Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 LEON YANG GAGAH
******
******
******
sebuah mobil hitam berhenti di suatu gedung kosong, tampaknya dua pria yang telah menculik Alicia keluar dari dalam mobil tidak lupa juga mereka tutup pintu mobil nya.
Leon yang tidak jauh dari pantauan nya hanya memperhatikan mereka dari kejauhan. sepertinya mereka berdua memasuki gedung kosong itu. Leon pun keluar dari dalam mobil tidak lupa juga menutup pintu mobilnya. Leon melangkah jalan mengikuti mereka berdua yang akan pergi.
Leon Mengedap-gedap dengan Hati-hati, melihat sekeliling sekitar agar tidak ketahuan.
dua pria itu melangkah jalan masuk ke ruang tengah kosong. dua pria lagi hanya sedang asik main kartu dengan santai.
"enak bener kalian iya...! ". Sahut nya melangkah mendekat ke mereka berdua yang lagi asik main kartu.
mereka berdua pun menoleh ke arah mereka berdua yang baru tiba.
" gimana?? wanita itu sudah kembali?? ". Tanya teman nya yang pegang kartu di tangan nya itu dengan nada ngegas
" iya... saat ini kita tidak akan aman! ". Ucap nya.
Leon yang melihat mereka berempat lagi berbicara saat ini dirinya sedang mengintip dan menguping apa yang mereka bicara kan.
" terus gimana... kau sudah kasih tau pada bos!! " Tanya teman nya
"sudah, jawabannya kayak orang yang tidak takut di penjara". jawabannya
" haduh... gk ngerti lagi dengan bos kita... kayaknya bos... harus ke rumah sakit jiwa... bukan nya nolongin kita... ko sikap nya cuek! ". Ujar temannya sangat kesel
" sudah lah... lagian tujuan kita kan mendapat nona Janet, kita secepatnya harus culik wanita itu, sebelum bos, membunuh kita". Ujar nya pada mereka semua
"ok, ayo". jawab temannya melempar kartu ke meja
mereka berempat pun melangkah jalan untuk mulai aksi mereka.
Leon yang mendengar itu, dirinya mulai panik dan bergegas kembali keluar gedung itu. sesampainya di mobil nya. Leon berfikir mencari cara agar mereka berempat itu tidak melakukan kejahatan kembali pada Janet.
Leon bernick untuk menyelesaikan masalah dengan cara kejamnya. Ia melihat sebuah balok panjang seperti nya berguna untuk menghabisi mereka, Leon berbalik melangkah jalan.
mereka berempat pun keluar dari gedung kosong itu
Bruk
satu orang langsung pingsan dan jatuh ke bawah tanah. seketika mereka bertiga berbalik setelah mendengar pukulan keras. seketika mereka bertiga langsung terkejut melihat seorang pria gagah yaitu Leon yang sedang membawa balok panjang di tangan nya itu.
Bruk
satu orang lagi pun Leon pukul dengan keras tempat di Kepala nya dia.
"Hai hajar dia". perintah nya menyuruh teman nya untuk melawan.
Bruk
Plak
mereka berdua pun saling adu pukul dengan tangan kosong
bruk
bruk
Leon pun pukul dengan keras tempat di perut orang itu. langsung dia pun tumbang jatuh ke bawah tanah.
satu teman nya terkejut karena teman nya kalah dari Leon, kini tinggal dirinya saja yang masih bertahan.
kedua tangan nya langsung aba-aba untuk pertahanan, dirinya mulai ketakutan dengan pria gagah itu.
"APA!! HAAAAA!! ". seketika dia maju melawan Leon
Bruk
Plak
Bruk
pada akhirnya mereka berempat tumbang semua tidak ada yang bergerak.
Leon mengali tanah pakai sekop pasir sampai dalam untuk mengubur kan mereka berempat, padahal nafas mereka masih ada mereka berempat masih hidup, seperti nya leon beranjak menguburkan mereka hidup-hidup. Leon terus mengali lebih dalam tanpa berhenti.
