NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Horor / Matabatin / Mata Batin / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: RuQi

Di harap kan bijak saat membaca.

Menceritakan seorang anak yang berbeda dan
mempunyai kelebihan,

Sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan makhluk dunia lain.
Bisa melihat dan merasakan makhluk tak kasat mata, sampai harus berjuang dari kerasnya hidup dan takdir yang sangat kejam.
Mempertahan kan sesuatu yang di berikan oleh pencipta,

akan kan selamanya akan seperti ini,
Jika dia bisa memilih dan di beri kesempatan untuk memilih,
Apa yang akan dia pilih, Memilih Hidup dengan kelebihan, atau membuang kelebihan itu,.

Klik hati untuk mengikuti kisah ini,
dan jangan lupa Rate bintang lima, tinggalkan jejak kalian di colom comentar..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch29. SAMPAI

SELAMAT MEMBACA

"Alhamdulillah.. akhirnya sampe juga" ucap ku pada mbak Dina

"Iya dek, capek banget seharian ya.."

"Hooh mbak,.. untung kita sampe dengan selamet ya mbak.." jawab ku

"Mbak yang bawa mah bakal selamet Ampe tujuan dek.. apa lagi bawa anak majikan mbak yang manis ini," kata mbak Dina sambil mengedip kan mata

"Astaga.. bisa banget mbak mah.." ucap ku

Mbak Dina cuma tertawa saat berhasil menggodaku,

Mobil kita sudah ada di depan gerbang rumah nenek, rumah yang aku rindukan setiap hari, rumah yang begitu besar dan setiap sudut rumah banyak sekali ukiran ukiran kayu jati lama yang menarik untuk di lihat,.

Mobil siap memasuki pagar, ada mang Ujang yang sudah mulai kelihatan tua sedang berjaga, dan saat mobil berbelok ke arah pagar, mang Ujang menghampiri mobil kami

"Selamat malam" kata mbak Dina yang membuka jendela

"Malem nduk, cari siapa.." jawab mang Ujang

"Paman ini ruqi, anak bunda Dyah dan ayah Anjar" kata ku menyela

Mungkin mang ujan sudah lama tidak melihat ku, makanya mang Ujang lupa, dan ini baru pertama kali aku pulang lagi kesini.

"Loh. cah ayu, jangan bercanda, tengah malem begini kenapa juga anak kecil Dateng cuma ama supirnya.." kata mang ujang

"Ini beneer ruqi paman, kita mau liburan, seharian kita di jalan, kalo paman ga percaya tanya nenek Sekar.." ucap ku jengkel karna mang ujan ga percaya

"Nduk, kalo anak majikan saya mau kesini pasti ibu Sekar bilang pada saya, ini ga ada bilang tuh," eyel mang Ujang

Aku kesal dan menelfon nenek Sekar.. ingin ku adukan pada nenek kelakuan mang Ujang yang ga boleh cucunya masuk ke rumah..

"Awas ya.. kali sampe nenek marahin paman, jangan minta tolong Ama ruqi.." kata ku lagi

"Iyo Iyo.. sekarang liat dulu.. bener nggak kamu cucu ibu Sekar" ucap mang Ujang yang masih menyetel

Tuuuttttt Tuuutttttt Tuuutttttt....

"Assalamualaikum ruqi.. sudah di mana nak, kenapa belom sampe.." ucap nenek Sekar, suara Nenek masih seperti dulu, tidak berubah walau cucunya sudah besar dan umurnya semakin tua

"Waalaikumsalam nenek, nenek ruqi ga boleh masuk sama paman Ujang, ruru di sini da lelah nek.. tolong suruh bukakan gerbangnya.." ucap ku memelas dan berpura pura ingin menangis..

"Ya Tuhan, cucu ku kasian sekali, biar nenek yang menelfon Ujang nanti nak, kamu tunggulah sebentar ya.." kata nenek

"Iya nek.. cepat ya nek, aku ngantuk.." ucap ku

"Iya sayang.."

Nenek Sekar mematikan telfonnya.

Ku lihat mang Ujang menerima panggilan, ntar apa yang mereka bicarakan, mungkin itu panggilan dari nenek, tapi tiba tiba mang ujan mengetuk pintu kaca mobil dan bertanya tentang kalung..

"Nduk, coba sini kau tunjukkan kalung yang di kasih ibu Sekar sama paman" kata mang Ujang

"Kalung..?" tanya ku heran

"Maksud paman kalung ini.." kata ku sambil menunjukan kalong merah delima pemberian nenek, aku memang selalu memakainya, kemana pun aku pergi, karna kalung ini menghindarkan aku dari banyaknya makhluk gaib yang ingin mengambil jiwa ku,..

