NovelToon NovelToon
Skandal Jus Jeruk: Istri Sang CEO

Skandal Jus Jeruk: Istri Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Sekuel ketiga dari buku sebelumnya: 'Cinderella Ubi Rebus dan Kutukan Mbah Golok Sakti'

Niatnya kuliah desain di Paris, Sella (19 tahun) malah terjebak skandal gara-gara nekat meminum setengah gelas jus jeruk sisa milik Raditama Abraham (25 tahun), seorang CEO muda yang kaku sekaku robot.

Siapa sangka, jus itu ternyata sudah dicampur obat halusinasi oleh musuh bisnis Adit!

Akibat salah kamar dan kehilangan kendali, malam itu berubah jadi bencana. Bukannya romantis, Sella yang berhalusinasi malah menjadikan Adit kuda tunggangan dan mengakhirinya dengan tendangan maut ke area vital Adit sampai sang CEO pingsan!

Kiamat tiba esok paginya. Papa Kaizen, mantan komandan militer yang galak, mendobrak pintu hotel. Melihat kamar berantakan dan bercak merah misterius di seprai, vonis mati langsung dijatuhkan: PULANG KE JAKARTA DAN NIKAH BESOK PAGI!

Bagaimana nasib rumah tangga paksa antara CEO Robot Kaku dan Istri Bar-bar ini? Apalagi, rahasia malam itu sebenarnya murni salah paham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Pertemuan Tak Terduga di Butik Paris

"Apa aku sama sekali tidak berharga di matamu, Same? Kenapa kau tidak pernah sedikit saja menghargai usahaku?"

Same tertawa sarkas, sebuah bunyi kering yang meremehkan. "Usaha apa maksudmu? Semua rencanamu gagal total. Ingat itu, Clarissa."

Wanita itu—Jasmine Clarissa Wijayanto—mengepalkan jemarinya hingga buku-bukunya memutih. "Aku sudah berusaha mati-matian! Pulang pergi Jakarta-Paris hanya untuk memastikan rencana kita berjalan. Aku rela melakukan apa saja hanya untukmu!"

Same bangkit, merapikan celananya sambil menatap Clarissa dengan tatapan menghina. "Kau tidak ada bedanya dengan sekretarisku tadi. Aku tahu semua yang kau lakukan di Jakarta. Bahkan aku tahu kau menjadi peliharaan pria tua demi mendapatkan akses informasi."

Clarissa tidak terkejut. Ia justru tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyembunyikan luka sekaligus kelicikan.

"Ya, dan itu semua demi dirimu, Same! Aku rela menjebak asisten dan sekretaris Adit, bahkan rela bermain dengan pria tua bangka itu sampai hampir dihajar istri sahnya. Videoku nyaris viral kalau aku tidak cepat membungkam mulut wanita itu dengan uang. Aku hanya tidak habis pikir... kenapa ada yang merekam kejadian itu?"

Same mendekat, mencengkeram dagu Clarissa dengan kasar hingga wanita itu mendongak terpaksa. "Itu karena kau jalang yang ceroboh. Kau terlalu sibuk mencari perhatianku sampai lupa membersihkan jejakmu sendiri."

Same melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar. "Sebaiknya kau pergi. Aku tidak butuh bidak catur yang sudah retak."

"Same, tunggu! Kau tidak bisa bersikap seperti ini padaku setelah semua yang kuberikan!"

Clarissa berseru, namun Same sudah berbalik membelakanginya, menatap lampu-lampu Kota Paris dengan seringai kemenangan.

"Pergi, Clarissa. Sebelum aku berubah pikiran dan mengirimkan video pria tua itu ke keluarga Abraham di Jakarta."

Clarissa menggeram rendah. "Sialan!"

Ia menyambar tas mahalnya dan keluar dengan langkah berdentum, menyisakan misteri besar bagi siapa saja yang melihatnya. Mengapa cinta pertama Adit ini rela menjadi iblis demi pria kejam seperti Same?

