NovelToon NovelToon
Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Mendadak Jadi Simpanan Tuan Douglas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Transmigrasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!

Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.

Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.

"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas

"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai Kehidupan Baru

Suasana di dalam kamar yang tadinya tegang kini mendadak dipenuhi oleh suara decapan kecil dari mulut Cecilia yang sedang melahap makanannya.

​Tanpa memedulikan tatapan tajam dan penuh keheranan yang dilayangkan kepadanya dari arah belakang, Cecilia menyuap nasi goreng tersebut dengan sangat lahap. Perutnya yang kosong sejak pagi benar-benar memprotes keras, membuat urat malu dan gengsinya seketika lenyap tak bersisa. Ia makan seperti orang yang sudah kelaparan selama tiga hari tiga malam.

​Sementara itu, sang pemilik kamar, pria berkaos oblong abu-abu yang menampungnya duduk bersandar di tepi kasur. Ia mengamati gerak-gerik gadis di depannya dengan dahi berkerut dalam.

​Jika dipikir-pikir ulang secara jernih, keputusannya barusan adalah hal paling tidak masuk akal yang pernah ia lakukan seumur hidupnya. Mengapa dia malah repot-repot menarik wanita asing yang sedang histeris itu masuk ke dalam kamarnya? Padahal, ia adalah tipe orang yang paling benci berurusan dengan keributan dan drama perempuan.

​Merasa frustrasi dengan jalan pikirannya sendiri, pria itu refleks menjambak rambutnya dengan kasar ke belakang.

​Gerakan itu sontak membuat Cecilia yang sedang mengunyah makanan terperanjat. Ia menolehkan kepalanya ke belakang secara perlahan dengan mulut masih setengah penuh.

​Deg.

​Netra cokelat Cecilia langsung beradu pandang dengan mata tajam sang pemilik kamar. Suasana mendadak menjadi begitu canggung dan hening. Sadar bahwa dirinya tertangkap basah sedang menatap, Cecilia buru-buru membuang muka, menundukkan kepalanya, dan kembali fokus menghabiskan sisa nasi goreng di piring kertas dengan gerakan kilat.

​Beberapa menit kemudian, suapan terakhir berhasil masuk ke mulut Cecilia. Ia meneguk sedikit air mineral dari botol kecil yang ia bawa, lalu menyeka bibirnya dengan tisu.

​Begitu rasa laparnya teratasi dan perutnya sudah terisi penuh, kesadaran dan akal sehat Cecilia mendadak kembali sepenuhnya. Saat itulah gelombang rasa malu dan segan menyerang pertahanan mentalnya bertubi-tubi. Wajah putihnya langsung merona merah padam hingga ke pangkal telinga.

​"Ya ampun, apa yang sudah kulakukan tadi?!" batin Cecilia menjerit histeris dalam hati, merutuki kebodohannya sendiri.

"Menangis histeris di lorong, ditolong, lalu makan dengan beringas di kamar pria asing? Harga diriku benar-benar sudah terjun bebas ke jurang!"

​Dengan perasaan tidak enak hati yang luar biasa, Cecilia perlahan-lahan mengangkat wajahnya. Ia melirik ragu-ragu ke arah pria yang masih duduk di atas kasur dengan tatapan mengintimidasi.

​Cecilia bangkit berdiri dengan gerakan canggung dan gugup. Ia merapikan pakaiannya, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam sebagai tanda terima kasih sekaligus permohonan maaf.

​"T-Tuan... terima kasih banyak atas nasi gorengnya, dan... maafkan aku karena sudah membuat keributan, merepotkanmu, serta bersikap sangat memalukan tadi," ucap Cecilia terbata-bata, suaranya terdengar sangat kecil karena rasa malu yang teramat sangat.

"Aku... aku pamit keluar ke kamarku dulu, ya. Permisi!"

​Tanpa menunggu balasan, koreksi, atau izin dari sang pemilik kamar, Cecilia langsung berbalik badan dan berlari kecil keluar dari kamar tersebut, menutup pintunya rapat-rapat dari luar.

