Mengisahkan tentang seorang PNS Muda sekaligus Pengusaha dengan gelar Playboy yang sedang berjuang meluluhkan Hati seorang wanita yang berprofesi sebagai Dokter Hewan ..
Seorang Pria yang biasa dikejar dan di idolakan banyak wanita.. sekarang malah sedang berusaha mengejar seorang wanita cuek. dingin. dan mempunyai kekasih ...
nyeseekkk oiii...
but saya hanya seorang pemula.. yang menyukai novel and I want to try .. ✌️
I hope you guys like it ...😍
selamat membaca dan tinggalkan kritik dan saran ya .. 😎👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chupiidd's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penolakan
"Gimana Fan, lo seneng gak bisa jalan-jalan kesini", Tanya Vano
"Gue seneng banget Van, makasih banyak ya lo udah bawa gue kesini, adem banget, gue berasa lebih tenang", ucap Fanya yang sedang menikmati indahnya sebuah perdesaan kecil yang berada sekitar dua jam dari tempat tinggal mereka, pegunungan, sungai yang jernih, bikin pikiran tenang..
"Sama-sama Fanya, gimana nanti kalau anak kita udah lahir, kita pindah kesini", tanya Vano
"Wah, gue mau banget Van, gue udah bosen di kota", ucap Fanya. namun ia tiba-tiba berhenti bergerak, mengingat kata-kata Vano yang bilang anak kita,"tunggu, maksud lo anak kita ?", tanya Fanya
"Duduk dulu Fan", Ucap Vano membersihkan tempat duduk disampingnya..
"Maafin gue kalau lancang Fan, selain gue pengen bawa lo jalan-jalan, ada yang ingin gue bicarain juga", ucap Vano serius
"Apa", Tanya Fanya singkat
"Gue suka sama lo Fan dan gue mau jadi suami lo serta bapak dari anak yang ada dalam kandungan lo sekarang", tutur Vano semakin serius dan menatap Fanya
"Jangan bercanda deh Van, gak lucu tau gak", ucap Fanya dan mengalihkan pandangannya
"Gue serius Fanya, atas izin Allah gue melamar lo sekarang", Vano jongkok di depan Fanya dan mengeluarkan cincin yang ia titip kemarin sama Adit, rencana ini udah di siapin oleh Adit dan Vano sebelumnya..
"Gak Vano, Gue gak bisa", Fanya berdiri dan meninggalkan Vano
"kenapa? Fanya tunggu", teriak Vano dan mengejar Fanya
"Fan tunggu, lo bisa kasih alasan, kenapa lo nolak gue?", Tanya Vano memegang tangan Fanya
"Gak butuh alasan Van, lo bisa liat keadaan gue sekarang, apa yang lo harapin dari gue Van, gue bukan cewe baik-baik ", suaranya serak dan bergetar menahan tangis
"Fanya, gue tulus sayang sama lo, gue gak peduli keadaan lo sekarang, karena dari dulu gue udah suka dan menunggu moment dimana gue bisa sama lo seperti sekarang ini, Please Fanya kasih gue kesempatan", ucap Vano meyakinkan Fanya
"Jangan berharap lebih dari gue Van, gue tetap gak bisa nerima lo, lo berhak dapetin yang lebih baik", ucap Fanya dan berlari kecil menuju mobil
Sesampainya di dalam mobil..
"Fan, maafin gue, gue cuma ungkapin perasaan gue aja sama lo, gue sayang sama lo Fan", Ucap Vano tulus
"Stop Vano, gak da yang bisa lo harapin dari gue, jadi berhenti berharap lebih, lo buta atau gimana ha, lo bisa liat gue sekarang kayak gimana kan, gue kotor Vano, gue menjijikan, lebih menjijikan dari wanita ****** kan ? gue gak pantas buat lo", tutur Fanya, seketika pertahanannya runtuh, airmatanya mengalir deras
"Fanya", Gumam Vano
"Hidup gue hancur Vano" isak Fanya
Vano segera merangkul Fanya kedalam pelukannya,"jangan rendahin diri lo lagi Fan, lo cuma sedang menjalani hukuman dan lo tau, gue gak pernah memperdulikan itu semua, karena bagi gue lo tetap berharga Fanya", ucap Vano dan menyeka air mata Fanya
Fanya terus menangis dipelukan Vano, harusnya ia senang ada yang masih mau menerimanya bahkan memintanya untuk menjadi istri, tapi kesalahan yang pernah ia lakuin membuat ia merasa tak pantas untuk cowo sebaik Vano.. "Maafin gue Vano, maaf", Batin Fanya
Setengah jam yang tenang untuk Fanya berada di pelukan Vano, sehingga ia baru bisa menghentikan air matanya..
