NovelToon NovelToon
Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Benalu Di Dalam Rumah Tanggaku

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Maya menikah dengan Ryan yang berasal dari desa. Setelah menikah mereka tinggal di rumah Maya yang di beli sebelum dia menikah.

Awalnya adik Ryan dan istrinya datang, mereka bilang hanya menumpang sebentar sampai mendapatkan kontrakan baru di Jakarta. Namun sudah sampai sebulan mereka menginap, bukannya pergi malah ibunya Ryan yang dari kampung datang dan ikut tinggal di rumahnya.

Mereka tidak mau bekerja, mereka justru menjadikan Maya sebagai pembantu.

Puncaknya, adik Ryan menampar Maya, sementara Ryan hanya diam saja tanpa membelanya. Saat itu Maya sadar, ia bukan lagi seorang istri di rumah tangganya sendiri.

Maya yang marah akhirnya memilih menjual rumah itu, dan menggugat cerai suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Rian menghela napas lelah.

Surat itu tergeletak di atas meja kosannya yang baru ia sewa seminggu terakhir. Dia mendapat undangan sidang perceraian dengan Mia. Nama lengkapnya dan nama Mia tercetak rapi di kertas resmi pengadilan. Tanggal, jam, dan tempat sudah ditentukan. Tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura bahwa semuanya masih bisa kembali seperti semula.

Ia duduk di lantai kamar, lalu memegang kertas itu lama. Jari-jarinya gemetar sedikit. Ingin sekali ia mengajak Mia rujuk. Ingin sekali ia menelepon, datang ke rumah mertuanya, berlutut, dan meminta maaf atas segalanya. Tapi rasa malu menahannya. Sudah terlalu sering ia menyakiti wanita itu. Sudah terlalu lama ia memilih diam ketika Mia dilukai. Ia terlalu lemah, sehingga tidak pernah benar-benar membela istrinya di hadapan keluarganya sendiri.

Bayangan masa lalu berputar di kepalanya. Mia yang demam tapi tetap disuruh masak. Mia yang kamar anaknya digeser. Mia yang ditampar dan dipukul di rumahnya sendiri. Dan ia… selalu datang terlambat, dan selalu bilang sabar, selalu memilih menjaga perasaan ibunya daripada melindungi istrinya.

“Aku harus bagaimana?” gumam Rian pelan, suaranya pecah di tengah kesunyian kontrakan. “Aku mencintai Mia… tapi di satu sisi aku tidak bisa melawan Ibu.”

Ia menutup wajah dengan kedua tangan. Cinta yang ia rasakan masih ada, tapi terasa kotor oleh rasa bersalah. Bagaimana mungkin ia meminta rujuk setelah membiarkan semuanya terjadi? Bagaimana mungkin Mia masih mau menerima laki-laki yang lebih takut mengecewakan ibunya daripada melihat istrinya terluka?

Rian berdiri, mondar-mandir di ruangan sempit itu. Ia teringat senyum Mia di hari pernikahan mereka, teringat tawa Kayla ketika digendongnya, teringat malam-malam ketika mereka masih saling percaya. Semua itu kini terasa jauh, seperti milik orang lain.

Ia mengambil ponsel, membuka kontak Mia, lalu menatapnya lama. Jari-jarinya ragu di atas layar. Akhirnya ia mengunci ponsel kembali. Rasa malu lebih besar daripada keberanian.

Undangan sidang itu tetap tergeletak di meja, seolah menertawakan ketidakberdayaannya. Rian tahu, dalam beberapa minggu ke depan ia harus menghadap ke pengadilan. Ia harus bertemu Mia lagi, bukan sebagai suami, melainkan sebagai lawan dalam perkara cerai.

Dan di malam yang sepi itu, Rian hanya bisa duduk termenung, terjebak di antara cinta yang masih tersisa dan kelemahan yang sudah menghancurkan segalanya.

Ia mencintai Mia.Tapi ia tidak pernah cukup berani untuk memilihnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kebetulan hari ini weekend.

Rian bangun lebih pagi dari biasanya. Kontrakan kecilnya terasa lebih sunyi di pagi Sabtu. Ia mandi, berganti pakaian rapi, lalu duduk di tepi kasur sambil menatap ponsel. Jari-jarinya gemetar sedikit ketika mengetik pesan singkat ke nomor mertuanya, Wahyu. Ia tidak berani langsung menghubungi Mia. Rasa malu masih terlalu besar.