****

Waktu seolah merayap lambat di penthouse Avenue Montaigne. Setelah jam makan siang berlalu, perut Sella mulai memainkan simfoni keroncongan yang tidak bisa diajak kompromi. Rasa bosan yang memuncak membuatnya merasa seperti pajangan keramik di ruang tamu mewah itu.

"Nggak bisa dibiarkan. Gue bisa jamuran kalau cuma nungguin drakula kaku itu pulang," gumam Sella. Ia menyambar jaket kulit hitam untuk melapisi dress cream pastel-nya, lalu mengenakan topi rajut putih yang membungkus kepalanya dengan imut.

Namun, begitu pintu penthouse terbuka, langkah Sella terhenti paksa. Dua pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam dan earpiece di telinga sudah berdiri tegak bak patung selamat datang.

"Nona, biar kami antar," ucap salah satu pengawal dalam bahasa Inggris formal.

Sella mengernyit, refleks mundur satu langkah ke dalam. "Nggak usah. Gue mau pergi sendiri. I want to go alone, okay? No buntut-buntut!" balas Sella dengan bahasa Inggris yang agak berantakan namun penuh penekanan.

"Anda tidak bisa berkeliaran seenaknya, Nona. Tuan Abraham sudah menugaskan kami untuk menjaga Anda. Di luar sana sangat berbahaya.

Banyak musuh Tuan Abraham yang mungkin akan mencelakai Anda jika Anda sendirian," sahut pengawal itu lagi, wajahnya sedatar papan cucian.

Sella mengembuskan napas kasar, membuat poni

di dahinya terbang. "Ck! Ribet amat sih si Om itu. Terserah lo pada deh! Gue berasa jadi anak bebek kalau begini!"

Sella menghentak-hentakkan sepatu ketsnya ke lantai lorong dengan gusar. Ia berjalan mendahului mereka menuju lift, sementara kedua pengawal Prancis itu mengikuti dengan langkah lebar yang sinkron.

Pelarian bebas Sella ternyata jauh dari kata santai. Mereka menaiki Ferrari hitam milik Adit yang menderu membelah jalanan Paris. Sella duduk di kursi belakang, melipat tangan di depan dada sambil menatap jalanan dengan bibir mengerucut sebal.

Sampai di sebuah restoran estetik di pinggiran jalan, Sella mencoba menikmati crepe dan cokelat panas. Namun, seleranya mendadak hambar.

Bagaimana tidak? Dua pengawal itu berdiri kaku hanya satu meter di samping mejanya, menatapnya tanpa berkedip seolah Sella adalah buronan kelas kakap yang bisa menghilang dalam sekejap mata.

Sella yang merasa risih, akhirnya meletakkan garpunya dengan dentingan nyaring. Ia mendongak, menatap kedua pria itu bergantian dengan mata bulatnya yang mulai menyipit galak.

"Kalian mau? Beli sendiri sana! Why you look at me like that? Mau dicolok tuh mata?!" semprot Sella dalam bahasa Inggris yang terdengar lucu karena aksennya yang khas.

Kedua pengawal itu tersentak, mata mereka membelalak kaget mendengar keberanian istri bos mereka ini. Mereka buru-buru memalingkan wajah ke arah yang berbeda, berdeham kaku sambil berusaha keras menahan tawa agar tidak merusak citra profesional mereka.

Dasar robot-robot junior, gerutu Sella, kembali menyuap makanannya dengan jengkel.

Setelah puas mengisi perut, Sella kembali melanjutkan tur dinas dadakannya di jalanan Paris. Saat Ferrari hitam itu meluncur mulus melewati deretan pertokoan mewah, mata Sella mendadak berhenti pada sebuah etalase kaca.

Kilauan payet dan potongan kain sutra di sana seolah menghipnotis jiwa mahasiswi modenya.

"Berhenti! Stop the car! Saya mau ke sana dulu!" seru Sella sambil menunjuk butik megah dengan logo brand ternama.

