NovelToon NovelToon
Jagoan Di Tanah Sunda

Jagoan Di Tanah Sunda

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Ahli Bela Diri Kuno / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Panel Bola

Kisah ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama Darman dan lebih di kenal dengan nama si rawing, dia adalah anak dari seorang jawara silat, tapi sayang bapaknya meninggal akibat serangan kelompok perampok yang datang ke desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panel Bola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamatnya Si Rawing

Kebetulan Ki Jaka baru saja pulang dari kebun, dia sedikit terkejut karena melihat muridnya datang dengan tergesa-gesa.

"ada masalah apa Ading?" tanya Ki Jaka setelah muridnya itu sampai di depannya.

"begini Ki guru, tadi di warungnya ma Ukah, ada gadis cantik yang sedang mencari mencari Si Rawing."

Mendengar nama Si Rawing, wajah Ki Jaka berubah lalu menatap tajam kearah si Ading, "kalau benar seperti itu, berarti gadis itu memiliki hubungan yang dekat dengan Si Rawing, sekarang aku memberi tugas kepada kamu Ading untuk menculik gadis itu, lalu bawa ketempat latihan kita."

"kenapa harus di bawa ketempat latihan, memang mau di apakan gadis itu kalau sudah ada di tempat latihan?"

"Aku akan menggunakan gadis itu untuk memancing kedatangannya Si Rawing, atau akan aku bawa langsung kepada bah Bewok, pasti dia sangat senang kalau aku membawa gadis cantik, apalagi dia memiliki hubungan dengan Si Rawing, jadi kamu harus berhasil membawa gadis itu ketempat latihan kita."

"tapi Ki, memangnya gadis itu tidak akan melawan kalau nanti di bawa secara paksa kesini?"

"kenapa kamu berbicara seperti itu Ading?" ucap Ki Jaka dengan mata melotot.

"tadi, gadis itu ngomong kalau dia dekat dengan Si Rawing, jangan-jangan dia pernah di latih silat oleh Si Rawing, kalau seperti itu pasti bakalan susah Ki."

"dasar penakut kamu Ading, belum juga kamu melawan gadis itu, tapi kamu sudah ketakutan, kamu itu laki-laki, masa kamu kalah sama perempuan, percuma kamu belajar silat dari aku, kalau kamu tidak bisa membawa gadis itu, kamu berhenti saja jadi muridku, bodoh, cepat pergi."

"siap Ki guru, kalau begitu aku pergi sekarang." Dengan terpaksa akhirnya Ading melaksanakan perintah Ki Jaka.

*******

Setelah cukup beristirahat, Narsiyah melanjutkan kembali perjalanannya mencari Si Rawing, waktu dia sampai di tempat yang sepi, Narsiyah tiba-tiba menghentikan langkahnya, karena ada orang yang menghalangi jalanya, orang itu adalah Ading muridnya Ki Jaka.

Sekarang Ading bisa melihat dengan jelas, kalau Narsiyah merupakan gadis yang sangat cantik.

"hehehe, kamu terkejut ya cantik, hehe, karena akang menghalangi jalan, terus terang saja cantik, akang itu penasaran dengan kamu cantik."

Narsiyah merasa takut, dia bisa merasakan kalau orang di depannya itu mempunyai niat buruk kepadanya, "apa maksud kamu.? Kamu jangan menghali jalan."

"tenang cantik, tenang dulu, akang penasaran, tadi kamu menyebut nama Si Rawing."

"aku memang mencari Si Rawing, sebab aku memiliki hubungan yang dekat dengannya. Terus apa hubungannya dengan kamu?"

"hehe, seharusnya akang yang bertanya seperti itu, sebenarnya kamu memiliki hubungan apa dengan Si Rawing?"

"kalau kamu ingin tahu, Si Rawing itu guru aku, sebenarnya aku sedang di uji untuk mencarinya."

Mendengar perkataan Narsiyah, si Ading terkejut, perubahan wajah si Ading bisa terlihat oleh Narsiyah, sebelum si Ading berbicara, Narsiyah mendahuluinya.

"Guru ku itu sedang menguji aku, bisa saja dia berada di tempat ini, tapi di sengaja bersembunyi, jadi kamu jangan berani-berani mengganggu aku."

Si Ading yang sudah bersiap-siap untuk melangkah maju jadi mundur kembali.

"ehh, terus terang, akang tidak berniat mengganggu kamu, tapi apa benar kamu muridnya Si Rawing, berarti kamu belajar ilmu silat?"