“Pa, izin datang hari ini. Saya ingin bertemu Kayla sebentar.”

Tak lama dia mendapat balasan singkat dari Wahyu, mertuanya. Rian menghela napas lega, lalu berangkat.

Rumah mertuanya terlihat tenang ketika ia tiba. Ia berdiri di depan pagar cukup lama sebelum memberanikan diri menekan bel.

Ceklek...

Maya yang membuka pintunya. Wajah wanita itu terlihat ramah, seperti tidak terjadi sesuatu di antara dia dan anaknya.

“Masuk, Rian. Kayla di dalam." ucapnya.

"Terima kasih ma" ucap Rian. Ada rasa malu yang dia rasakan. Meskipun orang tua Mia tahu permasalahannya, tapi mereka tetap memperlakukan dirinya dengan baik. Tidak seperti keluarganya, yang membenci Mia.

Rian masuk kedalam. Di ruang tamu, Kayla sedang bermain dengan boneka di lantai. Begitu melihat ayahnya, mata bocah itu berbinar. Ia berdiri goyah, lalu berlari kecil ke arah Rian.

“Papa!” serunya riang.

Rian langsung berjongkok, membuka lengan, dan memeluk putrinya erat. Bau bedak dan shampoo anak-anak yang familiar langsung membuat matanya panas. Ia mengusap rambut Kayla, mencium puncak kepalanya, lalu mengangkatnya ke pangkuan.

“Papa kangen,” bisiknya serak. “Papa kangen banget sama Kayla.”

Kayla memeluk leher ayahnya, tertawa kecil. “Papa main?”

Rian mengangguk, tersenyum meski dadanya sesak. “Iya, sayang. Papa main sama Kayla.”

Dari ambang pintu dapur, Mia muncul. Ia berdiri diam, mengenakan kaos rumah dan celana pendek, rambut diikat asal. Tatapannya datar ketika melihat Rian memeluk putri mereka. Tidak ada kemarahan yang meledak, tidak ada air mata. Hanya jarak yang sudah terlalu lebar.

Rian menoleh, lalu menunduk hormat kecil. “Mia… izin ya. Aku cuma mau main sama Kayla sebentar.” ucapnya sendu. Dulu dia bebas bermain dengan sang putri tanpa penolakan dari siapapun. Berbeda dengan sekarang, dia harus meminta izin terlebih dahulu.

Mia mengangguk pelan. “Jangan lama-lama. Nanti dia tidur siang.” ucap Mia mengingatkan.

Tidak ada percakapan lebih lanjut. Rian mengerti. Ia membawa Kayla ke teras belakang, duduk di kursi anyaman, dan membiarkan anak itu bercerita tentang mainan barunya, tentang nenek yang membelikan es krim kemarin, tentang impian kecilnya. Rian mendengarkan, mengangguk, sesekali tertawa, meski di dalam hati ia merasa seperti orang asing di kehidupan putrinya sendiri.

Wahyu muncul sebentar, hanya mengamati dari kejauhan, lalu masuk lagi. Maya sesekali melintas, memastikan semuanya aman. Sementara Mia tetap di dalam, tidak ikut duduk bersama mereka.

Satu jam berlalu. Kayla mulai menguap. Rian menggendongnya kembali ke dalam, menyerahkan anak itu kepada Mia dengan hati-hati.

“Terima kasih sudah diizinkan,” katanya pelan.

Mia menerima Kayla tanpa menyentuh tangan Rian. “Lain kali bilang dulu lebih awal.”

Rian mengangguk. "Aku sudah memberitahu papa" ucap Rian.

Mia mendengus kesal. "Aku ibunya, kenapa minta izinnya ke papa sih"

Rian ingin bilang banyak hal, minta maaf, minta kesempatan, bilang bahwa ia menyesal. Tapi kata-kata itu tersangkut. Ia hanya menatap istrinya sebentar, lalu berbalik pergi.

Di perjalanan pulang, Rian duduk di ojek dengan kepala tertunduk. Pelukan Kayla masih terasa di lengannya, tawa kecilnya masih terngiang. Tapi di balik itu, ada kesadaran pahit, ia hanya boleh menjadi tamu di kehidupan anaknya sendiri.

