NovelToon NovelToon
Istri Untuk Pewaris Pengganti

Istri Untuk Pewaris Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Banyak sekali yang harus dilakukan Ananta Shakira sebagai bukti baktinya pada orang tuanya. Demi mendapatkan simpati publik, papanya memasukkannya sebagai tenaga pengajar di sebuah Taman Kanak Kanak.yang sudah terkenal dedikasinya dalam menelurkan anak anak pintar yang berbakat.

Kemudian dia juga harus mau dijodohkan dengan Arsen Angkasa, pewaris pengganti yang sedang naik daun, karena pewaris sebelumnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Pewaris pengganti itu butuh power keluarganya yang merupakan pengusaha lokal dan salah satu wakil ketua dewan yang terhormat untuk memperkuat posisinya. Sedangkan keluarganya membutuhkan pewaris ini untuk bisa sejajar di kalangan bisnis dengan menjadikannya sebagai menantu keluarga konglomerat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diminta tambah dekat

Arsen mengikuti langkah tergesa gesa Ananta yang seolah ingin menghindarinya. Dia tersenyum miring. Ngga sulit sebenarnya kalo dia berniat menjajarkan dirinya dengan Ananta melalui langkah panjangnya. Tapi Arsen ingin Ananta bisa menenangkan diri dulu, sama seperti dirinya.

Arsen ingin mentertawakan kebodohannya yang tadinya hanya ingin menggoda Ananta. Tapi ternyata dia tergoda juga dengan hasratnya yang ikut naik bersama des@han Ananta.

Kulit halus dan beningnya ngga kalah dengan kulit para model yang dia kenal. Tubuhnya juga ramping dan berisi. Saat mereka tadi berpelukan Arsen merasakan tangannya pas sekali melingkari pinggang Ananta.

Jantung Arsen berdebar kencang ketika mengingat tangan jahilnya yang terlalu berani mencubit bagian sensitif Ananda dari balik gaunnya. Arsen sudah dapat memperkirakan ukurannya walau belum melihatnya tanpa penutup.

Adik kecilnya berdenyut membuat kepalanya terasa pusing. Seandainya tadi Ananta mau, seenggaknya dia pasti sudah bisa merasakan manis bibir merahnya. Sayangnya Ananta terlalu gugup dan malu.

Wajarlah, memang sudah seharusnya begitu karena mereka belum lama kenal. Arsen mungkin malah ilfeel kalo Ananta dengan mudah mau menyerahkan dirinya sekarang.

Seperti beberapa calon istri yang ditawarkan keluarganya dulu. Mereka malah siap menunjukkan aset yang mereka punya. Tapi perasaan Arsen biasa saja. Beda saat dia bersama Ananta tadi.

Dia yang mulai nakal dan Ananta yang ngga kuat menahan des@h.

Arsen menghembuskan nafas panjang. Bibirnya terus saja tersenyum. Di mencium ujung jari telunjuk nakalnya yang begitu berani tadi melakukan tugasnya.

Arsen yakin gadis itu pasti ngga akan bisa melupakan sentuhannya. Sama seperti dirinya yang masih mengenang wajah p@srah Ananta tadi.

Kali ini dia berterimakasih pada neneknya yang sudah menetapkan pernikahannya minggu depan. Dia penasaran dengan bagian yang selalu tertutup dan longgar. Arsen tau kalo aset itu diberikan gaun yang terbuka dan ketat pasti akan membuatnya menjadi titik nomer satu incaran para pria.

Sebagai model, Arsen sudah terbiasa melihat rekan rekan wanitanya yang mengenakan baju terbuka dan se-ksi. Tapi melihat Ananta, Arsen malah penasaran, ngga sabar ingin menatapnya. Bahkan mungkin nanti dia akan membelikan lingerie sangat tipis untuk dipakai gadis itu saat malam pertama mereka. Segila itu obsesinya sekarang pada Ananta.

