untuk segera memberikan cucu.

Tekanan yang tak kunjung reda membuat hubungan mereka mulai retak. Di saat kepercayaan dan komunikasi memudar, hadir sosok perempuan lain yang menawarkan perhatian dan kenyamanan kepada suami Rindu. Kehadiran orang ketiga itu menjadi ujian terbesar dalam pernikahan mereka. Kini, Rindu harus memilih terus bertahan memperjuangkan rumah tangganya atau melepaskan cinta yang perlahan berubah menjadi luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sindiran halus mertua!

Suasana ruang tengah malam itu sebenarnya cukup santai. Di meja, secangkir teh hangat beradu dengan sepiring cemilan malam rendah kalori, karena memang keluarga Pak Broto sangat menjaga kesehatan

Arsen sedang asyik memeriksa ponselnya, sementara Pak Broto sibuk membolak-balik koran sore.

Rindu baru saja duduk setelah menyelesaikan cucian piring di dapur, bergabung dengan Dinda yang sedang selonjoran di sofa panjang.

Bu Ratna menyesap tehnya perlahan, meletakkan cangkir itu hingga menimbulkan bunyi yang memecah keheningan. Tatapannya menyapu ruangan, sebelum akhirnya mendarat pada Rindu, lalu beralih ke langit-langit seolah sedang menerawang.

"Ya ampun, Ibu tiba-tiba ingat kejadian siang tadi waktu arisan di restoran biasa. Ibu tidak sengaja ketemu sama Jeng Linda, teman kuliah Ibu dulu. Pangling sekali Ibu melihatnya. Auranya itu, lho... segar, berseri-seri betul."

Pak Baskoro hanya bergumam kecil tanpa mengalihkan pandangan dari korannya. Arsenio mendongak sedikit, memberikan perhatian kepada ibunya.

"Oh, Tante Linda yang dulu pernah tinggal di Bandung itu ya, Ma?"

"Nah, iya, betul! Kamu masih ingat ternyata. Tadi itu dia sedang menggendong bayi, lucu sekali, putih, montok. Ibu tanya, Jeng, ini anak siapa?' Eh, dia langsung tertawa bangga sekali. Katanya, itu cucunya'"

Bu Ratna sengaja menjeda kalimatnya. Ia membetulkan posisi duduknya, bersandar dengan anggun seraya melirik Rindu yang mulai menata senyum formal di wajahnya.

Rindu tahu ke mana arah pembicaraan ini. Instingnya sebagai menantu selama tiga tahun terakhir tidak pernah meleset.

"Jeng Linda itu cerita, anaknya baru menikah setahun lalu. Hebatnya, sebulan setelah resepsi langsung berbadan dua. Tokcer betul! Istilahnya kalau orang dulu bilang, subur tanpa drama. Begitu menikah, langsung jadi. Jeng Linda bilang rumahnya sekarang ramai sekali, berisik suara tangisan bayi tapi bikin hati senang. Katanya, lengkap sudah kebahagiaan dia sebagai wanita tua."

Dinda, yang sejak tadi menyimak sambil mengunyah cemilan, langsung menimpali tanpa beban.

"Wah, cepat banget ya, Ma. Zaman sekarang kan jarang yang langsung hamil sebulan setelah nikah. Tapi, saudara teman-temannya Dinda juga begitu si, cuman hitungan bulan langsung hamil."

"Ya itu dia, Dinda. Makanya Ibu bilang ke Jeng Linda, dia beruntung sekali. Dapat menantu yang... ya, ibarat tanah itu, tanah yang gembur dan subur. Ditanam benih langsung tumbuh subur. Tidak perlu pupuk mahal-mahal, tidak perlu bolak-balik ke dokter kandungan buat program ini-itu yang habis-habisin duit."

Kata-kata Bu Sarah meluncur bagai anak panah yang dilapisi madu. Terdengar seperti pujian untuk orang lain, namun ujungnya menghujam tepat ke jantung Rindu. Kamar tengah seketika terasa lebih dingin. Arsen mulai merasa tidak nyaman, ia melirik istrinya yang kini meremas pelan jemarinya sendiri di atas pangkuan.

