NovelToon NovelToon
Arsitek Memori

Arsitek Memori

Status: tamat
Genre:Misteri / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:29
Nilai: 5
Nama Author: Wildyan NA

Di kota Neo-Veridia, ingatan bisa diperjualbelikan. Rian, seorang penata memori, menemukan kristal ingatan terlarang yang memperlihatkan dirinya di masa depan—atau masa lalu yang telah dihapus dari otaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wildyan NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bayangan di balik dewan

Derap sepatu lars berat berdentang memantul di sepanjang jalanan berbatu Distrik 4. Dari balik jendela kaca kedai yang buram, Maya melihat tiga unit kendaraan taktis berwarna abu-abu gelap tanpa lambang resmi berhenti di depan bangunan. Pasukan yang keluar berpakaian zirah serba hitam—bukan seragam Penjaga Kategori yang dulu, melainkan seragam Pasukan Keamanan Khusus bentukan Dewan Pemulihan Sipil.

"Evan, ikut aku ke belakang. Rian, amankan tabung itu!" perintah Maya cepat, ketenangannya sebagai mantan pemimpin perlawanan kembali muncul secara refleks.

Rian menyambar tabung logam dingin itu dari atas meja. Ketika jemarinya menyentuh permukaan baja bertuliskan *Sub level 0*, sebuah denyutan halus merambat ke lengannya, memicu rasa pening yang tajam di balik tempurung kepalanya. Kilasan gambar asing—lorong-lorong beton tanpa cahaya, deretan lampu indikator merah, dan layar data yang dipenuhi baris kode kompleks—terbayang sekilas sebelum menghilang.

"Rian! Cepat!" panggil Maya setengah berbisik dari balik pintu dapur.

Pintu depan kedai mendadak didobrak hingga engsel kayunya terlepas dan terbanting ke lantai. Tiga prajurit berzirah masuk dengan senjata pemicu gelombang kejut terarah. Seorang pria berbadan tegap dengan mantel kelabu tebal melangkah masuk belakangan. Di dadanya tersemat lencana emas Dewan Pemulihan Sipil.

Komandan Vane.

"Pencarian yang cukup menyita waktu," kata Vane dengan suara berat yang bergetar. Matanya yang dingin menyapu isi ruangan hingga berhenti pada pintu dapur yang sedikit terbuka. "Serahkan teknisi Evan dan kunci dekripsinya, Maya. Kau tidak perlu mengotori tanganmu lagi setelah semua perjuanganmu demi kota ini."

Maya melangkah keluar dari balik pintu dapur, berdiri tegak tanpa senjata, tetapi tatapannya menyalang penuh ancaman. "Dewan Pemulihan Sipil dikirim untuk membangun kembali Neo-Veridia, Vane. Bukan untuk melanjutkan kegilaan Dr. Vance dengan mencuri kesadaran warga yang tak berdaya."

Vane tertawa kecil, suara tawa yang kering dan tanpa emosi. "Membangun kembali? Dengan apa, Maya? Dengan tawa dan mimpi kosong di Distrik Bawah? Kota ini butuh ketertiban. Warga butuh kedamaian dari rasa duka mereka. *Oblivion Prime* bukan senjata, melainkan penyeimbang. Tanpa penderitaan, kota ini bisa dikendalikan dengan sempurna."

"Kalian tidak mengendalikan mereka, kalian membunuh jiwa mereka!" potong Maya tegas.

Di dalam ruangan penyimpanan bawah tanah kedai, Rian menyandarkan punggungnya pada dinding beton yang dingin. Napasnya memburu. Dari celah lantai kayu di atasnya, ia bisa mendengar setiap patah kata percakapan itu.

Ia menatap tabung logam di genggamannya. Rasa takut yang hebat menjalar di dadanya, tetapi di saat yang sama, ada dorongan naluri yang luar biasa kuat. Tangan Rian bergerak sendiri tanpa diperintah oleh ingatannya. Jemarinya menekan tiga titik tak kasat mata di sepanjang permukaan tabung dengan pola ritmis tertentu—sebuah kode biometrik mekanis yang hanya dipahami oleh pembuatnya.

*Klik.*

Tabung itu terbelah, memancarkan proyeksi holografis biru tipis yang memperlihatkan peta arsitektur bawah tanah Neo-Veridia, jauh di bawah fondasi Distrik 9. Sebuah koordinat berkedip merah dengan label: **Fasilitas Cadangan Utama.**

"Aku yang membuatnya..." bisik Rian pada dirinya sendiri, matanya bergetar menatap garis-garis kode yang meluncur di udara. "Aku yang membangun penjara itu."

Tiba-tiba, suara benturan keras dan teriakan terdengar dari lantai atas, diikuti suara tembakan gelombang kejut yang menggetarkan langit-langit. Maya bertarung di atas.

Rian mengepalkan tangannya. Amnesianya mungkin telah menghapus nama dan dosanya, tetapi ketakutan tidak lagi mampu melumpuhkannya. Ia memasukkan inti data tersebut ke dalam sakunya, menyambar sebuah pipa besi berat di sudut ruangan, dan melangkah kembali ke atas tangga menuju kegelapan yang menunggunya.

1
the virtuso
saling support thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!