NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Milyarder

​Wijaya berjalan terhuyung-huyung menyusuri jalanan aspal di pinggiran kompleks perumahannya.

Pria yang dulunya selalu mengenakan setelan jas buatan Italia seharga puluhan juta itu, kini hanya memakai kemeja kusut dengan kancing yang terlepas satu.

Wajahnya yang biasa angkuh dan licin, kini ditumbuhi janggut tipis yang kasar dan mata yang merah karena kurang tidur.

​"Sialan... ini tidak mungkin terjadi! Semuanya hilang dalam semalam!" teriak Wijaya frustasi ke langit yang mulai menggelap.

​Hanya dalam hitungan jam, kerajaan bisnis yang ia bangun dengan darah dan suap hancur lebur.

Rekening banknya kosong, asetnya disita, dan orang-orang yang dulu menjilat kakinya kini bahkan tidak mau mengangkat telepon darinya. Ia merasa seperti tikus yang terpojok di selokan.

​Ia berjalan menuju area taman bermain kompleks yang sudah lama terbengkalai.

Tempat itu sepi, dikelilingi oleh pepohonan rimbun yang menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menyeramkan.

Wijaya duduk di salah satu bangku kayu yang sudah lapuk, membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya.

​"Aku masih punya simpanan di brankas kantor... kalau saja aku bisa ke sana..." gumamnya gila.

​Tiba-tiba, suara gesekan logam di atas aspal memecah kesunyian.

​Sreeeeeet... sreeeeeet...

​Wijaya tersentak. Ia mendongak dan melihat sebuah sosok berdiri sekitar sepuluh meter darinya.

Sosok itu mengenakan jaket hoodie hitam dan masker.

Di tangan kanannya, ia menyeret sebatang besi padat yang mengeluarkan percikan api kecil saat bergesekan dengan jalan.

​"Siapa kau?! Apa mau kau?! Pergi! Aku tidak punya uang lagi!" bentak Wijaya dengan suara yang bergetar. Instingnya mengatakan bahwa sosok ini bukan perampok biasa.

​Sosok itu tidak menjawab. Ia terus melangkah maju dengan ritme yang stabil dan mematikan.

​"Kau... kau yang menyerang Kenzo dan anak-anak buahnya, kan?!" Wijaya berdiri, mencoba mencari sesuatu untuk membela diri, namun ia hanya menemukan sebilah ranting pohon yang rapuh. "Kau tahu siapa aku?! Aku akan menghancurkanmu!"

​Meskipun sudah jatuh miskin, kesombongan Wijaya masih tersisa. Ia menerjang maju, mencoba memukul sosok itu dengan tangan kosongnya.

Namun, sosok bertudung itu, Luis bergerak dengan gesit setelah akhir-akhir ini berolahraga

​Luis mengayunkan tongkat besinya secara horizontal.

​BRAKKK!

​Hantaman telak mengenai rusuk Wijaya. Suara tulang yang patah terdengar sangat nyaring.

Wijaya terpental, berguling di atas rumput kering sambil memegangi dadanya. Napasnya langsung tercekat.

​"Ini untuk setiap nyawa yang kau hancurkan demi proyek propertimu," suara Luis terdengar sangat dingin, terdistorsi oleh masker dan sistem.

​"T-tolong... ampuni aku..." Wijaya merangkak, air mata ketakutan mengalir di pipinya yang kotor. "A-aku punya rahasia... aku bisa berikan informasi tentang pejabat lain... tolong jangan bunuh aku!"

​Luis berdiri di atas Wijaya yang gemetar. Ia mengangkat tongkat besinya tinggi-tinggi. Cahaya bulan sabit terpantul di permukaan besi yang kini berlumuran debu.

​"Hukum tidak bisa menghukummu dengan benar, Wijaya. Jadi, biarkan aku yang melakukannya."

​BUM!

​Luis menghantamkan besi itu tepat ke arah dada Wijaya. Sekali. Dua kali. Tiga kali.

Suara teriakan Wijaya perlahan menghilang, digantikan oleh suara hantaman benda tumpul pada daging yang kini sudah mati. Luis tidak berhenti sampai ia yakin jantung pria itu berhenti berdetak selamanya.

​Luis berdiri di tengah kesunyian taman, menatap jasad Wijaya yang sudah tidak bernyawa. Ia mengatur napasnya, lalu menarik napas dalam-dalam.

​DING!

​Layar biru besar muncul, bersinar lebih terang dari sebelumnya.

​[Target Utama Dieksekusi: Wijaya (Penjahat Level 5 - Koruptor & Pembunuh Tak Langsung)]

[Hadiah Eksekusi Level 5: Rp 2.000.000.000]

[Bonus Eksekusi Mutlak (Pembunuhan): Rp 3.000.000.000]

[Saldo Berhasil Ditambahkan!]

​Luis belum sempat menutup layar itu saat notifikasi lain muncul bertubi-tubi.

​DING!

​[Target Kenzo Dinyatakan Meninggal Dunia di Rumah Sakit akibat Komplikasi Luka dan Kurangnya Penanganan Medis.]

[Hadiah Eksekusi Final: Rp 1.000.000.000]

​DING!

​[Target Zora: Hidup Hancur Total (Kehilangan Pelindung, Hamil Tanpa Biaya, dan Pengusiran dari Lingkungan Sosial).]

[Hadiah Penderitaan Target: Rp 1.500.000.000]

​Luis menatap angka-angka yang terus bertambah di layarnya. Ia melakukan perhitungan cepat di kepalanya.

​Saldo sebelumnya sisa setelah Ia menggunakan fitur sistem yang cukup banyak lagi(gak di jelasin) : Rp 1.000.000.000

​Eksekusi Wijaya & Bonus: + Rp 5.000.000.000

​Kematian Kenzo: + Rp 1.000.000.000

​Kehancuran Zora: + Rp 1.500.000.000

​[Total Saldo Saat Ini: Rp 8.500.000.000]

​Luis terdiam sejenak melihat angka 8,5 Miliar Rupiah yang kini berada di bawah kendalinya. Jumlah yang sangat masif, lebih dari cukup untuk membeli keadilan atau menghancurkan kota kecil ini jika ia mau.

​"Delapan setengah miliar..." Luis menyeka setitik darah yang menciprat ke pipinya.

​Ia menatap langit malam yang kini tampak lebih cerah di matanya.

Namun, ia tahu ini baru permulaan. Di luar sana, masih banyak "Wijaya-Wijaya" lain yang duduk di kursi empuk mereka, merasa tidak tersentuh oleh hukum.

​Luis menyimpan kembali tongkat besinya dan berjalan pergi meninggalkan jasad Wijaya di kegelapan taman. Ia tidak perlu khawatir tentang polisi, sistem sudah menghapus semua jejak digital dan fisik di area tersebut.

​"Uang ini... akan menjadi peluru untuk target berikutnya," gumam Luis sambil menghilang di balik bayang-bayang pepohonan.

​Malam itu, dinasti keluarga Wijaya resmi berakhir, dan seorang miliarder baru saja lahir.

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!