NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Suami Bucin

Menikahi Mantan Suami Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kopii Hitam

Dua tahun lalu Fahri dipaksa menikah oleh sang kakek yang sudah renta dan sakit-sakitan. Demi bakti terhadap orang tua yang sudah membesarkannya itu, Fahri menikahi seorang gadis bernama Bella, gadis cantik berusia 21 tahun pilihan sang kakek.

Tanpa sepengetahuan kakeknya, Fahri membuat surat perjanjian dengan Bella, mereka menikah hanya untuk mewujudkan keinginan orang tua itu, perjanjian berakhir ketika sang kakek sudah tiada.

Setelah waktu yang ditunggu-tunggu tiba, Fahri menceraikan Bella tiga hari setelah kakeknya meninggal.

Pasca perceraian banyak hal yang terjadi dengan Bella tanpa sepengetahuan Fahri. Hingga pada saat kebenaran terkuak, Fahri menyesal menceraikan Bella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kopii Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.

"Pagi, sayang..." sapa Fahri yang sedang bergelut dengan alat dapur menyiapkan sarapan untuk sang istri tercinta.

Beberapa hari ini, Fahri berusaha keras membiasakan diri bangun lebih awal agar bisa membuatkan sarapan untuk Bella. Sedikit demi sedikit, dia mulai cekatan mengacak dapur, tidak perlu mandor seperti sebelumnya.

"Pagi juga, sayang." jawab Bella yang masih mengenakan piyama, dia duduk di kursi meja makan menunggu Fahri menghidangkan makanan untuknya.

Fahri benar-benar meratukan Bella, tidak memperbolehkan istrinya menyentuh pekerjaan rumah apapun. Berbeda dengan dua tahun pernikahan sebelumnya, yang mana Bella lah yang menyiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Fahri. Sekarang waktunya Fahri membayar hutang.

"Sarapan sudah jadi," seru Fahri, kemudian menghidangkannya di meja makan.

"Bik Sari sama Bik Yanti mana?" tanya Bella dengan kepala celingak-celinguk menyisir area sekitar tapi tidak melihat batang hidung keduanya.

"Mereka ke pasar, kebetulan isi kulkas sudah kosong." jawab Fahri sambil duduk di kursinya.

"Oh..." gumam Bella.

Melihat sarapan yang terhidang di meja, Bella nampak bersemangat dan langsung menyantapnya. Kebetulan ada roti tawar dilapisi telur mata sapi, sayur selada dan daging asap. Ada semangkuk bubur jagung kesukaan Bella juga di sana.

Euurgh...

Bella bersendawa, perutnya terasa penuh usai menghabiskan semuanya.

"Lama-lama, aku bisa gendut kalau makan seperti ini terus." celetuk Bella sambil mengusap perutnya.

Mendengar itu, Fahri tersenyum sumringah. "Tidak apa-apa, sayang. Bagaimanapun bentuk tubuhmu, aku tetap suka."

Bella mencebik bibir. "Alah, sekarang saja ngomongnya begitu, nanti lihat yang lebih bening..."

"Apaan sih? Jangan aneh-aneh!" sela Fahri, dia tidak suka mendengarnya.

Sejak memutuskan menikah, Fahri tidak pernah berniat menduakan istrinya. Apalagi setelah mereka rujuk, tidak sedikitpun terpikir di benaknya untuk berpaling. Bella sudah sangat sempurna di matanya, bagaimanapun keadaan Bella, dia akan setia sampai maut memisahkan.

Usai sarapan, Bella berjalan ke pintu utama. Sementara Fahri masih di dapur mencuci piring kotor.

Pagi ini langit tampak mendung, matahari tidak keluar tertutup awan hitam. Sambil menghirup udara segar, Bella berjalan mengitari taman.

"Sayang, kamu ngapain di sana! Masuk!" teriak Fahri yang baru saja menyusul ke halaman, hujan sudah turun tapi Bella masih berdiri di dekat kolam.

"Sayang, aku mau mandi hujan." sahut Bella yang juga berteriak. Dia merentangkan kedua tangan, menengadah ke langit dan berputar-putar kegirangan.

"Astaga, Bella."

Fahri menggaruk kepala yang tidak gatal. Mau tidak mau, dia terpaksa menghampiri Bella ditengah guyuran hujan yang turun semakin lebat.

"Ayo masuk! Nanti kamu sakit," ajak Fahri yang sudah berdiri di samping Bella, mukanya basah terkena hujan. Dia meraih tangan istrinya itu, tapi Bella menepisnya.

"Huuh... Ini menyenangkan sekali," Bella menggenggam tangan Fahri dan membawanya berputar-putar.

Sudah kepalang basah, ya sudah mandi saja sekalian. Terpaksa Fahri menemani Bella menikmati setiap tetesan air yang jatuh di tubuhnya.

Dengan mata menyipit, sudut bibir Fahri melengkung membentuk senyuman tipis. Dia hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah Bella yang seperti anak kecil.

"Huu..." Bella melompat-lompat di atas genangan air yang menyatu di tanah.

"Sayang, ayo!" Lagi-lagi Fahri hanya pasrah mengikuti semua gerakan yang dilakukan Bella.

