NovelToon NovelToon
Janji Dibalik Kegelapan

Janji Dibalik Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yorozuya Rin

Sinopsis

Su Yelan, murid dari Tabib Ilahi legendaris, datang ke ibu kota hanya dengan satu tujuan sederhana, mengobati kebutaan seorang pria yang dikenal sebagai Tuan Ketujuh, sosok bangsawan yang berkuasa namun terkenal dingin dan tak tersentuh.

Niat baik itu justru berujung pada sebuah taruhan berbahaya.

Jika ia gagal, hidupnya akan sepenuhnya berada di bawah kendali sang pangeran.

Dengan dalih menjalankan pengobatan, Su Yelan mulai “menyiksa” pasiennya dengan cara yang tidak biasa. Setiap hidangan yang disajikan kepadanya dipenuhi rasa pedas menyengat, cukup untuk membuat siapa pun berkeringat dan mengernyit kesakitan.

Melihat sang pangeran yang biasanya angkuh terpaksa menahan pedas, wajahnya memerah dan napasnya berat, Su Yelan justru merasa puas diam-diam.

Namun di balik semua itu, gadis yang tampak keras kepala ini sebenarnya bukan orang yang kejam.

Sedikit demi sedikit, kebersamaan mereka mengikis jarak yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yorozuya Rin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memecahkan Masalah yang Tak Terpecahkan

Bab 11 : Memecahkan Masalah yang Tak Terpecahkan

A-Shun sebenarnya tidak menyangka bahwa penyelidikan sederhana terhadap latar belakang Su

Yelan akan menghasilkan cerita yang begitu aneh.

Ia berdiri dengan sikap hormat di tengah ruangan Paviliun Naga Melingkar, sementara Yan Yuxing duduk diam di kursinya, wajahnya tertutup bayangan lampu minyak yang redup.

Di luar jendela, angin musim gugur berdesir pelan melalui rumpun bambu.

Suara dedaunan yang saling bergesekan terdengar seperti bisikan samar di tengah malam yang panjang.

A-Shun berkata perlahan,

“Setelah diselidiki, banyak hal aneh terjadi pada gadis itu, Tuanku.”

Ia berhenti sejenak, seolah merapikan ingatan yang baru saja ia kumpulkan dari berbagai sumber.

“Penduduk di kota asalnya mengatakan bahwa sebelum usia dua belas tahun… Su Yelan dikenal sebagai gadis yang lambat belajar.”

Alis Yan Yuxing sedikit berkerut.

A-Shun melanjutkan.

“Ayahnya dulu adalah seorang guru yang cukup terkenal di desa mereka. Meskipun seorang gadis tidak diharapkan memiliki pengetahuan luas, tetapi jika ia bisa menulis kaligrafi atau melantunkan puisi, reputasinya tetap akan baik.”

Ia menghela napas pelan.

“Namun Su Yelan berbeda.”

“Walaupun ayahnya sudah mengajarinya dengan sabar selama bertahun-tahun… ia bahkan tidak mampu menulis satu karakter pun dengan benar.”

Suasana ruangan menjadi sunyi.

Lampu minyak berkedip pelan, menimbulkan bayangan yang bergerak-gerak di dinding.

“Karena itu,” lanjut A-Shun, “dia sering menjadi bahan pembicaraan di kota. Banyak orang mengatakan bahwa ia gadis yang bodoh dan pemalu.”

Yan Yuxing tetap tidak berkata apa-apa.

Namun di balik kelopak matanya yang tak dapat melihat, pikirannya mulai bergerak.

Gadis yang bodoh?

Itu tidak cocok dengan gadis yang sekarang ia kenal.

A-Shun melanjutkan dengan suara rendah.

“Kehidupannya cukup tenang sampai usia dua belas tahun.”

“Enam tahun lalu… banjir bandang besar melanda pegunungan di dekat desa mereka.”

Angin tiba-tiba bertiup lebih kencang di luar jendela, membuat tirai sutra bergetar pelan.

“Bencana itu hampir memusnahkan seluruh desa.”

“Hanya sedikit orang yang selamat.”

“Su Yelan adalah salah satunya.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Pada saat itu, Tabib Ilahi Mo Qingyuan kebetulan melewati daerah itu. Ia menyelamatkan Su Yelan dari reruntuhan desa yang hancur.”

“Setelah pulih…”

“Gadis yang sebelumnya terkenal bodoh itu tiba-tiba berubah.”

Nada suara A-Shun menjadi lebih serius.

“Dia menjadi sangat cerdas dan tangkas.”

“Perubahan itu begitu drastis sehingga menjadi cerita yang terus dibicarakan oleh penduduk kota sampai sekarang.”

