"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
fakta yang nyaris hilang
"Jadi apa Ibu sudah mendapatkan apa yang Ibu inginkan?." Mo Rang bertanya pada akhirnya.
"Belum, Ibu belum berani masuk ke Paviliun tempat dia terbunuh. Terlalu menakutkan sampai membuat Ibu sesak nafas, bagaimana jika kau menemani Ibu kali ini?." Ajak Ibu Suri.
"Astaga, Ibu ini penakut ternyata. Baiklah, ayo pergi." Mo Rang juga penasaran.
Mereka pergi menuju Paviliun Phoenix, lebih tepatnya di kamar utama Paviliun Phoenix. Di sana sangat sepi karena pelayan sekalipun tidak berani ke sana, benar-benar terlihat seperti bangunan tua.
Hawa yang dingin dan menyeramkan, apalagi bekas cakaran besar di sisi tembok yang terlihat sangat menyeramkan. Ibu suri merasa takut, sedangakan Mo Rang merasa tertantang dan penasaran.
Mo Rang dan Ibu Suri masuk ke dalam kamar yang selama ini kosong, mereka membuka jendela dan membiarkan cahaya matahari masuk. Melihat ruangan yang rapuh dan kotor, semuanya masih sama dan terlihat menyedihkan.
"Coba kita pikirkan, jika malam itu terjadi pertarungan di halaman. Pasti wanita itu menyembunyikan anaknya di kamar ini kan? mana tempat yang cukup untuk menyembunyikan seorang anak berusia 10 tahun?." Gumam Ibu suri berpikir.
"Bukankah ini terlalu mencolok? mereka pasti menggeledah tempat ini sebelum benar-benar pergi. Lihat bekas cakaran-cakaran itu, mustahil Wei tidak bisa ditemukan." Ucap Mo Rang berfikir logis.
"Lalu dimana?." Ibu suri bertanya.
"Bisa jadi ada ruang rahasia di kamar ini, seperti ruangan yang sengaja di buat diam-diam untuk bersembunyi. Aku yakin pasti ada." Ucap Mo Rang.
Mereka mencari semacam tombol atau tuas, mencari apakah ada ruangan rahasia atau semacamnya. Hari sudah mulai sore jadi Ibu suri berniat menghentikan pencarian hari ini, bisa di lanjutkan besok pagi.
klak
"Akhirnya ketemu." Gumam Mo Rang tersenyum smirk.
"Hati-hati, bisa jadi ada jebakan." Ucap Ibu suri.
Mo Rang menghancurkan pintu dengan teknik sihir miliknya, begitu pintu hancur terlihat ada ruangan gelap dan sempit di sana. Mo Rang menyalakan lentera dan melihat isi di dalamnya yang sangat pengap.
"Hah? hanya berisi lemari tua. Sepertinya ini tempat ganti pakaian." Ucap Mo Rang.
"Benar, mungkin di lemari itulah Wei disembunyikan." Ucap Ibu suri berbinar.
"Tapi, Ibu bilang penciuman serigala itu tajam. Bagaimana mungkin mereka melewatkan bau Wei, aneh bukan?." Mo Rang berpikir.
"Itu lah yang harus kita cari tau, cepat buka lemari itu dan cari apa yang ada di dalamnya. Hari sudah semakin sore, kita harus segera pergi dari tempat terkutuk ini." Ucap Ibu suri sudah merinding.
Mo Rang membuka lemari dengan hati-hati dan teliti, Ibu suri memegang lentera untuk penerangan. Mereka membuka isi lemari dengan perasaan was-was karena takut, entah kenapa jantung Ibu suri berdebar sangat cepat seakan ada yang sedang melihatnya.
"Apa ini Ibu?." Mo Rang mengeluarkan sebuah gelang kain.
"Gelang kain? apa hanya ada itu saja?." Heran Ibu Suri.
"Ya, mungkin memang bukan ini tempatnya." Ucap Mo Rang.
Merasa tidak menemukan yang mereka cari, Ibu suri memutuskan untuk pulang dulu. Tapi saat berjalan keluar, Mo Rang melihat ada celah kecil di tembok Paviliun. Dengan cepat dia berlari dan membukanya, ternyata ada lemari tersembunyi yang sengaja dibuat tembus tembok.
"Akhirnya aku menemukannya Ibu." Mo Rang menyentuh sebuah buku lapuk, dan kotak perhiasan dari sana.
