NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: PENGKHIANATAN DALAM BAYANGAN CAHAYA

Kemenangan kecil atas GlobalNet terasa manis, namun Rizky tahu itu hanyalah jeda.

Langit Jakarta yang ia tatap malam itu, penuh janji dan tantangan, kini terasa lebih berat.

Proyek Nusantara Connect adalah nafas barunya, kanvas tempat ia melukis masa depan yang berbeda. Ia telah bersumpah untuk membangun, bukan lagi menghancurkan. Namun, takdir seolah punya rencana lain, menyeretnya kembali ke pusaran intrik dan pengkhianatan yang ia kira telah ia tinggalkan.

RETAKAN PERTAMA: BISIKAN DIBALIK LAYAR

Beberapa minggu setelah konferensi pers yang menggemparkan, proyek Nusantara Connect mulai menghadapi hambatan yang aneh. Bukan lagi dari GlobalNet secara langsung, melainkan dari dalam.

Laporan-laporan dari lapangan mulai menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.

"Tuan Muda, ada penolakan keras dari masyarakat adat di Sulawesi Tenggara," lapor Haryo suatu pagi, raut wajahnya keruh.

"Mereka menuduh kita melakukan eksploitasi lahan, padahal kita sudah mengantongi semua izin dan kesepakatan kompensasi yang adil.

Rizky mengerutkan kening. "Eksploitasi? Itu tidak mungkin. Tim negosiasi kita sangat hati-hati dalam pendekatan budaya. Apa penyebabnya?

"Ada rumor yang beredar, Tuan Muda," lanjut Haryo, suaranya merendah. "Rumor bahwa Hadiningrat Group hanya peduli pada keuntungan, dan bahwa kita akan merusak lingkungan serta mengusir mereka dari tanah leluhur. Bahkan ada yang menyebut kita 'penjajah baru.

Darah Rizky berdesir dingin. Ini bukan sekadar penolakan biasa. Ini adalah kampanye hitam yang terstruktur, dirancang untuk memprovokasi emosi dan memutarbalikkan fakta. Ia teringat bagaimana ia sendiri pernah menggunakan taktik serupa untuk menjatuhkan Maheswari Corp. Namun, kali ini, ia berada di sisi yang berlawanan, dan yang lebih parah, targetnya adalah proyek yang ia bangun dengan niat tulus.

Hambatan serupa mulai muncul di beberapa titik lain. Di Kalimantan, insinyur sipil melaporkan bahwa beberapa kontraktor lokal yang seharusnya bekerja sama dengan Hadiningrat Group tiba-tiba mundur, dengan alasan 'tekanan dari pihak lain.' Di Jawa Tengah, sebuah LSM lingkungan yang sebelumnya mendukung proyek, tiba-tiba mengeluarkan pernyataan pers yang sangat kritis, menuduh Hadiningrat Group tidak transparan.

Suryo, yang biasanya tenang, mulai menunjukkan kekhawatiran. "Ini bukan pekerjaan GlobalNet secara langsung, Rizky. Mereka terlalu pintar untuk meninggalkan jejak sejelas itu. Ini lebih seperti serangan gerilya, dari dalam.

BAYANGAN YANG DIKENAL: JEJAK BRAMANTYO

Rizky memerintahkan Haryo untuk menyelidiki secara mendalam. Setiap laporan, setiap rumor, setiap penolakan, harus dianalisis. Ia ingin tahu siapa dalang di balik semua ini.

Dan kemudian, sebuah nama muncul, seperti bayangan yang tak pernah benar-benar hilang.

"Tuan Muda, tim investigasi menemukan sesuatu yang mencurigakan," kata Haryo, meletakkan beberapa dokumen di meja Rizky. "Beberapa pertemuan rahasia antara perwakilan GlobalNet dengan... Bramantyo.

Jantung Rizky serasa berhenti berdetak. Bramantyo. Nama itu menghantamnya seperti palu godam. Ia menatap dokumen-dokumen itu: foto-foto buram Bramantyo memasuki sebuah kafe terpencil, bertemu dengan seorang pria yang diidentifikasi sebagai manajer senior GlobalNet. Ada juga rekaman percakapan telepon yang disadap, meskipun samar, namun suara Bramantyo jelas terdengar.

"Tidak mungkin," bisik Rizky, lebih kepada dirinya sendiri. "Dia bekerja untukku. Dia... dia sudah hancur.

