NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29_ Daddy

Gizel baru saja selesai memandikan alendra. dia memakaikan baju untuk putra nya itu. ini pertama kalinya dia memandikan alendra setelah alendra berusia 3 tahun. Terakhir kali sepertinya saat alendra 1 tahun.

" tampan nya anak mommy" puji gizel sambil menangkup wajah alendra dengan kedua tangan nya dan mencium gemas wajah putranya itu.

Alendra tersenyum senang. anak seusianya memang belum mengerti apapun. Dan seharusnya anak seusia dia tidak seharusnya berpisah dari ibunya.

ting tong

bel apartemen gizel berbunyi, dia berjalan menuju pintu untuk membuka nya. dia berfikir teman nya yang datang. namun saat pintu terbuka yang berdiri di sana adalah mantan suaminya, Kevin.

" ngapain kamu disini?" tanya gizel ketus.

" jemput anak aku" jawab Kevin santai

deg!

Jantung gizel seolah berhenti berdetak, wajahnya yang tadi ketus kini berubah terkejut, shock dan takut.

" a-apa maksud kamu?" tanya gizel terbata bata.

" sudah Rania, tidak perlu akting lagi. Aku sudah tahu semuanya" ujar Kevin tersenyum santai.

yaa! Kevin memang sudah mengetahui semuanya. Dia sudah mencari tahu tentang kejadian tiga tahun yang lalu. Semenjak bertemu gizel waktu itu, dia sudah mulai mencari tahunya.

Kevin mencari tahu tentang kecelakaan itu, siapa saja yang terlibat, bahagia kehidupan gizel setelah itu dan apa saja yang gizel lakukan selama 3 tahun ini.

shock? Tentu saja. Kevin tidak menyangka dia akan mendapatkan fakta bahwa dia sudah memiliki putra dengan gizel. Kevin tidak ingin percaya begitu saja, dia perlu bukti, karena itu dia melakukan tes DNA.

Ingat saat alendra demam? Itu ulah Kevin. Kevin membujuk alendra untuk kerumah sakit agar dapat melakukan tes DNA. Karena alendra terus menolak jadi Kevin membujuk dengan ice cream. Alendra memakan banyak ice cream hingga dia demam.

" pergi dari rumah ku!" bentak gizel lalu ingin menutup pintu namun Kevin menahan pintu tersebut dengan tangan kekarnya.

" alendra, Daddy Disini. tolong Daddy, mommy nakal mau usir Daddy" teriak Kevin memanggil alendra.

tidak butuh waktu lama, Kevin berlari keluar dari kamarnya menghampiri gizel dan Kevin. matanya berbinar saat melihat kedatangan Kevin.

" Daddy!" serunya gembira.

sontak saja tenaga gizel melemah mendengar alendra memanggil Kevin dengan sebutan Daddy. Kevin mengambil kesempatan tersebut, dia masuk ke dalam lalu mengendong alendra.

Gizel mematung, dia menatap kosong pada alendra yang tertawa girang di gendongan Kevin saat Kevin mencium nya.

dadanya naik turun, ini yang dia takut kan. Dia takut Kevin mengetahui keberadaan alendra dan akan merebut alendra darinya. Sialnya ketakutannya terjadi sekarang.

" mommy, kenapa mommy bengong?" tanya alendra

sontak gizel tersadar dari lamunannya. Dia tersenyum kecil dan mengambil alendra dari gendongan Kevin. Dia akan membawa alendra ke kamar dan akan berbicara dengan Kevin berdua.

" mau kamu bawa kemana anak kita Rania" tanya Kevin mengikuti langkah gizel menuju kamar.

Langkah gizel terhenti kala mendengar Kevin menyebutkan " anak kita" sejak kapan alendra menjadi anaknya? Meskipun di tubuh alendra mengalir deras darah Kevin, tapi alendra tetap anak nya. anaknya seorang.

" dia anak ku, hanya milikku. kamu tidak punya hak apapun atasnya" ujar gizel serius lalu masuk ke kamar dan menutup pintu tersebut.

Kevin ingin ikut masuk, dia menggedor gedor pintu itu. namun tidak kunjung di buka oleh gizel.

" gizel kamu jangan egois! Dia juga putra ku, putra kita" ujar Kevin di balik pintu.

Kevin berbicara bahasa Indonesia, alendra tidak akan memahami nya. alendra belum bisa bahasa Indonesia.

" mommy kenapa Daddy tidak di suruh masuk? " tanya alendra dengan polosnya.

Gizel menurunkan alendra di atas ranjang, lalu berjongkok di depan putranya itu.

" kamu tidur duluan ya, mommy mau bicara sama.... Daddy " ujar gizel.

Cukup berat bagi gizel mengucapkan kata Daddy. jika orang nya bukan Kevin mungkin bisa dia katakan dengan mudah. Tapi ini Kevin, pria yang sudah menyakiti nya.

