Larasati , seorang gadis desa yang lugu dan sederhana, harus menghadapi takdir pahit ketika sepupunya, Gea, kabur di hari pernikahannya dengan seorang pria kaya bernama Nathan karena hamil dengan lelaki lain.
Orang tua Gea, yang merasa posisi perusahaan mereka terancam bangkrut jika pernikahan ini sampai gagal dan membuat keluarga Pratama malu, memaksa Laras, keponakannya untuk menggantikan posisi Gea sebagai pengantin.
Nathan, yang merasa tertipu dan marah, terpaksa menerima pernikahan itu demi menjaga nama baik keluarganya, meskipun hatinya dipenuhi kebencian pada Laras yang dianggap sebagai biak kerok yang menyebabkan Gea kabur di hari pernikahan mereka.
Intrik dan persaingan dalam perebutan kekuasaan di keluarga Pratama menyeret Laras kedalam pusaran kekacauan yang tiada henti.
Akankah Laras bisa menanggung semua ini?
Menjalani pernikahan tanpa cinta dengan suami yang hatinya masih terpatri nama orang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALINYA GEA
Sinar mentari pagi ini membawa kesegaran tersendiri bagi Gea yang baru bisa beristirahat dengan nyenyak tadi malam setelah menempuh perjalanan darat selama beberapa minggu dengan penuh ketegangan karena takut tertangkap musuh yang hingga kini masih belum dia ketahui siapa sebenarnya yang telah mentargetkannya dan mencekalnya kembali ke negeri Van Jaya.
Begitu topeng kulit yang baru dipasangnya telah terpasang dengan smpurna, Gea pun merapikan rambutnya dna bersiap untuk pergi.
Pagi ini, Gea berencana untuk mengunjungi kedua orang tuanya di penjara demi bisa mendengar cerita sebenarnya karena menurutnya apa yang dia dapatkan di dunia maya, mungkin tak sama dengan apa yang akan di tuturkan oleh kedua orang tuanya.
Menggunakan masker dan kaca mata hitam, dengan badan tegak dan dagu terangkat, Gea memasuki kantor polisi.
Seno sedang dalam masa perawatan setelah berkelahi dengan narapidana lainnya didalam penjara sehingga yang menemui Gea hanyalah sang mama, Hartati.
Hartati menatap tajam wanita muda yang ada dihadapannya dengan ekpresi waspada. Gea yang menyadari hal tersebut, hanya bisa menghela nafas berat.
“Hallo ma, gimana kabarmu?”
Begitu kalimat sapaan itu diucapkan, badan Hartati menegang dan ekpresi keterkejutan muncul diwajah nya yang terlihat lebbih tua lima tahun selama berada didalam penjara.
“Gea...”, ucapnya dengan suara bergetar.
Menyadari keterkejutan diwajah sang mama, Gea pun segera mengulurkan tangannya, mengenggam tangan kurus Hartati yang mulai keriput itu.
“Iya ma. Ini aku...”, jawab Gea dengan tangis tertahan.
Merasakan tangan Hartati menjadi kasar serta adanya beberapa kapalan ditangan sang mama yang selama ini tak pernah melakukan pekerjaan berat, membuat hati Gea menjadi sedih sehingga dia tanpa sadar sedikit mengeratkan genggamannya, membuat Hartati sedikit menarik tangannya karena sakit.
Gea yang sadar jika dia meremas tangan mamanya dengan kuat, perlahan mulai melepaskannya.
Hartati pun terus mengamati wajah asing namun familiar baginya karena hanya wajah wanita muda itu saja yang beda, suara serta sikap yang wanita muda itu tunjukkan, sangat mirip dengan anaknya, Gea sehingga diapun mencoba untuk bertanya.
“Kenapa dengan wajahmu? Apakah kamu terluka hingga harus melakukan operasi plastik untuk merubah wajahmu?”, Hartati bertanya dengan penuh kecemasan.
Jika dia dan suaminya tak bisa lolos dari hukuman ini, Gea pun pasti juga demikian sehingga rasa cemas didalam hatinya pun semakin besar.
“Tidak ma, aku tidak terluka. Ada sekelompok orang yang tengah mengejarku, jadi aku menyamar untuk mengelabui mereka. Dan yang kupakai ini adalah topeng kulit. Aku juga telah memiliki identitas baru sekarang. Panggil aku Selvi, itu identitasku sekarang”.
Setelah mendengar penjelasan anaknya, Hartati menjadi sedikit lega karena dengan indentitas baru ini, setidaknya putrinya bisa lolos dari bahaya dan bisa memulai hidup yang baru tanpa ada bayang-bayang kelam keluarganya.
Gea yang masih penasaran dengan apa yang terjadi pada keluarganya pun segera bertanya, “Ma, apa sebenarnya yang telah terjadi? Bagaimana keluarga kita bisa jatuh sedalam ini?”.