"Lihat, ini sepatu kecil milik anak usia 10 tahun. Bisa tertinggal sebelah disini, sudah pasti Wei di sembunyikan disini. Lalu ada semacam kitab kuno dan kotak perhiasan misterius, sepertinya ini yang Ibu cari." Ucap Mo Rang.
"Benar, cepat bawa itu dan pergi dari sini." Ajak Ibu Suri.
Mereka pergi membawa apa yang mereka cari, dengan cepat Ibu suri memanggil Ayahnya untuk mencari tau apa isi dari kitab aneh itu. Untuk perhiasan Ibu suri tau jika itu milik mendiang Permaisuri, perhiasan yang diberikan oleh mendiang Kaisar padanya.
Sekitar satu Minggu para pemecah kode dan pembaca huruf kuno mulai memecah teka-teki di dalam kitab itu. Mereka cukup kesulitan karena ada bahasa dan huruf yang tidak mereka mengerti, Seakan buku itu bukan untuk manusia.
"Yang mulia, sepertinya tulisan ini bukan milik manusia. Bahasanya terlalu asing dan sulit di terjemahkan." Ucapnya.
"Yah memang milik manusia serigala sih, jadi apa kau menemukan sedikit inti yang bisa di terjemahkan?." Tanya Ibu suri.
"Hanya semacam silsilah keluarga saja, nama Pangeran ke-3 juga tertulis disini." Ucapnya.
"Kemarilah, aku akan menerjemahkannya dengan sihirku." Ucap Mo Rang.
"Jangan gegabah Mo Rang, sihir penerjemah membutuhkan mana yang besar. Jangan sampai kau terluka atau kelelahan, seorang Kaisar harus terus kuat dan fokus." Ucap Ibu Suri menahan.
"Tenanglah Ibu, bukankah Ibu akan selalu melindungi ku?." Ucap Mo Rang santai.
Mo Rang merapalkan mantranya, begitu selesai huruf yang tadinya aneh kini berubah menjadi tulisan biasa yang mudah dibaca dan di mengerti. Ibu suri membaca semuanya dengan seksama tanpa celah.
Buku itu menulis tentang kelahiran keturunan campuran, kelahiran putri serigala satu-satunya dalam satu koloni yang di beri nama Ruru. Ruru adalah Ibu dari Wei, lalu Wei di tulis sebagai keturunan terakhir yang hanya setengah campuran.
Diberikan keterangan darah Alpha dan ramalan tentang Wei, semuanya terlihat seperti buku kuno milik keluarga biasa. Tapi di halaman terakhir tertulis sesuatu yang mengejutkan.
|| Saat keturunan dari setengah campuran lahir, maka Alpha baru akan lahir dengan kekuatan yang sama. Dengan segel koloni turun temurun, keturunan akan lahir, tumbuh cepat dan kuat seperti serigala ||
|| Di masa depan semua keturunan campuran akan tewas diburu, hanya ada satu keturunan setengah campuran yang hidup hingga akhir. Dan keturuan itu akan membentuk koloni baru, dengan kelahiran seorang anak dengan darah Alpha yang sama dengan Ayahnya ||
|| Anak dalam ramalan yang lahir sebagai anak putri Ruru. Mo Zhang Wei, dia yang akan menghancurkan kaum murni dan menjadi pemimpin terkuat yang di hormati ||
Ibu suri membaca dengan seksama, lalu dia melempar kitab itu dengan marah. Semuanya hanya membahas tentang Wei yang akan menguasai dunia, seakan orang bodoh yang baru saja bisa menulis.
"Buang-buang waktu saja, apa mereka terlalu berharap sampai jadi gila? memberikan harapan dan tanggung jawab pada seorang anak ingusan? seorang Alpha? persetan dengan itu dasar para hewan gila." Umpat Ibu Suri merasa di permainkan.
"Tapi, mungkin saja itu benar. Bagiamana jika ramalan itu benar ibu? Hewan kan memang bodoh dan kolot, tapi kata Ibu mereka licik." Ucap Mo Rang.
"Meskipun Ibu pintar, Ibu tidak bisa mengerti jalan pikiran hewan. Sudahlah jalankan saja rencanamu itu, Ibu merasa sakit kepala karena hewan-hewan bau itu." Ibu suri sakit kepala.
Mo Rang menurut, dia akan fokus melakukan rencananya untuk membuat Wei mati di tangan kaum Serigala murni. Dengan begitu dia akan menang tanpa perlu mengotori tangannya sendiri.