"Udah nangis nya", Tanya Vano senyum
"Maafin gue Van", Ucap Fanya dan memperbaiki posisi duduknya di mobil
"Santai Fan, gue ngerti kok", ucap Vano
"Gue jadi ngacauin hari ini", Lirih Fanya
"Tidak masalah, kalau lo mau, kita bisa balik sekarang", ucap Vano lembut
"Makasih Van, udah ngertiin gue", Ucap Fanya
Vano hanya tersenyum dan juga memperbaiki posisi duduknya di depan kemudi kemudian melajukan mobilnya menuju kota, Fanya yang kelelahan karena menangis memilih tidur sepanjang perjalanan...
Sementara itu di Klinik
Aira sedang tidak waras rasanya, hari ini adalah hari terakhirnya harus membawa Teo kerumah, tapi yang di tunggu-tunggu sudah dua minggu tidak datang ke klinik, dengan alasan mengurus oma yang sakit di luar negeri dan mengurus bisnis Papanya yang sedang mengalami penurunan omset dan Teo hari ini berjanji akan pulang dan menemui Ayahnya, beberapa kali ia mencoba menghubungi Teo tapi tidak ad jawaban, "Apa Bg Teo sudah di perjalanan ke Indonesia ya, apa aku harus samperin kerumahnya, mungkin ia sudah sampai tapi karena lowbat dia masih belum menghubungi", gumam Aira yang selalu mencoba berfikiran positif terhadap Teo..
Sesampainya di rumah Teo..
"Assalamualaikum", ucap Aira dan menekan bel di pintu depan..
"Waalaikumussalam", Jawab Bi Asih salah satu pembantu Oma yang baru
"Siapa Sih", Ucap Nenek paruh baya yang baru keluar dari kamarnya
"Oma", Sapa Aira antusias karena sudah lama sekali ia tidak bertemu Oma Laura omanya Teo
"Aira, apa kabar kamu, sombong banget sama Oma sekarang, udah jarang main kesini..", ucap Oma dan memeluk Aira
"Alhamdulillah baik Oma, Oma gimana?", Tanya Aira
"Alhamdulillah Oma baik sayang", jawab Oma Laura dan mengajak Aira duduk di ruang tamu ", Asih, ini calon istri nya Teo", Ucap Oma Laura kepada Asih, karena ia baru pertama kali ketemu Aira karena Oma baru membawanya ke Indonesia..
"Iya Oma", jawab Asih dan meninggalkan Oma Laura dan Aira di ruang tamu
"Oma kok rapi banget, mau kemana?", Tanya Aira
"Oh iya, Oma baru nyampe sayang, udah satu setengah bulan Oma di Jerman, dan Oma Rindu cucu Oma, Kamu kesini sendiri, Teo mana ?", tanya Oma Laura
Deg.. tiba-tiba jantung Aira seperti berhenti kemudian berdetak kencang ..
"Maksud Oma?, Oma selama ini di Jerman, terus apa Bg Teo juga di sana sama Oma" tanya Aira kaget
"Kamu kenapa Ra, Oma tidak bertemu Teo selama satu bulan ini, kami hanya kontak lewat vidio call dan itu pun hanya beberapa kali, makanya Oma pulang buat ketemu dia, sekaligus Oma mau tanya kapan Teo akan melamar kamu",jelas Oma Laura
Aira hanya diam "Jadi selama ini kamu bener-bener berbohong Bg", Batin Aira dan mencoba menahan tangisnya
"Ra, kamu kesini hanya mencari Teo atau gimana?", tanya Oma
"Hm, tidak Oma, aku kesini karena ingin bertemu Oma karena sudah lama sekali tidak berkunjung", ucap Aira berbohong
"Ya udah sayang, sekalian kita makan yuk, oma bawa makanan enak, kamu harus coba ", ucap Oma dan mengajak Aira ke ruang makan
"Mm iya boleh Oma, yuk", ucap Aira
Setelah selesai makan, Aira pamit pulang, diperjalanan pulang ia tidak bisa berkonsentrasi karena ucapan Oma tadi, "jadi selama ini Bg Teo memang benar berbohong, lalu dimana kamu sekarang Bg, apa yang kamu lakukan", Batin Aira dan tak terasa cairan bening lolos dari pelipis matanya, ia memutuskan untuk pulang kerumah..