"Mama jadi mikir, ya... Pernikahan itu kalau sudah masuk tahun ketiga, tapi rumah masih sepi, rasanya ada yang kurang. Uang banyak, karier bagus, tapi kalau belum ada tangisan bayi, rumah itu rasanya kayak kuburan. Dingin. Jeng Linda tadi sampai kasihan sama Mama, dia nanya, Ratna, kamu kapan nimbang cucu dari anak pertamamu? Kan dia sudah lama nikahnya. Ibu cuma bisa senyum kecut, bingung mau jawab apa." Ujar Bu Ratna menatap langsung ke arah Rindu dengan senyum tipis.

Rindu menarik napas dalam-dalam, berusaha menjaga agar suaranya tidak bergetar. Udara di ruangan itu mendadak terasa begitu pekat dan menyesakkan.

Rindu merasakan tenggorokannya mendadak kering. Sindiran Bu Ratna malam ini terasa jauh lebih tajam dari biasanya, langsung menusuk ke titik paling sensitif dalam hidupnya.

Tiga tahun membina rumah tangga dengan Arsen bukanlah waktu yang singkat untuk terus-menerus menelan pil pahit berupa tuntutan tak kasat mata ini.

Dia melirik Arsen, berharap suaminya itu akan membuka suara. Namun, Arsen hanya menatap cangkir tehnya dengan pandangan lurus, tampak serba salah dan enggan memicu perdebatan lebih lanjut dengan ibunya.

Pak Broto pun masih bersembunyi di balik lembaran koran sorenya, seolah-olah halaman berita politik jauh lebih menarik daripada ketegangan yang sedang mendidih di ruang tengahnya sendiri.

Rindu menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan sisa-sisa ketenangan yang ia miliki. Ia memaksakan sebuah senyuman tipis, tipe senyuman yang biasa ia gunakan untuk menutupi rasa terluka.

"Ikut senang mendengarnya, Mah. Berkah sekali untuk Tante Linda dan keluarganya. Memang rezeki setiap orang kan berbeda-beda, ya, Mah. Ada yang cepat, ada juga yang harus diminta bersabar sedikit lebih lama."

Suara Rindu terdengar lembut namun tegas, berusaha menjaga martabatnya di depan seluruh anggota keluarga besar itu. Namun, Bu Ratna tampaknya belum puas sebelum melihat menantunya itu benar-benar tersudut.

"Ya memang rezeki itu beda-beda, Rindu. Tapi kalau tidak dijemput dengan usaha yang benar, ya bagaimana mau datang? Mama ini bukannya mau membanding-bandingkan, tapi sebagai orang tua, Mama juga punya rasa maklum kalau ditanya teman-teman sebaya. Ibu-ibu di komplek sebelah saja yang menantunya baru menikah sudah sibuk beli baju bayi. Lah, Mama? Tiap ditanya orang, cuma bisa bilang belum dikasih."

Bu Ratna menghela napas panjang, sengaja mendramatisasi suasana dengan nada suara yang dibuat seolah-olah dia adalah pihak yang paling menderita.

"Arsen ini kan anak laki-laki Mama satu-satunya. Harapan Mama besar sekali sama dia untuk meneruskan nama keluarga. Dinda kan perempuan, besok kalau menikah ya ikut suaminya. Makanya, Mama itu berharap banyak sama kamu, Rindu."

Dinda memutar bola matanya sedikit, lalu kembali sibuk dengan ponselnya, merasa suasana ruangan sudah mulai terlalu panas bahkan untuk sekadar ditonton.

Arsen yang merasa namanya disebut-sebut dan tidak tahan lagi melihat istrinya terus dipojokkan, akhirnya meletakkan ponselnya ke meja dengan ketukan yang agak keras.

"Mah, sudahlah. Kan Arsen dan Rindu sudah pernah bilang, kami berdua juga sudah berusaha. Kami juga rajin cek ke dokter. Dokter bilang kami berdua sehat-sehat saja, cuma memang butuh waktu dan jangan sampai stres. Jadi tolong, Mah, jangan dibahas terus setiap kita lagi kumpul seperti ini. Kasihan Rindu."

Mendengar pembelaan dari anak lelakinya, air muka Bu Ratna langsung berubah ketus. Ia merasa otoritasnya sebagai seorang ibu sedang dipertanyakan.

