Di alam para Dewa, aturan sudah tertulis sejak zaman dahulu kala: Laki-laki adalah Dewa, Wanita adalah Malaikat. Namun, Lisa adalah pengecualian. Dalam darahnya mengalir kekuatan agung sang Raja Dewa, dan tanda suci terukir di tubuhnya membuktikan dia layak menyandang gelar "Dewa", bukan sekadar "Malaikat".
Sayangnya, dunia tak siap menerima itu. Lisa tumbuh dengan anggun, lemah lembut, namun kesepian. Ayahnya, sang Penguasa Langit, bersikap dingin dan menghilang sejak ia berusia 5 tahun. Lisa mengira dirinya dibenci dan ditolak.
Namun, kenyataannya berbeda. Sang Ayah bukan tak punya hati, ia justru menyembunyikan Lisa demi melindunginya dari kecemburuan dan bahaya maut dari Dewa-Dewa lain. Ketika Lisa dewasa dan menuntut haknya, ia harus menempuh jalan berdarah, menguasai sihir terkuat, dan memimpin perubahan sejarah. Di tengah pertarungan memperebutkan takdir, ia juga akan menemukan cinta, memecahkan kesalahpahaman besar, dan akhirnya mengerti arti pengorbanan sang Ayah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Liss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.23
"Cukup sudah untuk bermain-mainnya!" suara berat dan dingin Dewa Iblis Darah itu menggema, memotong segala harapan yang tersisa. Wajahnya yang mengerikan menyunggingkan senyum penuh nafsu dan keangkuhan. "Sekarang... aku akan menjadikan kalian semua makanan lezat. Aku akan memakan kalian satu per satu dengan rasa nikmat yang tak terbayangkan!"
Tanpa bisa melawan sedikit pun, tubuh Wu-Yuan, Fredrin,Ji-na Floyen, Carl, dan xioyan tiba-tiba terangkat ke udara, dikendalikan oleh kekuatan telekinesis mutlak makhluk itu. Mereka tergantung tak berdaya di ketinggian, napas mereka tersengal-sengal, nyawa mereka sudah berada di ujung tanduk. Dewa Iblis Darah itu menoleh ke bawah, menatap tajam ke arah Lisa yang masih berdiri gemetar seorang diri di tanah.
"Lihatlah dengan baik-baik, wahai Dewa Kecil..." ucapnya mengejek, suaranya penuh kebencian sekaligus kegembiraan sadis. "Aku akan memberikanmu tontonan yang paling indah. Kau akan berdiri di sana, menatap, dan melihat bagaimana teman-temanmu... bahkan Senior yang kau hormati itu... mati dan hancur lebur tepat di depan matamu sendiri. Nikmati rasa sakit ini, karena inilah hukuman bagi makhluk kecil yang berani menentangku!"
Perlahan, tangan raksasa Dewa Iblis itu bergerak. Seketika itu juga, aura merah darah mulai menyedot masuk ke tubuh setiap orang yang tergantung di atas sana. Teriakan kesakitan yang mengerikan terdengar membelah langit. Energi kehidupan, kekuatan, ingatan, hingga jiwa mereka ditarik paksa keluar dari tubuh mereka, mengalir masuk ke dalam mulut raksasa itu.
"AAAAAAARGHHHH!!"
Namun, di antara semua suara itu, ada satu suara yang paling menyayat hati, suara yang membuat jiwa Lisa seakan terkoyak menjadi dua. Itu adalah suara Floyen.
"KAKAAAAAK!! SAKIT... AKU SAKIT SEKALI... KAKAK TOLONG AKU..."
Floyen, adik perempuan yang paling ia lindungi, yang paling ia sayangi, satu-satunya keluarga yang ia miliki di dunia ini, berteriak memanggilnya dengan suara penuh kepedihan dan ketakutan. Itu adalah batas terakhir yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun.
Rasa sakit, marah, dan kemarahan yang meluap-luap meledak di dalam dada Lisa. Pandangannya menjadi merah padam. Ia sudah tidak peduli lagi dengan larangan, hukuman, atau konsekuensi apa pun. Ia tidak bisa membiarkan adiknya mati, tidak bisa membiarkan mereka semua binasa begitu saja.
"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA!" Teriakan Lisa mengguncang seluruh Domain.
Di saat yang sama, kain penutup mata yang selama ini menutupi kedua matanya terlepas dan jatuh ke tanah.
Hening.
Untuk sesaat, seluruh dunia seakan berhenti bergerak.Lalu Lisa membuka matanya.Tidak ada bola mata manusia di sana.Tidak ada warna hitam. Tidak ada warna putih.
Yang terlihat hanyalah hamparan semesta tak berbatas. Galaksi-galaksi berputar perlahan di dalam kedua matanya. Bintang-bintang lahir dan mati dalam hitungan detik. Tata surya yang tak terhitung jumlahnya bergerak mengikuti hukum yang bahkan para dewa tidak mampu pahami.
Cahaya yang terpancar dari matanya menyelimuti seluruh ruang.
CRAAACK!
Langit Domain mulai retak.Retakan demi retakan menjalar ke segala arah seperti kaca yang tidak mampu menahan keberadaannya.
