NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Reina sebenarnya

Keheningan turun seketika.

Puluhan monster yang tadi mengamuk kini membeku di tempat masing-masing. Mata merah mereka menatap lurus ke arah Reina tanpa bergerak sedikit pun.

Udara terasa berat. Bahkan napas menjadi sulit.

Prisma menggertakkan giginya sambil tetap berdiri di depan yang lain. “Tidak… jangan sekarang…”

Aura hitam terus keluar dari tubuh Reina seperti kabut hidup. Tanah di bawah kakinya berubah gelap dan retak-retak, sementara simbol merah di lengannya mulai menjalar hingga ke leher.

Andri perlahan mengarahkan pistolnya.

Dandi langsung menahan tangannya. “Apa yang kau lakukan?!”

“Kalau dia benar-benar kehilangan kendali, kita semua mati.”

“Dia teman kita!”

“Andai tadi aku tidak melihat sendiri, mungkin aku juga masih percaya itu!” Suara Andri meninggi untuk pertama kalinya.

Namun sebelum pertengkaran mereka membesar, Reina perlahan berdiri. Kepalanya tertunduk. Rambutnya bergerak pelan tertiup energi hitam yang mengelilinginya.

Lalu—

monster-monster itu mulai berlutut satu per satu.

Dandi mundur perlahan dengan wajah pucat. “Mereka… tunduk?”

Santo menyipitkan mata. “Bukan takut.” Tatapannya berubah dingin. “Mereka mengakuinya.”

DUUUMMM!!

Pilar merah di kejauhan kembali berdenyut kuat. Kali ini suara gemuruh besar terdengar dari bawah tanah seluruh kota. Gedung-gedung runtuh berjatuhan. Jalanan retak semakin lebar.

Dan dari pusat cahaya merah, sesuatu perlahan bangkit. Tangan raksasa hitam keluar dari bawah reruntuhan.

Ukuran jari-jarinya saja sebesar mobil. Kemudian kepala makhluk itu mulai terlihat. Wajahnya tertutup topeng batu retak dengan puluhan mata merah menyala di balik celahnya.

Tubuhnya seperti gabungan daging, batu, dan rantai hitam. Makhluk itu sangat besar hingga menutupi beberapa gedung di belakangnya.

Saat ia berdiri penuh— langit seperti ikut bergetar. Monster-monster kecil langsung meraung bersamaan.

Prisma membelalakkan mata. “Apa lagi itu…”

Andri perlahan mundur. “…Bos bencana?”

Namun Santo justru terlihat semakin serius. “Tidak.”

Tatapannya tertuju pada simbol di dada makhluk raksasa itu. “Itu penjaga.”

“Penjaga apa?”

Santo diam beberapa detik sebelum menjawab pelan. “Gerbang.”

Kalimat itu membuat semua orang menegang.

Makhluk raksasa itu perlahan mengangkat kepalanya.

Lalu…

ia menatap langsung ke arah Reina. Bukan kepada timnya. Bukan kepada manusia lain.

Hanya Reina.

Kemudian suara berat menggema ke seluruh kota mati itu.

“PEMBAWA TANDA…”

“KENAPA KAU KEMBALI?” Mata Reina bergetar.

Potongan-potongan ingatan asing kembali muncul di kepalanya.

Api. Jeritan manusia. Langit runtuh. Dan dirinya… berdiri di depan makhluk raksasa itu di masa lalu. Seolah mereka pernah bertemu sebelumnya.

Kepala Reina terasa seperti akan pecah. Potongan-potongan ingatan asing terus menghantam pikirannya tanpa henti.

Api hitam membakar langit.

Lautan manusia berlutut sambil menangis.

Monster-monster raksasa berjalan di antara kota yang hancur.

Dan di tengah semuanya dirinya sendiri.

Namun bukan seperti sekarang. Matanya dingin. Tubuhnya dipenuhi simbol hitam. Di tangannya tergenggam pedang raksasa gelap yang mengeluarkan suara jeritan.

“Bunuh semuanya…” Suara itu menggema di kepalanya.

Reina memegang kepalanya keras. “Diam…”

Makhluk raksasa di kejauhan melangkah maju.

DUUUMM!!

Satu langkahnya saja membuat gedung di sekitar runtuh. Rantai-rantai hitam di tubuhnya bergesekan menghasilkan suara mengerikan.

Monster-monster lain langsung mundur memberi jalan. Seperti rakyat menyambut rajanya.

Prisma segera berdiri di depan Reina. “Aku tidak peduli monster apa kau.”

Ia memutar palu besarnya hingga energi biru mulai memenuhi retakan senjatanya. “Kalau kau mencoba menyentuh dia—”

Belum selesai Prisma bicara makhluk raksasa itu mengangkat satu tangan. Tekanan luar biasa langsung menghantam seluruh area.

BRAKK!!

Tanah di bawah kaki mereka pecah.

Prisma dipaksa berlutut. Dandi menusukkan tombaknya ke tanah agar tidak terpental.

Andri sampai terjatuh. Bahkan Santo kesulitan berdiri.

Hanya Reina… yang tetap berdiri tegak di tengah tekanan itu.

Makhluk raksasa itu kembali bersuara.

“PEMBAWA KEHANCURAN…”

“KENAPA HATIMU MASIH TERIKAT PADA MANUSIA?”

Mata Reina membesar. Entah kenapa…suara itu terdengar sedih. Bukan marah.

Seperti seseorang yang kecewa melihat rajanya berubah.

Andri memaksa mengangkat pistolnya dengan tangan gemetar. “Kita harus pergi sekarang…”

Namun Santo tiba-tiba menahan Andri. “Tunggu.”

“Apa lagi?!”

