Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Bukan Gadis Polos
Chandra mulai curiga dengan sikap Nika. Jawabannya selalu tidak tahu ataupun hanya gelengan kepala pelan. Biasanya gadis cantik itu tak enggan untuk bicara panjang lebar. Wajahnya pun tak seceria biasanya.
"Sedang ada masalah kah?" Chandra mulai mengorek lagi. Dan untuk kesekian kalinya gadis cantik itu menggeleng.
"Lama-lama kayak anjiing yang ada di dashboard mobil," omel Chandra di dalam hati.
Lelaki itupun memutuskan untuk beranjak. Sedangkan Nika masih betah di tempat. Mencerna apa yang dikatakan oleh Chandra. Padahal, lelaki itu sudah memiliki tunangan. Tapi, kenapa harus mencoba membahagiakannya?
Hembusan napas kasar keluar. Kedua tangan sang gadis itupun mulai menopang dagu. Kalimat demi kalimat yang terucap dari mulut Chandra belum hilang juga.
"Jangan buat Nika semakin bingung, Paman!" erangnya di dalam hati.
Tengah asyik bergelut dengan pikiran, tetiba ada yang duduk di hadapannya.
"Katanya mau balik Ke--"
Mata Nika melebar ketika melihat siapa yang ada di depannya. Sontak kedua alisnya menukik tajam karena itu bukan Chandra. Firasat Nika sudah tidak enak. Sudah pasti dua orang ini akan menyuruhnya untuk menjauhi sang calon menantu. Senyum tipis pun terukir ketika wanita paruh baya mulai menyodorkan selembar cek.
"Trik murahan!"
"Tolong bantu bujuk Dipta untuk mencabut gugatannya kepada Allana."
Hah?
"Cabut gugatan?"
"Maksudnya?"
"Hanya kamu satu-satunya harapan kami," tambah pria yang sudah tak muda.
Nika mengambil cek yang ada di atas meja walaupun dia tak tahu jalan cerita sebenarnya. Bibirnya terangkat teramat tipis.
"Uang segini hanya untuk membeli cotton buds."
DAMN!
Padahal di lembar cek tersebut tertulis 500.000 Yuan atas setara dengan 1,2M. Cukup besar, tapi ditolak dengan cukup kasar.
"Kamu mau berapa? Sebutkan!" Pria paruh baya kembali bernegosiasi.
Nika menatap kedua orang yang sudah tak muda itu dengan begitu tajam. Tangannya pun sudah dilipat di depan dada.
"Uruslah permasalahan kalian sendiri. Jangan melibatkan orang lain."
Sungguh sangat berani dan tegas kalimat yang diucapkan oleh gadis yang baru menginjak usia 19 tahun. Tak ada ketakutan di raut wajahnya.
"Nak, semua cara sudah kita usahakan. Tapi, Dipta tetap bersikukuh tak mau mencabut gugatan," ucap sang pria paruh baya lagi.
"Allana itu anak baik. Dia hanya dimanfaatkan oleh ibu kandungnya yang jahannam." Wanita itu mulai mencoba menjelaskan. Berharap gadis yang sedari tadi bersikap dingin membantu.
"Paman bukan orang bodoh," balas Nika dengan suara yang begitu jelas. "Dia tidak akan pernah mencelakai orang baik." Seringai mulai muncul di bibir Nika ketika melihat wajah kedua orang tua Allana membeku.
"Paham kan maksud saya?"
Kedua orang tua angkat Allana sudah tak tahan. Jari telunjuk wanita paruh baya mulai menunjuk ke wajah Nika.
"Jangan menghina anak saya! Kamu tak jauh lebih baik dari Allana!" teriaknya, hingga membuat pengunjung menoleh ke arah meja mereka.
"Aib seorang anak pasti tak akan orang tua umbar."
Satu kalimat yang sangat menampar. Gadis cantik itu mulai berdiri dan tersenyum jahat kepada sepasang suami istri anomali.
"Semua tindak tanduk manusia pasti ada konsekuensinya."
Baru saja kakinya hendak melangkah, tangannya dicekal dengan sangat kuat oleh pria paruh baya yang sudah murka.
"Jangan buat saya naik pitam! Saya bisa melenyapkan kamu dalam sekejap!"
Decihan pun keluar. Nika yang begitu tenang dengan senyum tipisnya menatap nyalang ke arah pria tua Bangka yang sudah merah padam.
"Silahkan!" tantang Nika dengan sangat santai.
"Sebelum saya lenyap, saya pastikan tangan Anda yang sudah lancang ini akan menjadi santapan hiu di laut lepas."
Mata pria itu melebar mendengar ucapan Nika. Baru saja hendak melanjutkan tindak kekerasan, tetiba tubuh pria itu ada yang menarik dari arah belakang. Nika terdiam karena Ezra-lah yang melakukan.
Urat kemarahan di wajah sang mantan pengawal begitu kentara. Tangannya sudah berada di udara dan hendak menghantam wajah ayah angkat Allana. Namun, tarikan kecil di ujung baju bagian belakang membuat Ezra menoleh.
"Jangan kotori tangan," ucap Nika dengan begitu tenang.
Nika mengambil cek yang tadi disodorkan oleh dua manusia tua anomali tersebut. Dan menjelaskan maksud dari kertas tersebut. Ezra pun terdiam dengan raut penuh kemarahan. Bisa-bisanya bisanya dua manusia itu mau menyeret paksa gadis yang susah payah dia jaga identitasnya.
Sang gadis cantik mulai mendekat ke arah pria yang sudah berdiri tersebut. Menatap tajam ke arah pria tua Bangka.
"Cara main kalian terlalu biasa. Dan itu sudah menjadi makanan sehari-hari saya." Senyum jahat terukir.
Mereka pikir Nika gadis yang polos dan penurut. Ternyata salah. Semakin lawan emosi, dia semakin menyiramkan bensin agar semakin panas.
"Kamu--"
"Beraninya menyentuh perempuan saya, saya pastikan hari ini akan menjadi hari terakhir kalian di dunia."
Pistol sudah Ezra angkat mengarah ke kepala ayah angkat Allana. Harusnya Nika tersenyum penuh kemenangan karena yang akan membakar dua manusia itu bukanlah dia. Melainkan Ezra yang sudah siap mengeksekusi tanpa kompromi.
Namun, tubuh Nika malah mematung di tempat karena dua kata yang keluar dari bibir Ezra.
"Perempuan saya?"
...**** BERSAMBUNG ****...
Boleh minta komennya? Jangan pelit atuh
semangat Ezra....kamu harus kasih jawaban dan pilihan yang tepat agar bisa terus lanjut menjaga Nika .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
cerdik harus di lawan cerdik erzaa
lnjut trus Thor
semangat
tenang Nika.... para singa jantan dan opa Aksa serta kakek Aska di serang sama Ezra bukan di serang yang dalam kekerasan tapi minta restu buat mencintai dan menikahi kamu .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