Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teknik Iblis Gila
"Bocah ini terlihat aneh.. Sebaiknya aku secepat mungkin menghabisinya,, aku merasakan firasat buruk jika tidak segera membunuhnya sekarang." Gerutu Pemimpin Bandit dalam hati.
"Tombak Penghancur Jiwa...!!!"
Puluhan Tombak muncul disekitar Pemimpin Bandit, lalu secara cepat langsung mengarah ke Gremio... Serangan tersebut secara telak menancap ketubuh Gremio yang membuatnya mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"Groooaaarrr...!!!"
Teriakan Gremio membuat Tombak Penghancur Jiwa yang menancap ditubuhnya hancur tak tersisa,, yang lebih mengagetkan adalah tubuhnya yang terluka akibat tertancap puluhan tombak itu dengan sendirinya memulihkan diri dan membuat luka tersebut hilang.
"Apa-apaan ini? Seorang bocah yang berada ditingkat Energi Bumi bisa memulihkan diri setelah menerima seranganku yang berada ditingkat Energi Raja?? Teknik apa yang bocah ini gunakan sebenarnya." Gumam Pemimpin Bandit dalam hati.
Gremio yang tadi berada dihadapannya menghilang dari pandangan, lalu tiba-tiba Gremio sudah berada dibelakangnya sambil melancarkan sebuah pukulan keras yang berhasil menghantam punggung Pemimpin Bandit sehingga dia terpental dan memuntahkan darah segar.
"Bocah itu bisa melukai Pemimpin...!!! Sepertinya kita harus membantunya." Ucap salah seorang bandit.
Disaat para bandit mulai berencana membantu, sang pemimpin dengan wajah berang berteriak kepada mereka. "Aku akan membunuh siapapun yang berani datang untuk membantuku menghadapi bocah ini...!!!". Ucapan tersebut membuat para bandit mengurungkan niatnya.
"Master... Apakah Gremio benar-benar telah kehilangan kendali setelah menggunakan teknik itu?" Tanya Lyan.
"Seperti yang kau lihat... Dia sudah kehilangan akal sehatnya... Nama teknik ini adalah Teknik Iblis Gila, dulu hanya ada satu orang yang mampu menguasai teknik ini tanpa kehilangan akal sehat,, dan yang bisa menguasainya adalah pencipta dari Teknik Iblis Gila tersebut." Jelas Master Gyo.
"Teknik macam apa ini sebenarnya? Bahkan Gremio yang berada ditingkat Energi Bumi bisa mengungguli orang yang berada ditingkat Energi Raja, benar-benar teknik yang mengerikan...!!!" Ucap Lyan.
"Teknik Iblis Gila bisa membuat penggunanya secara perlahan meningkatkan kekuatan sampai kepuncak yang bisa dia capai pada tubuhnya saat ini.. Dia memiliki potensi yang luar biasa." Kata Master Gyo.
"Tapi sayangnya.. Hal terburuk dari pengguna teknik ini adalah jika penggunanya telah kehilangan akal sehat, maka akan sulit untuk membuatnya tersadar kembali..." Lanjutnya.
"Apa-apaan itu...!!! Apakah tidak ada cara membuat Gremio menjadi normal lagi Master?"
"Pemimpin bandit itu harus mengalahkannya jika kau ingin Gremio kembali menjadi normal.. Tapi aku rasa dia tak akan mudah dikalahkan karena tingkat kekuatannya sekarang setara dengan Pemimpin Bandit.. Dia berada ditingkat Energi Raja Tahap 2...!!!"
Kembali kepertarungan, Pemimpin Bandit secara terus menerus melancarkan pukulan ketubuh Gremio.. Tapi, pukulan tersebut seperti tak berdampak apapun padanya.
"Kenapa bocah ini kekuatannya semakin meningkat..!!! Aku merasakan kekuatannya sekarang berada ditingkat Energi Raja.. Ini mustahil...!!!" Gumam Pemimpin Bandit.
Terlalu banyak berpikir membuat Pemimpin Bandit memberi celah kepada Gremio yang kemudian melancarkan serangan telak kewajahnya yang membuat Pemimpin Bandit jatuh tersungkur... Kesal karena terjatuh hanya dengan satu pukulan, Pemimpin Bandit akhirnya mengerahkan kekuatan penuh menghadapi Gremio.
Kali ini, Pemimpin Bandit terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.. Aura dingin terasa mengitari sekitar tubuhnya dan kekuatannya yang meningkat membuat orang-orang yang berada disana berkeringat dingin saat menyaksikannya.
"Kau sungguh hebat bocah..!!! Kau bisa membuatku sampai serius seperti ini.. Aku akan membuatmu menyesalinya karena telah membuatku mengerahkan kekuatan penuh...!!!" Ucapnya.
Setelah selesai berucap, dalam sekejap mata dia berada dihadapan Gremio dan berhasil mendaratkan pukulan telak tepat pada tubuh Gremio hingga dia terpental.. Belum selesai sampai disitu, dia kembali melancarkan pukulan demi pukulan sehingga membuat Gremio babak belur.