" aku tidak mau tidur disini mommy, aku mau tidur di rumah Daddy. aku mau ketemu nenek. Nenek pasti rindu aku" ujar alendra

jleb!

Dada gizel terasa di tusuk oleh ribuan belati. Dadanya terasa sesak dan sakit. Dia menatap nanar putranya yang tanpa sadar lebih memilih ikut dengan Kevin, dari pada tinggal bersama nya.

" tunggu disini ya? Mommy bicara sama Daddy mu dulu" ujar gizel mengusap lembut kepala putranya.

Alendra mengangguk Patuh " iyaa mom"

Gizel keluar dari kamar, Kevin yang sedari tadi berdiri di sana langsung mengikuti langkah gizel menuju sofa.

" sejak kapan kamu tahu?" tanya gizel tanpa basa basi.

wajahnya datar dan dingin, matanya menyorot kan kelelahan dan rasa sakit serta kecewa. Dia duduk di sofa tanpa menatap Kevin yang berdiri di depan nya.

" sejak pertama kali kita bertemu di supermarket. aku sudah mulai mencari tahu tentang mu" jawab Kevin jujur.

" apa saja yang kamu tahu?" tanya gizel

" tentang kecelakaan palsu, tentang kamu operasi wajah dengan Haruna, tentang kamu berganti indentitas, dan tentang Alaska yang membantu mu" ujar Kevin " kalian sangat hebat Rania, kamu dan Alaska sangat hebat. kalian berhasil membodohi ku, membuat ku hidup dalam keterpurukan tanpa arah selama 3 tahun ini" ujar Kevin dengan nada kecewa.

Apa gizel peduli dengan perasaan kecewa Kevin? Tentu tidak! Itu bukan urusan nya. jika Kevin kecewa dan merasa di khianati, itu jauh lebih bagus.

" pergi lah, jangan menganggu hidup ku dan putra ku" ujar gizel

" dia Putra ku Rania, putra kita. Dan satu lagi, kamu itu istri ku, kita belum bercerai" ujar Kevin.

gizel mengakat sedikit kepala nya, menatap Kevin yang berdiri tepat di depan nya. Tatapan mereka beradu, tatapan gizel penuh dengan kebencian, sedangkan tatapan Kevin penuh dengan penyesalan.

" dan satu hal yang harus kamu tahu tuan Kevin yang terhormat, Rania sudah mati, dia sudah lama mati " ujar gizel menekan ucapan nya " asal kamu tahu, yang duduk didepan mu saat ini bukan Rania yang sangat mencintai mu, tapi gizel yang bahkan tidak ingin tahu apapun tentang mu"

Yap! Rania sudah mati, sudah lama mati sejak Rania memilih untuk menghilang. Yang hidup saat ini adalah gizel, perempuan kuat yang tak akan bodoh hanya karena cinta.

" aku tidak peduli siapa namun sekarang dan bagaimana wajah mu. Yang jelas kamu tetap lah rania ku" ujar Kevin tanpa tahu malu.

Rania terkekeh sinis, dia bangkit dari duduknya. Berjalan pelan memutari tubuh tegap Kevin.

" kamu lucu vin, kamu sangat lucu " ujarnya" kamu lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan 3 tahun lalu? Bagaimana kamu membunuh Rania? Membuat hidupnya terasa berat dan penuh beban? Membunuh nya secara perlahan? " tanya Rania menatap Kevin yang saat ini hanya diam saja.

" kamu mempermainkan nya, kamu selingkuh dengan banyak wanita, kamu membawa wanita wanita itu kerumah tanpa mempedulikan perasaan mu. Membawa mereka ke ranjang kita, kalian bermain di sana. Melakukan hal menjijikan itu tanpa peduli perasaan ku yang juga mendengar suara menjijikan kalian "

" tidak hanya di situ, kamu terus mengabaikan ku, melupakan hari hari special kita, menghina ku dengan kata kata menyakitkan, menyalahkan ku atas kejadian saat itu"

" yaa aku tahu, aku salah karena sudah menjebak mu hingga kita tidur dan melakukan hal itu sampai kamu terpaksa bertanggung jawab dengan menikahi ku. Aku minta maaf, bukan hanya kamu yang menyesal, aku pun sangat menyesal sudah melakukan hal bodoh itu"

Kevin terdiam, dia mendengar semua apa yang gizel katakan. Dia juga masih mengingat dengan jelas semua hal itu. Dia sangat menyesal, sungguh menyesal.

brugh!

Kevin berlutut di depan gizel, dia menyatukan kedua tangan nya memohon di depan gizel.

" maafin aku Rania, aku mohon maafin aku. aku menyesal, aku sungguh menyesal. Tolong kembalilah, aku berjanji aku akan berubah. aku tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu " mohon Kevin tulus .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!