Capek melompat, Bella kemudian mengalungkan tangan di tengkuk Fahri. "Gimana, sayang? Seru, kan?" tanya Bella dengan senyum lepas, sekujur tubuhnya sudah basah.

"Iya, seru." angguk Fahri sambil melingkarkan tangan di pinggang Bella.

Fahri meneguk ludah dengan susah payah, tubuhnya bereaksi menyaksikan gunung kembar Bella yang terlukis jelas dibalik piyama krem yang sudah basah kuyup.

Uh...

Fahri menggelengkan kepala, mengedarkan pandangan ke arah lain untuk menekan keinginan yang sudah membakar di dirinya.

"Sayang, sudah ya. Nanti kamu demam," Fahri menekuk kakinya sedikit dan mengangkat tubuh istrinya itu. Bella mengalungkan kedua tangan di leher Fahri sebelum akhirnya Fahri berjalan masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di kamar, langsung saja Fahri mengantar Bella ke kamar mandi, menyuruhnya mandi dengan air hangat agar tidak demam. Fahri pun memilih keluar dan membersihkan diri di kamar mandi lain.

Huft...

Dengan tubuh yang sudah menggigil kedinginan, Fahri menghela nafas panjang dan membuangnya kasar. Terpaksa mengguyur tubuhnya dengan air dingin, menidurkan kembali kejantanannya yang sempat mengeras.

Sudah enam hari Fahri membatin menahan diri agar tidak terpancing gairah, tapi Bella malah membuatnya tersiksa mandi hujan segala. Kini dia harus bekerja keras menidurkan dedeknya dengan meminta bantuan sabun.

Di kamar, Bella sudah berpakaian dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan Fahri yang entah dimana rimbanya.

Sementara Fahri baru saja selesai membuat teh hangat yang ditambah irisan jahe untuk menghangatkan tubuhnya yang hampir membeku kedinginan. Ternyata bekerja keras sendiri lebih melelahkan daripada membajak sawah langsung tanpa perantara.

Selang beberapa menit, Fahri tiba di kamar membawa dua cangkir teh jahe hangat di tangannya. Setelah memberikan satu cangkir kepada Bella, dia memilih duduk di sofa. Kakinya ditekuk di ujung sofa, meringkuk sambil menyeruput teh sesekali.

Setelah menghabiskan teh yang dibuatkan Fahri untuknya, Bella duduk di sebelah Fahri dan menyentuh tangannya. "Sayang, kenapa tanganmu dingin sekali?" Kemudian Bella menyentuh pipi Fahri yang tak kalah dinginnya.

Fahri melirik Bella dan memanyunkan bibir. "Gimana gak dingin? Habis mandi hujan terpaksa mandi air dingin, untung saja tubuhku gak beku." gumam Fahri dengan nada ketus.

Hah...

Bella menaikkan sebelah alis, matanya menyipit. "Kenapa mandi air dingin, air hangat kan ada." ucap Bella.

Fahri menggertakkan gigi. Sudahlah, dia malas berdebat. Setelah menyeruput teh di tangannya hingga tandas, dia turun dari sofa, naik ke kasur dan menarik selimut. Menutupi semua bagian tubuhnya yang hanya menampakkan muka, dia meringkuk dengan posisi miring.

Brrr...

Melihat permukaan selimut yang bergetar, Bella menyusul naik ke ranjang, berbaring di samping Fahri dan masuk ke dalam selimut. "Kenapa mandi air dingin tadi?" tanya Bella sambil mengusap-usap pipi suaminya itu.

"San9e..." jawab Fahri singkat dengan nada kesal.

"Hahaha..." Bella tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Fahri yang singkat, padat dan tepat. "Kenapa gak minta?" tanya Bella setelah tawanya mereda.

"Gimana mau minta? Orang kamunya masih halangan." jawab Fahri dengan nada yang masih saja ketus.

Bella menyunggingkan senyum. "Sekarang sudah bersih, tadi sekalian mandi wajib." ungkap Bella yang membuat mata Fahri seketika membulat sempurna, rahangnya mengeras.

"Kenapa gak ngomong dari tadi?" berang Fahri, dia langsung berganti posisi.

Dengan tatapan kesal bercampur senang, Fahri naik ke tubuh Bella, menindihnya dengan deru nafas memburu.

"Ma-mau ngapain?" tanya Bella gelagapan menyaksikan mata tajam Fahri yang seperti elang hendak mencabik-cabik mangsa.

Ehm...

Bella terkesiap ketika Fahri tiba-tiba membungkam mulutnya. Fahri menyesapnya dengan lembut, kepala Fahri miring ke kiri dan ke kanan me1umat bibir atas dan bawah Bella bergantian, lalu me1umat penuh sehingga bibir Bella hilang timbul dibalik bibir Fahri yang terbuka.

Haah...

Deru nafas keduanya memburu ketika saling melepaskan.

Dengan tatapan yang tak biasa dan nafas terengah, Fahri bertanya apa sudah boleh melakukannya, Bella pun mengangguk.

Whoosh...