​Pria di dalam kamar itu sontak melongo lebar. Ia menatap pintu yang baru saja tertutup dengan pandangan tidak percaya.

​"Apa-apaan gadis itu?!" gumamnya pelan, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran.

"Datang membuat onar, menangis histeris, makan seperti kesurupan, lalu kabur begitu saja tanpa menyebutkan namanya. Sungguh gadis yang benar-benar aneh."

​Pria itu menghembuskan napas panjang, berharap di sisa hari-hari kedepannya ia tidak perlu lagi berurusan atau bahkan bertemu dengan gadis aneh tetangga sebelah kamar itu.

​Sementara itu, Cecilia berlari sekuat tenaga menelusuri koridor lantai dua hingga sampai di depan pintu kamarnya sendiri. Ia segera membuka pintu, masuk ke dalam, dan menguncinya rapat-rapat.

​Begitu berada di dalam kamarnya yang aman, Cecilia menyandarkan punggungnya di balik pintu. Ia menangkup kedua pipinya yang masih terasa panas membara.

​"Malu banget! Sumpah, malu banget!" gerutu Cecilia sambil menggigit bibir bawahnya frustrasi, menghentakkan kakinya ke lantai.

"Semua kekacauan ini terjadi karena amarahku pada Douglas! Pria sialan itu memang benar-benar sumber segala kesialan!"

​Ya, kemarahan dan rasa stres yang luar biasa akibat teror Douglas tadi yang membuat pertahanan mentalnya hancur lebur hingga ia bertindak konyol di depan tetangga kos barunya. Karena pria kulkas itu, ia kehilangan harga diri dan tampak menyedihkan di depan pria lain.

​Sambil menarik napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya, Cecilia berjalan ke arah meja belajar dan mengambil ponsel mahalnya yang sejak tadi sore sengaja ia matikan dayanya.

​Dengan jari yang sedikit ragu, Cecilia menekan tombol power. Layar ponsel itu menyala terang, memunculkan deretan notifikasi yang masuk secara beruntun tanpa jeda.

​Bzzzt! Bzzzt!

​Ponselnya bergetar hebat. Cecilia mengerjap ngeri melihat puluhan panggilan tak terjawab yang terpampang di layar. Semuanya berasal dari satu nama, Douglas.

​Tidak hanya panggilan telepon, puluhan pesan singkat atau chat dari pria itu juga membanjiri kotak masuknya. Layar ponselnya dipenuhi oleh gertakan, ancaman dingin, hingga perintah mutlak agar Cecilia segera kembali ke apartemen.

​Namun, Cecilia tidak memiliki niat sedikit pun untuk membaca isi pesan-pesan tersebut, apalagi membalasnya. Bagi Cecilia, setiap kata yang diketik oleh Douglas tidak lebih dari racun beracun yang akan menjerumuskannya kembali ke dalam sangkar emas penuh dosa.

​"Ku blokir sekalian biar kamu tahu rasa, Tuan Arogan!" geram Cecilia kesal.

​Tanpa keraguan sedikit pun, ibu jari Cecilia bergerak lincah. Ia membuka kontak Douglas, lalu menekan tombol Block Contact tanpa ampun. Seketika itu juga, seluruh akses komunikasi dari Douglas terputus secara permanen.

​Cecilia meletakkan ponselnya kembali ke atas meja dengan perasaan puas yang luar biasa. Hatinya yang tadinya gelisah kini mendadak terasa jauh lebih ringan dan tenang.

​"Sudah! Aku sudah resmi memutus semua hubungan denganmu, Douglas Michael Essen. Jangan harap kamu bisa menemukanku lagi di dunia ini," ucap Cecilia penuh keyakinan pada diri sendiri.

​Setelah urusan pelarian digitalnya selesai, Cecilia memutuskan untuk tidak membuang-buang waktu lagi. Ia meraih handuk bersih dari dalam kopernya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi dalam yang tersedia di kamarnya.

​Udara hangat dari pancuran air mandi perlahan-lahan membasuh tubuhnya, meruntuhkan seluruh rasa lelah, pegal, dan ketegangan yang menumpuk seharian ini. Air mengalir membawa pergi debu jalanan, keringat, serta bayang-bayang kelam masa lalu pemilik tubuh asli yang sempat menghantuinya sejak pertama kali ia terbangun di dunia ini.

