NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SABOTASE

Mister Chow berpikir untuk membuat rencana upaya menemukan Santi. Jikalau arah speedboat ke Tenggara ada beberapa pulau kecil yang dapat dituju yaitu pulau M, pulau T dan pulau MH. Lebih dari itu ada pulau K, pulau P,pulau S, pulau SP, pulau R,pulau B, kepulauan MLdan pulau K. Tetapi tidak mungkin untuk sampai ke kepulauan, maka yang tepat kemungkinan besar, Santi ada di tiga pulau kecil yaitu pulau M,pulau T dan pulau MH. Kalau pulau M dijadikan sebagai taman nasional termasuk wilayah B barat. Ada penjaga taman nasional disana. Jadi masih ada orang yang tidak memungkinkan Santi dibawa kesana.

Pulau MH material terdiri dari tanah dan pasir mengandung laterit merah. Ombaknya besar sulit untuk mendarat disana.

Kemungkinannya adalah pulau T yang benar-benar kosong cocok untuk menyembunyikan Santi disana. Isinya hutan lebat, tebing curam banyak monyet dan ular. Bangunan pun juga tidak ada sama sekali. Benar-benar kosong. Jadi Santi kemungkinan disana.

Mister Chow kemudian menemui Josas untuk kemungkinan mendapatkan Santi di pulau T.

“Kita turun kapal. Bawa anak buah kamu 20 orang yang lainnya tetap di kapal menjaga target.”

Josas menganggukkan kepalanya. Kemudian beranjak pergi menemui abk kapal yang dibutuhkan.

Vandi mendengarkan pembicaraan antara mister Chow dan Josas. Dia harus menggagalkan rencana mister Chow karena memang mister Smith dan anak buahnya ada di pulau itu. Kemungkinan sampai ke sana 100:10 karena ombaknya besar, terdiri dari tebing-tebing tinggi susah dilalui speedboat biasa.

Jenis speedboatnya harus RIB supaya dapat mengatasi ombak yang tinggi. Tetapi taruhannya nyawa. Dia saja tadi hampir saja terjungkal speedboatnya, untungnya karena mengikuti anak buah mister Smith jadi tahu tempat lintasan yang aman ke pulau T.

“Boss. Apa boss tidak tinjau ulang rencana boss. Itu bahaya mengancam nyawa. Ombaknya sangat tinggi dan tebing-tebingnya curam tidak ada tempat mendarat yang aman bagi speedboat kita.”

Mister Chow terdiam. Dia semakin mencurigai Vandi. Tetapi itu tidak dikeluarkannya kata-kata kecurigaannya.

“Kamu ingin ngajari aku. Kamu tau apa tentang petualangan laut.”

Mister Chow menandaskan ucapannya. Vandi terdiam.

“Tapi boss….”

Mister Chow menggerakkan tangannya memberi tanda penolakan. Vandi menghela nafas.

“Kamu juga siap sedia ikut juga.”

Vandi terkejut. Dia tidak mau ketahuan mister Smith bersama mister Chow takutnya dianggap membocorkan tempat persembunyiannya.

“Ehm, Boss. Bukankah boss pergi bersama Josas. Biarkan aku tinggal dikapal saja, menjaga dan mengawasi segala sesuatu disini. Karena tidak ada pimpinan kapal.”

“Aku sudah meminta Jabari untuk mewakili Josas sehingga aku dan Josas juga kamu bisa pergi. Aku percaya Jabari dapat memimpin abk dengan baik.”

Vandi menghela nafas berat. Dia tidak bisa lagi menolak ajakan mister Chow. Dia tidak mungkin lagi menyanggah. Mau tidak mau dia harus tetap pergi.

Segala sesuatu sudah dipersiapkan dengan baik. Mereka harus mempersiapkan diri dengan baik karena arah pulau T menuju marabahaya yang mengancam. Tetapi mister Chow tidak mau menyerah. Baginya Santi adalah mitra kepercayaannya. Dia tidak akan membiarkan mitra kepercayaannya mengalami kesulitan besar. Dia pasti akan bantu. Segera 2 speedboat meninggalkan kapal. Bukan untuk menyongsong bahaya percuma tetapi ada misi yang diemban yaitu penyelamatan. Sebuah misi penyelamatan yang mulia.

PULAU T-MALAM

Mister Smith tampak sibuk mengutak-utik radio komunikasi. Meskipun bagi orang awam tidak mungkin bawa radio komunikasi apalagi perabotan sampai memdirikan bangunan darurat karena letak pulau T terpencil dan dipenuhi hutan lebat serta hewan-hewan berbahaya. Juga kondisi laut disekitar pulau T tidak bersahabat. Mister Smith punya kemampuan untuk menemukan titik-titik aman supaya dapat masuk pulau T.

“Pan-Pan….Pan-Pan…..Pan-Pan……”

“Hallo mister Smith.”

Mister Smith bibirnya sumringah.

“Mister Chow ganti haluan. Over.”

Suasana hening .

“Apa. Coba ulangi lagi.”

“Mister Chow ganti haluan. Over.”

Terdengar bunyi

KRRRRRRRRRSSSHHHHH

Hubungan radio terputus, tetapi mister Smith sudah selesai. Orang itu sudah menangkap pesannya. Kembali mister Smith terkekeh.

Orang hitam gelap mendatangi mister Smith berbisik di telinganya. Mister Smith menganggukkan kepalanya. Dia segera beranjak.

