Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 Perkara Gula dan Garam
Seorang wanita tua berjalan mendekat dengan anggun, para penjaga seketika terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Mohon maaf atas keributan ini, nyonya!" Seru penjaga itu. "Tapi ini semua karena penipu itu!" timpalnya dengan mengarahkan telunjuk ke arah Wei Ying.
Wanita tua itu mengibaskan kipasnya dan menutup setengah wajahnya, matanya menyipit tajam ke arah Wei Ying dan ketiga anaknya.
"Benarkah itu?" tanya wanita tua itu.
"Benar nyonya!"
"Barang apa yang di bawa wanita itu? Perlihatkan padaku!"
Dua penjaga itu menyerahkan dua tabung yang terbuat dari bambu. Ekspresi wanita itu pun menunjukan raut yang sama dengan dua penjaga tadi, "Apa ini?" tanyanya.
"Dia bilang itu adalah garam dan gula! Tapi semua orang tau, gula dan garam tidak seperti itu, nyonya!" seru penjaga itu.
Wei Ying yang tidak tahan dengan penjaga itu segera berteriak, "Itu memang garam dan gula! Dasar tolol! Jika tak percaya coba jilat saja! Garam itu asin dan gula itu manis!"
"Siapa yang akan melalukan itu! Kita tak tau apakah itu mengandung racun atau bukan!" dua penjaga itu tak mau kalah.
"Ya sudah, sini!" Wei Ying mengambil dia tabung bambu itu dari tangan wanita tua disana dan menaburkan sedikit isinya ke telapak tangannya.
Tanpa ragu Wei Ying menenggak bubuk putih itu dan ekspresinya seketika mengernyit, "Asin!" serunya dengan lidah menjulur.
Tapi tidak berhenti di sana, ia segera menuangkan isi dari tabung lain dan langsung menenggaknya juga. "Ini masih!" serunya lagi.
Untuk beberapa waktu mereka terdiam, menunggu apakah itu beraksi lain atau tidak. Tapi tak ada reaksi aneh dari Wei Ying, dan idu menggugurkan prasangka jika itu mengandung racun. Maka wanita tua itu tanpa ragu segera mencolek dua benda berwarna putih itu. Seketika ekspresinya berubah sama seperti Wei Ying.
"Ini asin! Sungguh asin!" serunya.
Lalu tanpa membuang waktu ia pun mencicipi tabung bambu satunya lagi. "Ini manis!"
Wei Ying tersenyum bangga dan menggosok hidungnya, lalu tersenyum miring saat melihat dua penjaga itu terdiam.
"Kan! Kalian itu memang tolol!" ujar Wei Ying sambil melempar sendalnya ke arah dia penjaga itu, "Lu Xue, ambil!" serunya pada Lu Xue untuk mengambil kembali sendalnya.
Kini tatapan wanita tua itu bukan lagi pandangan lebih prasangka, melainkan tatapan yang seperti telah menemukan suatu harta Karun.
"Nona muda, mohon maafkan saya atas tindakan kurang ajar tadi." ujar wanita tua itu, "Sejujurnya, saya tak pernah mengira jika barang yang anda bawa adalah garam dan gula. Ini karena bentuknya sangat berbeda dari garam dan gula yang biasa kamu beli dan jual."
Kini Wei Ying yang menatap wanita tua itu dengan tatapan bingung, "Maksudnya?"
Wanita tua itu tersenyum, "Gula yang anda bawa sangat halus dan berwarna putih, rasanya pun manis tanpa ada rasa lain yang mengikutinya. Juga garam ini tak kalah halus dari gula ini, warnanya pun juga putih bersih dan tanpa ada rasa pahit, hanya asin yang murni." ujar wanita tua itu.
Mendengar itu Wei Ying menjadi penasaran, "Memangnya seperti apa gula dan garam milik kalian?" tanyanya.
"Ah, mohon maaf, saya terlalu terkejut. Mari masuk ke dalam, anda adalah tamu penting hari ini." ujar Wanita itu.
Lalu Wei Ying di persilahkan untuk masuk ke dalam begitu pun dengan Lu Shu dan dua adiknya.
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