NovelToon NovelToon
Gadis Desa Milik CEO Tampan

Gadis Desa Milik CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HegunP

Ayu pikir jadi istri dari CEO tampan hidupnya akan bahagia seperti di film-film, nyatanya malah selalu direndahkan dan diperlakukan kasar.

Sang CEO, bernama Arvin, memandang Ayu hanyalah gadis dari desa yang tak pantas bersanding dengan dirinya, yang berkelas dan premium. Arvin menikahi Ayu memang bukan karena cinta.

Hingga datanglah hari dimana kesabaran Ayu telah habis. Dia hendak mengakhiri rumah tangganya, namun perilaku Arvin malah berubah menjadi sosok yang tidak ingin lepas dari Ayu.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan isi hati Arvin? Dan bisakah Ayu tetap mempertahankan rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HegunP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Satu Minggu Berharga

Ayu tak pernah menyangka sedekat ini.

Membayangkan saja kadang tidak berani.

Namun apa yang terjadi sekarang? Pinggul dan punggung Ayu tertopang lengan kekar pria yang menjadi dambaannya sejak pertama kali bertemu.

Tertangkap ke pelukan lelaki itu.

Tubuh depan Ayu menempel erat, hingga dapat merasakan liatnya otot-otot panas Arvin. 

Wajah tampan nan tegas Arvin terlalu dekat. Tertaut kurang 5 centimeter.

Ayu terhenyak.

Belum lagi aroma keringat yang menguar. 

Menusuk hidung Ayu. 

Ah …!

Aroma jantan!

Jantung Ayu mau meledak, seperti kembang api.

Wajahnya berubah semerah-merahnya.

Mungkin dua lubang telinganya sebentar lagi menyemburkan uap panas jika Arvin tak segera melepas pelukannya.

Beberapa detik berlalu, Ayu dan Arvin akhirnya saling melepas diri.

“Pak … saya—”

Arvin berlalu cepat.

Tergesa-gesa keluar.

Sementara Ayu diam di tempat, mendinginkan tubuhnya yang terbakar, sembari tak berhenti merutuk diri sendiri.

...***...

Gedung Pradipta luxe Properties.

Arvin sibuk mengecek satu persatu dokumen kiriman dari Alden di meja kerjanya.

Alden berdiri menunggu respon. Sebagai seorang direktur operasional, ini juga menjadi tugasnya sebagai bawahan.

“Apa ini sudah semuanya?” tanya Arvin, dingin dan tegas seperti biasa.

“Sudah,” jawab Alden.

“Lalu bagaimana dengan permasalahan proyek pembangunan penthouse di kota sebelah?”

Alden menggeser layar tabletnya. “Belum sepenuhnya beres. Masih serius ditangani.”

Arvin menata berkas-berkasnya. “Lalu persiapan pesta perayaan hari jadi perusahaan, sudah dipersiapkan matang?”

Alden tersenyum. “Kalau itu tentu sudah. Ngomong-ngomong, apa istrimu akan kamu ajak datang?”

“Tentu tidak.” Arvin menjawab cepat.

Senyum Alden langsung lenyap. “Iya. Pastinya.”

Alden menerima beberapa tumpukan map dari Arvin, berisi dokumen penting untuk ia bawa dan diselesaikan.

Sebelum Alden menghilang dari balik pintu, dia berkomentar ringan, “Semoga Ayu selalu tabah menjadi istrimu.”

Arvin hanya menanggapi dengan diam.

Tidak lama setelah itu, pintu kembali terdengar diketuk.

“Masuk!”

“Pak Arvin!” Elena, kepala divisi pemasar, memanggil lembut sebelum melangkah masuk.

Di seluruh lantai gedung, tidak ada yang tidak mengenalnya. Perempuan paling menggoda dengan wajah dan lekukan tubuh moleknya.

Elena masuk melenggak-lenggok di atas sepatu kantor ber-high heels-nya. Rambut panjangnya bergerak menyapu-nyapu.

Arvin hanya melirik sekilas sebelum kembali fokus menandatangani beberapa dokumen penting.

“Saya sedang sibuk!” tukas Arvin.

“Iih ..  masa cuma pengen ketemu gak boleh!” rajuk Elena, memajukan bibir bawahnya.

Tidak seperti yang Elena harapkan, Arvin malah terus sibuk menggerak-gerakkan pulpen. Padahal dulu mereka berdua pernah pacaran, meski cuma satu minggu.

Satu minggu yang menurut Elena sangat berharga. 

Waktu itu Arvin sendiri yang mendatangi Elena. Dia mengajak Elena menjadi pacar ketika Elena hendak akan masuk ke dalam mobilnya di tempat parkir basement.

Tidak ada orang yang melihat mereka berdua di sana.

Bagaikan rezeki nomplok. Elena yang memang sangat mendambakan pria seperti Arvin langsung saja bilang ‘iya.’

Dan semua wanita memang akan berkata begitu jika Arvin yang meminta.

Pacaran pun berlangsung diam-diam karena itu menjadi syarat yang diberikan Arvin kepada Elena.

