NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Setelah selesai diobati, Santa segera menghubungi kedua orang tua Alisha. Mohan dan Alena yang saat ini masih belum tau tentang kabar putri mereka masih diluar negeri. Santa mengambil ponselnya dari saku celananya, ia segera mencari nomor telepon mama Alisha yang kebetulan ia juga memilikinya.

Tut...tut...tut...

Setelah beberapa kali dihubungi barulah telfon terhubung. Terdengar suara lembut Alena mama Alisha.

"Halo Santa ada apa nak? bagaimana kabarmu saat ini?" tanya Alena dari sebrang telfon.

"Halo Tante..." baru mendengar suara lembut mama Alena entah mengapa Santa tidak bisa menahan tangisnya.

"Iya nak ada apa, kamu baik baik saja kan?" tanya Alena terdengar kawatir.

"Tante...

Alisha te, Alisha kecelakaan saat ini masih di ruang IGD" ucap Santa dengan linangan air mata.

Alena yang mendengar kabar tentang putrinya mengalami kecelakaan hatinya bagaikan disambar petir jantungnya berdegup kencang napasnya tercekat di tenggorokan. "Ya Allah anakku Alisha, terus bagaimana sekarang keadaan Alisha nak. Terus Alisha dirawat dirumah sakit mana nak?" tanya Alena terdengar suara serak karena menangis.

"Di rumah sakit Citra Medika te" jawab Santa.

"Baiklah sekarang juga Tante dan Om segera kembali ke Indonesia. Tolong jaga Alisha ya nak sampai kami datang" ucap Alena sebelum menutup panggilan mereka.

Setelah panggilan berakhir, Santa segera kembali ke menunggu didepan ruang IGD. Sudah 1 jam lebih Santa menunggu namun belum ada tanda-tanda pintu ruang IGD terbuka. Santa dengan sabar menunggu kabar dari dokter yang menangani Alisha.

Setelah 1 jam lebih menunggu pada akhirnya pintu IGD terbuka nampak seorang dokter wanita paruh baya keluar dari dalam ruangan tersebut. "Dengan keluarga nona Alisha Azura?" tanya dokter tersebut saat melihat Santa seorang diri.

"Saya dokter, bagaimana dengan keadaan adik saya dok?" tanya Santa dengan perasaan tak menentu.

Sebelum menjawab dokter tersebut menghela nafas berat. " Maaf sebelumnya mbak, kondisi adik anda cukup parah terutama kedua kakinya terluka parah kemungkinan nona Alisha mengalami kelumpuhan " ucap dokter menerangkan secara detail tentang kondisi Alisha saat ini dan Santa mendengar perkataan dokter dengan serius.

"Apa Dok, lumpuh..!? adik saya mengalami kelumpuhan..??" tanya Santa "Dokter apa ada kemungkinan untuk sembuh kembali dok?" tanya Santa yang begitu terkejut. Jujur saja kabar tentang kondisi Alisha benar-benar membuatnya syok. Santa tidak bisa membayangkan bagaimana jika Alisha tau tentang keadaannya nanti saat ia sadar.

"Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil sekali mbak, akan tetapi jika adik anda bersedia berobat secara rutin dan mengikuti terapi dengan rutin insya Allah yang namanya usaha tidak ada yang sia sia. Pasti adik anda akan bisa berjalan lagi tapi membutuhkan waktu tidak sebentar, harus sabar dan yang paling terpenting adalah suport orang orang terdekatnya terutama keluarga" jawab dokter dengan serius.

"Baiklah Dok, tolong lakukan yang terbaik untuk adik saya" ucap Santa.

"Pasti itu, kami akan melakukan yang terbaik untuk semua pasien kami karena kesembuhan para pasien adalah tanggung jawab kami" jawab dokter tersebut.

"Nona Alisha akan dipindahkan ke operasi jadi tolong segera urus biaya administrasinya" ucap salah satu suster yang mendampingi dokter tersebut dengan sopan.

"Baik suster" jawab Santa.

"Kalau begitu saya permisi mau melanjutkan pemeriksaan ke pasien lain" ucap dokter tersebut sebelum pergi.

"Baik dokter, terimakasih" jawab Santa sopan.

"Sama sama mbak" setelah itu dokter tersebut pergi melanjutkan pekerjaannya diikuti oleh beberapa suster.

Setelah selesai membayar biaya administrasi Santa kembali ke ruang IGD. Tak lama beberapa suster membuka pintu IGD dan disusul beberapa suster mendorong brankar pasien yang ditempati Alisha untuk dibawa ke ruang operasi.

Santa yang melihat keadaan sahabatnya yang masih belum sadar ia segera menghampiri Alisha. Ia genggam tangan Alisha" Lo harus sembuh Al, gue akan selalu ada untuk Lo. Selama Lo belum bisa jalan dengan kaki Lo sendiri, maka kaki gue akan menjadi kaki Lo juga. Gue sayang sama Lo Al, jadi berusahalah untuk sembuh Al" bisik Santa dengan air mata kembali menetes disudut matanya. Para suster yang mendengar bisikan Santa mereka ikut terharu dan ada beberapa suster matanya berkaca-kaca melihat momen mengharukan didepan mereka.

" Permisi mbak pasien harus segera dibawa ke ruang operasi karena para dokter sudah menunggu" ucap seorang suster sopan. Santa yang mendengar langsung kembali berdiri tegak dan mempersilahkan suster kembali mendorong brankar yang ditempati Alisha.

