NovelToon NovelToon
Dendam Dua Jiwa [Mafia Cantik Di Tubuh Gadis Lugu]

Dendam Dua Jiwa [Mafia Cantik Di Tubuh Gadis Lugu]

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Dendam dua jiwa.

Jiwa seorang mafia cantik berhati dingin, memiliki kehebatan dan kecerdasan yang tak tertandingi, namun akhirnya hancur dan berakhir dengan mengenaskan karena pengkhianatan kekasih dan sahabatnya.

Jiwa yang satu adalah jiwa seorang gadis lugu yang lemah, yang rapuh, yang berlumur kesedihan dan penderitaan.

Hingga akhirnya juga mati dalam kesedihan dan keputus asaan dan rasa kecewa yang mendalam. Dia mati akibat kelicikan dan penindasan yang dilakukan oleh adik angkatnya.

Hingga akhirnya dua jiwa itu menyatu dalam satu tubuh lemah; jiwa yang penuh amarah dan kecewa, dan jiwa yang penuh kesedihan dan putus asa, sehingga melahirkan dendam membara. Dendam dua jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. Kepedulian Seorang Sahabat

Beberapa saat lamanya geng Kenzie masih terdiam, masih tercengang, masih heran, masih penasaran akan apa yang mereka lihat dari diri Annabella sekarang ini.

Sementara wujud Annabella sudah lenyap dari pandangan mata mereka bersama Friska.

"Anak itu dulu begitu cupu dan penakut," gumam Edwin di sela rasa kesalnya yang masih tersisa pada cewek itu. "Tapi sekarang amat berbeda, bahkan begitu berani...."

"Dia memang benar-benar beda sekarang," gumam Arya ikut berkomentar pula.

"Rumor yang beredar kemarin ternyata benar," Genta yang gemar diam tak tahan ikut berkomentar, "cewek itu memang tampil beda sekarang...."

"Apa... selama ini dia cuma pura-pura cupu dan penakut?" tanya Arya bernada heran seraya mengedar pandangannya memandang teman-temannya.

"Ah... nggak mungkin," bantah Edwin. "Dia memang cewek cupu dan penakut kemarin-kemarin tuh. Paling... sekarang dia cuma akting aja.... Biar dapat perhatian...."

"Akting gundulmu!" dengus Arya membantah balik. "Dia sanggup menghajar si Rai songong itu, juga menghajar 5 siswa brengsek, apa itu akting?"

"Paling itu cuma kebetulan saja...," Edwin masih mempertahankan ketololannya.

"Sudah, nggak penting membahas itu," kata Kenzie melerai perdebatan dua anggotanya. "Yang penting dia harus menghadap kita, mempertanggung jawabkan ulahnya."

Setelah berkata begitu, dia segera melangkah, hendak langsung menuju ruang osis. Ketiga anggota osis lainnya otomatis langsung mengikutinya.

"Aku merasa kalau Bella sekarang begitu misterius," gumam Stevan di tengah mereka berjalan. "Dia bisa menebak tentang perihal sebab kita memanggilnya menghadap."

"Kamu nggak perlu heran dengan cewek cupu semisal Bella itu," tanggap Kenzie di tengah dia menekan rasa kagumnya terhadap Annabella agar tidak tampak di luaran. "Dengan kepintarannya, tentu dia dengan mudah dapat menganalisa tentang perihal kita menyuruhnya menghadap."

"Aku hanya sedikit terkejut saja, dia dengan persis menebak apa yang kita kehendaki," gumam Stevan lagi mengemukakan keheranannya.

"Aku rasa... sekarang Bella bukan lagi cewek cupu, Ken," kata Genta mengomentari anggapan Kenzie tentang Annabella. "Dia dengan mudah menghajar 5 siswa pembully. Pekerjaan itu nggak bisa dilakukan cewek cupu."

"Dia juga bahkan dapat menghajar anggota geng Rangga dan anggota geng Reinald," sambung Stevan seolah takjub serta kagum dengan keberanian Annabella. "Bahkan mampu menghajar Reinald sekaligus."

"Jika rumor ini benar," lanjut Stevan, "maka Bella sekarang tampil sebagai cewek yang nggak mudah ditindas lagi."

"Sekaligus nggak mudah dikalahkan dalam berdebat," imbuh Genta.

"Apa maksudmu berkata begitu, Gen?" tanya Edwin belum paham. Arya juga seperti hendak bertanya seperti itu.