"Oh iya bener," kata mang Ujang

"Kan sudah di bilang, aku cucu nenek Sekar, kenapa paman tidak percaya.." ucap ku

"Udah dek jangan marah marah.." kata mbak Dina menenangkan ku

"Mbak juga bukannya bantuin ngomong tadi, kan ga bakal kita di usir kaya gini.." ucap ku kesal

"Mbak bukan ga mau ngomong, mbak bingung mau ngomong apa soalnya.." kata mbak dina

"Maaf nduk, nanti ibu Sekar yang jelasin di dalam katanya,.." ucap mang Ujang

"Saya buka dulu gerbangnya ya.." ucap nya lagi

Aku hanya diam karna males berdebat lagi, dan bisa saja kalo aku menjawabnya lagi bisa membuat hati paman Ujang terluka, mending aku diam dari pada harus membuat orang lain sakit hati nanti

Mobil masuk ke dalam dan sampai di depan pintu rumah nenek,

Di bilang sepi.. ya sepi sekali.. karna cuma ada kebun yang gelap, di sana ada banyak sekali makhluk gaib, dari cuma kaki yang berjalan, ada orang Tampa kepala, ada juga kepala yang menggelinding.. tangan yang berjalan sepasangan.. ada anak kecil yang menginjak injak tangan dan kaki, bahkan Tante kunti yang ada di atas pohon sedang tertawa dengan suara khas nya, dan banyak lagi yang lainnya, mungkin di blakang rumah lebih banyak lagi, tapi mereka memang tidak mengganggu, mereka cuma bermain karna nenek yang bertugas menjaga mereka, bukan mereka yang menjaga nenek,

Mereka hanya memandang kedatangan ku, bahkan Kunti saja menyambut kedatangan ku dengan suara tawanya,

Mungkin buat kalian yang tidak bisa melihat akan biasa saja, tapi buat ku ini luar biasa membuat bulu kuduk ku merinding,

Mereka tau aku adalah anak kecil yang dulu ada di rumah ini, mereka dulu jarang terlihat karna mereka menampakkan diri saat malam.

Aku sudah biasa dengan hal itu, kadang sudah bosan liatnya, kenapa aku tidak suka makan nasi dari kecil, karna ruru sudah mual duluan kalo melihat hal hal gaib yang begitu,

Tak jarang bunda dan nenek marah karna aku main di kebun dulu..

Pintu rumah di buka oleh nenek, nenek yang aku rindukan, karna tak ada yang lebih menyayangiku lebih baik dari nenek..

Aku ingin menangis, tapi malu

Akhirnya aku cuma memeluk nenek ku, nenek yang berjuang sendiri tanpa kakek di sampingnya,, untuk membangun keluarga nya dan mendidik keluarga selama ini..

Nenek memeluk balik diri ku, mungkin kalo aku tidak bisa melihat hal gaib, ini bisa jadi moment tersedih.. tapi mbak Kunti kenapa tertawa terus, bikin aku jadi ga selera buat nangis.. kalo tak ada mbak Dina sudah aku triaki dia suruh diam..

Sampe sini dulu ya..

selamat membaca dan berakhir pekan..

wassalamu'alaikum..

1
Daliffa
Luar biasa
Daliffa
🙏
Daliffa
mampir komen Thor,🙏
Nur Hasanah
kapan up lagi kak
Nur Hasanah
semngat yhh kak
Dania
Weee ga pakai baju, gimana Qi 🤔🤔
Dania
Pasti Niken akan beristirahat dengan tenang
Dania
transaksi RS dan pasien pasti sangat dijaga ketat
Dania
Ya Allah, pengorbanan macam apa ini, sangat menyayat hati
Dania
Astaghfirullah 😭😭😭😭 Niken 😭😭😭😭
Dania
melakukan tuor 🤔🤔

tour, itu
Dania
Ginjal 🤔🤔 sampai ada catatan transplantasi ginjal 🤔🤔
Dania
yahhh benar banget, penasaran akan timbul, ketika kita ingin segera mengetahui sesuatu
Dania
mengapa ga samaan
dera
Jejak
✰͜͡༗⃝รคฯ๏ภคгค◦➬.𝒗.𝒌 ᭄
💪💪💪💪
Dania
RuQi emang baik banget
Dania
Astaga....inienghibur ya
Dania
Enaknya, serasa punya dua ibu kandung 🤗🤗🤗
Dania
😂😂😂 lebih gemez pas udah gede
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!