Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu-2
Sssstttsss
Ular itu menggeliat kesakitan mengibaskan ekornya dan membuat Amara menangkap ujungnya ia tahu kelemahan ular terletak pada bagian ekornya, dan...,
Craaaaas
ia menggores mata cincinnya ke ekor ular, dan membuat sosok itu kembali mendesis, dan perlahan melemah.
Amara dengan cepat menarik tombak yang tertancap ditubuh ular tersebut.
Akan tetapi, Ular satunya membelit tubuh Amara, dan membuat nafas wanita itu merasa sesak. Dengan gerakan yang cepat, Amara menghujam
Amara tersentak kaget saat melihat dirinya telah dibelit oleh ular sanca tersebut.
Dadanya terasa sesak, dan ia sempat melirik gadis yang tadi dibawa mereka sudah melarikan diri.
Ditengah perjuangannya, ia menghunuskan tombak ditangannya, lalu menghujam ke kepala lawannya.
Wuuuusss
Sosok Ular Sanca itu menghindari serangannya, dan membuat Amara semakin terdesak, sebab belitan ular itu semakin kuat.
Sedangkan lawannya terkekeh melihat penderitaannya. Kemudian mengayunkan kepalanya hendak mengunyah sang wanita.
Dengan mengambil kesempatan itu, Amara menghujamkan ujung tombaknya, dan...
Craaaaaas
Tepat mengenai kata sang Ular Sanca.
Sssssttttsss
Ular itu kembali mendesis, dan ingin membalas serangan Amara, tetapi ujung tombak masih tertancap dimatanya, dan membuat ia melemahkan belitannya, dan hal ini membuat Amara berusaha meloloskan dirinya, sembari menekan dalam ujung tombaknya ke mata Ular Sanca hingga menembus ke sisi sebelahnya.
Sosok itu menggeliatkan tubuhnya, dan membuat Amara terlolos ke lantai goa.
Braaaak
Tubuhnya terjatuh, dan ia meringis kesakitan, tetapi tak memiliki banyak waktu untuk mengeluh, ia beranjak bangkit, lalu menggapai ekor ular tersebut, dan dengan menggunakan mata cincinnya, ia memotong ekor ular tersebut.
Craaaaaas
Kembali ular itu menggeliat, lalu menggelepar dan tak berdaya, mati.
Amara menatap lawannya dengan tatapan dingin. Nafasnya tersengal, lalu menghela dengan kasar
Ia kembali memungut tombak yang tergeletak, dan berjalan menyusuri lorong goa untuk menemukan puterinya--Sena, yang saat ini sedang disekap oleh sang Raja Kala Gemet.
Sementara itu, Nathan berjalan dilorong yang gelap. Ia sedang mencari ruangan yang dimaksud, dimana Alessa pernah membaca mantra pembuka segel yang menjadikan bencana bagi mereka.
Sreeek
Sreeek
Terdengar suara langkah yang diseret dilantai goa. Suaranya sangat kasar, seperti kulit yang cukup keras dan diseret.
Pemuda itu merapatkan tubuhnya didinding goa, ia Ingin melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya.
Nafasnya tampak berat, dadanya bergemuruh menahan setiap ketakutan yang ada.
Ia menggenggam erat keris ditangannya, dan bersiap untuk menghadapi kemungkinan besar yang akan terjadi.
Dalam remang-remangnya pencahayaan lorong goa, ia melihat sosok gadis dengan tubuh setengah monyet berekor panjang sedang menyeret sesuatu, entah apa
Kemudian ia melemparkannya begitu saja, lalu berjalan menuju tempat dimana Nathan sedang bersembunyi.
Pemuda itu mengamati langkah sang gadis, dan ketika jarak mereka cukup dekat, ia membeliakkan kedua matanya, sebab itu adalah Alessa, si biang masalah yang sudah membuka segel dunia ghaib dan membawa mereka pada masalah yang pelik.
Nathan mengatur nafasnya, dan saat jarak mereka cukup dekat, ia menyergap gadis yang sudah berubah wujud menjadi mutasi setengah monyet.
Ia membekap mulut gadis tersebut, lalu menekan tubuhnya ke dinding goa.
Gadis itu memberontak. Ia tahu jika itu adalah Nathan, sebab ia masih mengenali aroma tubuh sang pemuda, dan ditempat ini, hanya dia seorang yang laki-laki dan tidak terpengaruh oleh mantra yang dibaca olehnya.
"Lepasin, brengsek!!" Maki Alessa dengan kesal. Ia sedang badmood saat ini, sebab mendengar Axel yang menggoda Gita didepan matanya saat tadi.