Selimut yang menutupi tubuh keduanya seketika terbang setelah Fahri mengibaskan nya, disusul pakaian yang ikut beterbangan kemana-mana, menyebabkan tubuh keduanya polos tanpa sehelai benang.

Tanpa menunggu lama, kembali Fahri me1umat bibir Bella dengan rakus, membelit lidah dan menyesapnya dalam-dalam. Setelah itu, turun ke leher memberi kecupan-kecupan lembut dan meninggalkan bekas gigitan berwarna merah kebiruan.

Ah...

Dezahan Bella terdengar pelan, membuat Fahri semakin menggila dan turun ke dada.

Sambil meremaz dua gunung kenyal milik istrinya itu, Fahri mengitari boba di ujungnya dengan lidah dan sesekali menghisapnya, membuat Bella menggeliat merasakan sesuatu yang entah.

Dengan lidah yang masih bermain di ujung dada Bella, tangan Fahri menyusup masuk di inti istrinya itu.

Aah...

Bella tidak hanya mendezah tapi juga menjerit kecil. Tubuhnya bergetar seperti tersengat listrik ketika merasakan sesuatu mengalir dan terasa hangat.

"Kenapa, sayang?" tanya Fahri setelah melepaskan boba Bella yang baru saja dia hisap kuat.

"Enak..." gumam Bella dengan nafas tak beraturan, pipinya memerah seperti tomat.

Melihat raut wajah Bella yang tak biasa, Fahri menyunggingkan senyum kemudian membuka kaki Bella lebar-lebar.

Aah...

Lagi-lagi Bella menjerit kecil sambil menggigit bibirnya sendiri dan meremaz rambut Fahri. Tubuhnya menegang merasakan lidah Fahri bergerak-gerak di intinya, hisapan Fahri membuatnya mengangkat pinggul.

Aah...

Bella tidak kuat, jeritannya terdengar keras ketika sesuatu keluar dari intinya sehingga menyemprot muka Fahri.

Merasakan wajahnya basah, Fahri menghentikan aksinya dan menyekanya dengan telapak tangan, dia tersenyum sumringah.

Kemudian Fahri mengarahkan kejantanannya yang sudah mengeras ke inti Bella, menggesek-gesekkan nya di permukaan dan masuk pelan-pelan.

Aah...

Kini giliran Fahri yang mengerang, kejantanannya terasa hangat dan seperti terjepit. Nikmat sekali ketika mengayunkan pinggulnya dengan pelan.

Dezahan Bella dan erangan Fahri menyatu memenuhi seisi kamar.

"Sayang.... Aah..."

Sesekali Fahri me1umat bibir Bella dan menghisap ujung bobanya sambil terus berpacu menekan-nekan inti Bella.

Seiring hembusan nafas yang tak beraturan dan keringat mengucur deras, Fahri membolak-balik tubuh Bella dari posisi satu ke posisi lainnya. Bella sampai kewalahan mengikuti alur permainan suaminya itu.

Sampai pada akhirnya, Fahri mengembalikan tubuh Bella ke posisi semula. Dia mengerang hebat ketika darah putihnya menyembur di dalam inti istrinya itu.

Aah...

Fahri akhirnya tumbang, kakinya bergetar merasakan nikmat yang luar biasa, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

1
Uthie
Begitulah laki tuhh,.. sendiri nya gak nyadar udah bikin istrinya cemburu dengan interaksi nya pada wanita lain, sedang saat istrinya interaksi juga dengan laki2 lain sendiri nya lebih terbakar lagiii oleh api cemburu 😁😁
Kopii Hitam: huahaaa, benar ya kk🤣
total 1 replies
Uthie
akhiiirrnyaaa.. buka puasa juga yaa 😂
Kopii Hitam: asekkkk😄
total 1 replies
Uthie
Bahagia selalu yaaa kalian berdua 👍👍😍🤗🤗🤗
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Bella tanda-tanda Hamidun kahh 😁😍
Uthie: 😂😂😂😂😂
total 2 replies
Uthie
Duhhh.. dasar orang tua lucknut bisa nya cuma cari-cari Masalah aja 😡😡
Kopii Hitam: bikin kesel ya kk🤭
total 1 replies
Uthie
niceee 👍😍
Kopii Hitam: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
muhammad ihsan
kok cuma satu bab thor
Kopii Hitam: besok ya KK 2 bab
total 1 replies
Uthie
Bagussss.. Hama emang harus di bersihkan 👍👍👍🤩
Kopii Hitam: bersihkan 🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Nahhh....bagus itu 👍😡
emang curiga sihhh . masa orang tua sangat-sangat kejam kaya gtu 😡
Kopii Hitam: ok kak👍👍
total 1 replies
Uthie
Nahhh....gitu dong 👍👍😁
Kopii Hitam: siap🙏🙏🙏
total 1 replies
Uthie
senyum-senyum bacanya
Kopii Hitam: hmm😄🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Uthie
Waowwww😂😂
Kopii Hitam: kak🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
Kasihan nya Bu Sari 😢
Kopii Hitam: iya /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Uthie
terlalu lemah 😌
Kopii Hitam: iya kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Uthie
coba mampir 👍🙏
Kopii Hitam: siap makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!