Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.
Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.
Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pukulan Pertama
Tie Shan berdiri kokoh bak pilar langit di tengah arena persegi. Tangan kanannya terkepal erat, sementara gelombang aura energi makro yang keluar dari pori-pori tubuh raksasanya perlahan-lahan memenuhi seluruh ruangan, mendistorsi udara di sekitarnya.
Shen Yu menarik napas dalam-dalam. Tangannya dilepaskan dari gagang pedang. Ia memilih untuk tidak menghunus pedang tuanya.
Sebagai seorang pemburu, ia tahu persis bahwa menghadapi pukulan mentah seberat gunung secara langsung dengan bilah logam tipis hanya akan membuat senjatanya hancur berkeping-keping menjadi sampah.
"Apa kau sudah benar-benar siap, Bocah?" tanya Tie Shan, sepasang mata emasnya berkilat menantang.
Shen Yu menegakkan punggungnya, menyunggingkan senyum tipis. "Sejak hari pertama aku dilahirkan ke dunia ini, aku sudah selalu siap untuk dihantam."
Tie Shan menarik sudut bibirnya, menyukai arogansi tersebut. "Keberanianmu patut dipuji, Shen Yu. Namun, pastikan kepala batumu itu tidak berubah menjadi kesombongan yang membawa maut!"
Begitu kalimat petuah itu selesai diucapkan...
DUUUMMM!!!
Lantai batu arena amblas ke bawah. Sosok raksasa Tie Shan mendadak lenyap dari pandangan mata telanjang secara instan.
Sepasang mata Shen Yu seketika membelalak sempurna. "Sial! Cepat sekali!"
Kecepatan itu melampaui batas refleks fana. Shen Yu bahkan tidak sempat melihat arah bayangan pergerakan kakinya. Yang ia tangkap di detik berikutnya hanyalah sebuah kepalan tinju raksasa berbalut cahaya perak yang tahu-tahu sudah berada tepat satu inci di depan wajahnya!
Tanpa membuang waktu untuk berpikir, Shen Yu memutar formula Kitab Dewa Abadi hingga ke batas paling ekstrem.
Wush! Energi Qi Kekacauan Purba mengalir deras seperti air bah menuju kedua lengannya. Ia menyilangkan kedua tangan kirinya di depan dada secara defensif.
BOOOOMMMM!!!
Hantaman tinju pertama Tie Shan mendarat telak.
Daya dorong mentahnya begitu gila. Tubuh Shen Yu seketika meluncur horizontal sejauh puluhan meter ke belakang, menghancurkan tiga pilar batu besar aula hingga runtuh sebelum akhirnya tubuhnya berhenti terbentur di dinding tebing.
"Uhuk!"
Seteguk darah segar berwarna merah pekat menyembur dari mulut Shen Yu. Kedua lengan tangannya langsung mati rasa total, dan seluruh persendian tulangnya bergetar hebat menahan sisa getaran energi kinetik.
Namun, di tengah kepulan debu yang tebal... kedua kaki Shen Yu ternyata masih menapak kokoh di atas tanah. Ia menolak untuk jatuh telentang.
Tie Shan menganggukkan kepalanya pelan, gurat keterkejutan melintas di matanya. "Pertahanan yang mengagumkan. Sebagian besar kultivator fana di ranah Body Tempering dipastikan akan langsung pingsan atau mati patah tulang menerima pukulan pembersihanku tadi."
Shen Yu memaksakan sebuah senyuman sarkas di wajah pucatnya, menyeka darah di dagunya. "Uhuk... Kalau hantaman tinjumu baru selevel itu, Paman... aku rasa aku masih punya kapasitas perut untuk menghabiskan tiga mangkuk nasi setelah ini."
Roh Menara di pinggir arena seketika memegang dahinya sendiri dengan frustrasi. "Bocah keras kepala ini... dalam kondisi sekarat pun mulutnya masih sempat memprovokasi lawan."
Tie Shan justru tertawa keras, suaranya menggelegar puas. "Hahaha! Bagus! Sangat bagus! Aku paling suka berhadapan dengan anak muda yang masih memiliki nyali untuk bercanda setelah dipukuli setengah mati!"
Namun, tawa Tie Shan mendadak terhenti. Wajahnya kembali berubah menjadi sangat serius dan dingin.
"Namun ingat, Shen Yu. Pukulan pertama tadi... baru merepresentasikan sepuluh persen dari total kekuatan fisik murniku."
Mendengar fakta gila itu, senyuman sarkas di wajah Shen Yu seketika membeku. "Sepuluh... persen?"
Tie Shan mengangguk angkuh. "Benar. Pukulan kedua... akan langsung melonjak menjadi dua puluh persen kekuatan."
Shen Yu menelan ludahnya dengan berat. Jika pukulan pertama yang hanya sepuluh persen saja sudah hampir meremukkan struktur tulang lengannya, lalu bagaimana dengan daya hancur pukulan kesepuluh nanti?