Ia perlu penjelasan yang kongkrit agar bisa merencanakan langkah apa yang akan diambilnya nanti.
“Ini semua karena Laras dan keluarganya”, Hartati mengucapkan kalimat tersebut dengan geram. Karena Laras dan keluarga Diandra lah, dia dan suaminya mendekam didalam penjara dan kehilangan semua asset yang selama ini telah mereka simpan rapi sehingga tak ada lagi anggota keluarganya yang mau mendekat dan membantunya.
Gea yang mendengar cerita sang mama merasa sangat marah sehingga niatnya untuk kembali kepada Nathan semakin besar.
Melihat foto mesra Laras dan Nathan yang tersebar di media social, Gea sangat yakin jika sepupunya itu pasti sudah jatuh cinta dengan Nathan.
Apalagi dia sangat tahu bagaimana keluarga Pratama itu, melihat Laras memiliki banyak keuntungan pasti mereka akan mengikat gadis itu kuat-kuat sehingga menghancurkan Laras bagi Gea akan sangat mudah.
“Ma, tenang saja. Aku akan membuat Laras hancur sehancur-hancurnya karena berani membuat keluarga kita jatuh sedalam ini”, ucap Gea penuh dendam.
Gea sangat yakin, dengan wajahnya yang mirip cinta pertama Nathan, Chelsy, dia akan sangat mudah untuk mendapatkan hati pria tersebut.
Dulu, demi bisa mengaet Nathan, dia rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mencari informasi mengenai Chelsy dan penyebab kematiannya sehingga dia bisa meniru tingkah laku dan cara berbicara serta bersikap gadis itu hingga Nathan pada akhirnya jatuh kedalam pelukannya dengan begitu dalam.
Kali ini, dengan wajah yang serupa dengan Chelsy, kembali mendapatkan hati Nathan bagi Gea sangatlah mudah sehingga dia sangat yakin bisa membuat Nathan membenci dan menceraikan Laras agar sepupunya itu patah hati dan merasa hancur karena ditinggalkan dan dibenci oleh orang yang sangat dicintainya tanpa Gea tahu jika apa yang dia pikirkan itu salah besar karena pada kenyataannya, bukan Laras yang telah jatuh cinta pada Nathan melainkan pria itu sendiri lah yang telah jatuh cinta pada Laras.
Rasa cinta yang Nathan miliki terhadap Laras lebih kuat dan besar dibandingkan rasa cintanya kepada Chelsy dan Gea.
Karena saking besarnya rasa cinta tersebut hingga menjadi sebuah obsesi yang membuat akal sehat Nathan hilang sepenuhnya.
Kini, aneka perawatan dan obat-obatan yang selama ini setia mendampinginya tak lagi berpengaruh, membuat psikolog yang merawat Nathan pun merasa cemas.
“Semua cara dan pengobatan sudah kita lakukan, tapi sama sekali tak berefek apapun terhadap tuan muda Nathan. Sekarang, kita hanya bisa mencoba satu cara terakhir yang mungkin bisa membantu proses penyembuhan penyakit ini”, ucap Hilda sedikit ragu.
Melihat Hilda terlihat ragu, Gerry yang tak ingin penyakit Nathan menjadi celah bagi keluarganya untuk menghapus Nathan dari calon pewaris pun langsung berkata tajam, “Apa itu? jelaskan!”, perintahnya.
Hilda yang ditatap tajam oleh Gerry, hanya bisa memberikan penjelasan secara singkat mengenai metode pengobatannya. “Sumber penyakit tuan muda sekarang adalah nyonya muda Laras. Jadi kita bisa mencoba lebih mendekatkan hubungan mereka, terutama secara emosional, karena hanya itu satu-satunya cara yang masih belum kita coba”.
Gerry tampak terdiam sesaat. Dia dan Laras sudah membuat kesepakatan jika setelah Nathan naik sebagai pewaris maka dia akan membantunya untuk bebas.
Hari baik itu akan segera tiba, begitu Nathan di sah kan sebagai pewaris Pratama maka Laras pasti perlahan akan bergerak mundur dan perceraian itupun tak lagi bisa di hindari. Apalagi anaknya sudah lebih dulu membuat kesepakatan jika usia pernikahan mereka hanya satu tahun setengah, setelah itu keduanya akan berpisah secara baik-baik.
“Masalah ini, biara kau yang akan menanganinya. Kamu cukup melakukan bagianmu, dan ingat apa yang kita bicarakan ini, jangan sampai bocor keluar!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Gerry pun berlalu dari ruang konsultasi Hilda untuk segera memikirkan rencana baru demi bisa mempertahankan Laras dalam keluarga Pratama.
thanks teh 💪😍
thanks teh
😍💪