Baginya, itu adalah sebuah penghinaan, dimana pemuda itu telah mempermainkannya, dan sesuka hati menggoda gadis manapun yang diinginkannya.
"Diam! Dengarkan aku, tunjukkan dimana ruangan tempat kau membaca mantra pembuka segel yang menjadikan kita terseret ke dalam dunia ghaib ini?!" Nathan mengancam sang gadis dengan menggunakan keris ditangannya, dan ujung mata kerisnya ia tekan dileher gadis tersebut.
Alessa membolakan kedua matanya. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh pemuda tersebut.
"Kitab apa yang kau maksud?!"
"Jangan pura-pura tidak tahu, kau kira ini lelucon? Kita sudah sangat lama terkurung ditempat ini, dan harus segera kembali, maka tunjukkan dimana ruangan itu sekarang!" Nathan menekan ujung keris ke kulit leher Alessa, demi membuatnya bicara.
Sesaat gadis itu tersenyum licik. Lalu tertawa terbahak, dan menganggap ini hanya sebuah permainan belaka.
"Kenapa? Biarkan saja kita berada disini, ini sangat menarik, aku menyukainya!" Alessa tak peduli jika mereka harus terkurung ditempat dimensi lain dan itu tak akan berpengaruh padanya.
"Apa kau sudah gila?! Ini bukan dunia kita! Tempat ini hanya neraka, ada orangtua yang sedang mencari keberadaan kita dengan cemas dan khawatir!" Nathan berusaha mengingatkan.
"Ha, ha, Hahahaha," ia tertawa dengan keras, dan menganggap apa yang dikatakan oleh pemuda itu sangatlah lucu.
"Kau jangan berlebihan, mereka tak akan peduli, sebab sibuk dengan pekerjaan dan mengumpulkan harta, kita hanya dimanja dengan uang dan bukan kasih sayang," Alessa mengeluarkan unek-uneknya.
Nathan merasa miris, dan ia mengendurkan ujung keris yang melukai kulit gadis itu
"Itu hanya prasangkamu belaka, mereka tetap peduli,"
"Bohong! Buktinya mereka tidak ada mencari, dan hanya Tante Amara yang datang menjemput puterinya!" ia kembali mencibir lalu menatap Nathan dengan sinis. "Ciiih! Gadis terlalu banyak keberuntungan!" rasa iri menggerogoti hatinya.
Nathan tercengang. Sebab ia baru tahu jika Amara--mamanya Sena sudah sampai ditempat ini, bahkan itu adalah hal yang sangat mustahil.
Bagaimana bisa wanita itu dapat menembus dinding penghubung dunia ghaib?
Ia memejamkan matanya sekejap, mencoba mencari tahu kebenaran dari apa yang diucapkan oleh gadis tersebut, dan benar saja, ia melihat dalam pandangan bathinnya, jika Tante Amara sedang menyusuri lorong mencari keberadaan Sena.
Melihat Nathan lengah, Alessa dengan sigap menghentakkan siku tangannya tepat ke dada sang pemuda, dan itu cukup keras.
Buuuugh
"Aaaaaarrgh," pekim pemuda itu kesakitan, dan membuat Alessa memutar tubuhnya, lalu memberikan tendangan pada rekannya, sehingga membuat Nathan terpaksa menghindar.
Gadis itu tersenyum sini, memandang penuh kebencian. Ia kembali menyerang Nathan, dan membuat pemuda itu balik menahan serangannya.
Kali ini menarik tangan Alessa, lalu menguncinya dari arah belakang. "Dengarkan aku! Tante Amara peduli pada kita, begitu juga dengan orangtua, mereka pasti cemas menanti kabar anaknya," Nathan berusaha menyadarkan gadis tersebut, hanya gadis itu yang tau dimana letak ruangannya.
"Kau membohongiku!" Alessa berusaha melepaskan cengkraman sang pemuda.
"Aku janji, aku akan membuat segalanya menjadi lebih baik," Nathan terus mempengaruhi gadis itu. "Katakan, dimana letak ruangan penyimpanan kitab tersebut," Nathan terus mendesak.
"Aku tidak mengingatnya, terlalu banyak ruangan!" sabutnya dengan lemah.
Nathan melepaskan cengkramannya, lalu memutar tubuh gadis yang bermutasi menjadi setengah kera tersebut.
"Apakah tidak ada sedikitpun yang kau ingat?" tanya Nathan, dengan sisa harapannya yang tersimpan.
Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