Yan Yuxing mengerutkan kening lebih dalam.

Bagaimana mungkin seorang gadis yang bahkan tidak bisa menulis satu karakter…

tiba-tiba berubah menjadi tabib yang cerdas?

A-Shun berkata,

“Karena kedua orang tuanya meninggal dalam banjir itu, Tabib Mo merasa kasihan dan menerimanya sebagai murid.”

Ruangan kembali sunyi.

Hanya suara api kecil dari lampu minyak yang sesekali berderak pelan.

Namun di dalam hati Yan Yuxing, sebuah angka terus bergema.

Enam tahun.

Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih keras.

Enam tahun.

Wajahnya perlahan menegang.

Enam tahun yang lalu…

Shen Lanruo juga meninggal pada tahun itu.

Kenangan yang selama ini ia tekan jauh di dalam hatinya perlahan muncul kembali seperti bayangan yang bangkit dari kedalaman air gelap.

Yan Yuxing adalah Tuan Keenam dalam keluarga Yan.

Di antara para saudara laki-lakinya, ada seorang yang paling dekat dengannya.

Saudara kesembilannya.

Yan Tian Ming.

Yan Tian Ming pernah bertunangan dengan seorang wanita dari keluarga Shen.

Wanita itu adalah Shen Lanruo.

Pada saat itu, hampir semua orang di ibu kota tahu bahwa pernikahan mereka hanya tinggal menunggu waktu.

Namun

Yan Yuxing jatuh cinta pada wanita yang seharusnya menjadi istri saudaranya sendiri.

Perasaan itu datang begitu tiba-tiba dan begitu kuat sehingga bahkan ia sendiri tidak mampu menolaknya.

Ia tahu bahwa apa yang ia lakukan tidak dapat dimaafkan.

Namun ia tetap melakukannya.

Dengan status dan kekuasaannya, ia memaksa membatalkan pertunangan Yan Tian Ming dan menikahi Shen Lanruo.

Tiga tahun setelah pernikahan mereka,

Shen Lanruo hamil.

Hari ketika ia melahirkan seorang bayi laki-laki seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Yan Yuxing.

Namun kegembiraan itu berubah menjadi tragedi.

Yan Yuxing mengepalkan tangannya tanpa sadar.

Kuku-kukunya menekan telapak tangan hingga terasa sakit.

Seseorang menyebarkan rumor.

Rumor yang sangat kejam.

Dikatakan bahwa Shen Lanruo sebenarnya mencintai Yan Tian Ming, bukan dirinya.

Dan bayi yang ia lahirkan, bukan anak Yan Yuxing.

Melainkan anak Yan Tian Ming.

Ketika pertama kali mendengar rumor itu, kemarahan Yan Yuxing seperti api yang membakar

seluruh pikirannya.

Ia memanggil Shen Lanruo.

Ia menanyainya berulang kali.

Shen Lanruo menangis.

Ia menyangkal semuanya.

Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah mengkhianatinya.

Namun Yan Yuxing saat itu sudah terlalu dikuasai oleh amarah dan kecemburuan.

Ia memerintahkan tes darah.

Metode kuno yang tidak masuk akal untuk menentukan hubungan ayah dan anak.

Darahnya dan darah bayi dimasukkan ke dalam mangkuk berisi air.

Jika darah mereka menyatu, mereka adalah ayah dan anak.

Namun jika tidak, anak itu bukan miliknya.

Hasilnya…

darah mereka tidak bercampur.

Saat itu juga amarah Yan Yuxing meledak.

Shen Lanruo dituduh berzina.

Ia menangis.

Ia memohon.

Ia bersumpah bahwa ia tidak pernah mengkhianatinya.

Namun tidak ada yang mau percaya.

Akhirnya,

dalam keputusasaan yang luar biasa.

Shen Lanruo mengakhiri hidupnya sendiri.

Untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.

Ketika tubuhnya bahkan belum sempat menjadi dingin, orang yang menyiapkan air untuk tes darah itu tiba-tiba mengaku.

Air tersebut telah dimanipulasi.

Darah yang tidak bercampur itu adalah tipu daya.

Bayi laki-laki itu memang anak Yan Yuxing.

Namun pelaku hanyalah boneka.

Ia bunuh diri sebelum mengungkap siapa dalang di balik semua itu.

Kenangan itu seperti pisau yang kembali menusuk dada Yan Yuxing.

Selama enam tahun terakhir…

ia tidak pernah berhenti menyalahkan dirinya sendiri.

Jika saat itu ia sedikit lebih percaya pada Shen Lanruo, jika ia tidak membiarkan rumor menguasai pikirannya, tragedi itu mungkin tidak akan pernah terjadi.