Setibanya dirumah, Aira langsung berhadapan dengan Ayah dan Ibunya..
"Ayah", ucap Aira pelan
"Nanti malam kita bertemu dengan Pak Wijaya dan keluarganya, kali ini kamu harus ikut langsung dengan Ibu dan Ayah, jangan mempermalukan Ayah dan Ibu lagi karena kamu tidak datang tepat waktu", tegas Pak Hendra
"Tapi Yah, Aku..", Ucap Aira terputus
"Tidak ada penolakan Aira, kamu harus ikut malam ini" Bantah Pak Hendra
"Yah, biar ibu yang bicara sama Aira", ucap Bu Nia
"Ayo Ra", Bu Nia mengajak Aira ke kamar nya
"Bu, bisakah kasih waktu lagi buat aku ajak Bg Teo kesini", Ucap Aira menahan air matanya
"Ibu tidak bisa menentukan keputusan itu sayang, Ibu tau ini berat untuk kamu, tapi Ibu dan Ayah yakin, ini pilihan terbaik untuk kamu nak..", Ucap Bu Nia lembut
"Tapi Bu", air mata Aira langsung mengalir begitu saja.. ia tidak bisa membantah lagi sekarang... karena memang Ayahnya sudah memberi waktu untuknya, tapi waktu satu bulan itu gak cukup dan lagi hubungannya dengan Teo juga akhir-akhir ini semakin tidak karuan, "Teo yang sering menghilang tanpa kabar sekarang, semua janji yang di buat Teo tidak ada satupun yang di tepatinya" batin Aira
"Ibu tau perasaan mu sekarang, tapi Ibu harap kamu tidak mengecewakan Ibu dan Ayah malam ini" ucap Bu Nia
"Bagaimana dengan perasaanku yang kecewa sama Ibu dan Ayah, apa Ibu tau, kenapa sekarang jadi seperti ini", batin Aira
"Ya sudah nak, Ibu kebawah dulu, kita berangkat sehabis magrib", kata Bu Nia dan keluar kamar Aira
"Ya Allah, sampe kapan cobaan ini" gumam Aira dan merebahkan tubuhnya di ranjang
Malam harinya sesuai rencana, di Natu's Cafe,
Pak Wijaya dan keluarga nya sampai duluan di lokasi dan di meja yang telah di booking sebelumnya oleh Pak Wijaya, sementara menunggu,.
"Kamu mau pesen apa Dis", tanya Bu Arumi
"Mie Goreng sama greentea float Ma Aku lagi kepengen itu", jawab Adist
"Kamu Dit", Tanya Arumi
"lime Squash aja Ma", Jawab Adit
Tidak lama kemudian, Pak Hendra dan Bu Nia datang..
"Selamat malam semua, maaf kami sedikit telat", sapa Pak Hendra
"Tidak masalah Hen, kita juga belum lama, Silahkan duduk " Ucap Pak Wijaya
"Oiya Nia, ini Adit dan Adist anak kami, Ayo Dit , Adist ", kata Arumi menyuruh anaknya memberi salam pada Pak Hendra dan Bu Nia
"Adit Om, Tante", sapa Adit
"Adisty Tante, Om", Lanjut Adist
"Anak-anak kamu cantik dan tampan sekali ya Rum..", Ucap Nia tersenyum
"Alhamdulillah, makasih Nia,.eh ngomong-ngomong calon mantu ku mana?" tanya Arumi
"Ma", ucap Adit menatap Mamanya
"Oh iya, tadi dia sampe sini izin ke toilet dulu, bentar lagi juga kesini, tapi rasanya Tante pernah liat kamu Dit, tapi dimana ya", ucap Bu Nia
"Mm mungkin kebetulan Tante, ketemu di jalan atau dimananya", Jawab Adit dan tiba-tiba ada panggilan telpon di ponselnya..