"Apa kamu yang aku nggak bisa mengalahkannya dalam berdebat?" tanya Kenzie seperti santai saja. Tapi dia sedikit kaget juga dengan ucapan Genta barusan.

"Kalian semua bisa melihat bagaimana dia begitu tenang berhadapan dengan kita," sahut Genta dengan tenang, "bagaimana dia amat tenang menghadapi ucapanmu, Ken...."

"Dan satu hal yang harus kamu perhatikan, Ken," lanjut Genta seolah memperingatkan, "Bella dapat menebak kalau kita menyalahkan tentang perkara yang akan kamu sidangkan, terus memintanya mempertanggung jawabkan atas perbuatannya."

"Kalau dia sudah tahu perihal itu, tentu dia sudah persiapkan sanggahannya...."

Kelima cowok tampan itu terus saja melangkah ringan sembari masih saja membincangkan tentang perihal Annabella. Terutama tentang persoalan yang menjadi sebab Annabella disuruh menghadap.

★☆★☆

Sementara itu, Annabella dan Friska yang sudah hilang dari pandangan geng Kenzie, juga tengah sibuk ngobrol tentang peristiwa tadi.

"Aduh, Bell, kamu kok berani gitu sih di depan Ketua Osis?" gerutu Friska bernada kesal menegur. Namun rasa takut dan ngeri akibat berhadapan dengan geng Kenzie tadi masih tersisa.

"Tahu nggak, aku sempat merinding melihat ulahmu tadi," lanjutnya masih menyisakan kengerian.

"Kamu nggak usah merasa takut kayak gitu di depan mereka," kata Annabella tetap tenang, "atau di depan siapa pun."

"Rasa takut menunjukkan bahwa dirimu begitu lemah di mata orang-orang," lanjutnya memberi motivasi. "Meski kita nggak bisa apa-apa, tapi seenggaknya kita jangan menunjukkan rasa takut di depan manusia...."

Tahu tidak, ini bukan ucapan Annabella --jiwa Annabella--, tapi ini ucapan atau ungkapan jiwa Fiorella.

"Kamu benar, Bella," ungkap Friska setelah beberapa detik merenungkan ucapan Annabella. "Kalau kita nggak buat salah, kenapa mesti takut sama orang."

"Betul sekali," respon Annabella seraya tersenyum. "Makanya mulai sekarang, kamu nggak usah lagi merasa takut di depan orang-orang jika kamu nggak berbuat salah."

"Baiklah," sambut Friska berusaha memantapkan ucapannya, sekaligus berjanji pada dirinya sendiri dan sahabatnya ini.

"Eh, kamu kok kayak tahu gitu kenapa kamu dipanggil menghadap Ketua Osis?" kata Friska setelah beberapa detik terdiam.

"Aku hanya nebak aja," sahut Annabella santai. Jelas berkilah, karena tidak mungkin dia memberi tahu Friska jika yang memberitahukan tentang hal itu adalah jiwa Annabella.

"Tapi menurut dugaanku," lanjutnya lagi, "dia memanggilku menghadap, bisa jadi mengenai kasus kejadian aku menghajar 5 siswa yang membullymu kemarin. Bisa jadi juga ada kasus lain yang meminta pertanggung jawabku...."

"Sorry, Bell, aku... nggak bisa membantumu," kata Friska bernada sedih. "Aku hanya bisa berdoa agar kamu aman-aman saja saat berhadapan dengan mereka."

"Kamu nggak usah khawatir, Iska," kata Annabella menenangkan serta meyakinkan. "Aku pasti bakal baik-baik saja nanti. Kamu tenang saja...."

"Eh, Bell, apa bener kamu menampar Niki hingga pingsan, seperti yang dituduhkan Dita tadi?" tanya Friska merubah topik pembicaraan.

"Ya benar lah," sahut Annabella enteng. "Dia pantas mendapatkan itu. Bahkan nanti aku akan memberi hukuman yang lebih berat lagi."

"Di mana kejadiannya?" tanya Friska ingin tahu sekali.

"Di rumahnya...."

"Kamu... berani melakukannya di kediaman Tuan Abraham Winata, Bella?" bukan main terkejutnya Friska dengan keberanian sahabatnya itu, hingga dia merinding.

"Keluarga Winata adalah salah satu keluarga terkaya dan terkenal di Achala City ini, Bella," lanjut Friska seperti mengingatkan. "Kamu menindas putri mereka di rumahnya, sama saja kamu bunuh diri."