Dan Mia, sudah tidak lagi memberinya ruang lebih dari itu.

*

*

Sesampainya di kontrakan, Rian duduk termenung di tepi ranjang. Ia membuka ponselnya, menatap foto Mia dan Kayla yang masih tersimpan di galeri.

Air matanya jatuh ketika menyadari bahwa sebentar lagi ia mungkin benar-benar kehilangan keluarganya.“Maafkan Papa, Kayla. Maafkan aku, Mia,” bisiknya lirih.

Tiba-tiba, ponselnya berdering. Nama ibunya muncul di layar.

“Rian, kamu di mana? Pulanglah kampung sekarang. Ibu butuh bantuanmu!” seru Rukmini begitu panggilan terangkat.

Rian memejamkan mata. Untuk pertama kalinya, ia ingin berkata tidak.“Ibu, aku juga punya kehidupan sendiri,” jawabnya pelan sebelum mengakhiri panggilan.

1
sunaryati jarum
Kirain Lukman , Rukmini ,dan Sonya, sadar ,taubat dan bekerja ternyata lebih parah.Untuk Mia akhirnya mendapat kebahagiaan
Oma Gavin
akhirnya happy ending untuk rian dan mia dan keluarga neraka' buat lukman dan sonya orang malas kerja pengen hidup enak dunia mimpi pun ngga ada 🤣
Putri Wulandari
lakol cuman gitu ceritanya
sunaryati jarum
Semoga mertua sadar jadi endingnya bahagia
Agus Tina
Bagus ceritanya
gesya garneta
othor jgn bikin rian berubah lah, jgn bikin cerita kyk di novel2 lain, endingnya pisah gara2 keluarga suami, justru bikin keluarga suami jadi baik sama mia
Agus Tina: Iya, betul ... bikin yg agak beda
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga Rian tidak goyah, apapun yang terjadi pada ibunya dan keluarganya.Kamu walau dihujat tetap berbakti dan mengirimkan uang.Seharusnya Bu Rukmini sadar,selama ini yang menopang hidupnya Rian padahal sudah punya keluarga,dan Mia istrinya tidak melarang ,ee malah dibenci.Sedangkan Lukman dan Sonya juga memiliki keluarga tapi hidupnya bergantung pada dirinya,malah disayang dan dimanjakan, renungkan Bu Rukmini apa perilaku pada kedua putra dan menantumu sudah benar dan adil
🎃
kok dera?
sunaryati jarum
Nah setelah kalian merasakan pahitnya hidup tanpa banyak uang dari Rian dan Mikha,jadi kebingungan sendiri.Itulah akibat memanjakan anak tapi membebani anak yang lain.Sonya terbiasa bergantung ini diminta cari nafkah.Semoga kalian sadar jika Mia dan Rian sangat berjasa pada hidup kalian.Sekarang Sonya harus belajar bisa menghidupi diri dan Janu.
dyah EkaPratiwi
enak dikota tapi numpang heyyy usaha makanya jangan suka ongkang2
Agus Tina
Apa Sonya tidak punya orang tua? Kan bisa sementara dia tinggal sama orang tuanya. Dan untuk Mia dan Rian memang lebih baik tinggal bersama orang tua dari Mia, agar para benalu itu tidak kembali lagi merongrong kehidupan mereka.
Jade Meamoure
bagus lah yg penting jangan ada drama kluarga lagi
Jade Meamoure
tk apa sih kalo rujuk hanya saja jauhkan dari keluarga toxic n harus bisa bertindak tegas sebagai kepala keluarga
gesya garneta
thor, jangan bikin rian berubah ya, biarkan mereka hidup bahagia🙏
Agus Tina
Sekoga Rian tidak berubah ...
sunaryati jarum
Semoga sumpah kamu kamu jalankan dan tidak goyah serta Bu Rukmini sadar akan semua kesalahannya pada Mia.Dan Sonya mau bekerja
falea sezi
🤣 Mia oon bego
falea sezi
perempuan oon 🤣 gbs nyari batangan kayak. punya Riyan kayaknya makanya batal cerai🤣🤣 bloooooooon
falea sezi
banyak omong visum lapor kekerasan bego🤣🤣 MC nya oon sih thor menye menye
falea sezi
istri goblok cerai lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!