NovelToon NovelToon
PELAKOR ITU IBUKU SENDIRI

PELAKOR ITU IBUKU SENDIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Cinta Terlarang / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sri tidak menyangka jika rumah tangganya akan berakhir karena orang yang paling dia cintai dan hormati, entah bagaimana dia mendeskripsikan hati yang tidak akan pernah sembuh karena perselingkuhan suami dengan perempuan yang tak lain ibunya sendiri.

Dia berusaha untuk tabah dan melanjutkan hidup tapi bayangan penghianatan dan masalalu membuatnya seakan semakin tercekik.

mampu ka dia kembali bangkit setelah pengkhianatan itu diatas dia juga memiliki kewajiban berbakti pada orangtua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Sri menemani sang ibu mengambil resep obat dari apotik rumah sakit, dia menatap lurus kedepan tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.

Dia bukan tidak tahu tapi berusaha untuk tidak peduli pada apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya dan juga ibunya ini, dia tidak melakukan kesalahan jadi untuk apa pusing dengan tanggapan orang

Siti juga memasang wajah yang sama seperti sang anak, wajah yang begitu mirip membuat mereka seperti kedua adik kakak yang tengah duduk menunggu sesuatu.

Bahkan postur badan yang nyaris sama membuat keduanya menjadi pusat perhatian, hanya soal penampilan saja yang membedakan keduanya karena Siti tidak berjilbab sedangkan Sri mengenakan jilbab.

"Apa kamu pernah menyesal menjadi anak ibu setelah kejadian ini ?? Tanya Siti dengan tiba-tiba.

Dia ingin tahu bagaimana perasaan anaknya rasakan padanya selama ini apalagi sejak kejadian ini hubungan mereka membaik dan menjadi hangat

Sri langsung menoleh dan menatap ibunya dengan tatapan tidak suka, kenapa ibunya tiba-tiba membahas hal ini ditempat seperti ini, bukan dia tidak ingin menjawab sang ibu, dia hanya ingin suasana nyaman untuk membicarakan hal sensitif seperti ini dengan ibunya agar tidak ada salah paham.

"Aku tidak menyesal terlahir menjadi anak ibu, yang aku sesali kenapa insiden semua ini terjadi disaat aku bisa dekat dan mulai bisa hidup bersama ibu kembali setelah sekian lama tinggal dirumah ayah". Jawabnya pelan tapi penuh penekanan.

Dia ingin ibunya tahu dia tidak pernah menyesal menjadi anaknya walau dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang seharusnya didapatkan olehnya sebagai anak, dia hanya menyesali perbuatan ibu dan mantan suaminya terjadi saat mereka mulai dekat kembali dan menjadi anak dan ibu yang hangat.

"Kamu tidak marah karena ibu melakukan itu dengan mantan suamimu dan malah menghasilkan anak seperti ini?". Tanyanya dengan pelan tapi bisa dia lihat mata anaknya langsung berubah.

Dia bisa melihat dengan jelas mata anaknya langsung berkobar penuh amarah begitu dia membahas tentang perbuatan dirinya dengan sang mantan menantu sekaligus mantan suaminya saat ini.

"Ibu mau aku jawab apa?". Tanyanya dengan dingin.

Dia sebenarnya tidak pernah ingin lagi membahas masalah ini dan berusaha melupakan semua yang terjadi tapi entah mengapa ibunya tiba-tiba membahas hal ini lagi mungkin ibunya menyadari jika mereka menjadi pusat perhatian karena insiden ini.

"Jawab yang jujur saja sesuai yang kamu rasakan". Jawabnya dengan pelan.

"Aku adalah pembohong besar jika aku mengatakan aku tidak marah, tidak kecewa dan juga tidak terluka, andai itu orang lain, mungkin aku akan membunuh perempuan itu dengan tanganku sendiri tapi ini adalah ibu, rasa cinta dan sayangku pada ibu bahkan melebihi rasa sakit yang kuterima dari pengkhianatan itu". Ucap Sri membuang muka.

Dibalik semua kejadian yang dia alami, satu hal yang paling dia syukuri adalah terlepas dari pernikahan itu, dia baru tahu jika lelaki yang menjadi suaminya itu hanya lelaki pecundang dan sangat egois serta toxic ,tidak jauh berbeda dengan keluarganya dan dia beruntung karena insiden ini dia menjadi tahu semuanya dan bisa lepas dari mereka tanpa banyak drama.

Entah apa yang akan dia alami kedepannya jika di bertahan dengan lelaki dan keluarga seperti itu .

Siti tersenyum tipis mendengar jawaban sang anak, dia sungguh beruntung mendapatkan anak membanggakan dan berhati mulia seperti anaknya ini

"Kenapa ibu tiba-tiba menanyakan hal seperti ini, aku sungguh tidak mengerti jalan pemikiran ibu untuk saat ini?". Sri mengeluarkan rasa penasaran nya karena pertanyaan ibunya ini terkesan seperti mengetesnya saja dan ingin tahu .

