NovelToon NovelToon
Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Di Tolak Ustadz Di Lamar Berondong Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Rasa percaya diri Refisha benar-benar hilang karena di usianya yang sudah memasuki 29 tahun, orang tuanya berkali-kali menjodohkan, tetapi banyak kendala pria menikahinya dan termasuk banyak orang tua pria yang tidak setuju menikah dengan.

Refisha juga selalu bertentangan dengan adiknya yang sudah berusia 24 tahun dan ingin secepatnya menikah. Banyak sekali permasalahan percintaan dalam hidupnya yang tidak sesuai dengan karirnya dalam dunia pekerjaan.

Sampai seketika orang tuanya kembali menjodohkannya dengan seorang Ustadz, Refisha tidak pernah menolak apapun yang dilakukan orang tuanya, dia setuju, tetapi bukannya kebahagiaan yang didapatkan justru penghinaan dari pria yang memahami permasalahan agama itu membuat kepercayaan dirinya semakin hilang.

Lalu siapa sangka Ustadz pemuka agama itu menolaknya, satu pria pria yang dia temui tidak sengaja dengan usianya yang lebih muda, justru ingin melamarnya, mengejarnya dengan cara ugal-ugalan.

Mari mengikuti ceritanya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9 Persiapan Pernikahan

Pagi-pagi sekali Ezra sudah berada di kediaman rumah Refisha yang saat ini tampak duduk di pinggir mobilnya dengan melipat tangannya di dadanya. Refisha baru saja keluar dari rumah dan heran melihat Ezra.

"Assalamualaikum calon istriku," ucapnya dengan sangat manis.

"Kamu ngapain pagi-pagi sudah berada di sini?" tanya Refisha.

"Sudah pasti ingin mengantarkan kamu ke kantor, kemudian kita nanti mengobrol dan membicarakan hal-hal tentang proses pernikahan kita," jawab Ezra.

"Refisha, kamu tidak boleh menolak, kamu lupa Jika kamu sendiri yang mengatakan kepada saya bahwa kita akan menjalani proses taaruf sebelum menuju pernikahan kita yaitu perkenalan untuk saling mengenal satu sama lain," ucap Ezra.

"Itu namanya bukan proses taaruf, tetapi lebih seperti orang pacaran, saya tidak mau itu," jawab Refisha.

"Lalu, kalau kamu tidak mau berduaan dengan saya untuk kita berbicara, agar mengetahui sifat masing-masing, lalu caranya bagaimana, ditelepon saja kamu tidak pernah mengangkat," ucap Ezra mengeluh.

"Ezra, jika memang niat kamu ingin mengetahui bagaimana sifat saya dan begitu juga sebaliknya agar kita saling mengenal satu sama lain, kita tidak perlu pergi berduaan," sahut Refisha.

"Lalu harus pergi dengan siapa untuk mempersiapkan proses pernikahan kita? aku harus bawa kedua orang tuaku dan kamu juga harus bawa kedua orang tua kamu?" tanya Ezra dengan menaikkan satu alisnya.

"Memang harus seperti itu," jawab Refisha.

"Refisha, kita bukan anak kecil yang harus ditemani pacaran," sahut Ezra.

"Dan memang kita berdua bukan pacaran," sahut Refisha.

"Hahhhhhh...."

Ezra sampai menghela nafas panjang. Refisha bisa melihat kekesalan di wajah Ezra.

******

Ezra dan Refisha yang menikah tetapi justru kedua orang tuanya yang ikut repot, untuk mempersiapkan proses pernikahan, ternyata Ezra dan Refisha melibatkan kedua orang tua mereka untuk membantu mereka mempersiapkan proses pernikahan dari mencari gedung pernikahan dan lain sebagainya.

Ezra benar-benar dibatasi, tidak bisa dekat-dekat Refisha karena sudah pasti segan dengan kedua orang tuanya.

"Gedung ini cukup luas dan bisa menampung banyak tamu, untuk dipakai resepsi pernikahan dan juga proses adat ini sangat cukup," wedding organizer sejak tadi menemani mereka untuk menjelaskan gedung yang akan dijadikan sebagai tempat pernikahan mereka.

"Oke, menurut saya tidak masalah, nanti dihitung saja berapa jumlah DP dan lain sebagainya, kabari kami dan keluarga kami akan membayarnya," sahut Rami.

"Hmmmm, kami juga sebagai orang tua Refisha akan ikut membantu pembayaran dalam pernikahan mereka, karena itu juga merupakan kewajiban dari orang tua," sahut Mila tidak ingin membebankan seluruh biaya resepsi pernikahan putrinya itu kepada besannya.

"Tetapi ini biasanya sudah pasti keluarga mempelai pria yang menyiapkannya, kita bisa mencari tempat bersama-sama, memberikan pendapat tetapi tetap biaya ditanggung mempelai pria!" tegas Rami sudah pasti harga dirinya akan turun jika biaya pernikahan itu harus dibagi dua.

"Hmmmm, maaf Refisha boleh bertanya sedikit saja," ucapnya dengan sangat hati-hati.

"Ada apa Refisha, kamu katakan saja, Jika kamu tidak menyukai tempatnya atau mungkin tempatnya kurang nyaman bagi kamu kita bisa mencarinya tempat yang lain," sahut Dellon.