Setelah pintu ruang operasi di tutup rapat oleh suster tak lama lampu operasi menyala pertanda operasi sedangkan berjalan. Santa dengan sabar menunggu didepan pintu ruang operasi seorang diri, bahkan Santa tidak memperdulikan penampilannya yang masih berantakan terutama beberapa bercak darah milik Alisha yang menempel di kaos warna putih yang ia kenakan. Bahkan perutnya yang terasa lapar ia abaikan, bagi Santa saat ini adalah kondisi Alisha yang utama.

\>\>\>\>\>\>\>\>

Sedangkan didalam sebuah pesawat sepasang suami istri sedang duduk gelisah, pikiran mereka tertuju kepada keadaan putrinya ingin rasanya mereka segera menemui putri mereka. "Mas anak kita.." ucap sang istri dengan airmata mengucur deras. Sejak mendengar kabar dari sahabat putrinya, Alena benar-benar kawatir dengan kondisi putrinya. Mohan yang mendengar isakan sang istri langsung memeluk untuk memberikan ketenangan.

"Iya sayang, sabar 2 jam lagi kita akan sampai di bandara. Dari bandara kita langsung menuju rumah sakit. Untuk pakaian ganti kita biar bik Surti yang mengantarkan ke rumah sakit langsung" ucap Mohan lembut. Alena yang mendengar jawaban suaminya akhirnya mengangguk singkat di pelukan suaminya.

2 jam kemudian

Pesawat yang ditumpangi mereka berdua sudah sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Seorang supir sudah menunggu kedatangan majikannya. "Selamat datang tuan, nyonya" sapa pak Kardi sang supir dengan sopan. Tuan Mohon dan nyonya Alena hanya mengangguk kecil. Pak Kardi melihat mata sembab nyonya Alena merasa heran namun ia tidak punya keberanian untuk bertanya secara langsung. Setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil pintu mobil sudah dibukakan oleh pak Kardi. Setelah kedua majikannya sudah duduk nyaman dikursi penumpang barulah pak Kardi menjalankan mobilnya. "Langsung ke rumah sakit Citra Medika pak" ucap nyonya Alena.

"Baik nyonya" jawab pak Kardi patuh. Setelah 40 menit kemudian mobil yang dikendarai pak Kardi sudah sampai dirumah sakit Citra Medika. Belum sempat pak Kardi membuka pintu mobil tuan Mohan langsung keluar dari dalam mobil disusul oleh nyonya Alena. Sebelum masuk kedalam rumah sakit Tuan Mohan menghentikan langkahnya "Pak Kardi pulanglah jemput bik Surti mengambil baju ganti untuk kami" setelah mengatakan itu tuan Mohan kembali melanjutkan langkahnya menyusul sang istri yang sudah masuk dalam rumah sakit. "Baik tuan" jawab pak Kardi patuh pria paruh baya tersebut langsung pergi meninggalkan rumah sakit.

"Suster, pasien atas nama Alisha Azura Bastara dirawat dilantai berapa?" tanya nyonya Alena kepada suster yang bertugas dimeja administrasi. "Sebentar ya Bu, saya cek dulu" jawab suster segera membuka daftar nama pasien dikomputer.

"Pasien atas nama Alisha Azura Bastara saat ini masih menjalani operasi Bu" jawab suster. nyonya Alena yang mendengar jawaban suster sangat terkejut. Apakah kondisi putrinya sangat parah sehingga sampai operasi. Jantung nyonya Alena dan tuan Mohan berdegup semakin kencang. "Baik suster terimakasih" ucap Mohan lalu merangkul pundak sang istri yang nampak begitu syok. "Ayo sayang kita ke ruang operasi, kita temui Santa. Pasti Santa sudah menunggu kedatangan kita" ajak tuan Mohan merangkul pundak istrinya.

Saat ini Santa masih menunggu dengan perasaan gelisah didepan pintu ruang operasi. Sudah 2 jam berlalu namun operasi belum selesai. Tak lama terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arahnya. "Santa bagaimana keadaan Alisha nak?" tanya Alena setelah sampai didepan pintu ruang operasi. "Operasinya masih belum selesai tante" jawab Santa dengan suara lirih. "Maafkan Santa tante, Santa gagal jagain Alisha" ucap Santa lirih dengan bahu bergetar. Nyonya Alena langsung menarik tubuh lemah Santa kedalam pelukannya. "Maafkan Santa te, seandainya Santa menemani Alisha pergi waktu itu pasti hal ini enggak akan terjadi hiks hiks.."Santa menangis di pelukan nyonya Alena. "Sssstt... Tante dan Om enggak nyalahin kamu nak, kamu jangan merasa bersalah. Sekarang kita berdoa bersama semoga operasinya berhasil dan Alisha segera pulih kembali" ucap nyonya Alena. Perlahan nyonya Alena melepas pelukannya dan kini ia baru sadar dengan keadaan Santa. "Ya Allah tanganmu kenapa nak?? dan ini darah siapa??" tanya nyonya Alena. "Enggak apa apa te, hanya luka kecil. Ini darah Alisha te, saya belum sempat ganti baju karena saya masih fokus menunggu kabar dari dokter tentang kondisi Alisha" jawab Santa.

"Sekarang kamu pulang dulu, ganti baju sekaligus istirahat. Biar om dan tante yang menjaga Alisha" ucap tuan Mohan. "Tapi om, saya masih ingin disini" jawab Santa. Nyonya Alena menggenggam tangan Santa lalu berkata" Nak, benar yang dikatakan Om, sekarang kamu pulang dulu istirahat nanti kamu kesini lagi" ucap nyonya Alena lembut. Santa yang ingin menolak akhirnya nurut dan Santa pamit pulang kepada pasangan paruh baya tersebut yang sudah dianggap seperti orang tuanya.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!