Perlu diketahui bahwa, tidak ada atau belum ada seorang pun yang tahu kalau Annabella Calista sebenarnya adalah putri kandung keluarga Winata. Orang-orang hanya mengetahui kalau Nikita Angelita adalah putri Tuan Abraham.

Nikita mengaku kepada orang-orang kalau Annabella adalah putri kerabat jauh Abraham Winata yang tinggal di kampung, dan saat ini menumpang di rumah Nikita.

Sementara Annabella, dulu --sebelum mendapat kehidupan ke dua-- juga takut mengakui kepada orang-orang kalau dia termasuk keluarga Winata.

Di sekolah dia diancam oleh Nikita. Sedangkan di rumah dia diancam oleh Abraham Winata sendiri dan kedua putranya; Darren dan Arden.

Tentu saja Annabella amat bersedih karena dia belum diakui sebagai bagian dari keluarga Winata. Dia yang amat mendambakan diakui secara resmi kalau dia merupakan putri kandung keluarga Winata, hanya bisa berangan-angan saja.

Itu dulu....

Namun sekarang, setelah mendapat kehidupan ke dua, dia malah senang dan merasa beruntung tidak diakui sebagai bagian dari keluarga brengsek itu.

Bahkan sekarang Annabella amat jijik jika diakui sebagai bagian dari keluarga Winata.

"Apa yang aku takutkan sama keluarga Winata itu, Iska?" kata Annabella enteng saja. "Bagiku, keluarga brengsek itu nggak ada apa-apanya. Kenapa aku musti takut?"

"Bell, ka-kamu... sadar apa yang kamu katakan itu...?" Friska begitu kaget mendengar ucapan Annabella barusan.

"Ya sadarlah, Iska," tanggap Annabella santai. "Aku sama sekali nggak menganggap keluarga Winata itu orang hebat."

"Bell, aku takut kamu kenapa-kenapa...," Friska jujur merasa khawatir.

"Dita itu yang aku tahu adalah sepupu Nikita," lanjut Friska semakin takut dan khawatir. "Kamu sudah menindas Niki, tentu Dita akan menindasmu juga, bahkan bisa jadi lebih parah."

"Kamu nggak usah mengkhawatirkan aku, Iska," kata Annabella menenangkan. "Aku nggak bakalan kenapa-kenapa. Sekarang aku nggak akan lagi bisa ditindas oleh Dita itu. Aku bisa mengatasi dia dengan mudah...."

"Kamu tenang saja, nggak usah khawatir gitu...."

Annabella terus meyakinkan pada Friska kalau dia bisa mengatasi orang-orang yang akan menindas mereka. Hingga akhirnya Friska bisa tenang dan tidak merasa takut lagi, meski belum sepenuhnya.

Kedua sahabat yang semakin mempererat chemistry yang baik itu terus saja melangkah ringan menuju kelas sambil terus berbincang-bincang.

★☆★☆★

1
Evi 060989
up
Adhie: siap kaka
👍👍👍
total 1 replies
MelodyStar
update :(
Adhie: siap, lagi dipersiapkan
total 1 replies
Evi 060989
up
Adhie: siap, lagi dipersiapkan...
total 1 replies
Evi 060989
up lg
Adhie: lagi dipersiapkan...
total 1 replies
MelodyStar
update☹️
MelodyStar
update☹️☹️ plis
Adhie: sorry, author lagi trobel kemarin
total 1 replies
Evi 060989
up lg thor
Evi 060989
up lg
kriwil
knp ga tampar anak pungut itu
Adhie: sudah ditampar 3 kali sampe pingsan
total 1 replies
Evi 060989
up lg
Adhie: siap...
total 1 replies
Zahra Nur
bunuh aja keluarga anjing tu
Adhie: aduh.... sadis kaka
total 1 replies
Anonymous
suke badas mantap lanjut thor👍
Adhie: terima kasih atas kunjungannya kaka
🙏🙏🙏
total 1 replies
Sonya Nada Atika
ini yg bikin malas....muter2 g jls...katanya kuat.
Adhie: makasi sudah mampir
🙏🙏🙏
total 1 replies
Aretha Shanum
males beh muter2
Adhie: makasih sudah mampir
total 1 replies
Adhie
maksudnya kenapa bella masih bertahan di kediaman winata?
bella menunggu momen di mana dia benar benar diusir oleh keluarga winata, baru dia mau keluar.
Aretha Shanum
kenapa harus bertahan disitu
Adhie: makasih sudah mampir kaka...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!