NovelToon NovelToon
Hacker Cantik Incaran Mafia

Hacker Cantik Incaran Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Ibu Pengganti
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💗🤗 Assalamualaikum semua! Ayo mampir baca pelan-pelan aja ya! jika suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian!👇🤗😍

Di balik wajah cantiknya, Alana menyimpan identitas mematikan: seorang hacker genius sekaligus penembak jitu bayaran yang tak pernah meleset. Namun, ia terpaksa menggantung senapannya demi satu tujuan baru yang tak pernah ia rencanakan—menjadi ibu pengganti bagi keponakannya yang mendadak yatim piatu.

​Di sisi lain kota, Sang Bos Mafia penguasa dunia bawah tanah sedang murka. Pembantaian brutal baru saja menewaskan tangan kanan kepercayaannya, dan sepasang anak kembar sang tangan kanan menghilang tanpa jejak.

Dalam perburuannya mencari anak-anak itu dan menuntut balas, sang Mafia juga memburu seorang hacker misterius yang terus-menerus meretas sistem keamanan kartelnya.

​Takdir mempertemukan mereka dalam kejar-kejaran yang mematikan. Sang Bos Mafia tidak tahu bahwa wanita cantik yang mati-matian melindungi sepasang anak kembar di dekapannya adalah penembak jitu yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

​Suapan terakhir nasi goreng itu tandas. Elvano meletakkan piring plastik kosong ke atas karpet dengan gerakan pelan, menjaga agar perban di perutnya tidak tertekan.

Keheningan menguasai ruang tengah yang sempit itu, hanya diselingi detak jarum jam dinding usang yang menunjuk pukul satu dini hari.

​Elvano mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan. Matanya yang gelap menoleh, menatap gadis berpenampilan lusuh yang masih duduk bersila menempel pada pintu kamar, mengawasinya layaknya anjing penjaga.

​"Jadi," suara bariton yang berat itu memecah kesunyian.

"Siapa namamu, Nona?"

​Mata Alana menyipit. Postur tubuhnya yang semula bersandar kini menegang.

​"Buat apa kau nanya-nanya?" balas Alana ketus. Nada suaranya dinaikkan, sarat akan kecurigaan khas warga kumuh.

​Melihat reaksi defensif itu, Elvano menghela napas pendek.

"Aku nggak terbiasa berutang budi," ucapnya. Intonasinya tenang, namun menguarkan dominasi mutlak.

"Aku akan membayar jasamu malam ini. Semuanya akan kuganti dengan nominal yang nggak akan pernah kau bayangkan."

​Mendengar kata ganti rugi, sebelah alis Alana terangkat. Otaknya berputar cepat. Sebagai warga pinggiran yang hidup pas-pasan, umpan ini harus ia makan. Ia sengaja mengubah raut wajahnya, memasang ekspresi wanita matre yang baru saja mendengar bunyi mesin kasir.

​"Baguslah kalau kau sadar diri," sahut Alana sambil mengangkat dagu, nada bicaranya seketika melunak namun tetap angkuh.

"Namaku Alana. Panggil aja Al."

​"Al," ulang Elvano pelan, menyebutkan nama itu seolah sedang mengecap rasanya di ujung lidah.

"Sebelum orangku datang membawa bayaranmu... bisa aku minta satu hal lagi?"

​Alana mendecak kasar. Ia memutar bola matanya dengan raut wajah jengkel yang sangat meyakinkan.

"Hah? Apa lagi? Minta dibikinin kopi sekalian biar kau betah berlama-lama di sini?"

​"Aku pinjam ponselmu," jawab Elvano, mengabaikan sarkasme murahan gadis itu.

"Untuk menghubungi orangku agar segera menjemputku."

​Sedikit kelegaan menyelinap di dada Alana. Semakin cepat predator ini angkat kaki, semakin aman nyawa Kai dan Kael. Tanpa banyak bicara, Alana merogoh saku jaket kebesarannya.

Ia mengeluarkan sebuah ponsel Android keluaran lama yang layarnya retak rambut di bagian ujung, lalu melemparnya pelan ke pangkuan Elvano.

​"Nih. Tapi jangan lama-lama, pulsaku mepet!" peringat Alana tajam.

Ia tentu saja memberikan ponsel burner (sekali pakai) yang tak terhubung dengan jaringan atau identitas digital mana pun.

​Elvano menangkap ponsel itu. Jemari besarnya bergerak menekan deretan nomor tanpa perlu melihat buku telepon. Ingatannya setajam pisau bedah.

​Begitu panggilan terhubung, Elvano tidak menyapa. Ia hanya mengucapkan dua kalimat singkat: satu kode lokasi, dan satu perintah mutlak untuk datang.

Klik!

Panggilan diputus dalam hitungan detik.

​Elvano menggeser ponsel itu kembali ke arah Alana.

"Mereka dalam perjalanan."

​"Bagus," balas Alana acuh tak acuh.

​Waktu merayap lambat seperti berjalan di atas pecahan kaca. Suasana malam di permukiman kumuh itu terasa mencekam.

Alana mematung di posisinya, menolak memejamkan mata walau sedetik. Insting bertahannya menyala penuh. Ia duduk bersandar tepat di depan pintu kamar si kembar, memastikan tak ada satu pun pergerakan pria itu yang bisa mengancam keponakannya.

​Di seberang ruangan, Elvano memilih memejamkan mata sambil bersandar pada dinding yang mengelupas. Menghemat sisa tenaganya, meski telinganya tetap awas menangkap setiap gesekan angin di luar sana.