Namun, tidak ada kata mundur dalam kamus seorang pemburu. Shen Yu mengatur kembali ritme napasnya, mengedarkan Qi, dan kembali memasang posisi kuda-kuda kokoh.
Kali ini, sepasang mata tajamnya tidak lagi terfokus pada kepalan tinju Tie Shan, melainkan mengunci pada pergerakan poros bahu, pinggang, dan tumpuan kaki raksasa milik lawannya.
"Setiap ledakan kekuatan pasti memiliki titik asal mula transfer energi. Jika tubuh fisikku tidak mampu menghentikan laju pukulannya secara absolut... maka aku hanya perlu menggunakan taktik pergeseran sudut untuk mengurangi dampak benturannya!" pikir Shen Yu cerdik.
Tie Shan yang menyadari perubahan sorot mata Shen Yu seketika menarik sudut bibirnya. "Bagus. Akhirnya otak pemburumu mulai bekerja."
Pria berambut perak itu kembali mengangkat tinjunya. Wush! Aura energi di sekeliling tubuhnya mendadak meledak melonjak dua kali lipat lebih pekat. Lantai arena di sekitarnya mulai retak dan hancur, dan udara terasa bergetar panas.
DUUUUMMM!!!
Langkah kaki Tie Shan menghentak bumi, dan pukulan kedua pun dilepaskan dengan kecepatan yang memicu gelombang sonar!
Kepalan tangan raksasa itu meluncur lurus bagaikan runtuhnya sebuah gunung batu.
Namun kali ini, Shen Yu tidak lagi memilih untuk menjadi target pasif yang bertahan di tempat. Tepat pada fraksi detik sebelum tinju itu mendarat, Shen Yu menggunakan Langkah Bayangan Ilusi, menggeser tubuhnya miring setengah langkah ke arah kiri. Bersamaan dengan itu, ia memutar poros tubuhnya mengikuti arah putaran datangnya pukulan.
BOOOOMMMM!!!
Tinju berat Tie Shan tetap mengenai pelindung bahu kanan Shen Yu. Namun, daya hancur benturannya berkurang drastis karena Shen Yu berhasil mengalihkan dan membuang sebagian besar tenaga pukulan itu ke udara kosong lewat gerakan memutarnya.
Tubuh Shen Yu tetap terpental belasan meter ke belakang, namun kali ini ia berhasil mendarat dengan mulus di atas kedua kakinya tanpa harus terbentur dinding.
Tie Shan mengangkat sebelah alisnya, sangat terkejut. "Oh? Taktik yang cerdas."
Shen Yu mengusap sisa darah di bibirnya seraya menyeringai lebar. "Tentu saja, Paman. Jika di dalam hutan kau terpaksa berhadapan dengan seekor babi hutan liar berkepala keras yang sedang mengamuk, jangan pernah sekali-kali menahan serudukannya secara frontal. Biarkan tenaganya lewat terlebih dahulu, cari momentumnya, baru setelah itu kau lepaskan jebakan fatal!"
Tie Shan tertawa kecil, matanya memancarkan rasa hormat. "Kau mempelajari esensi bela diri ini murni dari pengalaman berburu liar?"
"Bukannya semua prinsip pertarungan hidup dan mati di dunia ini memiliki esensi yang sama?" balas Shen Yu lempang.
Roh Menara dari kejauhan tampak tersenyum bangga. "Itulah letak kelebihan terbesar dari Shen Yu, Tie Shan. Dia tidak pernah belajar beladiri dari buku-buku teori kitab sekte yang kaku. Dia menempa insting bertarungnya langsung dari hukum alam yang kejam!"
Tie Shan menganggukkan kepalanya penuh kepuasan. "Kalau begitu... mari kita tingkatkan tensinya. Pukulan ketiga!!!"
BOOM!
Aura di sekujur tubuh Tie Shan kembali meledak naik. Tekanan gravitasi spiritual yang dihasilkan kini begitu pekat hingga membuat beberapa serpihan batu berukuran besar di lantai arena mulai melayang ke udara.
DUAAARRR!!!
Pukulan ketiga datang dengan kecepatan dan skala yang jauh lebih gila.
Shen Yu kembali mengerahkan teknik Langkah Bayangan Ilusi secara maksimal. Tubuhnya bergeser lincah bagai sesosok bayangan hitam yang tertiup angin badai. Namun, luapan energi dari tinju Tie Shan terlalu masif. Ujung luar kepalan tangan perak itu tetap berhasil menyenggol telak bahu kiri Shen Yu.
KRAAAKKK!!!
Suara retakan tulang yang teramat nyaring menggema di dalam aula. Tubuh Shen Yu terpental hebat, berguling beberapa kali di atas lantai batu arena sebelum akhirnya berhenti dalam posisi merangkak.
Lengan tangan kirinya kini tampak terkulai lemas tanpa tenaga, sendi bahunya bergeser lepas.
"Sial... patah..." gumam Shen Yu, napasnya tersedak menahan rasa sakit luar biasa yang membakar saraf-saraf dadanya.