Menerima banyak serangan bertubi-tubi, membuat Gremio berang dan meraung,, raungannya membuat Pemimpin Bandit menghentikan serangannya dan termundur beberapa langkah.
"Bunuh..." Ucap Gremio yang wajahnya kelihatan semakin beringas dari sebelumnya.. Bukan hanya itu saja, bahkan aura hitam yang berada disekitarnya kian membesar dan memnuat semua orang merasakan firasat yang sangat buruk.
"Dia benar-benar semakin tidak waras..!! Aku harus segera mengerahkan jurus pamungkasku untuk menghabisinya secepat mungkin."
Pemimpin Bandit akhirnya mengerahkan jurus pamungkasnya dan diarahkan kepada Gremio.
"Teknik Kuasa : Raungan Harimau Maut...!!!"
"Duaaarrr..!!!"
Ledakan dahsyat terjadi ketika Gremio terkena jurus pamungkas tersebut.. Ketika asap yang mengepul mulai memudar, tampaklah Gremio yang masih berdiri tegak dengan sekujur tubuh dilumuri darah.
"Hahaha...!!! Bagaimana rasanya jurus pamungkasku? Apa kau terluka parah sekarang?!" Ucap Pemimpin Bandit sambil berjalan mendekati Gremio.
"Sekarang terimalah ajalmu bocah sialan...!!!" Lanjut Pemimpin Bandit yang kemudian mengarahkan tangannya yang diselimuti oleh hawa dingin kearah Gremio.
"Ini gawat...!!! Aku harus membantu Gremio sekarang." Ucap Lyan.
"Tidak... Tunggu Lyan, semua ini belum berakhir." Kata Master Gyo.
"Apa maksudmu Master?! Gremio sudah terluka parah dan aku tidak biaa hanya sekedar melihatnya dibunuh dihadapanku...!!!"
"Tenanglah.. Apa kau lupa jika Teknik Iblis Gila yang sedang digunakan oleh Gremio bisa membuatnya memulihkan diri?! Justru aku lebih mengkhawatirkan bandit itu daripada Gremio."
Disaat Pemimpin Bandit mengarahkan serangan terakhirnya kearah Gremio, Gremio yang sejak tadi hanya diam saja kemudian memandang kearah Pemimpin Bandit sambil tersenyum sinis dan menahan tangan Pemimpin Bandit dengan tangan kirinya.
"A-Apa...!!!" Ucap Pemimpin Bandit seakan tidak percaya.
Setelah itu tangan kanan Gremio membentuk cakar lalu diarahkan ketubuh Pemimpin Bandit sampai menembus tubuhnya..!!! Tangan tersebut terlihat menggenggam jantung Pemimpin Bandit dan kemudian dicengkram dengan keras oleh Gremio sehingga jantung tersebut hancur, Pemimpin Bandit tewas seketika.
Melihat hal itu terjadi, para bandit berteriak dan sangat berang...!!! Mereka kemudian menyerang Gremio secara bersamaan.
"Bunuh..." Ucap Gremio dengan pelan.
"BUNUH...!!!" Teriaknya sambil tersenyum bengis lalu membantai satu persatu kawanan bandit yang menyerangnya hingga hanya tersisa satu bandit yang terduduk ditanah sambil ketakutan.
"To-Tolong aku..." Ucapnya sambil berjalan merangkak untuk berusaha menjauh dari Gremio.
"Di-dia monster...!!! Tolong..!!! Aku tidak mau mati ditangan monster ini...!!!" Kemudian dia bangkit berdiri dan berusaha melarikan diri.
Disaat bandut yang tersisa berusaha melarikan diri, naas baginya karena Gremio secara mendadak muncul dihadapannya yang membuatnya berjalan mundur hingga terjatuh.
"Maafkan aku. Aku siap melakukan apapun yang kau perintahkan, tolong kasihanilah aku.. Aku masih memiliki anak dan istri yang harus aku nafkahi, jika aku mati, mau makan apa mereka." Ucapnya sambil bersujud dihadapan Gremio.
Gremio hanya tersenyum bengis ketika mendengar ucapan sang bandit, kemudian dia mencekik leher bandit itu dan mengangkatnya keatas sehingga sang bandit kelihatan sumit bernapas.
"Gremio... Sudah cukup, Hentikan...!!!" Teriak Angel.
Seolah tak mendengar ucapan Angel, dia lalu bersiap mengarahkan tangan yang satunya lagi kearah tubuh sang bandit, seakan-akan dia memberitahu kepada sang bandit jika dia akan mengakhiri hidupnya.
"Rantai Air Pengikat...!!!" Teriak Mei
Jurus tersebut membuat kedua tangan Gremio terikat yang membuatnya memandang kearah Mei dan Angel.
"Jangan menghadapi orang yang sudah tak mampu bertarung...!!! Dia sudah memohon atas nyawanya...!!! Kenapa kau masih berniat untuk membunuhnya?!" Ucap Mei.