"Aku yakin kamu melihat sikap semua orang sejak tadi melihat kita berdua disini, ibu hanya menanyakannya karena takutnya kamu malu dengan keadaan seperti ini, kamu akan sering mendapatkan pandangan dan tatapan yang seperti ini kedepannya walau ibu tidak ada disamping kamu sekalipun apalagi ini adalah rumah sakit tempat kamu bekerja". Ucapnya mengedarkan pandangannya melihat tatapan sinis dan mencemooh dari sekitar mereka

Mata Sri berkaca-kaca, ternyata sejak tadi ibunya sangat perhatian padanya, dia tahu ibunya mengkhawatirkan dirinya karena ini rumah sakit tempat dirinya bekerja.

"Ibu sudah mendapatkan hukumannya dan itu sudah cukup untukku, masalah mereka aku tidak peduli, selama aku bekerja dengan baik dan profesional maka aku akan berpura-pura untuk tidak mendengarkan kecuali mereka melampaui batasnya".

Dia akan tetap berusaha untuk bersikap biasa saja dengan semua yang mereka perlihatkan padanya kecuali jika mereka melanggar hukum atau berbuat tidak menyenangkan untukny

"Terima kasih". Ucap Siti tiba-tiba kemudian berdiri dari duduknya untuk keluar dari ruangan itu.

Sri mengerjapkan matanya beberapa kali berusaha mencerna perkataan terima kasih dari ibunya barusan, untuk apa pikirnya

Sri yang sudah menebus obat sang ibu pun segera menyusul sang ibu untuk pulang kerumah karena ibunya berjalan keluar rumah sakit lebih dulu tanpa menunggu dirinya selesai dengan obat yang diberikan oleh dokter tadi

Dan saat akan keluar dia berbalik dan menatap para suster yang menatapnya sejak tadi.

"Ingat tugas utama seorang tenaga medis adalah menyembuhkan pasien siapapun itu tanpa mau tahu apa yang terjadi dengan kehidupan pribadinya, jadi kita harus melakukan semua tugas kita".

"Dan satu lagi , kalian bukan malaikat yang tidak punya masalah dengan orang lain dan juga tidak punya salah sama sekali, jadi jangan sok suci dan menghina orang". Ucapnya meninggalkan mereka semua yang tertunduk menatap lantai mendengar perkataan sang dokter

"Jangan memalukan tingkah para tenaga medis dengan sikap kalian yang seperti ini".

Dia jelas mendengar cemoohan para suster tadi tentang ibunya tapi dia merasa perkataan mereka sudah melewati batasnya jadi dia menegurnya.

Sesampainya dimobil dia bisa melihat ibunya hanya diam terpaku menatap lurus kedepan, sejujurnya karena mereka tidak terlalu dekat, dia tidak tahu bagaimana bisa dekat dengan ibunya dan berbicara akrab layaknya ibu dan anak, hubungan mereka memang sangat kaku walau mulai mencair.

"Ayo kita makan masakan Padang setelah ini, kamu bisa?". Tanya Siti begitu melihat anaknya yang kini masuk dan menatapnya.

Sri menatap ibunya dengan tidak percaya, masakan Padang itu adalah makanan Favorit dirinya bersama sang ayah dan ibunya sangat tidak menyukai makanan itu.

"Ibu serius?". Tanyanya dengan tidak percaya.

"Iya, tiba-tiba ibu ingin memakan makanan itu, mungkin akan terasa enak".

Mata Sri langsung berbinar, ibunya sedang ngidam dan dia orang pertama yang tahu dan yang paling penting makanan yang ingin dimakan sang ibu adalah makanan kesukaannya.

"Ayo Bu, aku akan traktir ibu dengan makan banyak". Ucapnya dengan girang.

1
Machmudah
otw karma buat Siti Dan Irfan.....otw bahagia buat sri
Machmudah
macam org gak py Iman aja kamu Siti, balas dendam kok sm anak......kelaut aja miodelan siti
Sulfia Nuriawati
kok blm up jg y knp?????
Sulfia Nuriawati
g lanjut lg y, dah lama g up, gantung berarti y
Machmudah
gemes banget thor....kasih karma yg smp mereka tdk kuat menanggungnya
Putra Putra
tipe org egois, g pernah merasa slh sll org lain yg D slh kan, dy yg berbuat org lain yg D blng pembentukan sial
Putra Putra
manusia bln yuh ibu sm menanti, g ada laki² lain atw wanita lain sampai segitunya, apa pun alasannya ttp salah y
Machmudah
hadeh Irfan bkn org kaya aja byk tingkah.....kasih Sri pengganti Irfan yg lbh baik Thor......ibu nya jg jablay kegatelan.....tunggu kehancuran kalian...semangat Sri Dan othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!