Santo terus menatap Reina. “Makhluk itu tidak datang untuk membunuh kita.”

DUUUMMM!!

Pilar merah di kejauhan kembali berdenyut. Lalu tanah di sekitar pusat kota mulai runtuh membentuk lingkaran raksasa. Sesuatu perlahan muncul dari bawahnya.

Gerbang.

Gerbang hitam raksasa dipenuhi simbol merah kuno. Ukurannya bahkan lebih besar dari gedung tertinggi di kota itu.

Dan saat gerbang terbuka sedikit suara jeritan ribuan makhluk langsung keluar dari dalamnya.

Udara berubah busuk. Langit mulai retak lebih parah.

Monster-monster di seluruh kota meraung bersamaan seperti menyambut kelahiran sesuatu.

Dandi menatap gerbang itu dengan wajah pucat. “…Apa itu…”

Andri menjawab pelan. “Bencana sebenarnya.”

Tiba-tiba simbol di tubuh Reina menyala terang.

Gerbang hitam itu ikut bereaksi. Perlahan... gerbang tersebut mulai terbuka lebih lebar.

Makhluk raksasa itu langsung berlutut di depan Reina. Kemudian berkata dengan suara mengguncang bumi—

“TOLONG…”

“JANGAN MENJADI DIA LAGI.”

Kalimat itu membuat semua orang membeku.

Dan untuk pertama kalinya Reina merasa ketakutan pada dirinya sendiri.

Suara gerbang itu terdengar seperti jeritan dunia yang sedang sekarat.

GRRRAAAAAKKK—

Celah hitam raksasa perlahan terbuka lebih lebar, memuntahkan kabut merah gelap yang langsung menyelimuti langit kota. Di dalam kegelapan gerbang, bayangan-bayangan besar bergerak samar.

Bukan monster biasa. Sesuatu yang jauh lebih tua. Jauh lebih mengerikan.

Prisma memaksa berdiri meski tubuhnya masih ditekan energi besar. “Kita harus menutup benda itu sekarang!”

“Dan bagaimana caranya?!” bentak Andri.

Santo tetap menatap Reina. “Jawabannya ada pada dia.”

Reina menggertakkan giginya. Suara-suara di kepalanya semakin liar.

“Buka gerbangnya…”

“Kembalikan dunia pada kehampaan…”

“Kau diciptakan untuk itu…”

Simbol hitam di tubuhnya mulai menyebar hingga ke wajah. Tangannya bergetar hebat. Lalu— sesuatu keluar dari gerbang.

Satu mata merah raksasa perlahan terbuka di dalam kegelapan. Mata itu terlalu besar untuk disebut makhluk biasa. Hanya melihatnya saja membuat dada terasa sesak.

Dandi sampai mundur dengan napas tidak teratur. “Apa… itu benar-benar hidup…?”

Saat mata merah itu menatap ke arah kota monster-monster di seluruh area langsung menjerit kesakitan dan mulai berubah bentuk secara paksa.

Tubuh mereka membesar. Daging mereka pecah. Tulang-tulang hitam menusuk keluar dari tubuh mereka sendiri.

Andri membelalakkan mata. “Monster itu… berevolusi hanya karena dilihat?”

Makhluk penjaga yang berlutut di depan Reina tiba-tiba mengangkat kepalanya. Untuk pertama kalinya, suaranya terdengar panik.

“PEMBAWA TANDA.”

“JIKA GERBANG TERBUKA SEPENUHNYA… DUNIA AKAN MENGULANG KEHANCURAN.”

Potongan ingatan Reina kembali muncul. Kini lebih jelas. Ia melihat dirinya di masa lalu berdiri di depan gerbang yang sama. Langit terbakar. Teman-temannya mati di sekelilingnya. Dan dirinya… membuka gerbang itu dengan tangannya sendiri.

Mata Reina langsung membesar. “Tidak…” Tubuhnya gemetar. “Aku… yang membuka semua ini?”

Suara asing itu kembali tertawa di dalam kepalanya.

“Benar.”

“Dan kau akan melakukannya lagi.”

Tiba-tiba aura hitam meledak dari tubuh Reina.

DUUUUMMM!!

Prisma dan yang lain terpental. Tanah di sekitar Reina langsung hancur membentuk kawah besar.

Rambut Reina perlahan melayang. Matanya berubah merah sepenuhnya. Namun di tengah perubahan itu ia mendengar suara lain.

Lemah.

Jauh.

Tetapi hangat.

“Jangan menyerah…” Ingatan kecil muncul.

Prisma tertawa saat latihan.

Dandi melindunginya.

Andri diam-diam mengobati lukanya.

Santo berdiri di sampingnya tanpa bicara saat semua orang takut padanya.

Tangan Reina mengepal kuat. “Aku… bukan dia.”

Gerbang hitam langsung bergetar hebat. Suara dalam kepalanya berubah marah.

“KAU TIDAK BISA MENOLAK TAKDIR!”

Reina perlahan mengangkat kepalanya. Meski darah mulai mengalir dari matanya ia tetap melangkah maju menuju gerbang.

Satu langkah.

Tanah retak.

Langkah kedua.

Aura hitam mulai bercampur cahaya merah.

Makhluk penjaga menatap Reina tanpa bergerak. Dan saat Reina berdiri tepat di depan gerbang ia perlahan mengangkat tangannya ke arah celah hitam raksasa itu.

Lalu berkata dengan suara pelan namun tegas “Aku mungkin pernah menghancurkan dunia…” Api hitam mulai membakar lengannya. “Tapi kali ini…” Mata merahnya menatap lurus ke dalam gerbang.

“…aku yang akan menghentikannya.”

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!