​Tepat saat jarum jam menunjuk pukul tiga menjelang subuh, deru halus mesin kendaraan kelas atas terdengar berhenti di mulut gang.

Langkah-langkah kaki bersepatu kulit yang sangat teratur namun senyap mulai mendekat ke arah kontrakan.

​Tok. Tok. Tok.

​Tiga ketukan berirama presisi menghantam pintu kayu.

​Alana langsung tersiap. Tangan kanannya menyelinap ke balik punggung jaket, diam-diam menggenggam erat gagang pisau lipat taktisnya. Ia bangkit berdiri dengan kewaspadaan penuh.

​Elvano ikut membuka mata, memberikan isyarat anggukan pelan ke arah pintu.

​Dengan raut wajah malas yang ia paksakan, Alana memutar kunci. Begitu pintu terbuka, angin malam menerobos masuk bersama dua sosok pria tegap berseragam hitam legam.

Postur mereka menjulang dan mengintimidasi.

​Jace, yang berdiri di depan, sempat menghela napas lega melihat bos besarnya masih bernapas di atas karpet usang. Namun, kelegaan itu seketika sirna berganti kilat tajam saat ia menyadari keberadaan Alana. Gadis kumuh itu berdiri berkacak pinggang, menatap Elvano seolah bos besarnya hanyalah gembel yang merepotkan.

​"Masuklah. Cepat angkut temanmu ini dari kontrakanku," sungut Alana tanpa basa-basi.

​Rahang Jace seketika mengeras. Mendengar martabat Tuan Mudanya diinjak-injak oleh warga kumuh tak tahu tata krama, tangan Jace bergerak refleks ke balik jasnya. Jari-jarinya bersiap mencabut Glock untuk memberi pelajaran pada lidah tak bertulang itu.

​"Jaga bicaramu, Nona—" desis Jace mematikan.

​Namun, sebelum senjata itu ditarik, Elvano mengangkat sebelah tangan.

​Hanya sebuah isyarat kecil tanpa kata. Namun tatapan mata obsidian Elvano yang membekukan darah sukses membuat gerakan Jace terhenti di udara. Sang asisten menunduk kaku, menelan kembali murkanya tanpa berani membantah.

​Alana melipat tangan di depan dada. Ia pura-pura tersentak mundur sedikit, memainkan peran warga sipil yang jengkel bercampur takut.

​"Apa kau melotot-melotot, hah? Cepat bawa dia keluar, aku mau istirahat!" omel Alana dengan bibir mengerucut sebal.

​Jace hanya bisa menggertakkan gigi, melangkah masuk untuk memapah bosnya.

​Tak ada yang tahu, di balik topeng gadis jalanan cerewet yang menyebalkan itu... mata Alana diam-diam mengukur jarak.

Otaknya yang brilian telah menghitung tepat sudut optimal untuk menyayat urat nadi leher Jace dalam hitungan detik, andai pria berjas itu berani melangkah satu sentimeter saja ke arah pintu kamar keponakannya.

​Bersambung...

​

1
Lucyana H
di tggu kelanjutannya thor....semakin hari semakin menarik ceritamu thor,👍💪😘
Lucyana H
👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼,seneng bgt akhirnya Alana JD milik si elvano sang ketua klan Adhitama....😘😍💪👍
Erna Wati
aku suka...aku suka...🤭
Lucyana H
thor...bisa tambah punya ga sih...plisss,klo udah baca cerita ini selalu kurang thor..pengen lagi terus
riniasyifa: Hehe sabar kakaku🤭😍 lanjut baca besok 👍
total 1 replies
Lucyana H
keren thor ceritamu..baca marathon...berasa kurang ....di tggu kelanjutannya
riniasyifa: Siap😄😍
total 1 replies
Lucyana H
thor hebat bgt kmu bikin cerita mafia yg sangat menarik dan keren....aku suka sm karakter si Alana yg pintar,tegas ,Badas jg ...top markotop thor😍
Dessy Rinda: semangat kak thor up nya
total 3 replies
Lucyana H
se7 ...bas
Lucyana H
alur ceritanya bener bener keren thor ,seru bikin deg degan ,ky nonton film action di tv,suka cerita mafia ky gini ga ngebosenin,bikin penasaran terus thor,soalnya ceritanya emang seru,👍😘😁💪
wo te
dri sehari 3x,ke 2x lama2 1x up sehari 🤔🤔🤔
riniasyifa: karena makin panjang ceria makin buntu jalan pikiran author 🤭🤣
total 5 replies
Lisa
Semangat y Al, El ada 1 org lg yg perlu kalian selamatkan
Lisa
👍👍 Hebat banget nih Alana & Elvano..wah mrk emg pasangan yg kompak 😊
riniasyifa: Terima kasih kakaku dah dah mampir😍👍
total 1 replies
Lisa
Seru banget nih..
Lisa
Seru banget nih
Inang
bagusss, jgn lupa dilanjutkan thor ditunggu
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Wkwkwk Bener bgt, Bas 🤣🤭👍
Lucyana H: se7 bas👍
total 1 replies
Dewi kunti
wis sak karepmu Ellllll🤣🤣🤣🤣🤣
Dewi kunti
mencekam tp romantis ,posesif 😘😘😘😘😘
neny
bagus cerita nya,,alur nya tertata rapi,,menarik untuk dibaca,, semangat terus akak💪💞
neny
iya El,,tau Alana itu milik mu,,tp setidak nya km jg harus bs mendapatkan hati Alana spy bisa menjadi milikmu,,bkn sekedar mengaku-ngaku doang😄😄
neny
sekarang apana terharu sm El,,coba nanti,dia bakalan bar2 lg🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!