Arsen mendengar suara tawa di ujung lorong. Dia tau itu suara anggota keluarga mereka. Dia mempercepat langkahnya dan langsung menggelung pinggang ramping Ananta. Gelenyar aneh kembali dia rasakan lagi.

Ananta tersentak mau melancarkan protes dan bermaksud melepaskan rangkulan Arsen yang terasa asing dan menimbulkan getar getar aneh, tapi Arsen memberikan isyarat dengan mata elangnya.

"Orang tua kita sedang menuju ke sini," bisiknya persis di dekat telinga Ananta. Arsen sengaja menghembuskan nafas panasnya di leher jenjang Ananta. Dan dia kini melihat kulit leher dan wajah Ananta mulai memerah.

Uugghh .... Arsen menahan dirinya untuk tidak menci-umnya saat ini. Rasanya begitu panas membakar saraf sarafnya.

Lagi lagi. Dia yang menggoda, tapi dia sendiri yang tergoda. Arsen merutuk dalam hati.

Ananta menatapnya dengan tubuh yang bergetar. Arsen bisa merasakan getaran itu. Mata gadis itu berubah sayu. Arsen meremas agak kuat pinggang yang dia rangkul membuat pupil mata Ananta membesar.

"Kalian dari ruang perpustakaan?" Pertanyaan Latif Jaffar-Papa Arsen menyadarkan Ananta.

Orang tuanya dan orang tua Arsen sudah berdiri tidak jauh dari mereka berdua.

"Iya, pi," sahut Arsen. Dia melihat tatap tajam Annette-mamanya pada tangannya yang ada di pinggang Ananta.

Mama Ananta segera mendekat dengan wajah sumringah dan Arsen membiarkan rangkulannya terlepas ketika Ananta mendekati mamanya.

Ananta tau yang mamanya pikirkan saat ini dan itu membuat dia resah. Sentuhan Arsen tadi masih dia rasakan dan sekarang dia begitu gugup.

"Kita mau pamit pulang, sayang. Untung Papa Arsen tau dimana keberadaan kalian," ucap mamanya riang. Melihat kedekatan keduanya, beliau yakin kalo hubungan keduanya sudah mengalami peningkatan.

Ananta hanya mengangguk. Lidahnya kelu dengan degup jantung belum normal.

Arsen mendekati papinya yang kini berbisik.

"Kamu tunjukin Ananta buku itu?"

Melihat wajah jahil papinya, Arsen tau buku apa yang dimaksud. Ternyata dia dan papanya satu frekuensi. Arsen merespon dengan kedutan pelan sudut bibirnya.

"Nanta, kamu bisa membawa koleksi buku dongeng untuk dibacakan pada anak anak murid kamu." Suara mamanya-Annette seakan menginterupsi bisik bisik anak dan mantan kekasihnya.

"Iya, tante, terimakasih."

"Nanti aja kata Ananta, ma. Besok katanya masih pameran dan besoknya lagi libur. Katanya buat besoknya lagi aja." Arsen menjawab lebih jelas.

"Kamu bisa datang ke sekolah Ananta sambil mengantarkan buku itu, Arsen," perintah Annette sambil melihat putranya.

"Iya, mam."

"Besok saja. Pamerannya sampai besok, kan, Nanta?" Latif Jaffar ikut memberikan perintahnya pada putranya.

"Iya, om."

Gala Aghia tersenyum. Tadi dia dapat melihat jelas tingkah malu malu putrinya

Semoga papa ngga salah ambil keputusan, Ananta, batinnya.

Ananta adalah putrinya satu satunya. Jadi dia berharap yang terbaik untuknya. Walaupun perjodohan ini sarat dengan kepentingannya, tapi dia berharap tidak melukai hati putrinya.

"Ananta pasti akan senang kalo Arsen datang besok," imbuh mamanya Ananta dengan senyum lebarnya.