Jurus Rantai Air Pengikat sebenarnya tak mampu menahan Gremio, buktinya pada saat itu juga, jurus tersebut dihancurkan Gremio dengan mudah.. Akan tetapi, dia kali ini terlihat mengurungkan niatnya untuk menusuk tubuh sang bandit dengan tangannya.
Semua mengira jika dia akan melepaskan sang bandit, akan tetapi tak disangka. Selain mengalihkan pandangannya kearah Mei dan Angel, dia juga mengeraskan cekikannya sehingga kepala sang bandit terputus dan terpisah dari badannya sehingga membuat mereka terkejut.
"Bunuh..." Ucapnya dengan wajah bengis.
"Dia sudah benar-benar kehilangan akal sehat..!!! Ayo kita bersama-sama mengadapinya" Ucap Mei kepada Angel sambil mengerahkan jurus.
"Tahap Kuasa : Tornado Air...!!!"
"Grooaaarr...!!!" Raung Gremio yang dalam sekejap membuat jurus pamungkas tersebut hancur sebelum mengenainya.
"Apaa..!!! ini bercanda bukan? Hanya dengan raungan seperti itu, dia dapat menghancurkan jurus Tornado Airku dengan mudah." Ucap Mei sambil mengeluarkan keringat dingin.
"Angel.. Kenapa kau tak mengerahkan jurusmu sama sekali?! Apa yang aalah denganmu..!!" Tanya Mei.
"Diantara kita semua, aku menyadari jika hanya aku sendirilah yang belum mencapai Tahap Kuasa dalam mengerahkan jurus, aku semakin yakin jurus Tapak Es Beku milikku juga tidak akan membantu sama sekali saat aku melihat jurusmu yang telah mencapai Tahap Kuasa dihancurkan dengan mudah." Ucapnya.
"Apa yang kau bicarakan disaat seperti ini?! Ini bukan waktunya untuk hal seperti itu."
"Semakin hari aku semakin menyadari, jarak perbedaan kekuatan diantara kita semua, cuma aku lah yang tertinggal semakin jauh dibelakang kalian, bahkan dalam beberapa bulan ini, kekuatan kalian meningkat semakin jauh meninggalkanku,, dan disaat seperti ini melihat teman kita membutuhkan bantuan karena kehilangan kesadaran. Mungkin kau dan Lyan masih bisa menolongnya karena aku yakin kitab jurus yang kalian temukan direruntuhan telah kalian kuasai. Berbeda denganku yang bahkan tidak cocok sama sekali dengan kitab jurus yang telah kutemukan." Ucapnya dengan wajah murung.
"Kau ini kenapa sih..!! Siapa bilang aku menguasainya? Bahkan aku sama sekali belum memahami teknik dasar dari kitab jurus itu..!!" Ucap Mei.
"Ini tak seperti dirimu yang biasanya... Ayolah bersemangat, aku yakin dengan bakatmu itu, suatu saat nanti kau akan bisa menjadi sangat kuat bahkan melampaui kekuatanku.. Ini bukan sekedar omong kosong, karena aku telah menyaksikan pertandinganmu diturnamen saat itu, sifatmu itu tidak jauh berbeda dengan Lyan yang keras kepala, itu merupakan sifat seseorang yang akan menjadi kuat melebihi ekspetasi orang-orang."
Mendengar hal tersebut membuat Angel kaget, karena dia tak menyangka orang yang tak banyak omong seperti Mei bisa berbicara seperti itu, dan perkataan itu membuat dirinya tenang dan tersenyum.
Disaat semangat Angel mulai kembali, Gremio yang berada didepan mereka tadi telah hilang dari pandangan.. Dan terasa sebuah aura pembunuh dibelakang mereka berdua yang membuat mereka segera dengan cepat memutar tubuh kebelakang.
"Bunuh...!!!" Teriak Gremio yang kemudian mengarahkan kedua tangannya ketubuh Mei dan Angel.. disaat serangan itu hampir mengenai mereka. Lyan muncul dihadapan Gremio dan dengan segera mengerahkan Pukulan 7 Halilintar yang secara telak mengantam wajah Gremio dan membuatnya menghentikan serangan sekejap, mereka lalu mundur pada saat itu juga dan terlepas dari maut.
Pukulan telak yang diberikan Lyan sepertinya tak berdampak apapun pada Gremio.. Dengan segera dia menoleh kearah Lyan lalu menghantamkan sebuah pukulan ketubuhnya, sehingga Lyan terpukul mundur.
"Sial...!!! Apa-apaan kekuatan ini..!!! Dia terlalu kuat." Gerutu Lyan.
"Biarkan aku membantumu Lyan." Ucap Laxus.
"Tidak Sesepuh.. Aku yakin aku bisa menyadarkan Gremio dengan cara mengalahkannya dengan kekuatanku sendiri.." Ucapnya dengan tatapan serius.
"Kekuatan kalian terpaut jauh saat ini, kemungkinanmu untuk mengalahkannya sangat kecil.. Tapi jika kau sudah berkata seperti itu dengan yakin, kami hanya bisa mempercayakan semuanya kepadamu sekarang." Ucap Master Gyo.