NovelToon NovelToon
Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Ren cuma pegawai kantoran biasa.

Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.

Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:

"Tidak Melakukan Apapun."

Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.

Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Ujung sepatu bot Chen berbalik tajam. Aspal basah berderit di bawah sol karetnya.

Langit pagi Qilin sama sekali tidak menjanjikan kehangatan. Udara terasa kering dan mengigit kulit. Genangan air sisa semalam di gang sempit itu masih memantulkan warna pelangi dari tumpahan bahan bakar.

Ren melangkah tanpa suara di belakang kapten itu. Ia menjaga jarak aman. Punggung lebar Chen kini tidak lagi tegang karena putus asa, melainkan kaku oleh adrenalin murni.

Pria itu berjalan seolah kakinya digerakkan oleh mesin. Persepsinya baru saja menembus batas kewajaran.

Semua itu karena satu tarikan tuas imajiner di kepala Ren.

DIa masih mencurigaiku, batin pemuda itu santai.

Matanya menangkap lirikan tajam Chen dari sudut mata.

Ada kilat kalkulasi di balik pupil sang kapten. Otak veteran itu pasti sedang menghubungkan lonjakan persepsi tiba-tiba dengan keberadaan Ren di belakangnya. Tapi Chen memilih diam. Fokusnya kini hanya pada jejak yang baru saja terbuka di depan matanya.

Bau apek urine kering perlahan tergantikan oleh aroma tajam dari jalan raya utama. Angin membawa sisa debu beton dan karbon monoksida. Mereka keluar dari labirin kumuh itu.

Dua blok dari sana, garis polisi membentang membelah aspal. Pita kuning itu berkibar ditiup angin pagi.

Seorang detektif berompi taktis bersandar pada kap mobil patroli. Jari kasarnya menjepit batang rokok yang sudah menyala separuh. Asap kelabu mengepul, berbaur dengan napasnya yang mengembun.

Ia menoleh pada rekannya yang sedang mengunyah permen karet dengan gelisah.

"Kau harap Kapten Chen bisa menangkap pelakunya?" Pria berompi itu memecah keheningan. Suaranya serak. Sarat akan keraguan.

Rekannya berhenti mengunyah. Ia memandang ujung jalan yang kosong dan berkabut.

"Tapi apakah kita ada pilihan?" balasnya pelan. "Orang yang paling dekat bisa melacak si pembunuh berantai ini cuman Kapten Chen."

Keheningan kembali menyergap. Suara radio komunikasi dari dalam mobil patroli memuntahkan kode-kode statis.

Mereka sama-sama tahu. Target yang sedang diburu ini bukan penjahat jalanan biasa. Pola pembunuhannya acak. Tanpa jejak DNA, tanpa sidik jari.

Keputusasaan itu nyaris menelan mereka hidup-hidup.

Hingga suara langkah kaki berat menghantam aspal dari arah tikungan.

Keduanya menoleh serentak. Bara rokok di jari pria berompi itu nyaris jatuh.

Kapten Chen muncul dari balik kabut tipis. Matanya membelalak lebar, memancarkan energi mematikan. Urat lehernya menonjol, memompa darah ke seluruh tubuh yang seakan menolak lelah.

Napasnya memburu, mengeluarkan uap putih tebal. Ren berjalan tepat di belakang bayangannya dengan wajah datar.

"Kapten?" panggil detektif berompi itu ragu. Ia menegakkan punggungnya.

Chen tidak berhenti melangkah. Ia menabrak pita kuning itu hingga putus.

"Kita menemukan pelakunya." Suara Chen menggelegar. Tegas.

Kedua bawahan itu saling bertatapan kosong. Huh?

Mereka buru-buru membuang rokok dan mengekor di belakang monster veteran yang baru saja bangkit dari kuburnya itu.

Jauh dari jalan raya, di sektor terluar distrik Qilin.

Sebuah fasilitas pengolahan tua berdiri mati. Karat menggerogoti pilar baja, menciptakan debu merah di setiap sudut bangunan. Tempat ini terlalu usang untuk masuk radar patroli kota. Sangat berbeda dengan gemerlap neon di pusat kota Qilin.

Di bagian terdalam fasilitas itu, sebuah lampu neon berkedip sakaratul maut. Aliran listrik yang tidak stabil membuat cahayanya meredup setiap beberapa detik.

Sebuah siluet pria berdiri tegak di ambang bayangan. Ia memakai jas rapi. Hanya dasi cokelatnya yang menangkap kilau lampu neon. Wajahnya tertelan kegelapan pekat.

Udara di ruangan itu terasa lengket. Bau amis darah bercampur aroma logam menguasai penciuman.

"Bagaimana tangkapan hari ini?" Suara pria berdasi itu menggema. Tenang, berwibawa, tanpa emosi.

Di depannya berdiri sosok berjubah kusam. Sulit membedakan apakah warnanya cokelat kotor atau merah darah yang sudah mengering. Jubah itu tampak bergerak-gerak kecil, seolah ada sesuatu yang hidup di balik kainnya.

Wajahnya tertutup topeng porselen putih polos. Hanya ada dua lubang hitam pekat sebagai pengganti mata.

Ia adalah mimpi buruk kepolisian Qilin. Sang pembunuh berantai. Orang yang selama ini mereka lacak.

"Seperti biasa. Target telah didapatkan." Suaranya terdengar mekanis, teredam di balik porselen.

Tangan pucat terulur dari balik jubah. Sebuah lambang spiral tergambar jelas di kulitnya. Ia menunjuk ke arah sudut ruangan yang lembap.

Di sana, belasan tubuh manusia berserakan.

Beberapa dari mereka sudah kaku dengan mata mendelik. Namun beberapa masih hidup. Napas mereka putus-putus. Suara rintihan pelan lolos dari tenggorokan mereka yang kering. Tubuh-tubuh itu tak bisa melakukan apa pun selain menunggu ajal.

Pria berdasi itu melangkah maju sedikit. Sepatunya mengetuk lantai beton.

"Bagus. Kerja bagus."

1
Filan
benda yang bakal memutar balikan keadaankah?
Ironside: Enggak sih, konteksnya sesuai judul cerita ini.
total 1 replies
Filan
kayaknya sekarang Ren bakal dapat kekuatan
Filan
satu Bab nya pendek juga ya.
Ironside: Legenda Penapak Langit
total 3 replies
Filan
ahli artefak dia...
Ironside: Iya, dia admin pemerintah/AFC soalnya. Jadi tahu banyak soal artifak, atau ... hal lain juga /Doge/
total 1 replies
Filan
untung ditepuknya ga kenceng ya 😅
Ironside: Kalau kencang, bisa remuk. xixixi 😆
total 1 replies
Filan
kalau langit-langit itu dalam bahasa Indonesia plafon.
Liu Bang Xie Lit (Hiastus)
sudah 28 chapter dan tidak ada insect, kecewa...
hiat: berakkkkk aja dia mah
total 6 replies
Became of Patung Berhala
Tikus Besar/Proud/
Ironside: Collosal Rat /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
cepet banget abis kak/Curse/
Ironside: Memang pendek-pendek chapternya Kak /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
keren banget kak semangat!😍
Aoooo
Insectnya mana kak/Curse/
Ironside: Tidak ada insect Kak /Curse/
total 1 replies
fernan Do
semangat thor
hiat
PoV 3 omnicient?
Ironside: /Scowl/, Hentikan /Curse/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!