Pengawal yang merangkap sopir itu segera memarkirkan mobil di area khusus. Begitu kaki Sella berpijak di depan butik, ia bergumam takjub.

"Wow... perfect."

Sella melangkah masuk dengan percaya diri, diikuti dua pengawal yang kini menjaga jarak satu meter di belakangnya. Seorang pelayan butik menyambutnya dengan ramah dalam bahasa Prancis yang cepat dan elegan. Sella sempat melongo, otaknya mendadak blank mencari terjemahan. Beruntung, salah satu pengawalnya membisikkan arti ucapan si pelayan.

Sella mangut-mangut sok tahu. "Oke, saya mau lihat-lihat dulu. I want to look around first," ucap Sella dalam bahasa Inggris, mencoba terdengar serius agar tidak dianggap mahasiswi hilang.

"Tentu, Nona. Mari saya temani," balas pelayan itu dalam bahasa Inggris yang fasih.

Elah, bilang dong dari tadi bisa bahasa Inggris! Gue udah hampir keluarin jurus bahasa isyarat nih, batin Sella dongkol.

Langkah Sella terhenti di depan sebuah manekin yang mengenakan gaun berwarna salem orange yang sangat elegan. Warnanya lembut namun mewah, sangat cocok dengan kulitnya. Namun, tepat saat jemari Sella nyaris menyentuh kain halus itu, sebuah tangan lain lebih dulu menyambar gantungan gaunnya.

"Saya mau yang ini. Bungkus sekarang juga," ucap sebuah suara wanita yang terdengar dewasa dan sangat berwibawa.

Sella tertegun, matanya menyipit menatap sosok wanita di sampingnya. Wanita itu luar biasa cantik, modis, dan auranya sangat mahal. Sella hampir saja ingin mengomel karena barang incarannya diserobot, tapi sedetik kemudian otaknya memproses wajah familiar itu.

Ini kan... model papan atas!

"Kak Clarissa?!" seru Sella takjub, matanya berbinar melupakan kekesalannya soal gaun tadi.

Wanita itu, Clarissa, mengerutkan dahi sejenak. Ia memandang Sella dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun, melihat ekspresi polos dan antusias Sella, senyum profesionalnya mengembang.

"Iya, betul. Kamu... siapa?"

"Wah, kebetulan banget! Saya ngefans banget sama Kakak! Boleh minta foto nggak, Kak?" tanya Sella heboh.

Ia langsung merogoh tasnya, mencari ponsel dengan gerakan grasak-grusuk, sama sekali lupa kalau dia sedang membawa dua pengawal yang kini bersiaga penuh di belakangnya.

"Oh, tentu boleh," jawab Clarissa ramah, meski matanya sempat melirik tajam ke arah dua pengawal Adit.

Ia seolah mengenali seragam pengawal dari keluarga Abraham tersebut.

Sella berdiri di samping idolanya, berpose peace dengan senyum lebar, tanpa menyadari kalau Clarissa bukanlah sekadar model biasa, melainkan wanita yang baru saja keluar dari ruang kerja Same Smith dengan penuh amarah.

"Terima kasih banyak ya, Kak!"

Sella berseri-seri sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas selempang. Hatinya berbunga-bunga, tidak menyangka kebosanannya di Paris terbayar dengan bertemu idola papan atas.

"Iya, sama-sama. Kalau boleh tahu, nama kamu siapa?" tanya Clarissa dengan nada bicara yang dibuat selembut mungkin, meski matanya meneliti Sella dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Saya Sella, Kak," jawab Sella jujur sambil mengulurkan tangan.

Clarissa menyambut jabat tangan itu. "Hmm, begitu ya. Nama yang cantik. Orangnya juga... can-tik," ucap Clarissa. Ada jeda penekanan pada kata terakhir, dibarengi dengan rahang yang sedikit mengeras.

Di dalam otaknya, Clarissa sedang menghubungkan titik-titik kenyataan:

Gadis ini yang ada di video itu? Gadis ini yang membuat posisi Adit terancam dan mendadak menikahinya?

1
meimei
lanjut😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!