Dia tidak tahu tujuan Arvin sebenarnya. Padahal hanya untuk coba-coba.

Arvin pikir memiliki perempuan paling seksi di kantor mampu mengobati kosong hatinya, setelah cukup lama ditinggal Aurelia.

Ternyata tidak.

Elena tidak bisa mengobati sedikitpun.

Lalu tepat lewat satu minggu, Arvin meminta putus dan memberikan sejumlah uang ke Elena sebagai tutup mulut pernah berpacaran.

Tak lama setelah itu, sang Kakek datang mendesak Arvin untuk dijodohkan dengan Ayu.

“Apa bapak gak mau pacaran lagi sama saya?” tanya Elena, suaranya rendah menggoda.

“Iya. Sekarang pergi!” ketus Arvin.

“Ih. Jahat!

Elena bangun. Jalan menghentak.

Arvin pikir sudah selesai. Namun tidak terduga, Elena yang awalnya jalan menjauh berbelok cepat.

Elena setengah berlari mendatangi Arvin. Duduk di paha pria itu tanpa sungkan sedikitpun. Dua lengannya melingkar erat di leher Arvin. Gunung kembarnya sengaja dibusungkan.

Sebelum mengancam, Arvin membuang kasar pulpen di tangannya lalu berkata. “Aku bisa memecatmu sekarang jika kau tidak cepat berdiri!”

Bukannya mengindahkan, Elena tersenyum nakal. “Apa bapak tidak kangen dengan tubuhku? Aku bisa melayani bapak seperti dulu lagi, lho?”

Mendengar itu, rahang Arvin menggeretak.

Tatapan Arvin semakin menajam dingin. Tatapan yang Elena kenal sebagai sinyal melewati batas.

Dia segera melepas leher Arvin. Emosinya menciut. Berubah memelas.

“Pak … tolong jadikan saya pacar lagi. Saya sangat mencintai bapak. Sembunyi-sembunyi seperti dulu lagi tidak Masalah, deh. Please …”

“ELENA!” suara keras Arvin pecah.

Elena terlonjak bangun.

“Saya pergi!” 

Terbirit-birit, Elena keluar lalu menutup pintu pelan.

Baru setelahnya, Arvin dapat menghela napas panjang sambil memijat-mijat pelipisnya.

Elena terus melangkah kesal hingga sampai di depan pintu lift.

“Tidak bisa dimaafin. Aku bukan sampah yang bisa dibuang seenaknya. Awas kamu pak Arvin!” gumamnya.

Dia mengeluarkan sebatang rokok, lalu tergesa-gesa menyulutnya dengan korek api kecil, yang tak kunjung mengeluarkan api.

Pintu lift terbuka.

Elena maju melangkah tapi bahunya menyenggol seseorang yang keluar dari lift itu.

Rokok dan koreknya terlepas jatuh. 

“Kalau jalan pakai mata!” hardik Elena.

“Maaf mba. Saya tidak sengaja,” sahut Ayu, cepat.

“Dasar!”

Ayu menunduk sopan sebelum berlalu pergi, menuju jalan ke ruang kerja Arvin.

Elena mencegah cepat, datang menghalangi.

“Mau kemana? Kamu tidak bisa masuk ke wilayah situ sembarangan!”

“Saya mau bertemu pak Arvin.”

“Hah? Kamu siapa? Tidak semua orang bisa sembarang bertemu beliau!”

“Saya sudah mendapat izin dari resepsionis lantai bawah.”

‘Hah ko bisa? Siapa orang udik ini?’ batin Elena.

Elena menelisik penampilan Ayu dari ujung kepala sampai kaki.

Rambut dikuncir biasa. Kemeja motif pasaran. Celana jeans sederhana. Sepatu merek kelas menengah bawah.

Lantaran penampilan Ayu sesederhana itu, Elena berkesimpulan dia adalah ART di rumah Arvin yang ditugaskan mengantarkan sesuatu, karena Ayu juga sedang membawa tas bekal makanan.

“Saya permisi.”

Elena mempersilahkan Ayu pergi tapi masih ada kecurigaan di hatinya.

Jika wanita itu memang ART, harusnya tidak perlu menemui Arvin langsung. Barang yang diantarkan bukannya bisa dititipkan di lantai bawah saja? Kenapa harus saling bertemu seperti orang penting?

Elena yang curiga, diam-diam membuntuti Ayu.

Dan ketika Ayu menghilang setelah masuk ke ruangan Arvin, wajah Elena seketika tegang.

Dia panik. Takut. Tidak adil.

Elena yakin wanita itu adalah pacar baru Arvin yang sengaja disamarkan identitasnya seolah-olah menjadi ART. 

“Pasti begitu. Apalagi tuh wanita masih muda banget. Pak Arvin jahaat!

Elena terus menunggu.

Dia sudah bertekad, nanti saat Ayu keluar dari sana akan ia hajar.

Kalau perlu, mendorongnya hingga jatuh ke lantai bawah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!