"Bu, coba hubungi Aira, lama banget ke toiletnya ", bisik Pak Hendra kepada Bu Nia
"Maaf Bu, tadi Aku ketemu temen dan berbicara sebentar di sana", Ucap Aira yang baru datang ia masih belum melihat dan menatap orang di depan Ibu dan Ayahnya
"Iya sayang, duduk dan kenalin ini Ibu Arumi, Pak Wijaya dan ini Adisty", ucap Bu Nia
"MasyaAllah Nia, anak kamu juga sangat cantik ", tutur Bu Arumi yang melihat Aira dan tersenyum ramah
"Iya, Kak Aira cantik banget", ucap Adist memuji
"Makasih tante, Adisty ", ucap Aira senyum dan memperhatikan sekitarnya, mana cowo yang mau di jodohin sama Aku, gak mungkin sama Adisty kan, apa dia gak datang, ah semoga saja", Batin Aira
Setelah mengangkat telpon, Adit segera bergabung dengan keluarganya, namun ia kaget melihat siapa yng duduk dan tengah berbicara dengan orang tuanya..
"AIRA", Ucap Adit
"KAK ADIT", ucap Aira berdiri dari duduknya
"Kamu ?", ucapan Adit terputus saat Aira pergi meninggalkan tempat duduknya setelah melihat Adit
"Aira", Teriak Pak Hendra dan Bu Nia
Semua tercengang melihat pemandangan itu..
"Ternyata anak kita sudah saling mengenal tapi kenapa..?", Ucapan Pak Wijaya terputus saat melihat calon mantunya pergi di susul putranya..
"Iya, sepertinya memang sudah kenal, apa mereka tau kalau kita akan menjodohkan mereka berdua," Ucap Pak Hendra
Sementara Adit menyusul Aira ..
"Ra, tunggu", ucap Adit
Aira masih saja berlari, tidak menghiraukan panggilan Adit ", Ternyata bener apa yang ku fikirkan, Kak Adit adalah orang suruhan Ayah, buat misahin Aku dan Bg Teo", Batin Aira
"Ra, stop ", Teriak Adit dan berhasil meraih tangan Aira, sehingga Aira berhenti..
"Puas Kamu Kak", ketus Aira tiba-tiba
"Maksud kamu", Tanya Adit
"Hahaha, munafik, gak usah sok belaga gak tau kak", ucap Aira
"Aku gak tau maksud kamu ngomong seperti itu...." kata Adit penasaran
"Baik, dari awal aku emang udah curiga sama kakak dan Ayah, mulai dari pertemuan yang gak di sengaja,kakak nolong aku, makan malam, sampai kakak tiba-tiba datang menghajar Bg Teo dan kakak suruh aku jauhin Bg Teo !! Itu semua rencana kak Adit sama Ayah kan?!", Teriak Aira
"Apa ?", ucap Adit
"Gak usah sok-sokan kaget kak, kakak sebenarnya udah tau mau di jodohin sama aku kan, kakak sengaja deketin aku dan misahin aku sama Bg Teo karena asutan Ayah, iya kan?!" ucap Aira menahan air matanya
"Kakak Jahat !!!! aku benci Kak Adit dan Ayah !! dan satu hal lagi, gak perlu repot-repot kak ngambil hati orang tua aku dan gak perlu repot-repot kak ngejar aku kayak gini, karena Aku tidak pernah mau di jodohkan, Aku menolak perjodohan ini !!!!", teriak Aira dan cairan bening yang ditahannya sedari tadi itu mengalir dari pelipisnya ..
.
.
bersambung..
.
.
.
Happy Reading, jangan lupa tinggalin jejak, like vote dan koment ya.. Terimakasih ...
huft... btw gue suka ceritanya krn foto dan ada gif nya jadi berasa beneran ya...
congratulation Thor... terus berkarya dan semoga sukses...