NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Perjalanan Dewa Terkuat Menuju Puncak

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Xi Nda

Dia pernah berdiri di atas segalanya. Pedang, alkimia, formasi, hukum Dao, semuanya sudah ia kuasai. Tapi ada satu dinding yang tidak pernah bisa ia tembus: puncak sejati.

Maka Yu Tian melakukan hal yang dianggap gila. Ia menghancurkan tubuhnya sendiri, membuang seluruh harta dan kekuatannya, lalu bangkit dari titik nol dengan tubuh baru dan ranah paling rendah.

Pengetahuannya utuh. Kekuatannya tidak. Dan untuk pertama kalinya setelah zaman yang tak terhitung, ia tersenyum karena akhirnya ada sesuatu yang belum ia miliki.

Ia masuk sekte sebagai murid biasa, tapi ia tidak pandai merendah. Ia tidak sudi tunduk pada gelar, usia, atau kedudukan. Ia hanya menghormati kemampuan. Tapi dunia ini tidak peduli siapa dirinya dulu. Lawan yang lebih tinggi ranahnya tetap bisa membunuhnya, dan pengetahuan seluas apa pun tidak bisa menggantikan fondasi yang belum dibangun.

Setiap kemenangan menuntut bayaran. Setiap rahasia yang terbuka membawa pertanyaan yang lebih besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi Nda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Aula pribadi itu lebih kecil daripada yang Yu Tian bayangkan, tetapi setiap permukaannya dilapisi emas. Tirai sutra kuning menjuntai dari langit-langit, dupa cendana menyala di empat sudut dengan asap yang tebal dan manis, dan di ujung ruangan, di atas dipan bertumpuk bantal beludru, duduk seorang lelaki bertubuh bundar dengan jubah naga yang kancingnya hampir terlepas oleh perutnya.

Dua gadis pelayan berbaju tipis menempel di sisi kiri dan kanannya, memeluk lengannya yang gemuk, sementara seorang lagi menyuapkan anggur ke bibirnya. Pipinya yang berminyak memantulkan cahaya lampu, dan mata kecilnya nyaris tenggelam di antara lipatan lemak.

'Babi menjijikkan apa ini.' Yu Tian berdiri di belakang Lan Shuang dengan tangan terselip di lengan jubahnya, dan wajah di balik topeng itu tidak menunjukkan apa pun.

Lan Shuang membungkuk dalam dengan kedua tangan tertangkup, tetapi Yu Tian hanya menundukkan kepala sedikit. Seorang pelayan menarik napas tajam melihat itu, dan lelaki gemuk di dipan hanya menyipitkan mata.

"Bicaralah, Lan Shuang." Suara kaisar itu serak dan lengket, bercampur bunyi kunyahan yang basah. "Aku sedang baik hati hari ini."

"Terima kasih, Yang Mulia." Lan Shuang menegakkan badan, dan suaranya tetap dingin dan terkendali. "Hamba memohon izin membawa Tuan Tian Yu ini ke Menara Penguasa Langit bersama hamba dan Lu Heng. Tuan ini kuat. Ia menyelamatkan hamba dari delapan penjahat di kanal selatan, dan kekuatannya akan berguna di dalam menara."

Kaisar itu menatap Yu Tian lama sekali. Jemarinya yang gemuk mengetuk-ngetuk sandaran dipan, dan keheningan di aula itu terasa berat oleh asap dupa. Yu Tian membalas tatapan itu tanpa berkedip, tanpa gentar, dan tanpa sedikit pun rasa hormat yang dipaksakan.

"Namamu?" tanya kaisar akhirnya.

"Tian Yu."

"Aku Gu Zi Mo, kaisar negeri ini." Ia menyeringai, memperlihatkan gigi yang kekuningan, lalu mengibaskan tangan malas. "Pergilah. Kalau kau mati di menara itu, jangan salahkan aku."

Yu Tian menangkupkan tangan sekilas dan tidak berkata apa-apa.

'Marga Gu? Seperti Gu Chen. Kebetulan, atau ada hubungan?' Pikiran itu tersimpan di sudut kepalanya.

"Hamba mohon undur diri, Yang Mulia." Lan Shuang membungkuk sekali lagi dan berbalik. Tetapi kaisar itu mencondongkan tubuhnya ke depan, dan dua gadis di sampingnya hampir terjatuh dari dipan. "Tunggu dulu, Lan Shuang. Apakah kau yakin tidak mau menjadi istriku? Aku pasti akan menyayangimu."

Lan Shuang berhenti sebentar. Punggungnya tegak, dan hanya jari-jarinya di balik lengan jubah yang mengencang. Ia menggeleng pelan tanpa menoleh, dan melangkah keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yu Tian menatap kaisar itu beberapa detik, sepasang mata kecil yang basah dan penuh nafsu, lalu berbalik dan mengikuti gadis itu keluar.

Pintu emas menutup di belakang mereka, tetapi tidak sepenuhnya rapat. Dari celahnya, telinga Yu Tian yang tajam menangkap gerutu kaisar yang tertahan.