Santi meringkuk gemetaran. Dia kelihatannya sakit dan lemas. Dia ketakutan setengah mati. Bahkan dia tidak menyentuh sama sekali semangkuk makanan dihadapannya. Dia benar-benar takut kegelapan. Ruangan itu gelap walaupun ada lampu strongking tetapi tidak begitu terang masih begitu redup. Dia tadi menjerit-jerit ketakutan saking tidak tahan sendirian dalam kegelapan.

Mister Smith melihat kondisi payah dari Santi. Dia kemudian duduk di kursi kayu mahoni dan memandangi Santi.

“Kamu napa. Bukankah sudah ada makanan. Makanlah. Itu makanan yang baik. Tidak ada yang perlu kau takutkan. Aku tidak mau berbuat jahat. Yang penting piutangku dibayar.”

Santi memandang nanar kearah mister Smith.

“Aku takut kegelapan. Aku tidak tahan berada di ruangan gelap sendirian. Apalagi ditemani lampu kuning temparam ini. Seperti bayang-bayang yang menakutkan.”

Mister Smith menghela nafas. Dia berusaha memahami kondisi payah yang dialami Santi.

“Sabarlah.aku tidak mau berbuat jahat. Makanlah dulu. Ini bukan makanan buruk.”

“Aku tidak lapar.’

Santi menjawab dengan singkat. Baginya tidak ada yang lebih penting daripada anaknya Nonik.

LAUTAN LEPAS

Laju speedboat itu melaju cepat membelah lautan. Di speedboat mister Chow mengamat-amati pemandangan laut. Dia sudah bulat hati tidak akan mundur. Tidak ada di kamusnya untuk mundur begitu sudah ditetapkan.

Mereka melewati selat B untuk menghindari ombak yang mengganas. Jalur-jalur lainnya tidak aman. Mister Chow sudah sering dapat info dari orang-orang yang dia kenal untuk menghindari jalur-jalur berbahaya tersebut yang dapat sekali jalan speedboat tenggelam.

Tiba-tiba dari arah mereka muncul ombak yang dahsyat menerpa mereka. Speedboat dihantam ombak tetapi speedboat tidak sampai terbalik. Mister Chow memerintahkan untuk memutar speedboat kearah kanan mengitari lautan.

Ombak kembali mengamuk. Speedboat berputar kembali. Mister Chow melihat speedboat yang dipimpin Josas agak oleng. Tetapi untungnya berkat kecekatan pengemudinya akhirnya bisa kembali stabil. Mister Chow menghela nafas lega.

“Mudah-mudahan berjalanan ini lancar.”

Mister Chow berguman sendirian. Vandi yang ada disebelahnya memperhatikannya. Vandi berpikir keras bagaimana untuk bisa menghindari dia datang ke pulau T. Tetapi dia tidak bisa menemukan jawabannya.

Sebentar lagi mereka sampai ke pulau T. Sementara malam sudah turun. Mister Chow bahkan pernah hampir tenggelam ketika melewati semenajung MY ketika dengan speedboat hendak menemui rekanan kerjanya di MS. Tetapi untungnya dia selamat. speedboat dengan selamat tiba di tempat tujuannya.

Tiba-tiba speedboat mesinnya mati. Mister Chow melihat kondisi mesin. Mesin mengalami overheat karena terlalu digas terus-menerus. Mister Chow melambaikan tangan kearah Josas supaya mendekat.

“Mesin overhead. Susah untuk nyala. Ambil tali.”

Josas dan beberapa abk lainnya segera sibuk mengikat tali diujung speedboat. Ketika mereka sibuk bekerja, Vandi mencuri kesempatan untuk menjegal abk di speedboat Josas. Dua abk terjatuh di laut. Mister Chow dengan cepat menangkap Vandi dibantu abk lainnya. Sedangkan yang lainnya menolong dua abk yang terjatuh di laut.

Vandi meronta-ronta. Dia tidak terima dipegangi beberapa orang.

“Kau mau apa. Mau kabur.”

Oleh abk kemudian mereka berhasil menelungkupkan Vandi. Vandi tidak berdaya.

“Kamu khan yang membiarkan mister Smith dan anak buahnya berhasil masuk kapal. Juga kamu khan yang membawa paksa Santi ke mister Smith.”

Vandi tidak menjawab. Dia berusaha untuk lepas tetapi tidak bisa walaupun tubuhnya besar tetapi menghadapi abk yang terlatih dia tidak berdaya.

Mister Chow berjongkok di muka Vandi lalu memandangi Vandi dengan tajam. Vandi tidak dapat lagi mengelak.

“Jawab atau aku jatuhkan kamu sekarang juga.”

Mister Chow membentak Vandi dengan keras.

“Ma..maaf boss. Mister Smith membujukku dengan imbalan uang. Aku butuh uang itu untuk kerja di daratan.”

mister Chow kesal tetapi dia tetap meredam kemarahannya.

“Betul mister Smith ada di pulau T bersama Santi.”

Vandi tidak menjawab.

“Jawab Vandi.”

“Yyyyaaa…boss.”

Vandi menjawab dengan gemetaran.

Vandi diikat dan diawasi oleh beberapa abk sedangkan speedboat melaju dengan kencang kearah pulau T.

Apakah Santi dapat diketemukan oleh mister Chow.

Bersambung

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!