Tie Shan menghentikan langkah kakinya, tidak mengejar. Ia berdiri diam di tempat, memberikan waktu bagi Shen Yu untuk bangkit. "Masih tersisa tujuh pukulan lagi, Bocah. Menyerah dan keluar dari menara ini adalah sebuah pilihan bijak jika kau masih menyayangi nyawamu."
Shen Yu memaksakan tubuhnya untuk kembali berdiri secara perlahan di atas kedua kakinya yang bergetar. Ia menggenggam erat pergelangan tangan kirinya yang patah dengan tangan kanannya, lalu menarik napas panjang.
Kreeek!
Dengan satu sentakan bertenaga yang brutal, Shen Yu memaksakan diri meluruskan kembali struktur tulang bahunya yang bergeser secara mandiri tanpa obat penawar. Rasa sakit yang teramat sangat seketika membuat wajah tampannya berubah menjadi sangat pucat pasi, namun dari mulutnya... tidak ada satu pun keluhan atau jeritan yang keluar.
Melihat keteguhan mental setingkat iblis itu, seulas senyuman lebar yang penuh rasa kagum terukir di wajah Tie Shan.
"Bagus! Sangat bagus! Seorang kultivator sejati memang tidak boleh memiliki rasa takut terhadap luka fisik!"
Namun, wajah Tie Shan kembali berubah menjadi dingin. "Tapi ingat... mulai dari pukulan keempat dan seterusnya, aku tidak akan pernah lagi memberikanmu waktu jeda hanya sekadar untuk bernapas!"
Wush!
Begitu kalimat ancaman itu selesai, sosok Tie Shan kembali menghantam udara dan lenyap.
Pukulan keempat! Pukulan kelima! Pukulan keenam!
Rentetan serangan tinju raksasa meluncur bertubi-tubi tanpa menyisakan celah waktu satu milidetik pun. Shen Yu terpaksa mengerahkan seluruh instingnya—menghindar dengan lincah, memblokir dengan sudut sempit, lalu kembali terpukul mundur hingga memuntahkan darah berulang kali.
Setiap benturan fisik itu membuat kondisi tubuh luar Shen Yu semakin melemah dan dipenuhi luka memar. Namun... ada sebuah fenomena aneh yang terjadi di dalam organ dalamnya.
Sirkulasi energi Kitab Dewa Abadi di dalam dantian Shen Yu justru berputar dengan kecepatan yang berkali-kali lipat lebih gila!
Setiap kali tubuh fisik Shen Yu menerima hantaman tinju perak dari Tie Shan, energi Kekacauan Purba di tubuhnya justru bergerak aktif menyerap sisa daya hancur tersebut, menggunakannya sebagai bahan bakar untuk menempa, memurnikan, dan mengeraskan struktur sel tulang serta otot dagingnya secara instan!
Roh Menara yang menyadari perubahan fluktuasi aneh dari tubuh Shen Yu seketika membelalakkan sepasang matanya penuh horor. "Mustahil... Ini benar-benar tidak masuk akal! Anak ini... dia..."
"Dia ternyata sengaja menggunakan daya hancur pukulan Tie Shan sebagai alat penempaan palu gaib untuk mempercepat proses kultivasi fisiknya sendiri?!"
Detik berikutnya, Tie Shan pun akhirnya menyadari anomali gila yang sedang terjadi pada tubuh lawannya. Ia seketika menarik kembali tinjunya, menghentikan serangannya sejenak. Pria berambut perak itu menatap Shen Yu dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh kegilaan yang sama.
"Hahaha! Hahahahaha! Benar-benar seorang bocah iblis yang gila!" raung Tie Shan penuh kepuasan mutlak.
"Kau sama sekali tidak sedang berada di dalam mode bertahan dari ujianku... kau justru sedang memperbudak dan memanfaatkan daya hancur tinjuku untuk memicu trobosan ranah kultivasimu sendiri!"
BOOOOMMMM!!!
Tepat setelah kalimat Tie Shan selesai, sebuah ledakan gelombang aura energi keemasan yang teramat murni dan pekat mendadak meletus keluar dari dalam tubuh Shen Yu, menyapu seluruh debu di arena.
Seluruh rasa sakit akibat patah tulang dan luka lebam di sekujur tubuhnya seketika mencair dan sembuh total dalam hitungan detik. Struktur kulit dan dagingnya kini memancarkan pendaran cahaya keemasan yang jauh lebih padat dan kokoh dari sebelumnya.
Roh Menara menyunggingkan senyum bangga yang tak terbendung. "Selamat, Pewaris ke-99... Kau telah resmi menembus batasan dan melangkah ke alam... [Body Tempering] Tingkat Kedua!"
Namun, di tengah atmosfer perayaan keberhasilan tersebut, Tie Shan di depan sana perlahan-lahan mulai mengepalkan kedua belah tangan raksasanya secara bersamaan. Sepasang mata emasnya berkilat menyala terang.
"Keberhasilan trobosanmu patut dirayakan, Shen Yu..."
"Karena mulai detik ini... ujian yang sesungguhnya baru akan benar-benar dimulai!"