"Perempuan sombong. Ia pasti akan jadi istriku. Wanita murahan seperti dia pasti bisa kudapatkan, cepat atau lambat." Tawa serak dan cekikikan pelayan menyusul di baliknya. Jemari Yu Tian mengepal di sarung pedang putihnya, dan ibu jarinya sudah menekan penahan bilah. Ia berdiri diam di lorong dengan rahang mengeras sampai urat di lehernya menonjol.

'Satu tebasan. Hanya satu.' Tangan itu bergetar tipis, lalu perlahan mengendur. 'Tidak sekarang. Menara itu belum selesai urusannya denganku.'

Ia menarik napas panjang dan menyusul langkah Lan Shuang yang sudah jauh di depan.

...------...

Di aula tamu yang disediakan untuk utusan Awan Azure, dua orang sudah menunggu di meja kayu cendana. Tetua Shen duduk tegak di kepala meja dengan tongkat baru bersandar di sisinya dan gulungan catatan di pangkuannya, dan wajahnya lebih tirus daripada yang Yu Tian ingat.

Di sampingnya, seorang pemuda kurus berjubah merah tua berdiri dengan tangan di belakang punggung. Di jari tangan kanannya melingkar cincin perak bermata biru yang berdenyut pelan, dalam irama yang sama dengan gelang di lengan Lan Shuang.

'Cincin itu.' Yu Tian berhenti di ambang pintu, dan matanya bergerak pelan dari cincin ke wajah pemiliknya. 'Ternyata benar.'

"Tetua, Kakak Lu." Lan Shuang menangkupkan tangan dengan hormat. "Ini Tuan Tian Yu, yang menyelamatkanku di jalan. Ia akan membantu kita di menara."

Tetua Shen mengangkat pandangan dari gulungannya dan menatap Yu Tian dari atas sampai bawah. Matanya berhenti sebentar di tangan Yu Tian, lalu di pedang di pinggangnya, dan kemudian kembali ke wajahnya tanpa ekspresi.

Yu Tian membalas tatapan itu dengan tenang, dan tidak satu pun otot di wajahnya bergerak. 'Orang tua ini tidak pernah tertipu mudah. Tapi topeng ini tidak akan gagal kecuali ia mengenal sorot mataku.'

"Ranahmu?" Lu Heng yang pertama berbicara, dan suaranya tajam. Ia melangkah maju dan menatap Yu Tian dengan dagu terangkat.

"Inti Emas tahap akhir."

Lu Heng membeku di tempat. Pandangannya jatuh ke cincin di tangan kanannya, dan ibu jarinya memutar cincin itu perlahan sekali, dua kali. Rahangnya mengeras, dan matanya bergerak dari wajah Yu Tian ke wajah Lan Shuang, lalu kembali. Bibirnya terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar.

'Ia sedang membandingkan umur kami. Dan membandingkan dirinya yang dibantu cincin dengan pemuda tak dikenal yang tidak punya apa-apa.' Yu Tian membiarkan keheningan itu berlangsung sebelum berbicara dengan nada datar. "Kalau ingin menjadi kuat, berusahalah. Meratapi nasib tidak pernah menambah satu tingkat pun."

Lu Heng menatapnya tajam, dan sesuatu bergolak di balik matanya yang gelap. Lan Shuang menunduk dan memandangi ujung sepatunya, dan jarinya yang menggenggam lengan jubah di pergelangan kiri mengencang.

Tetua Shen meletakkan gulungannya perlahan dan menatap Yu Tian dan Lu Heng bergantian, lalu bicara dengan suara tenang. "Tuan Tian Yu, aku Shen dari Awan Azure. Aku berharap kalian bertiga bisa mencapai puncak menara itu dan membawa kejayaan bagi negeri ini."

Yu Tian mengangkat sebelah alis.

'Kejayaan bagi negeri ini? Bukankah ibu kota baik-baik saja? Kenapa orang tua ini bicara dengan nada seberat itu?' Ia teringat kaisar gendut tadi, lorong-lorong emas, dan prajurit yang tidak bergerak di sepanjang jalan. 'Atau mungkin ibu kota tidak seperti yang kukira.'

Ia menahan pertanyaan itu di ujung lidah. Bertanya hal semacam itu di dalam istana sama saja mencari mati.

"Kapan kita ke menara?" tanyanya akhirnya.

"Besok." Tetua Shen menyatukan jemarinya di atas meja. "Pada sore hari, ketika matahari dan bulan sama-sama tampak di langit, gerbang menara akan terbuka. Jangan terlambat."

Yu Tian mengangguk sekali, menangkupkan tangan pada semua orang di ruangan, dan berbalik keluar tanpa menunggu salam balasan. Langkahnya panjang dan tenang di lorong marmer yang dingin.

'Sekarang, aku harus menemukan Gu Chen. Jam dua malam masih lama, tapi ada banyak hal yang ingin kudengar darinya.'

...-------...

Karakter ilustrasi:

1
🌸athy🌸
semangat nulisnya author....
🌸athy🌸
Gaya bahasanya ringan tapi sangat mengalir. Sekali buka halaman pertama, langsung susah buat berhenti baca sampai tamat
🌸athy🌸
Ketegangannya dibangun dengan sangat konsisten. Bikin penasaran di setiap akhir bab dan sukses bikin begadang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!