Lisa melangkah maju.
DUNG!!
Hanya satu langkah.Tekanan yang sebelumnya menindas semua orang lenyap tanpa jejak.
Sosok raksasa yang berdiri di puncak kekuasaan itu langsung membeku.Mata merahnya melebar.
Naluri terdalamnya, naluri yang telah menemaninya selama ribuan tahun, berteriak penuh ketakutan.
Lari.
Namun tubuhnya tidak bergerak.Untuk pertama kalinya sejak ia lahir, ia merasakan sesuatu yang lebih tinggi darinya.
Jauh lebih tinggi.
"Ti-tidak mungkin..." gumamnya.
Ia mencoba mengangkat tangannya.Mencoba menyerang.
Mencoba melawan.
Namun sebelum kekuatannya sempat terbentuk, seluruh lengan kanannya hancur menjadi debu.
BOOM!
Jeritan menyakitkan menggema.
Sementara itu, tubuh Wu-Yuan, Floyen, Fredrin, Carl,Ji-na dan xioyan perlahan turun ke tanah.
Gerakan mereka melambat seolah waktu sendiri menolak membiarkan mereka terluka.
Lisa berdiri diam.Auranya tidak meledak.Justru itulah yang mengerikan.
Keberadaannya semata sudah cukup membuat ruang dan waktu bertekuk lutut.Ia menatap makhluk raksasa itu.
Tatapan dingin.
Tatapan yang bahkan tidak menganggapnya sebagai ancaman.
"Berani sekali kau..." suara Lisa terdengar pelan.
Namun setiap kata mengguncang dunia.
"...menyentuh keluargaku."
CRACK!
Retakan hitam muncul di dada sang iblis."...menyakiti orang-orang yang berada di bawah perlindunganku."
CRACK!
Retakan itu menyebar semakin luas.Darah menyembur ke segala arah.Makhluk itu meraung kesakitan.
"Siapa kau?!" teriaknya panik.
"Apa sebenarnya kau?!"
Lisa terdiam beberapa saat.
Di belakang tubuh mungilnya, bayangan semesta raksasa mulai muncul.Bintang-bintang bermunculan satu demi satu.
Galaksi berputar mengelilinginya.
Pemandangan itu begitu megah hingga membuat jiwa siapa pun yang melihatnya gemetar.
Lalu Lisa berbicara.
"Kau ingin tahu siapa aku?" Senyum tipis muncul di wajahnya.
Namun senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun.
"Aku tidak peduli apakah kau tahu atau tidak."
"Tapi ada satu hal yang harus kau pahami." Tatapannya menjadi semakin dingin.
"Hari ini... kau telah menyentuh sesuatu yang tidak boleh kau sentuh." Begitu kata-kata itu terucap—
WUUUSSHHH!!
Cahaya putih keemasan tiba-tiba menembus langit Domain yang retak.
Dewa Iblis Darah membelalak.
Mustahil.Tidak ada seorang pun yang bisa memasuki Domain miliknya tanpa izin.
Namun cahaya itu tetap turun.Seolah hukum Domain itu sendiri tidak berani menghalanginya.
Dari dalam cahaya tersebut, puluhan peri bersayap kristal muncul satu per satu.
Mereka memancarkan aura suci yang agung.Namun wajah mereka justru dipenuhi kepanikan.
Begitu melihat Lisa, seluruh peri itu langsung berlutut.
"Nona Lisa yang Mulia!"
"Putri Lisa!"
"Dewa Lisa!"
"Kami mohon hentikan ini!"
"Kami mohon jangan membuka segel Anda lebih jauh lagi!"
Lisa tidak menjawab.Galaksi di kedua matanya terus berputar.
Retakan di langit Domain semakin banyak.Ruang mulai terdistorsi.
Bahkan hukum yang mengendalikan Domain Dewa Iblis Darah mulai kehilangan kestabilannya.
Salah satu peri maju dengan wajah pucat."Nona Lisa, jika Anda terus melepaskan kekuatan ini, Hukum Alam Semesta akan mendeteksinya!"
"Serangan balik yang turun tidak akan bisa dibendung!"
"Kami mohon, hentikan sebelum terlambat!"
Akhirnya Lisa menoleh.Tatapannya jatuh kepada Floyen yang terbaring lemah.Lalu kepada Wu-Yuan dan yang lainnya.
Air mata perlahan mengalir dari sudut matanya.Namun kemarahan di dalam dirinya tidak berkurang sedikit pun.
"Kalau begitu..." Suaranya bergetar.
"Di mana kalian saat mereka hampir mati?" Seluruh peri terdiam.
"Di mana kalian saat adikku berteriak meminta tolong?" Tidak ada yang mampu menjawab. Lisa mengepalkan tangannya.
Domain kembali berguncang hebat. "Aku sudah cukup menahan diri."
"Dan kali ini..."
Tatapannya kembali tertuju pada Dewa Iblis Darah yang gemetar ketakutan.
"...aku tidak akan berhenti..tidak peduli apa pun harga yang harus aku bayar aku akan menghancurkan segalanya"
Bersambung......