NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

****

Puncak Pegunungan Utara terselimuti es abadi. Angin malam meraung kencang di antara tebing-tebing terjal, namun di balik celah raksasa gua es yang tersembunyi, pendar obor dan tungku tembaga raksasa memancarkan kehangatan yang luar biasa.

Inilah markas rahasia sekaligus benteng pertahanan bawah tanah milik Jaringan Bayangan Mistik.

Xiu Ying berjalan anggun menyusuri lorong batu es, dibalut jubah bulu serigala putih yang mewah. Di sampingnya, Pangeran Zhen Yu melangkah tegap mengenakan zirah hitam berukir naga perak. Tidak ada lagi keluguan dalam tatapan mata pria itu—hanya ada wibawa dingin seorang Penguasa Bayangan.

Di pelataran latihan bawah tanah yang amat luas, tiga ribu prajurit bayangan berbaris rapi dalam keheningan yang mencekam. Namun, banyak di antara mereka yang tampak memegangi jemari dan persendian yang kaku akibat sengatan dingin ekstrem pegunungan.

"Suhu di dalam gua es ini menurunkan fleksibilitas otot dan kecepatan reaksi prajurit hingga tiga puluh persen," buka Xiu Ying, suaranya jernih membelah keheningan gua.

Zhen Yu menoleh, menatap istrinya dengan pendar rasa ingin tahu. "Gua es ini adalah tempat teraman dari pantauan mata-mata kekaisaran, Istriku. Namun dinginnya memang menjadi musuh terbesar pasukan."

Xiu Ying tersenyum tipis. Ia mengibaskan tangannya, memberi isyarat pada Susu dan Paman Lin untuk membawa beberapa peti kayu besar ke tengah pelataran.

"Suhu es bukan masalah jika kita tahu cara mengatasinya secara ilmiah," ujar Xiu Ying penuh percaya diri. Ia membuka salah satu peti, memperlihatkan tumpukan rompi kulit berlapis kain wol tebal yang telah direndam minyak tanaman pemanas khusus, serta ribuan botol racikan obat cair.

Xiu Ying melangkah ke depan barisan para komandan elit. "Ini adalah Minyak Pemanas Ekstrak Bunga Bara. Cukup dioleskan pada titik-titik meridian utama sebelum mengenakan rompi pelapis zirah ini. Suhu tubuh prajurit akan bertahan stabil bahkan jika harus mengendap di dalam salju selama dua belas jam!"

Tak berhenti di situ, Xiu Ying mengambil sebuah belati baja tipis berkilat biru. "Aku juga meracik cairan racun Bunga Salju Membeku untuk dioleskan pada ujung senjata dan jarum perak kalian. Racun ini tidak berbau dan akan membekukan aliran darah musuh dalam hitungan detik setelah tergores sedikit saja."

Komandan Utama Jaringan Bayangan—Seorang pria berwajah garang penuh luka parut bernama Komandan Cang—menatap rompi dan senjata tersebut dengan pandangan tidak percaya. Ia mencoba mengoleskan minyak herbal itu ke pergelangan tangannya, dan seketika rasa hangat yang nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya, mengusir rasa kaku di jemarinya.

"A-Luar biasa!" seru Komandan Cang terperangah. Ia menatap Xiu Ying dengan mata membelalak penuh kekaguman. "Strategi logistik dan racikan obat ini... belum pernah ada di seluruh kekaisaran!"

Zhen Yu melangkah ke samping Xiu Ying, meletakkan tangannya di pinggang ramping sang istri, lalu menatap seluruh pasukannya dengan pandangan tajam.

"Mulai hari ini, setiap perintah dari Istriku adalah perintah mutlak dariku," tegas Zhen Yu, suaranya yang berat dan bergema membuat seluruh ruangan bergetar. "Dia bukan hanya Istri Pangeran Ke-7... Dia adalah Ratu Bayangan kalian!"

Komandan Cang tanpa ragu berlutut satu kaki di atas lantai batu es, mengepalkan tangannya di dada.

"Hamba Komandan Cang bersama seluruh pasukan Jaringan Bayangan Mistik... berlutut menyambut Ratu Bayangan!" teriak Komandan Cang lantang.

BRUK!

Tiga ribu prajurit elit berlutut serentak, suara benturan zirah mereka bergema dahsyat di dalam gua es.

"Mengabdi kepada Yang Mulia Ratu Bayangan! Panjang umur Ratu Bayangan!" seru ribuan prajurit serempak dengan penuh ketundukan dan rasa hormat yang murni.

Xiu Ying menatap ribuan prajurit yang berlutut di hadapannya, lalu melirik Zhen Yu yang menyunggingkan senyum bangga. Kekuatan militer paling mematikan di kerajaan kini sepenuhnya berada di dalam genggamannya.

**

Sementara itu, di Kota Perbatasan Utara...

Meskipun faksi Putra Mahkota telah lumpuh di ibu kota, sisa-sisa pengikut Pangeran Ke-4 masih berkeliaran di perbatasan. Beberapa pejabat lokal korup yang selama ini menikmati uang suap dari Putra Mahkota merasa terancam dengan kehadiran Istana Ke-7.

Di dalam sebuah kedai remang-remang, tiga pejabat lokal—dipimpin oleh Pejabat Logistik Kota bernama Tuan Feng—sedang berkumpul dengan raut wajah licik.

"Nyonya Xiu Ying itu benar-benar berniat memutus seluruh mata pencaharian kita!" gerutu Tuan Feng seraya meneguk araknya kasar. "Jika gudang obat utamanya resmi beroperasi besok, seluruh perdagangan gelap milik Putra Mahkota di utara akan gulung tikar!"