Dia yakin seribu persen kalo putrinya sudah bisa membuat putra mahkota ini tertarik. Tinggal nanti dia akan memberikan saran pada putrinya agar Arsen makin ngga bisa jauh dari dirinya.

"Ya, kan, Ananta?" Mamanya mengerlingkan matanya pada Ananta yang tergagap melihatnya.

"I iya, ma."

Arsen tersenyum sambil melayangkan tatap nakalnya pada Ananta.

"Sebentar lagi kalian akan menikah. Mungkin intensitas pertemuannya harus lebih sering," ungkap Gala Aghia memberikan pendapatnya.

"Iya. Ananta juga kalo ngga sibuk, sering seringlah temui Arsen," respon Latif Jaffar cepat.

"Katanya besok lusa libur, kan, Ananta. Bagaimana kalo temanin Arsen saja. Kebetulan Arsen akan melakukan meeting meeting saja dengan klien di luar kantor. Jadi sekalian mengenalkan calon istri," lanjut Latif Jaffar memberikan ide.

"Boleh juga kalo ngga mengganggu Arsen," tukas Gala Aghia cepat.

Haaa .... papanya setuju mengumpankan anaknya pada buaya lapar ini? Batin Ananta protes dan dia memberikan tatapan penolakannya pada papanya. Tapi sayangnya Arsen telanjur mengapresiasikan usulan tersebut dengan sangat antusias.

"Kalo gitu, paginya saya jemput aja, om, tante."

"Boleh banget." Mama Ananta menyambut antusias membuat Ananta makin speechless.

Mereka mengobrol sambil terus melangkah ke halaman depan, tempat mobil Gala Aghia terparkir.

"Mau, ya, Ananta." Annette menatap Ananta hangat. Dari gerak gerik putranya, da sudah dapat menangkap sinyal positif putranya terhadap Ananta. Dan dia juga menyukai gestur malu malu Ananta.

Ananta ngga bisa menolak ketika ditodong begitu oleh mamanya Arsen.

"Iya, tante." Ananta rasanya ingin menghilang saja saat ini.

Arsen tersenyum miring mendengarnya. Melihat reaksinya yang sepeti kebingungan membuat Arsen tambah gemas. Perasaannya lebih menggebu gebu sekarang dari pada dulu saat tertarik dengan teman modelnya. Bahkan mungkin sudah hilang sama sekali sekarang

1
anggita
iklan☝like👍👌
Ernaaaaa
sabar ananta
Dewy Aprianty
ya ampun arsen🤭
Ernaaaaa
edannn sikutukupret
Ernaaaaa
terimakasih Thor...makin penasaran aku
Lia Kiftia Usman: penasaran karakter ananta yang penurut ... 🤭
total 1 replies
Ernaaaaa
makasih Thor
Ernaaaaa
buset main hati Kabeh xixixi
Alia Chans
Hadir thor.. ceritanya keren
semangat😉
Rahma AR: 😊😊....
total 1 replies
Ernaaaaa
alkhamdulillah maraton aku bacanya...lanjut Thor
Ernaaaaa
baru bisa Baca novel barunya..maksih Thor
Rahma AR: sama sama😊
total 1 replies
Titi Liana
suka
Lia Kiftia Usman
ananta...oh ananta...
Dewy Aprianty
lanjut thorr
hiro_yoshi74
meresahkan ini ma belum juga halal ar 🤭🤣🤣🤣
anggita
👍☝ like iklan
Gibran AnamTriyono
Bau Bau nya Nanti Bakal Calon Berbesan sama EZrA ini 😄✌️
Herman Lim
nah aku bgg ne keluarga sapa coba ada Arsen
Rahma AR: cerira baru🤭
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
betul..kenbodohan yang haqiqi😄
Lusi Hariyani
latief gentle jg
Khey Rachmat
di luar keluarga airlangga sm artha mahendra ka????
cerita keluarga baru apa?
Love You Z♥️: semangat thoooorrrr 💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!