NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7

Pada saat disekolah, ayu juga mulai merasakan tubuhnya lemah dan sering merasakan sakit dibagian dadanya, tapi ayu tetap melanjutkan aktivitas belajarnya sampai pulang

Di saat yang sama, Samsul tertawa di rumah dan dia sudah terbayang warungnya jadi toko kelontong yang semakin besar dan rumahnya bagus

Tapi dia tidak tau satu hal, ayu mempunyai pelindung dari kakeknya, karena saat masih muda kakeknya sudah menganut ilmu hitam dan menjadi dukun besar yang ditakuti orang kampung, dan kakeknya masih mempunyai pegangan yang akan di warisin sampai turun temurun walaupun dia sudah mati dan pegangan itu yang akan menjaga keluarganya dari marabahaya, ayu tidak bisa mati oleh ilmu hitam kecuali atas takdir Allah tapi bertahun-tahun dia akan merasakan rasa skit dan dari rasa sakit itu lah perjalanan kisahnya dimulai

Dimalam yang sunyi dan hanya dtemani bintang dan cahaya bulan. tiba-tiba angin mendadak berhembus kencang dan Suara jangkrik yang tadi berisik seolah ditelan tanah dan kegelapan malam. Saat ayu ingin ke kamar mandi yang ada dibelakang rumahnya. ayu mendengar nafas berat dan saat melihat dipojokan pohon mangga, ayu melihat makhluk besar, kasar, berbulu dan berbau tanah kuburan basah. Matanya menyala merah dari sela rambut hitam kusut yang menutupi separuh wajah.

pada saat itulah Sosok menyeramkan tersebut ingin masuk ke tubuh ayu, dan hembusan angin semakin dan disaat itu ayu mengangkat tangannya, dari mulutnya keluar suara yang bukan suaranya dan Suara tua, berat:

"Balik! Darah ini dijaga."

Kata-kata itu bukan keluar dari mulut Ayu. Bibirnya bergerak, tapi suara yang keluar berat, serak, seperti datang dari dasar sumur tua. Suara kakeknya.

Makhluk tinggi itu tersentak. Cakarnya yang panjang mencengkeram pohon mangga hingga meninggalkan bekas cakaran. Ia mendesis, mundur setengah langkah, tapi belum mau pergi. Ia bisa merasakan sesuatu di dalam darah gadis itu... tua, Dingin dan Lebih tua dari dirinya.

"Darah Mbah Karsa tidak bisa kau sentuh, iblis kampung." Suara tua itu kembali, kali ini disertai senyum yang bukan senyum Ayu. "Sekali lagi kau coba untuk mengusik keturunanku, aku cabut namamu dari buku kematian."

Makhluk itu meraung. Bukan suara binatang, tapi suara puluhan orang yang menjerit bersamaan. Atap rumah tetangga bergetar, Anjing tetangga tiba-tiba hilang suaranya. Ia tahu ini bukan gertakan dan Di desa ini, semua orang tahu nama Mbah Karsa. Dulunya dukun besar yang ditakuti, sekarang jadi penjaga meski tulangnya sudah jadi tanah.

Dengan sekali hentak kaki, sosok hitam itu lenyap menembus kegelapan malam meninggalkan bau anyir dan bekas cakaran di di pohon

Ayu jatuh berlutut dan Kesadaran kembali, meski Napasnya tersengal. Mulutnya terasa asin, seperti habis makan darah. Di tangannya ada bekas seperti gambar hewan buas

Tapi rasa sakit itu datang Pertama di dada. Seperti ditusuk paku panas, Lalu menjalar ke tulang, ke urat, ke setiap sendi. Tubuhnya bergetar dan ini adalah harga dari "pegangan" itu. Selama makhluk luar mencoba masuk, tubuh Ayu yang jadi medan perang, Ia tidak akan mati... tapi ia akan merasakan neraka kecil setiap malam.

Dari dalam rumah, suara emaknya terbangun panik: "Ayu! Ayu!"

Ayu menggigit bibir sampai berdarah biar tidak berteriak. Ia tidak boleh membuat emaknya tahu. Kalau orang kampung tahu darah Mbah Karsa masih hidup di tubuhnya, sejarah lama akan diungkit lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!