Gloria gadis malang yang dibuang oleh orang tuanya saat ia baru lahir.
Saat tumbuh dewasa Briyan Jecksen ayah angkatnya meninggal akibat serangan jantung.
Gloria bertumbuh dibawah asuhan ibu angkatnya yang tidak pernah menyukainya
Sanggupkah Dia menjalani kehidupannya kedepan??
Bagaimana jadinya jika dia bertemu dengan seorang mafia kejam dan dingin??
Mampukah ia menghadapi semuanya ataukah dia akan lari dari kenyataan hidupnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hildayanti intan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Steve
"Silakan duduk". Kata Tomas mempersilakan Gloria dan Natli duduk.
Mereka segera bergegas ke arah sofa tempat Steve duduk.
Mata Natli terbelalak kaget saat menyadari bahwa ternyata ada Steve di dalam ruangan itu, tapi tidak dengan Gloria, karena Gloria tampak melamun dan tidak melihat ke depan,
Pikirannya terus terahli pada Kiky. Gloria Hanya mengikuti kemana Natli melangkah.
"Selamat siang tuan Steve". Kata Natli menyapa Steve yang duduk di kursi masih memejamkan matanya.
"Hmm". Jawab Steve singkat kemudian membuka matanya.
"Akhirnya kau datang juga mencit kecil". Gumam steve dalam hati.
"Sudahlah abaikan saja dia, anggap saja dia tidak ada, dan kita mulai pekerjaan kita". Kata Tomas pada Natli.
"Baiklah Tuan". Jawab Natli sambil tersenyum.
"Hey kunyuk, apa maksud mu mengabaikan ku hah!". Kata Steve membuka suara.
Gloria yang mendengar suara tidak asing itu langsung mendongakkan kepalanya, dan betapa terkejutnya dia, pada saat melihat pria itu lagi di hadapannya, padahal dia sudah berjanji tidak akan menampakan mukanya lagi di hapadapn pria itu.
Muka Gloria yang tampak murung memikirkan Kiky tadi, langsung berubah menkadi pucat, Dan tampak keringat dingin mulai terasa di tubuhnya.
"Glo kau tidak papa?". Tanya Natli sambil memegang pundak Gloria.
"Hmm.. tidak Nat hanya sedikit gerah saja". Jawab Gloria dengan suara gemetar.
"Hah, gerah?, Apa kau tidak salah, diluar sedang turun salju dan kau bilang sedang gerah!". Kata Natli yang merasa heran dengan tingkah laku Gloria yang tiba-tiba seperti orang ketakutan.
"Ah benarkah Nat, tapi aku merasa sangat gerah sekarang". Jawab Gloria yang masih gemetar ketakutan.
"Mengapa pria itu bisa ada disini" pikir Gloria.
"Glo apa kau benar-benar tidak papa?". Tanya Natli lagi.
"Hmm.. Gloria ada apa, mengapa kau terlihat sangat pucat?". Tanya Tomas.
"Ak.. aku.. tidak papa kog, silakan lanjutkan pekerjaan kalian, aku keluar dulu". Jawab Gloria kemuadian bangkit berdiri.
"Hmm.. baiklah kau bisa menunggu ku di loby". Jawab Natli sebelum Gloria keluar dari ruangan.
"Iya Nat". Jawab Gloria singkat kemuadian langsung keluar dari ruangan Tomas.
Natli dan Tomas saling berpandangan kemudian Natli berkata.
"Ada apa dengannya".
Tomas hanya mengakat kedua bahunya dan menggelengkan kepalanya, tanda bahwa dia juga tidak tahu.
"Hmm, aku juga ingin keluar sebentar, membeli kopi di luar, silakan lanjutkan pekerjaan kalian". Kata Steve dan Langsung bangkit berdiri.
"Ya silakan kau keluar, kau juga tidak di butuhkan disini" jawab Tomas sambil tersenyum ke arah Steve.
"Kau..!!! Jawab Steve kesal. Kemudian keluar meninggalkan ruangan adiknya.
"Akhirnya kau keluar juga, jadi tidak ada yang akan menggangguku bersama Natli hari ini, akan ku manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya untuk mengungkapkan perasaan ku pada Natli" pikir Tomas.
Sementara itu Gloria langsung bergegas masuk kedalam lift menuju loby.
Saat sudah berada di dalam lift, tiba-tiba saja lift berhenti di lantai 5, seperti akan ada orang yang keluar di lantai 5 atau masuk kedalam lift.