"tentu saja, kalau kamu ingin mencobanya silahkan, tapi guru ku itu sedang mengawasi dari jauh, kalau kamu berani mengganggu, dia pasti akan melakukan tindakan."

Melihat sikap si Ading yang ketakutan karena mendengar nama Si Rawing, hal membuat Narsiyah menjadi bersemangat untuk menakut-nakuti si Ading.

Si Ading mundur kebelakang sambil mengangkat kedua tangannya, "hehe, maaf, akang tidak akan berani mengganggu, tapi kamu harus memberi tahu guru kamu, kalau akang itu orang baik."

"kalau seperti itu, cepat kamu pergi dari tempat ini, jangan menghalangi jalan aku."

"iya, akang sekarang pergi dari sini." setelah si Ading langsung pergi meninggalkan tempat itu.

Melihat kepergian si Ading, Narsiyah ingin tertawa keras, tapi dia menahannya karena takut si Ading curiga. Sekarang dia bisa melihat sendiri, kalau nama Si Rawing ternyata sudah memiliki pengaruh bagi orang-orang luar termasuk murid-muridnya Ki Jaka, baru mendengar namanya saja si Ading sudah ketakutan seperti itu.

Si Ading telah sampai di tempat latihan, sebelum Ki Jaka bertanya, si Ading langsung berlutut di depan Ki Jaka sambil menangis.

"ampun aki, aku benar-benar tidak sanggup, apa yang aku takutkan memang benar."

"kenapa kamu Ading? Datang-datang langsung mewek seperti bocah, yang benar kalau ngomong. aku sudah menunggu lama disini, mana gadis itu kenapa kamu tidak membawanya?"

Si Ading mengangkat wajahnya, dia menangis tapi air matanya tidak keluar.

Ki Jaka merasa di permainkan oleh si Ading, "kamu jangan bercanda, masa orang menangis tidak keluar air matanya, apa maksud kamu Ading? Cepat jelaskan."

"jadi menurut aku gadis itu bukan gadis sembarangan Ki guru, itu Ki guru, Kita tidak tahu hubungan yang sebenarnya, antara gadis itu dengan Si Rawing, ehhh."

"ehhh apa? Coba jelaskan kenapa gadis itu tidak kamu bawa kesini.?"

"jadi seperti ini Ki guru, tadi saat aku mencegat gadi itu di tempat yang sepi, lalu aku tanya dia, memiliki hubungan apa dengan Si Rawing, di menjawab kalau dia itu muridnya Si Rawing, jadi aku ketakutan Ki, jadi aku langsung kabur Ki."

"Aduh, aduh, aduh, aku benar-benar rugi memiliki murid seperti kamu Ading, buat apa kamu belajar ilmu silat kalau tidak berani melawan perempuan."

"iya, tadi gadis itu ngomong kalau Si Rawing bakalan datang kalau aku berani mengganggu gadis itu, kalau aku harus melawan Si Rawing, nanti bisa celaka Ki guru."

"benar-benar bodoh kamu Ading, kamu mau aku tampar?"

"Ki guru juga tahu dengan kemampuan Si Rawing, bahkan Ki guru juga kalah saat melawan Si Rawing."

"kamu malah membahas hal itu."

"plak"

Si Ading langsung di tampar oleh Ki Jaka.

Wajah Ki Jaka terlihat sangat kesal, dia sangat menyesal karena si Ading tidak bisa di andalkan.

******

Di tempat lain, Si Rawing baru saja sadar, dia terkejut karena dia sudah berada di kamar bilik (bambu yang di anyam) yang terlihat asing baginya.

"aku ada di mana sekarang? Seingat aku, aku melompat dari tebing lalu terbawa hanyut."

Si Rawing mencoba mengingat-ingat kembali dengan kejadian sebelumnya.

Saat Si Rawing mencoba mengingat-ingat hal itu, daun telinganya bergerak sebab di luar di mendengar suara orang yang sedang berlatih ilmu silat.

Si Rawing jadi penasaran, dia mengintip ke arah luar dari lubang bilik, Si Rawing bisa melihat ada dua orang yang sedang berlatih, setelah beberapa jurus mereka berhenti berlatih.

1
Simoncelli
mantap
anggita
ok👌thor, terus berkarya tulis moga novelnya lancar.
anggita
klo Sunda 'Emang, nek Jowo 'Pak Lik' klo Batak Tulang atau Amang😁🙏.
anggita
ikut dukung ng👍like aja.,👆👆2iklan buat novel laga lokal.
Zan zan: terimakasih kak
total 1 replies
anggita
awalnya Macan Liar... tapi biasanya nanti bisa jadi macan jinak🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!