Setelah sudah dalam galian tanah nya, kini Leon satu persatu tubuh mereka ke liang lahat, sesudah lempar tubuh mereka ke dalam liang lahat. Leon pun menguburkan mereka semua dengan keadaan hidup-hidup
Di tempat lain tampaknya Janet masih bingung dengan keberadaan Leon dari tadi pagi sampai siang ini belum ada kelihatan batang hidungnya. Dirinya bingung entah kemana perginya Leon.
Janet yang sedang duduk di kursi depan meja kerja nya hanya terdiam melamun dengan tangan kanan berada di dagu nya, ia memikirkan selain memikirkan Leon dirinya juga memikirkan masalah hidupnya.
Tok
Tok
Tok
seketika Janet tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara ketok kan pintu.
"iya...masuk". minta Janet
Cklik
seorang perempuan karyawan nya masuk kedalam ruang Janet membawa berkas di tangan nya itu, ia melangkah mendekat
"maaf Bu bos...ini ada berkas yang harus di tangan tangan nin" ucap nya meletakkan berkas di atas meja depan Janet."dan...ini ada undangan dari keluarga Hasmurandra untuk ibu bos", ia pun memberikan sebuah undangan pada Janet.
Janet pun ambil dari tangan karyawan nya itu.
"ok". jawab Janet singkat meletakkan undangan nya di samping nya, dirinya pun membuka lembaran berkas dan membaca dengan seksama.
Janet pun menulis tanda tangan di berkas nya itu, setelah itu Janet memberikan berkas pada karyawan nya, dia melangkah pergi meninggalkan ruang kantor Janet.
Setelah karyawan nya pergi, kini janet pun membuka undangan dari karyawan nya itu.
Seperti nya Janet akan datang ke acara pesta keluarga Hasmurandra itu, ia ingin tahu tentang perusahaan mereka itu, selain itu ingin tahu siapa saja yang mencoba menghancurkan nya.
Setelah lama berkerja, duduk di kursi membuat Janet merasa pegel dirinya merasa tidak nyaman dengan yang duduki di kursi ini. Janet melihat jam di layar komputernya sudah jam PKL 10 malam.
Janet menghela nafas panjang terdiam sejenak
"apa Leon ada di luar???atau masih hilang entah kemana??". Gumam Janet memikirkan Leon berharap kalau Leon menjemput nya pulang
Janet pun beranjak membereskan meja kerjanya, ia pun melangkah jalan meninggalkan ruang kantor nya. Dirinya berjalan di lorong lobby melangkah setiap kantor yang ia lewati terlihat kosong dan sepi semua orang di kantor nya sudah pada pulang hanya dirinya yang belum pulang.
Kini janet sudah berada ada di parkiran mobil melihat sekeliling parkir namun tidak ada Leon di setiap sudut parkir itu, terlihat wajah leon sangat murung dan sedih karena Leon tidak menjemput nya pulang. Janet melangkah mendekat ke mobil nya yang terparkir itu.
Sesampainya nya di depan mobil, Janet pun membuka pintu mobil lalu masuk kedalam mobilnya. Mobil pun jalan laju meninggalkan tempat parkir dan meninggalkan gedung kantor nya.
Di perjalanan menuju rumah yang saat ini dirinya sedang menyetir mobil memperhatikan jalan di depannya, ia berharap Leon sudah ada di rumah nya
Setibanya di rumah mobil Janet pun memasuki rumah dan parkir mobil dengan aman, Janet turun dari mobil tidak lupa menutup pintu mobil nya ia melihat sekeliling tapi belum ada tanda -tanda Leon di sekitar rumah nya. Dirinya sangat kesel dengan sikap Leon yang tidak bisa kerja dengan bener. Janet pun melangkah ke pintu rumah itu.