NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Kelas 12 IPA-2 terlihat begitu ramai. Karena memang jam pelajaran pertama tak ada guru yang mengisi. Tapi sudah digantikan dengan tugas yang diberikan oleh guru mapel nya.

Semua siswi terlihat begitu sibuk. Ada yang bergosip, membawa novel bahkan tidur di kelas. Tapi meskipun begitu, mereka juga termasuk kelas unggulan yang tak perlu diragukan lagi kepintarannya.

Kring...kring

Bel pergantian pelajaran telah berbunyi. Vanya yang memang duduk di luar kelas langsung tergopoh-gopoh masuk.

"Ustadz Malik sudah datang nih," seru Vanya sambil sedikit berlari menuju mejanya

Tap tap tap

Suara langkah kaki terdengar begitu nyaring. Ustadz Malik berjalan memasuki kelas dengan gaya cool nya. Memang Ustadz Malik tergolong ustadz muda yang gaul.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Ustadz Malik sambil menatap seluruh siswi

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seluruh siswi kompak

"Baiklah, karena sebentar lagi ujian sudah dekat jadi saya akan membagikan soal agar bisa kalian buat latihan," ucap Ustadz Malik menjelaskan

"Silakan soalnya kalian kerjakan dengan baik. Nanti setelah selesai, akan kita koreksi bersama," tambah Ustadz Malik

"Iya, Ustadz," jawab seluruh siswi

Ustadz Malik berjalan untuk membagikan semua soal kepada seluruh siswi. Namun saat ia berada di meja Asya, Ustadz Malik langsung membisikkan sesuatu.

"Asya, kamu dapat salam dari gus Kafka. Katanya semangat belajarnya biar cepet lulus dan gus Kafka akan melamar kamu," bisik Ustadz Malik sambil memberikan soal

"Apaan sih Ustadz," ucap Asya pelan

"Cie," sahut Rara sambil menyenggol lengan Asya

"Memang benar Asya. Saya hanya ingin menyampaikan amanah dari gus Kafka," bisik Ustadz Malik sambil tersenyum

"Terima kasih Ustadz karena sudah menyampaikan amanahnya kepada saya," ucap Asya pelan

"Iya sama-sama. Jangan lupa dikerjakan dengan baik ya Ning," jawab Ustadz Malik sambil tersenyum menggoda Asya

Pipi Asya merona mendengar penuturan Ustadz Malik. Sedangkan Rara malah cekikikan mendengar julukan dari Ustadz Malik untuk sahabatnya.

Setelah membagikan semua soal, Ustadz Malik kembali ke meja guru. Ia memandang seluruh siswi yang mulai mengerjakan soal dengan tenang.

Kring...

Bel istirahat sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Saat ini Asya dan Rara tengah menikmati bakso di kantin. Mereka duduk di meja paling pojok.

Mereka begitu lahap memakan baksonya. Asya sangat menikmati makanannya. Karena memang bakso adalah makanan favoritnya sejak kecil.

"Asya pelan-pelan dong makannya. Nggak ada yang minta ini," ucap Rara terkekeh

"Biarin kenapa sih Ra," jawab Asya setelah selesai makannya

"Coba deh kamu noleh ke kanan sekarang," ucap Rara sambil tersenyum

Asya refleks menoleh. Ia melihat gus Kafka yang tersenyum menatapnya. Asya yang ditatap menjadi salah tingkah. Rara tertawa pelan melihat tingkah Asya.

"Cie dilihatin calon suami," ledek Rara

"Apaan sih," ucap Asya pelan

"Kayaknya udah mulai luluh juga nih. Dulu aja sok-sok an nggak mau. Eh sekarang kayak mulai klepek-klepek," ucap Rara terkekeh

"Udah, jangan ngeledek," ucap Asya malu

"Ning Asya udah mulai malu nih. Biasanya juga cuek bebek," ucap Rara sambil tertawa pelan

"Udah dong Ra," rengek Asya

"Iya-iya," ucap Rara lalu meredakan tawanya

Skip

Asya dan Rara saat ini tengah berada di asrama. Mereka mengistirahatkan diri sepulang dari sekolah. Masih ada jam bebas sebelum sholat ashar nanti. Rara asik berceloteh cerita sana sini dan Asya yang senantiasa menjadi pendengar yang baik.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu menghentikan kegiatan keduanya. Rara bergegas membuka pintu. Ingin melihat siapa yang datang mengganggu sesi curhatannya.