​Sambil membasuh wajahnya di bawah air hangat, Cecilia menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi. Meskipun matanya masih sedikit sembab karena menangis tadi, sorot matanya kini memancarkan tekad yang kuat dan berkobar-kobar.

​"Mulai besok, aku adalah Cecilia yang baru," bisiknya pada cermin.

"Aku akan mencari pekerjaan yang halal, menjadi gadis mandiri, hidup sederhana, dan menjauh dari segala macam urusan percintaan."

​Setelah selesai mandi dan mengenakan piyama tidur yang longgar serta nyaman, Cecilia melangkah keluar dari kamar mandi. Rambut cokelat panjangnya dibiarkan tergerai basah di punggungnya.

​Ia berjalan menuju tempat tidur single miliknya yang tampak empuk dan mengundang. Tanpa menunggu waktu lama, Cecilia merebahkan tubuh lelahnya di atas kasur. Ia menarik selimut tebal hingga sebatas dada, lalu memadamkan lampu tidur di sisi meja.

​Di dalam keheningan malam yang mulai larut, Cecilia menatap langit-langit kamar kosnya yang sederhana. Matanya perlahan-lahan terasa berat. Kelelahan fisik hari ini akhirnya merajai raganya.

​Sebelum kesadarannya benar-benar hilang terserap ke alam mimpi, sebuah harapan tulus melintas di benaknya.

"​Jujur saja, aku masih merasa sangat lelah dengan semua kekacauan ini... Berharap saat aku membuka mata besok pagi, semua ini hanyalah mimpi buruk, dan aku kembali hidup normal di dunia asalku."

​Namun, seiring dengan deru napasnya yang mulai teratur dan perlahan berubah menjadi dengkuran halus, Cecilia tahu persis bahwa dunia baru ini adalah kenyataan mutlak yang harus ia hadapi. Dengan tekad dan semangat baru di dalam dadanya, Cecilia menyambut datangnya hari esok, siap menulis lembaran hidupnya yang bersih dari noda hitam masa lalu.

Bersambung...

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Potatoes 🥔
Clingy banget 😒
Potatoes 🥔
Makanya, komunikasi yang bener😒
partini
mau kabur kemana mending ga usah lah nanti ketemu lagi percuma aja
Mia Camelia
seneng nya ngliat mereka berdua akur2 jom and jerry🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
coba dari dulu doghlas bersikap manja ky bgini, pasti cecil gk bakal kabur🤣🤣🤣
Mia Camelia
waduh jangan2 doughlas udah berubah nih jadi greenflag🤔🤔🤔
ati2 cecil🤭🤭🤭
Mia Camelia
akhir nya cecilia udah semangat lgi🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
douglas terlalu kejam
Mia Camelia
kalo sama2 susah berkomunikasi ky gini, kasian cecilia nya😔😔😔
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
It's me Ri🥕: Tentunya kita kasih pelajaran, cuma kan ga mungkin langsung masuk kesitu kak, bentar lagi konflik kok dan Douglas nyesel😁 Ditunggu yaaa
total 1 replies
partini
kaya rollercoaster mereka berdua
mungkin methong kedua kali cil baru bebas
Alissia
awas nanti cilcila hamil🤭🤭😖😖
Alissia: hamil thor tapi sama Dougles di paksa anu anu sampek keguguran cilcilanya😢😢
total 2 replies
Alissia
kok gak peka sih Dougles tak getok palamu🤭🤭
Alissia
apa Douglas punya ke pribadian ganda 🤔🤔🤭🤭
Alissia
bayi tuanya mimik cucu 🤣🤣
Alissia
kayaknya Douglas udah jatuh cinta sama Ciilcila tapi gengsi mau menggungkapkan🤭🤭
Alissia
awas bucin Douglas🤭🤭🤭
Dewi Anggraeni
Lanjutttt
Dewi Anggraeni
lanjut
Dewi Anggraeni
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!