"Justru itu, Tuan Muda," sahut Haryo, nadanya penuh penyesalan. "Orang yang sudah hancur seringkali tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan, dan mudah dibeli. Bramantyo adalah koordinator lapangan untuk wilayah-wilayah yang paling banyak mengalami penolakan ini. Dia punya akses, dia punya jaringan, dan dia tahu bagaimana memanipulasi orang.

Rizky mengingat kembali senyum licik Bramantyo saat melaporkan keberhasilannya dalam negosiasi lahan di Jawa Barat. "Sedikit sentuhan personal, sedikit pemahaman tentang kebutuhan mereka.

Kata-kata itu kini terdengar seperti racun. Bramantyo tidak meyakinkan mereka untuk kebaikan proyek, melainkan untuk menanam benih kebencian, menunggu saat yang tepat untuk memanennya.

Kemarahan membuncah dalam diri Rizky. Bukan kemarahan yang membakar seperti saat ia merencanakan balas dendam pada Adelia, melainkan kemarahan yang dingin, menusuk, dan penuh kekecewaan. Ia telah memberinya kesempatan kedua, memberinya peran penting dalam proyek yang ia anggap suci. Dan Bramantyo membalasnya dengan pengkhianatan yang lebih keji.

PUKULAN TELAK: SKANDAL DAN KEPERCAYAAN YANG HANCUR

Pengkhianatan Bramantyo tidak berhenti pada sabotase di lapangan. Beberapa hari kemudian, sebuah berita meledak di media nasional.

Sebuah laporan investigasi yang sangat detail, lengkap dengan dokumen-dokumen internal yang bocor, menuduh Hadiningrat Group melakukan praktik korupsi dalam pengadaan lahan untuk Nusantara Connect. Laporan itu menyoroti "dana siluman" yang dialirkan ke rekening-rekening fiktif, dan yang paling menyakitkan, menuduh Rizky Hadiningrat secara pribadi terlibat dalam skema tersebut.

"Tuan Muda, ini adalah dokumen-dokumen yang hanya bisa diakses oleh tim inti kita, kata Haryo, wajahnya pucat pasi. "Dan nama-nama rekening fiktif itu... beberapa di antaranya adalah nama-nama yang Bramantyo gunakan dalam negosiasi di Jawa Barat.

Rizky membaca berita itu, matanya menyala-nyala. Foto dirinya terpampang besar di halaman depan, dengan judul provokatif: "Pewaris Hadiningrat: Dari Balas Dendam ke Korupsi?"

Publik yang tadinya bersimpati padanya, kini berbalik 180 derajat. Komentar-komentar di media sosial membanjiri, penuh caci maki dan tuduhan.

"Dasar pengusaha serakah!" "Sama saja dengan yang lain!" "Nusantara Connect hanya kedok untuk mengeruk keuntungan!"

Kemarahan Rizky mencapai puncaknya. Ini bukan hanya tentang proyeknya, bukan hanya tentang reputasi Hadiningrat Group.

Ini adalah serangan pribadi, sebuah upaya untuk menghancurkan semua yang telah ia bangun, semua yang telah ia perjuangkan untuk menjadi lebih baik.

Bramantyo tidak hanya mengkhianatinya, ia juga mencoreng nama baiknya, menyeretnya kembali ke lumpur yang ia kira telah ia tinggalkan.

Suryo memanggilnya. "Rizky, ini adalah ujian terberatmu. Mereka tidak hanya menyerang proyek, mereka menyerang integritasmu. Mereka ingin kau kembali menjadi Rizky yang lama, yang hanya tahu cara menghancurkan."

"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Ayah," geram Rizky, matanya memancarkan kilatan berbahaya yang sudah lama tidak terlihat. "Aku akan menemukan Bramantyo. Dan aku akan membuatnya membayar."

Konfrontasi dan Kebenaran Pahit

Rizky memerintahkan Haryo untuk melacak Bramantyo.

Tidak butuh waktu lama.

Bramantyo ditemukan di sebuah vila mewah di Bali, hidup bergelimang harta dari hasil pengkhianatannya. Rizky terbang ke sana, ditemani Haryo dan beberapa pengawal.

Saat Rizky berdiri di hadapan Bramantyo, yang sedang bersantai di tepi kolam renang dengan segelas koktail, kemarahan Rizky terasa begitu pekat hingga udara di sekitarnya menegang.

"Bramantyo," suara Rizky rendah, namun penuh ancaman.

Bramantyo terkejut, wajahnya memucat saat melihat Rizky. Ia mencoba tersenyum, senyum yang kini terlihat menjijikkan.