"Assalamualaikum," salam salah satu santriwati

"Waalaikumsalam," jawab Rara

"Maaf mbak, saya disuruh manggil mbak Asya untuk ke kantor pengurus sekarang juga," jelas santriwati itu

"Oh iya. Saya sampaikan sekarang juga," ucap Rara

"Ya sudah kalo begitu, saya pamit dulu. Assalamualaikum," pamit santriwati itu

"Waalaikumsalam," jawab Rara lalu menutup pintu

Rara berjalan memasuki kamar untuk memberitahukan informasi ini kepada Asya.

"Siapa Ra?," tanya Asya penasaran

"Oh itu tadi salah satu santriwati. Katanya kamu disuruh ke kantor pengurus saat ini juga," ucap Rara menjelaskan

"Hah? Ngapain ya?," ucap Asya bingung

"Aku nggak tau. Mendingan sekarang kamu ke sana," ucap Rara menyarankan

"Ya udah, aku pamit dulu. Assalamualaikum," pamit Asya lalu keluar kamar

"Waalaikumsalam," jawab Rara

Setelah Asya pergi, Rara langsung merebahkan dirinya lagi untuk istirahat sejenak. Karena memang waktu ashar masih panjang.

_Kantor pengurus_

"Assalamualaikum," salam Asya begitu sampai di depan pintu

"Waalaikumsalam," jawab semua orang yang berada di sana

"Asya, ayo silakan masuk!," ucap Ustadz Malik

"Iya," ucap Asya lalu masuk ke dalam

"Ada telpon dari orang tua kamu," ucap Ustadzah Arum sambil tersenyum dan menyerahkan ponsel

"Iya Ustadzah, saya ijin dulu," ucap Asya

Ustadzah Arum menganggukkan kepalanya. Lalu berjalan agak menjauh dari semua orang. Mencoba menghubungi orang tuanya.

"Halo, assalamualaikum," ucap Asya mengawali pembicaraan

"Waalaikumsalam, Nak. Bagaimana kabar kamu Nak?," ucap Abi Fahmi

"Alhamdulillah baik Abi. Kalian semua di sana apa kabar?," ucap Asya

"Kami di sini juga baik. Walau tanpa kamu," ucap Abi Fahmi terkekeh

"Abi ini bisa saja," jawab Asya sambil tertawa pelan

"Sebentar lagi kamu ujian?," tanya Abi Fahmi

"Iya Abi. Doakan Asya ya semoga semuanya lancar dan mendapat nilai yang memuaskan," ucap Asya

"Doa kami di sini selalu menyertai kamu," ucap Abi Fahmi

"Terima kasih, Abi," ucap Asya

"Rencananya kamu mau melanjutkan di mana?," tanya Abi Fahmi

"Belum tau Abi," jawab Asya

"Kok gitu? Hayo pasti kamu sedang jatuh cinta ya di sana. Makanya tak bisa jauh darinya," ucap Abi Fahmi terkekeh

"Abi apaan sih," jawab Asya

"Hahaha Abi tidak melarang, Nak. Tapi sebaiknya kamu fokus dulu belajarnya. Jangan mencintai seseorang melebihi cintamu pada Allah. Serahkan semua kepada Allah karena Dia lebih tau apa yang terbaik untuk hamba-Nya," ucap Abi Fahmi

"Tenang saja Abi, Asya akan selalu mengingat nasehat yang Abi berikan," ucap Asya

"Oh iya. Kamu beneran nggak mau dijenguk? Umi kangen banget loh sama kamu," ucap Abi Fahmi

"Begini Abi, ada jeda liburan sebelum pengumuman kelulusan dan wisuda. In sya Allah nanti Asya usahakan untuk ijin pulang," ucap Asya menjelaskan

"Mau dijemput apa gimana nih?," tanya Abi terkekeh

"Asya udah besar Abi. Biar pulang sendiri aja nanti," jawab Asya terkekeh

"Ya sudah kalo begitu, Abi tutup telponnya ya soalnya mau ngajar santri dulu. Jaga diri baik-baik, assalamualaikum," ucap Abi Fahmi

"Waalaikumsalam," jawab Asya lalu menutup telpon

Setelah selesai, Asya langsung menyerahkan ponsel itu kepada Ustadzah Arum. Lalu ia pamit untuk kembali ke asrama lagi.

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!