"Lho, Arsen, Mama ini bicara begini karena Mama peduli, karena Mama sayang sama kalian! Kok kamu malah menyalahkan Mama? Dokter mana yang kamu datangi? Jangan-jangan dokternya yang kurang pintar. Kalau kalian sehat, tidak mungkin sudah tiga tahun kosong begini. Zaman sekarang itu banyak opsi, tapi kalau kamunya santai-santai saja, ya kapan mau jadi?"

Suasana di ruangan itu kini benar-benar mendingin. Pak Broto akhirnya menurunkan korannya sedikit, melirik sekilas ke arah istrinya seolah memberi kode untuk berhenti, namun Bu Ratna telanjur dikuasai ego.

Rindu hanya bisa menunduk, menatap jemarinya yang saling bertautan erat. Di balik senyum formal yang mati-matian ia pertahankan, ada sebentuk luka yang menganga lebar malam itu.

1
Shinta Teja
Thor plis Thor, plisss!!!!!
buatlah rindu bercerai dari Arsen & keluar dari keluarga toxic itu. aku ga rela rindu menderita lebih lama lagi 🥺🥹
Sanda Rindani
jangan bodo rindu
Shinta Teja
jangan lupa minta no unitnya mbak Fina,rindu. jadi kamu bisa sementara sembunyi di apartemen nya....🥺
Sanda Rindani
jangan lembek dong rindu
Ben Aben
Udah mulai seru ya thor
stela aza
sakarepmu sing nulis Thor endinge arep kaya apa Yo ngono ,,, wis bebeh drama rumah tangga yg ngono kui wis biasa Karo wis akeh di setiap novel hampir sama rata 🙏 nek ora selingkuh Karo konco Yo Karo Adine trs sepupu Yo muter2 Ning Kono kui tok 🙏
Maple latte: saya gk tau ya kak kalau novel lain juga sama, saya cuman nulis apa yang terlintas di pikiran aja.
kayak, bikin cerita ini kayaknya seru, selingkuhannya si ini. terus nanti pertengahannya akan jadi seperti ini, dan endingnya akan seperti ini.
jadi semua sudah saya pikirkan, dan semua sudah ada di otak di penulis. gambarannya seperti apa. dan, juga pasti mencari ini akan seru nih cerita seperti ini. jadi, kita itu gk tau ceritanya sama atau tidak dengan yang lain, kalau kakak merasa ceritanya sama dengan yang lain ya, mungkin pemikiran saya dan penulis yang lain sama.
total 1 replies
stela aza
ujung2 nya Nnti setelah cerai baru ketahuan kalau Nia hamil bukan anaknya Arsen ,,, wisss mambu lagu ngono kui ,,, 🤣
Cha Libra
jngan biarkan Rindu lluh thour ma s Arsen .biar rindu kluar gugat cerai suami kga tau diri
Delisa
novelnya good thor
Yantie Narnoe
😭😭😭 sedih x....up lg othor...💪
stela aza
balas rindu jangan diem Bae ,,, balesnya dg cara yg cantik dan apik ,,, hancurkan sampai tak bersisa 2 penghianat itu 🤭
Shinta Teja
terimakasih ya otor,dah dikabulkan permintaan ku...🫰
btw jangan lama² bongkar kebusukannya si Arsen & Nia dong,Thor. kasihan banget di rindu...
tolong buat dia pisah dari Arsen & keluarga toxic nya itu lalu buat dia bahagia ya, Thor....🙏🫵🫰
Shinta Teja
up nya yang banyak dong Thor. masa cuma 1 . mana makin bikin penasaran lagi🫰
Anonim
Wah wah si nia ini pelakor nya ternyata y thor🤭
Shinta Teja
tolong dong,kak. jangan lama² bongkar kebohongan nya Arsen. sebab aku mau si RINDU itu bisa bersikap tegas & keluar dari keluarga toxic itu
Anonim
Rindu jangan lemah dong thor buat jadi cewe badas,gemes ih sama mertua modelan kek gitu pengen kasih rawit sekilo
stela aza
kok rindu diem j di hina di injak-injak harga dirinya,, meneng Bae ,,, lawan donk , jgn jdi perempuan bodoh ,,
Shinta Teja
jangan sampai itu si Nia,sahabat nya rindu🥺🥹
Anonim
Masih muter aja thor kapan nih rindu tau kalau suaminya selingkuhh🤭
Anonim
Jijik bener deh sama yg namanya pelakor,malah jadi ngerasa dia yg korban padahal istri sah yg korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!