Tapi pertanyaannya hanya ada Gloria di dalam lift itu dan tidak ada siapa-siapa di luar, lalu mengapa lift itu berhenti di lantai 5?.
Gloria kembali menekan angka 1 untuk menuju loby, tapi lift itu tidak tertutup dan tidak bergerak sama sekali.
"Apa lift ini rusak". Gumam Gloria sambil terus menekan angka 1 menuju Loby.
Pada saat itu Steve muncul dari lift sebelahnya, lift khusus untuk Tomas, yang hanya Tomas dan Aril asistennya yang bisa menggunakan lift itu.
Jika kalian bertanya mengapa lift itu bisa berhenti dan terbuka sendiri, jawabannya adalah, karena Dion yang mengatur semuanya, Agar Steve dan Gloria bisa bertemu.
Mata Gloria terbelalak kaget saat melihat Steve berdiri di hadapannya,. Gloria kembali menekan-nekan tombol angka menuju loby tapi tetap saja lift sama sekali tida bergerak.
"Hey little apa kau butuh bantuan?". Tanya Steve yang semakin mendekati Gloria.
Gloria semakin panik dan ketakutan, apa yg harus dia lakukan sekarang. Sementara Steve semakin mendekatinya.
Gloria segera berlari keluar dari lift itu dan ingin berlari ke tangga, namun dia kalah cepat dari Steve.
Steve meraih tangan Gloria dan langsung mengenggamnya dengan erat.
"Auu... Sakit.." kata Gloria saat tangannya di cengkram oleh Steve dengan kuat.
Steve langsung menarik Gloria pergi dari sana dan membawa Gloria ke ruang kosong yang berada di perusahaan Tomas.
"Aarrgghhh sakit tuan..." Kata Gloria memegang tangannya yang terus di tarik oleh Steve.
"Diam!!!". Kata Steve sambil terus menarik tangan Gloria menuju ruangan kosong, yang berada di lantai 5 itu.
Setelah sampai di ruangan kosong itu, Steve melepaskan tangannya dari tangan Gloria.
Gloria langsung memegangi tangannya yang sakit akibat ulah Steve.
"Ah.... Sakit banget". Gumam Gloria.
"Hey little, kita bertemu lagi, apa kau masih ingat dengan ku?". Tanya Steve sambil memandang wajah Gloria dengan lekat.
"Sungguh cantik, tapi mengapa aku baru menyadarinya". Pikir Steve.
"Maaf tuan, tapi saya sudah tidak ada urusan lagi dengan anda". Jawab Gloria sambil tertunduk takut.
"Apa kau bilang, tidak ada urusan lagi dengan ku!, Apa kau lupa dengan janjimu?". Kata steve dan langsung menindih tubuh Gloria di tembok.
Gloria semakin ketakutan di buat Steve, dia ingin menendang kaki Steve namun, ia takut jika dia akan langsung di bunuh oleh Steve.
"Tapi tuan... Saya tidak menampakan diri di depan anda, saya juga tidak tahu kalau tuan akan berada di perusahaan ini, kalau tahu begini saya tidak akan datang tadi". Jawab Gloria masih menunduk.
"Apa !!! jadi kau benar-benar sudah tidak mau bertemu dengan ku lagi". Pikir Steve
"Lalu apa yang harus kau lakukan sekarang little?, Aku sudah menangkap mu!!". Kata Steve sambil mengangkat dagu Gloria dengan salah satu tangannya.
Gloria langsung menutup matanya, karena Gloria paling tidak bisa bersitatap dengan laki-laki, apa lagi sedekat itu.
"Hey tatap mataku!!!". Kata steve dengan dingin sambil mencengkram dagu Gloria dengan kuat.
Gloria membuka matanya saat Steve mencengkeram dagunya dengan kuat, kemudian meneteskan air mata karena ketakutan.
"Tuan maafkan saya, dan tolong lepaskan saya tuan". Pinta Gloria sembari air matanya terus menetes, membuat tangan Steve menjadi basa.
Steve menatap Gloria dengan tidak tega, kemudian melepaskan, Gloria dari cengkeramannya.
"Aku akan melepaskan mu, tapi dengan satu syarat!". Jawab Steve dengan suara dingin sembari senyuman licik menghiasi wajahnya.
Lanjut...
*****
happy reading sahabat-sahabat ku🤓
jangan lupa tinggalkan jejak kalian 👍/♥️
semoga selalu bahagia, dan jangan lupa untuk terseyum hari ini, teruslah bersyukur, atas waktu yang sudah Tuhan berikan.😁😁