"Maaf, tetapi jika biaya akumulasi pernikahan harus dibebankan kepada tante dan om, sebaiknya pernikahan saya dan Ezra di tempat yang lain saja yang memadai biaya kantong Ezra," sahut Refisha.

"Maksud kamu bagaimana?" tanya Ezra.

"Kita yang menikah dan bukankah seharusnya biayanya itu kita berdua yang menanggung," sahut Refisha sesungguhnya tidak ingin membebankan siapapun.

"Oke, tidak masalah tetapi......"

"Uang saya sudah pasti uang anak saya juga dan itu sama saja," sahut Rami.

"Tetapi mungkin maksud putri kami ada sebaiknya jika acara pernikahan tidak terlalu mewah jika pada akhirnya harus membebankan uang dari kedua orang tua pria dan mungkin Refisha menginginkan jika biaya ini ditanggung oleh Ezra sendiri," sahut Tio yang mengerti maksud putrinya.

Ezra tampak kelimpungan yang langsung garuk-garuk kepala, kelihatan dari wajahnya sepertinya tidak memiliki tabungan yang besar dan memang terbukti karena selama ini dia kerja malas-malasan walau orang tuanya memiliki banyak uang.

"Oh, sudah pasti tidak masalah, memang ini adalah bagian dari tanggung jawab saya," sahut Ezra tidak ingin mempermalukan dirinya dan sementara Rami dan juga diam sudah melihat ragu kepada putranya itu.

"Hmmm, nanti saja kita akumulasikan biayanya, sekarang sebaiknya kita mencoba makanan untuk para tamu nantinya, itu juga menjadi bagian penting dalam acara pernikahan,". sahut Mila mencairkan suasana dalam ketegangan itu.

"Oke," sahut semuanya dan kemudian mengikuti pria yang sejak tadi menemani mereka yang saat ini membawa mereka ke tempat sampel makanan.

Refisha sudah duduk di salah satu bangku dengan meja yang cukup panjang dengan banyaknya jenis makanan. Ezra mengambil tempat duduk di sebelah Refisha.

"Kamu sebaiknya di sana saja, kita belum menikah dan tidak baik dekat-dekatan!" tegur Refisha lagi-lagi menghentikan Ezra yang ingin duduk di sebelahnya.

"Hahhh!" Ezra menghela nafas.

Ternyata perlu tantangan untuk bisa dekat dengan calon istrinya itu yang memang calon istrinya selalu menjaga jarak dengannya. Ezra kemudian memilih duduk di hadapan Refisha.

"Awas saja jika sudah benar-benar sah, aku ingin melihat apakah sikap kamu masih dingin kepadaku," batin Ezra harus sabar-sabar menunggu halal dulu.

"Ini makanan rekomendasi yang disiapkan untuk acara pernikahan, mungkin bisa dipilih keluarga mana yang cocok dan mana yang tidak," ucap WO.

Mereka terlihat mencoba mencicipi sampel makanan itu.

"Refisha, ini ada jagungnya jangan dimakan ya," Mila mengingatkan putrinya itu.

"Refisha tidak suka jagung Tante?" tanya Ezra.

"Benar Ezra, sejak kecil Refisha alergi dengan jagung, jadi ketika kamu sudah menjadi suaminya, kamu harus ikut menjaga ya," sahut Mila.

"Sudah pasti Tante. Saya pasti akan menjaga Refisha dengan baik, jangankan menghindari dari makanan jagung, menghindari dari bom Hiroshima juga akan saya lakukan," jawab Ezra dengan gombalan yang sedikit memalukan.

Uhuk-uhuk-uhuk.

Rami sebagai ibu yang justru malu dengan sikap putranya kekanak-kanakan, Rami sampai tersedak makanan dengan geleng-geleng kepala, sementara kedua orang tua Refisha hanya senyum-senyum saja dengan tingkah Ezra yang benar-benar tengil.

"Hmmmm, Refisha kamu coba ini, ini tuh puding rasanya enak sekali, ini termasuk makanan yang dingin dan aku sangat menyukainya!" Ezra secara spontan menyodorkan sendok tepat di mulut Refisha.

Lagi-lagi orang-orang yang ada di meja makan itu melihat Ezra dan Refisha sudah pasti tidak membuka mulutnya karena malu di depan orang tuanya.

"Maaf Tante, saya kebablasan!" sahut Ezra menurunkan sendok itu memberikan kepada Refisha tanpa harus menyuapinya.

"Apa yang merasuki anak ini, kenapa tiba-tiba pikirannya jadi seperti ini," batin Rami geleng-geleng kepala dengan tingkah Ezra.

"Makanannya menurut saya baik semua, ada makanan Indonesia dan juga makanan luar," sahut Tio kelihatan setuju setuju saja dengan makanan yang telah disiapkan dan hanya tinggal mereka memilih.

"Lalu setelah melihat gedung dan juga makanan bagaimana dengan foto prewed, akan melakukan foto prewedding di mana?" tanya Rami.

"Luar negeri juga boleh," sahut Ezra.

"Hmmmm, Maaf saya pikir tidak perlu adanya foto prewed dan sebaiknya foto prewed diadakan setelah menikah saja," sahut Refisha sudah pasti merasa bahwa foto prewed hanya membuang-buang waktu dan lama-lama juga akan bersentuhan Ezra.

Bersambung......

1
Dew666
Belah durenya di cut nanggung nih
Yasinta Niken
saya suka dengan cerita2nya tapi kenapa selalu putus 2
Dew666
🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!