"Tuan Muda Rizky! Apa kabar? Saya sedang menikmati liburan singkat sebelum kembali bekerja.

"Liburan singkat?" Rizky melangkah mendekat, matanya menatap tajam. "Atau pelarian setelah menjual proyek yang seharusnya kau jaga?"

Wajah Bramantyo berubah. Ia mencoba membela diri. "Saya tidak tahu apa yang Tuan Muda bicarakan.

"Jangan berpura-pura bodoh," Rizky membanting tumpukan bukti di meja di samping Bramantyo: foto-foto pertemuan, rekaman percakapan, dan laporan bank tentang transfer dana. "GlobalNet membayar berapa untuk ini, Bramantyo? Cukup untuk membeli vila ini dan melupakan semua yang pernah kulakukan untukmu?"

Bramantyo akhirnya menyerah. Ia tertawa sinis. "Apa yang kau harapkan, Rizky? Kesetiaan? Setelah kau menghancurkan hidupku, mengambil Adelia, mengambil perusahaanku? Kau pikir aku akan menjilat kakimu selamanya?"

"Aku memberimu kesempatan kedua!" Rizky membentak, suaranya menggelegar. "Aku memberimu kesempatan untuk membangun sesuatu yang berarti! Dan kau membalasnya dengan pengkhianatan yang lebih busuk dari sebelumnya!"

"Membangun? Omong kosong!" Bramantyo meludah. "Kau hanya ingin terlihat seperti pahlawan. Tapi di balik semua itu, kau tetaplah Rizky yang sama, yang haus kekuasaan. Aku hanya bermain sesuai aturanmu, Rizky. Aturan yang kau ciptakan sendiri.

Kata-kata Bramantyo menusuk hati Rizky. Apakah ia benar? Apakah ia hanya menipu dirinya sendiri? Apakah ia memang tidak pernah berubah?

"Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan proyek ini," kata Rizky, suaranya kembali dingin. "Dan aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja.

Bramantyo hanya tersenyum mengejek. "Kau tidak bisa membuktikan apa-apa, Rizky. Semua jejak sudah kuhapus. Dan bahkan jika kau bisa, siapa yang akan percaya padamu? Kau sudah dicap koruptor oleh seluruh negeri.

Rizky mengepalkan tangannya, menahan diri untuk tidak menghantam wajah Bramantyo. Kemarahan itu kini bercampur dengan rasa sakit yang mendalam. Ia telah mencoba menjadi lebih baik, mencoba melangkah maju. Namun, masa lalu, dalam wujud Bramantyo, kembali menghantuinya, menyeretnya kembali ke kegelapan.

PILIHAN YANG MENYAKITKAN

Kembali ke Jakarta, Rizky merasa hancur. Bukan karena proyeknya terancam, bukan karena reputasinya tercoreng, tetapi karena ia merasa dikhianati oleh kepercayaannya sendiri. Ia telah mencoba percaya pada kebaikan, mencoba percaya pada kesempatan kedua. Dan ia telah dibayar dengan harga yang mahal.

Suryo menatapnya dengan prihatin. "Apa yang akan kau lakukan, Nak?"

Rizky menatap keluar jendela, ke arah kota yang kini terasa begitu asing. Ia bisa saja menghancurkan Bramantyo, membalas dendam dengan cara yang paling kejam. Ia tahu bagaimana caranya. Ia punya kekuasaan, ia punya sumber daya. Tapi apakah itu akan membuatnya merasa lebih baik? Apakah itu akan membuktikan bahwa ia telah berubah?

Atau, ia bisa memilih jalan yang lebih sulit. Jalan untuk membersihkan namanya, menyelamatkan proyeknya, dan membuktikan kepada semua orang—termasuk dirinya sendiri—bahwa ia memang berbeda. Bahwa ia adalah Rizky Hadiningrat, seorang pemimpin yang membangun, bukan hanya membalas.

Namun, untuk melakukan itu, ia harus menghadapi GlobalNet, menghadapi Bramantyo, dan menghadapi keraguan publik. Dan yang paling sulit, ia harus menghadapi bayangan dirinya sendiri yang lama, yang kini terasa begitu dekat, memanggilnya kembali ke kegelapan balas dendam.

Malam itu, Rizky tidak tidur. Pikirannya berputar, antara kemarahan yang membakar dan tekad yang membaja. Ia tahu, pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai. Dan kali ini, taruhannya bukan hanya takhta Hadiningrat Group, melainkan jiwanya sendiri.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!