Yan Yuxing tiba-tiba bertanya,

“Kapan tepatnya banjir itu terjadi?”

A-Shun sedikit terkejut oleh pertanyaan itu.

Namun ia segera menjawab dengan hormat.

“25 September… enam tahun yang lalu.”

Yan Yuxing mengulang pelan.

“25 September…”

Tiba-tiba wajahnya menjadi pucat.

Itu adalah hari kematian Shen Lanruo.

Tangannya tanpa sadar menyentuh cangkir teh di meja.

Cangkir itu jatuh.

Suara pecahannya bergema tajam di ruangan yang sunyi.

A-Shun terkejut.

“Tuanku!”

Namun Yan Yuxing tidak menjawab.

Pikirannya tiba-tiba teringat pada sesuatu yang terjadi enam tahun lalu.

Ketika ia kehilangan Shen Lanruo dan penglihatannya…

ia pernah pergi ke Kuil Putuo.

Di sana ia bertemu dengan seorang biksu tua.

Guru Huijing.

Biksu itu pernah berkata kepadanya dengan suara tenang:

“Cinta sejati tidak akan terputus oleh takdir.”

“Jika ikatan itu masih ada, suatu hari mereka akan bertemu kembali.”

Dua kalimat itu telah menopang hidup Yan Yuxing selama enam tahun.

Jika bukan karena kata-kata itu…

mungkin ia sudah memilih mati bersama Shen Lanruo sejak lama.

A-Shun menatap tuannya dengan cemas.

“Tuan Keenam…”

Namun Yan Yuxing tiba-tiba berdiri.

Suaranya kembali tenang, meskipun dadanya masih bergejolak.

“Katakan pada Kepala Pelayan Zhou…”

“Buka Paviliun Bunga Plum.”

A-Shun langsung tertegun.

Paviliun Bunga Plum adalah ruang kerja Yan Yuxing.

Di sana tersimpan hampir semua benda yang berkaitan dengan Shen Lanruo.

Sejak ia menjadi buta enam tahun lalu,

Yan Yuxing tidak pernah menginjakkan kaki di sana lagi.

Tempat itu telah menjadi area terlarang di Taman Tinta.

Namun sekarang, ia ingin membukanya kembali.

Beberapa hari kemudian.

Su Yelan datang seperti biasa membawa obat.

Namun pelayan mengatakan bahwa Yan Yuxing tidak berada di Paviliun Naga Melingkar.

Ia berada di Paviliun Bunga Plum.

Su Yelan mengerutkan kening.

“Seorang pria buta… berada di ruang belajar?”

Ia merasa bingung.

Namun tetap berjalan ke sana.

Ketika pintu paviliun terbuka, ia langsung tertegun.

Di dalam ruangan itu tergantung banyak lukisan.

Semua lukisan menggambarkan wanita yang sama.

Wanita itu sedang menari di antara bunga plum.

Berdiri di bawah pohon dengan gaun berkibar tertiup angin.

Duduk di dekat jendela sambil memainkan kecapi.

Setiap lukisan begitu hidup.

Seolah-olah wanita itu masih bernapas di dalamnya.

Tangan Su Yelan yang memegang mangkuk obat mulai bergetar.

Wajah wanita di lukisan itu adalah Shen Lanruo.

Ia hampir berbalik untuk pergi.

Namun tiba-tiba sebuah suara datang dari belakangnya.

“Karena kau sudah datang…”

“Kenapa terburu-buru pergi tanpa mengatakan apa-apa?”

Su Yelan menoleh.

Ia melihat Yan Yuxing berjalan keluar dari ruang dalam.

Ia memegang tongkat giok di tangannya.

Langkahnya pelan namun stabil.

Meskipun matanya tidak dapat melihat, ia berhenti tepat menghadap ke arahnya.

Seolah-olah ia benar-benar dapat melihatnya.

Untuk sesaat, Su Yelan merasa seolah ada kilatan kecerdasan di mata Yan Yuxing.

Tatapan yang terlalu tajam untuk seorang pria buta.

Ia cepat-cepat menenangkan diri.

Ia meletakkan mangkuk obat di meja.

“Aku hanya datang untuk mengantarkan obat.”

Nada suaranya dingin.

“Selain itu…”

“Aku tidak punya hal lain untuk dibicarakan denganmu.”

1
Lina Hibanika
dan entah kenapa ye lan harus tergesa-gesa 🤭
Fransiska Husun
jangan ceoat ketangkap, n ketahuan, klo terlalu cepat gak lucu/Angry/
Fransiska Husun
masih nyimak thor
Fransiska Husun
masih nyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!