"Lalu apa rencana kita, Tuan Feng?" tanya seorang pejabat muda cemas. "Pangeran Ke-7 dan pasukannya ada di kota ini!"

Tuan Feng tertawa sinis. "Pangeran Ke-7 itu cuma pria idiot yang beruntung! Malam ini, saat seluruh pengawal fokus menjaga kediaman utama, kita bakar Gudang Herbal Utama di ujung timur kota! Setelah ton-tonan obat itu hangus jadi abu, rakyat akan sadar bahwa Xiu Ying tidak sanggup melindungi pasokannya!"

"Bagus! Kita gunakan Minyak Api Merah agar apinya tidak bisa dipadamkan dengan air!" timpal pejabat lainnya gembira.

Malam makin melarut. Angin dingin meniup salju di sepanjang jalanan sepi Kota Perbatasan.

Tuan Feng bersama sepuluh pria berkerudung hitam bergerak mengendap-endap mendekati bangunan raksasa Gudang Herbal Utama. Masing-masing dari mereka membawa obor dan kendi berisi Minyak Api Merah.

"Cepat! Siramkan minyaknya ke dinding kayu!" bisik Tuan Feng tidak sabar.

Para pria berkerudung itu bergegas menyiramkan cairan minyak ke sekeliling dinding gudang. Tuan Feng menyunggingkan senyum kejam, memantik api di obornya.

"Xiu Ying... mari kita lihat bagaimana kau menangis besok pagi!" gumam Tuan Feng seraya mengayunkan obornya ke arah dinding yang telah tersiram minyak.

Namun, sebelum api obor sempat menyentuh kayu...

SWOOSH!

Sebuah jarum perak meluncur dari kegelapan malam, menancap presisi di pergelangan tangan Tuan Feng!

"AAAKKKH!" jerit Tuan Feng histeris, obor di tangannya jatuh ke atas salju dan padam seketika. Tangan Tuan Feng mendadak membeku kaku, berubah warna menjadi kebiruan.

"Siapa di sana?!" teriak para pengikutnya panik, mencabut golok mereka.

Dari atas atap gudang, puluhan sosok berbusana serba hitam dengan topeng perak melompat turun tanpa suara sedikit pun, mengurung para penyusup di tengah kegelapan malam.

Dari balik bayangan pilar gudang, Xiu Ying melangkah keluar dengan tenang, dibalut jubah mewahnya. Di sampingnya, Zhen Yu berdiri tegap, menatap para pejabat korup itu dengan pandangan membunuh yang amat dingin.

Wajah Tuan Feng seketika memucat pasi bagai mayat saat melihat kehadiran pasangan dari Istana Ke-7 itu.

"T-Tuan Putri... P-Pangeran Ke-7..." cicit Tuan Feng gemetaran, memegangi tangannya yang membeku. "K-Kalian..."

Xiu Ying melipat tangannya di dada, menyunggingkan senyum miring yang sarat akan kemenangan.

"Tuan Feng," buka Xiu Ying halus namun menusuk tulang. "Apakah kau benar-benar berpikir bahwa rencana sabotase dangkal dari sisa-sisa anjing suruhan Putra Mahkota bisa lolos dari pengawasan Jaringan Bayangan?"

"A-Apa?! Jaringan Bayangan?!" Tuan Feng terbelalak horor, matanya melotot menatap para pengawal bertopeng perak di sekelilingnya.

Zhen Yu melangkah maju satu garis, aura intimidasi yang luar biasa meledak dari tubuhnya. Suara berat dan dinginnya membeku laksana es:

"Mencoba membakar aset milik Istriku di wilayah kekuasaanku sendiri... adalah keputusan terbodoh dalam hidupmu."

Zhen Yu memberi isyarat pelan pada Lu Feng. "Seret mereka semua ke markas bawah tanah. Biarkan mereka merasakan dinginnya penjara es sebelum kita serahkan bukti kejahatan mereka ke meja Kaisar besok pagi."

"Ampun, Yang Mulia! Ampunkan hamba!" jerit Tuan Feng dan para pejabat korup itu saat diseret kasar oleh prajurit bayangan menuju kegelapan malam.

Xiu Ying membalikkan badannya, menatap gudang obatnya yang aman tanpa cacat sedikit pun. Ia tersenyum hangat, menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Zhen Yu yang merengkuhnya dari belakang.

"Satu per satu akar racun di utara telah dibersihkan, Suamiku," bisik Xiu Ying lembut.

Zhen Yu mencium puncak kepala istrinya dengan kehangatan yang dalam. "Dan kini, Wilayah Utara telah menjadi benteng tak tertembus milik kita, Istriku."

(Bersambung)

1
merry
itu gmn main sexgus 2 dibawah kung kung putra mahkota🤭🤭🤭🤭🤔🤔🤔🤔🤔
Arix Zhufa
Bukti pembunuhan pangeran ke 7 belum diserahkan thor
yumin kwan
lah.... si jendral meng ke mana? bukannya mau dijadikan saksi utk menjatuhkan pangeran 4??
Nurhasanah
tumben cuma 1 bab thor biasanya sekali up 2 bab
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
warina latip
👍
Quinza Azalea
terimakasih banyak banyaaak othor💕💕
Arix Zhufa
kasihannn 😅
Nurhasanah
seru 👍👍👍👍🥰🥰🥰
Arix Zhufa
keren banget
Arix Zhufa
aku suka model pangeran tancap gas begini
Arix Zhufa
visual nya thor
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!